Matius 24:36-37 (ILT) Namun mengenai hari dan saat itu tidak seorang pun mengetahuinya, bahkan para malaikat di surga pun tidak, kecuali Bapa-Ku saja. Dan, sebagaimana pada zaman Nuh, demikian pulalah kedatangan Anak Manusia akan terjadi.

Banyak diantara kita pernah membaca ucapan terkenal dari Tuhan kita dalam Injil dimana Dia mengatakan bahwa Kedatangan-Nya yang Kedua kali akan terjadi pada waktu yang “tidak diketahui seorang pun.” Tapi berapa banyak dari kita yang mengetahui bahwa Yeshua sesungguhnya merujuk kepada “Yom Teru’ah” atau “Hari Raya Peniupan Sangkakala” ketika Dia mengucapkan ungkapan idiom tersebut?

Apa yang dimaksud idiom? Idiom adalah ungkapan yang tidak bisa dipahami didalam bahasa selain dari yang dipakai oleh si pembicara ketika mengucapkannya. Berikut ini contoh idiom dalam bahasa Indonesia: “Mereka sudah banyak makan garam dalam hal ini.” Semua orang tahu ketika ungkapan ini diucapkan, artinya bukan makan butiran garam sesungguhnya. Ini ungkapan yang artinya sudah banyak pengalaman. Hanya orang yang berbahasa Indonesia yang memahami ungkapan ini. Namun dalam bahasa lain, ungkapan ini tidak dapat dipahami.

Demikian juga halnya dengan idiom Ibrani tentang Yom Teru’ah atau Hari Raya Peniupan Sangkakala.

Yom Teru’ah atau Hari Raya Peniupan Sangkakala dikenal oleh mereka yang tinggal di Yerusalem kuno sebagai “Hari Yang Tidak Diketahui Seorang Pun.” Mengapa disebut seperti itu? Karena ini satu-satunya perayaan yang ditentukan oleh terlihatnya kemunculan bulan baru, dan dengan demikian “tidak seorang pun” dapat menghitung dengan tepat hari maupun jamnya kapan hari perayaan ini akan dimulai.

two-witness-7

Di Yerusalem kuno, akan ada “dua orang saksi” yang akan berdiri di tembok-tembok Yerusalem dan “berjaga-jaga” menantikan munculnya irisan pertama bulan sabit pada saat bulan baru. Ketika Bapa di surga memutuskan mengijinkan bulan baru muncul di langit, maka “kedua orang saksi” ini akan meniup shofar (sangkakala) dan semua orang-orang di kota segera menghentikan apa saja yang sedang mereka kerjakan, dan mereka akan segera berlari menuju ke arah Bait Suci untuk perayaan “Hari Raya Peniupan Sangkakala” atau yang didalam bahasa Ibrani disebut “Yom Teru’ah.”

Pintu-pintu gerbang Bait Suci hanya akan dibuka untuk waktu yang singkat, dan jika mereka terlambat tiba di Bait Suci sebelum pintu-pintu gerbang ditutup, mereka yang lamban ketika berlari ke Bait Suci akan tertinggal dalam perayaan karena “pintu-pintu gerbang telah ditutup,” dan satu kali pintu-pintu itu ditutup, tidak ada seorang pun yang dapat masuk. Karena perayaan ini dimulai pada saat matahari terbenam, mereka harus memastikan bahwa lampu minyak mereka terisi penuh sehingga mereka dapat menemukan jalan mereka ditengah kegelapan menuju ke Bait Suci. Pada zaman itu, tidak ada lampu-lampu jalanan, sehingga mereka harus membawa lampu-lampu minyak mereka untuk menerangi jalan yang harus mereka telusuri ketika kegelapan mulai tiba.

Dalam Matius 25, Messias kita mengatakan perumpamaan tentang sepuluh orang gadis. Hanya lima dari gadis-gadis ini yang bijaksana dan membawa lampu-lampu minyak yang penuh terisi ketika pengantin laki-laki itu datang. Tapi lima gadis bodoh lainnya tidak mempersiapkan diri mereka dengan mengisi lampu-lampu mereka dengan minyak. Ketika “Hari Yang Tidak Diketahui Seorang Pun” itu tiba, dua orang saksi segera meniupkan “sangkakala” dan lima gadis yang bijaksana sudah siap untuk pergi ke pernikahan. Tapi gadis-gadis yang bodoh tidak membawa minyak didalam lampu-lampu mereka, sehingga mereka tidak bisa melihat jalanan mereka didalam kegelapan. Gadis-gadis yang bodoh ini pergi membeli minyak untuk lampu-lampu mereka, dan ini menyebabkan mereka terlambat menuju ke perayaan. Ketika pintu-pintu gerbang Bait Suci ditutup, lima gadis bodoh ini ditinggalkan diluar.

Banyak dari penduduk Yerusalem yang bekerja di ladang-ladang atau di penggilingan gandum (Matius 24:40-42), dan ketika mereka mendengar suara shofar (sangkakala tanduk domba jantan), mereka tahu bahwa pekerjaan mereka sudah berakhir. Messias kita sedang berbicara dalam bahasa Hari Raya Peniupan Sangkakala ketika Dia berkata bahwa kita harus bekerja selama hari masih siang, karena malam akan datang dimana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja” (Yohanes 9:4).

Mereka yang sedang bekerja di ladang-ladang harus berlari ke Bait Suci sebelum pintu-pintu gerbang ditutup. Orang yang waspada dan mendengarkan suara shofar, akan segera terbangunkan oleh suara sangkakala; ini adalah tandanya dia harus berlari ke Bait Suci. Tapi orang yang tidak waspada dan tidak berjaga-jaga, tidak akan mendengar suara sangkakala, dan mereka akan “tertinggal” di ladang atau di tempat penggilingan gandum ketika Hari itu tiba.

Matius 25:13 (ILT) Oleh karena itu, berjaga-jagalah, karena kamu tidak mengetahui hari bahkan waktu ketika Anak Manusia datang.”

Yeshua menyamakan dirinya seperti “pencuri dimalam hari” yang akan datang pada saat “tidak ada seorang pun yang mengetahuinya” dan bagi orang-orang yang tidak memperhatikan minyak lampunya sudah terisi penuh, “kehancuran tiba-tiba” akan menimpa mereka seperti seorang perempuan yang sakit bersalin dan akan terlambat bagi mereka untuk menyelamatkan diri dari murka YHWH.

1Tesalonika 5:2-3 (ILT) karena kamu sendiri mengetahui dengan cermat, bahwa hari YAHWEH akan datang sedemikian rupa seperti pencuri pada waktu malam. Sebab, ketika mereka mengatakan damai dan aman, maka tiba-tiba kebinasaan datang menimpa mereka, sama seperti rasa sakit bersalin pada wanita yang sedang mengandung, dan mereka sama sekali tidak bisa luput.

Pencuri di Malam Hari

Kita sering mendengar ungkapan “pencuri dimalam hari” didalam Kitab Suci, tapi berapa banyak yang sungguh-sungguh memahami apa arti sebenarnya dari metafora “pencuri dimalam hari“? Untuk memahami ungkapan ini, kita harus mengetahui secara historis darimana ungkapan ini berasal. Di Yerusalem kuno, Imam Besar (Kohen Gadol) di Bait Suci akan melakukan inspeksi setiap malam untuk memastikan imam-imam lainnya melaksanakan tugas-tugas mereka menjaga api tetap menyala di mezbah tembaga. Perintah Torah adalah tidak memperbolehkan api di mezbah ini padam.

Imamat 6:13 (ILT) Haruslah api itu dinyalakan terus-menerus di atas mezbah itu, ia tidak boleh padam.

Jika seorang imam bertugas menjaga api waktu malam, dia tidak boleh tertidur pada waktu tugasnya, karena jika dia sampai tertidur, api akan kehabisan kayu bakar sehingga dapat padam, dan itu akan mendatangkan penghakiman atas seluruh bangsa Israel. Imam-imam juga diperintahkan untuk tidak minum anggur atau minuman keras ketika melayani di Bait Suci.

Imamat 10:9 (ILT) Hendaklah anggur dan minuman keras tidak engkau minum, engkau dan anak-anakmu yang bersamamu, maka kamu tidak akan mati ketika kamu masuk ke dalam kemah pertemuan; suatu ketetapan selamanya bagi generasi-generasimu.

Alkohol dalam darah mereka akan mencemarkan penyembahan mereka dan menyebabkan mereka mabuk, malas dan mengantuk. Karena Kohen Gadol (Imam Besar) datang pada waktu yang paling tidak mereka harapkan untuk muncul, imam-imam mulai memberi dia julukan “pencuri dimalam hari.”

thief-night-4

Jika imam yang bertugas jatuh tertidur dan tidak mengawasi api di mezbah tembaga, Imam Besar akan muncul dan mendapati dia tertidur waktu bertugas. Kemudian Imam Besar akan mengambil arang bara panas dari mezbah, dan menyeroknya dengan sekop. Dia kemudian akan membuang sedikit dari arang bara ini ke pakaian imam yang sedang tidur itu. Imam yang tertidur itu akan segera terbangun oleh bau arang panas membara dan pakaiannya yang terbakar. Dia akan segera melepaskan pakaiannya secepat mungkin supaya tidak terbakar. Pada akhir tugas jaganya, imam-imam lainnya akan melihat dia telanjang tanpa mengenakan pakaian, dan dia akan menjadi malu karena semua imam-imam lainnya akan tahu dia kedapatan sedang tidur waktu bertugas.

Yeshua adalah Imam Besar kita menurut peraturan Melkisedek (Ibrani 7:17-21) dan para pengikut-Nya yang sungguh-sungguh adalah para imamat rajani-Nya (1Petrus 2:9). Kita diperingatkan untuk tidak menjadi seperti imam-imam yang tertidur pada waktu bertugas. Kita diberikan perintah untuk berjaga-jaga dan waspada, dan menjaga pakaian kita sehingga tidak akan menjadi malu ketika Messias kita kembali. Sekarang kita dapat memahami lebih baik peringatan yang dituliskan didalam Kitab Wahyu:

Wahyu 16:15 (TB) “Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya.”

Dalam suratnya kepada orang-orang percaya Perjanjian Baru didalam Messias, rasul Paulus menulis kepada mereka jemaat Tesalonika:

1Tesalonika 5:1 (ILT) Dan mengenai waktu dan saat, hai saudara-saudara, kamu tidak punya keperluan untuk dituliskan bagimu.

Apa maksud pernyataan ini? Supaya memahami apa yang dikatakan Paulus disini, kita harus memahami bahwa kata Ibrani untuk “waktu dan saat” adalah “mo’edim.” Kata “mo’edim” adalah kata Ibrani jamak untuk kata “mo’ed“, yang memiliki arti janji pertemuan, waktu yang ditetapkan, perayaan yang ditetapkan, musim yang ditetapkan, pertemuan yang ditetapkan, tempat yang ditetapkan, kemah pertemuan. Secara spesifik: suatu perayaan, perkumpulan raya, pertemuan jemaah, perayaan yang ditetapkan pada waktunya.

Kenapa Paulus tidak perlu menuliskan kepada mereka tentang hal-hal ini? Karena mereka semuanya memelihara “Shabbat-shabbat” dan Hari-hari Perayaan YHWH.

1Tesalonika 5:1-2 (AYT) Sekarang, Saudara-saudara, mengenai waktu dan zamannya, tidak perlu dituliskan kepadamu. Sebab, kamu sendiri benar-benar tahu bahwa hari Tuhan akan datang seperti pencuri pada malam hari.

Paulus dan orang Tesalonika sangat tahu arti ungkapan metafora mengenai Imam Besar dan pencuri di malam hari. Mereka melaksanakan semuanya ini di Bait Suci tahun demi tahun dan tidak perlu menjelaskan itu kepada mereka. Jika mereka terus memelihara “mo’edim” yang ditetapkan oleh YHWH seperti yang Dia perintahkan mereka untuk melakukannya selama-lamanya, mereka tidak akan dikejutkan oleh Hari Tuhan.

1Tesalonika 5:3 (AYT) Ketika orang-orang berkata, “Damai dan aman,” kebinasaan akan datang atas mereka secara tiba-tiba, seperti rasa sakit perempuan yang akan melahirkan, dan mereka tidak akan dapat meloloskan diri.

Paulus tahu bahwa para pengikut Messias ini tidak tinggal didalam kegelapan karena mereka menjaga “lampu-lampu minyak mereka tetap terisi” dan bersiap ketika Hari itu tiba. Mereka tidak akan dikejutkan oleh “hari yang tidak diketahui seorang pun” tanpa minyak didalam lampu-lampu mereka. Imam Besar mereka, Yeshua, tidak akan datang sebagai seorang pencuri dimalam hari bagi mereka, karena mereka tidak berada didalam kegelapan.

1Tesalonika 5:4-5 (ILT) Namun kamu, hai saudara-saudara, kamu tidak berada dalam kegelapan, sehingga hari itu dapat menyergap kamu seperti pencuri. Kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang, kita bukanlah anak-anak malam atau dari kegelapan.

Kata Ibrani untuk “hari” adalah “yom” yang memiliki arti panas, hari (jam-jam panas/siang hari), siang hari, baik literal mulai dari matahari terbit sampai terbenam, terus-menerus, kekal, musim.

Kata Ibrani untuk “terang” adalah “or” yang memiliki arti terang, terang hari, terang dari benda-benda penerang matahari-bulan-bintang, siang hari, terang hidup, terang lampu, perintah terang.

Seperti ilustrasi tujuh cabang menorah, tiap “pelita” pada lampu ini mewakili sebuah “hari perayaan” atau “yom” atau “mo’edim” yang ditetapkan YHWH. Paulus mengatakan kepada kita bahwa karena kita adalah “anak-anak terang dan anak-anak siang“, kita akan berjalan didalam “perintah-perintah” (Ibrani: Torah) dan terang atau pewahyuan yang diberikan kepada kita jika kita memelihara Hari Raya-Hari Raya-Nya.

menorah

Imamat 23:2 (KJV) Berbicaralah kepada bani Israel, dan engkau harus berkata kepada mereka: Hari-hari raya (Ibrani: mo’edim) yang ditetapkan YAHWEH, harus kamu maklumkan sebagai pertemuan-pertemuan kudus, ini semua adalah hari-hari raya-Ku (Ibrani: mo’edim) yang telah ditetapkan.

Sebagai imam-imam dalam peraturan Melkisedek, kita tidak boleh seperti imam-imam yang kedapatan minum anggur pada waktu bertugas, mabuk dan tertidur. Kita diberikan perintah jelas untuk “berjaga-jaga dan waspada.” Kata Yunani untuk “berjaga” disini adalah “nepho” yang secara literal artinya “menjauhi anggur” atau “pantang meminum anggur.”

1Tesalonika 5:6-9 (ILT) Jadi kemudian, kita jangan sampai tertidur seperti juga orang-orang yang lain, sebaliknya kita harus berjaga-jaga dan sadar (Yunani: nepho). Karena mereka yang tidur, mereka tidur pada waktu malam, dan mereka yang mabuk, mereka mabuk pada waktu malam. Tetapi kita, selagi siang, kita harus sadar (Yunani: nepho), sambil mengenakan baju zirah (penutup dada) iman dan kasih, serta ketopong pengharapan keselamatan. Sebab Elohim tidak menempatkan kita ke dalam murka, melainkan ke dalam pemeliharaan keselamatan melalui Tuhan kita Yeshua haMashiach (Yesus Kristus).

choshen-mishpat-7

Baju zirah yang dimaksud disini adalah gambaran Chosen (penutup dada Imam Besar) yang dia kenakan bagi dua belas suku Israel. Mereka yang bersiap akan dijadikan “raja-raja dan imam-imam” didalam Kerajaan Millenium yang Baru dari Messias, seperti tertulis dalam Kitab Wahyu.

Wahyu 1:6 (ILT) serta menjadikan kita raja-raja dan imam-imam bagi Elohim dan Bapa-Nya; bagi Dia kemuliaan dan kekuasaan untuk selama-lamanya, amin.

Wahyu 5:10 (ILT) dan Engkau telah menjadikan kami raja-raja dan imam-imam bagi Elohim kami, dan kami akan memerintah di atas bumi.”

Bagi pengantin yang berjalan didalam terang dan kebenaran Kitab Suci, dia harus melalui masa kesusahan sebagai bagian dari proses pemurnian untuk menjadikannya siap tanpa cacat maupun kerut (Daniel 12:10, Wahyu 3:8, 7:14).

Daniel 12:10 (AYT) Banyak orang yang terpilih akan dimurnikan, disucikan dan diuji (Ibrani: tsaraph), …

Wahyu 3:18 (ILT) Aku menasihatkan kepadamu supaya membeli dari pada-Ku: emas yang telah dibakar oleh api agar engkau menjadi kaya, dan jubah-jubah putih agar engkau berpakaian dan rasa malu ketelanjanganmu tidak tampak, dan oleskanlah salep pada matamu agar engkau dapat melihat.

Wahyu 7:14 (ILT) Dan dia berkata kepadaku, “Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesukaran (Yunani: thlipsis; tekanan, penganiayaan, kesusahan) besar dan mereka telah mencuci jubah panjang mereka dan memutihkan jubah panjangnya dengan darah Anak Domba.

Kata Ibrani untuk “tribulasi” atau “kesusahan” adalah “tsar” atau “tsarar” yang memiliki arti sesak, tempat yang sesak, penderitaan, kesusahan, kesukaran, kesengsaraan, sakit yang datang tiba-tiba.

Kata Yunani untuk “tribulasi” atau “kesusahan” adalah “thlipsis,” juga memiliki arti yang sama, yaitu tekanan, penganiayaan, kesusahan, penderitaan, kesukaran. Thlipsis mempunyai akar kata “thlibo,” yang memiliki arti sesak, jalan yang sesak, kesusahan, kesukaran.

Yeshua mengatakan:

Matius 7:13-14 (AYT) “Masuklah melalui gerbang yang sempit karena lebarlah gerbang dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan ada banyak yang masuk melaluinya. Sebab, sempitlah gerbang dan sesaklah (Yunani: thlibo) jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit yang menemukannya. “

Ini memiliki arti bahwa pengantin perempuan harus melewati “jalur kelahiran” untuk dilahirkan kedalam imortalitas atau kekekalan.

Matius 24:8-9 (ILT) Dan semua ini merupakan awal penderitaan (Yunani: odin; sakit bersalin). Kemudian mereka akan menyerahkan kamu ke dalam kesukaran (Yunani: thlipsis), dan mereka akan membunuh kamu dan kamu akan dibenci oleh semua bangsa karena Nama-Ku…

Rahel dan Lea merupakan saudara yang menjadi saingan karena mereka berdua mencintai pria yang sama, Yakub. Rahel mewakili Keluarga Yehuda dan Lea  mewakili Keluarga Efraim. Kedua kelompok ini (Yahudi dan Goyim – bangsa-bangsa lain) harus melewati suatu masa “persaingan saudara” dengan maksud membangkitkan kecemburuan saingannya dan sekaligus dimurnikan untuk menghadapi perjumpaan dengan pengantin laki-laki.

Pengantin perempuan tidak ditetapkan untuk mengalami murka Elohim pada Hari YHWH, karena dia akan diubahkan (dilahirkan) kedalam tubuh kemuliaan (1Korintus 15:51-52).

Maleakhi 4:1-2 (ILT) “Sebab lihatlah, Hari itu datang menyala seperti tungku perapian, dan semua orang yang angkuh dan setiap orang yang berbuat kejahatan akan menjadi sekam; dan Hari yang datang itu akan membakar mereka,” YAHWEH Tsebaot berfirman. “Hari itu tidak akan meninggalkan baik akar maupun cabangnya. Tetapi bagi kamu yang takut akan Nama-Ku, Surya Kebenaran akan terbit, kesembuhan akan terdapat pada sayap-sayap-Nya. Dan kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak-anak lembu keluar dari kandang.”

Sebagai anak-anak terang, pengantin perempuan menghormati Hari-hari Raya Kudus yang YHWH perintahkan kepadanya untuk dipelihara karena semuanya itu disebut “pertemuan kudus.”

Dalam bahasa Ibrani, kata “pertemuan” adalah “miqra’,” yang memiliki arti dipanggil keluar, dipanggil bersama-sama, pertemuan raya, latihan, berkumpul, pertemuan, pembacaan.

Seperti dapat terlihat, Hari-hari Perayaan YHWH disebut “latihan” atau “gladi bersih.” Apa yang dilatih ketika kita memelihara hari-hari raya ini? Ketika kita memelihara hari-hari raya-Nya, kita mengingat dan melatih segala aspek yang berhubungan dengan pertunangan dan Perjamuan Kawin Anak Domba yang akan datang. Ketika YHWH menetapkan suatu perjanjian kekal dengan Israel, Dia memberikan “tanda” bahwa hanya Dia sendirilah Elohim kita. “Tanda” apa yang Dia berikan kepada “seluruh Israel” untuk “seluruh generasi-generasi” untuk “selama-lamanya“?

Tanda perjanjian kekal-Nya dengan Israel adalah “Shabbat-shabbat” dan “Hari-hari Raya-Nya.” Dia menyatakan bahwa melalui “Shabbat-shabbat” ini kita akan tahu bahwa Dia adalah YHWH yang menguduskan kita dan memisahkan kita sebagai milik kepunyaan-Nya sendiri:

Yehezkiel 20:12 (ILT) Dan Aku juga memberikan kepada mereka hari-hari Sabat-Ku menjadi sebuah tanda antara Aku dan mereka, sehingga mereka dapat mengetahui bahwa Akulah YAHWEH, yang menguduskan mereka.

Yehezkiel 20:20 (ILT) Dan kuduskanlah hari-hari Sabat-Ku, dan itu semua akan menjadi suatu tanda antara Aku dan kamu, sehingga kamu akan mengenal bahwa Akulah YAHWEH, Elohimmu.

Imamat 23:23-25 (ILT) Dan berfirmanlah YAHWEH kepada Musa, dengan mengatakan, “Berbicaralah kepada bani Israel, dengan mengatakan: Dalam bulan ketujuh, pada tanggal satu bulan itu, haruslah itu menjadi sabat bagimu, suatu peringatan peniupan nafiri (Ibrani: shophar), suatu pertemuan kudus. Kamu tidak boleh melakukan pekerjaan apa pun, dan kamu harus mempersembahkan persembahan api-apian kepada YAHWEH.”

Dalam ayat-ayat di atas, YHWH memerintahkan Israel melakukan peringatan peniupan sangkakala setiap tahun pada hari pertama bulan ketujuh, Tishrei, dan Dia menyebut ini “pertemuan kudus.” Dengan kata lain, ini adalah latihan pernikahan. Persembahan yang kita berikan kepada-Nya pada hari itu adalah persembahan “api-apian.” Dengan kata lain, hidup kita dipersembahkan kepada-Nya sebagai suatu kurban yang hidup. Kita mengijinkan api Roh Kudus (Ruach haQodesh) membersihkan dan memurnikan hidup kita supaya kita akan siap untuk Hari ketika Dia datang kembali menyelamatkan pengantin perempuan-Nya. Yeshua akan datang menjemput pengantin perempuan yang tanpa noda atau cacat atau kerut. Pengantin perempuan-Nya harus dimurnikan melalui penderitaan pengujian dan kesusahan, dengan tujuan supaya menjadi siap untuk “Hari Yang Tidak Diketahui Seorang Pun.”

Pada akhir masa pelayanan 1260 hari dari “Dua Saksi Elohim,” malaikat ketujuh akan meniup sangkakala terakhir, dan pada waktu itulah kerajaan-kerajaan dunia dan pemerintahan dunia akan beralih kepada Messias.

Wahyu 11:15 (ILT) Dan malaikat yang ketujuh meniup sangkakala, dan terjadilah suara-suara yang nyaring di dalam surga yang berkata, “Kerajaan-kerajaan di dunia ini menjadi milik Tuhan kita dan Yang Diurapi-Nya; dan Dia akan memerintah sampai selama-lamanya!”

Ada empat macam suara sangkakala yang dibunyikan pada Hari Raya Peniupan Sangkakala atau Yom Teru’ah. Empat macam tiupan sangkakala adalah sebagai berikut:

Sangkakala 1: Tekiah

Tiupan tunggal panjang yang memanggil manusia untuk menyelidiki hatinya, meninggalkan jalan-jalannya yang salah, dan mencari pengampunan melalui pertobatan. Tekiah artinya “tiupan” atau “hembusan.” Ini juga merupakan panggilan untuk penyembahan. Tiupan shofar ini untuk mengumpulkan Israel dan orang-orang lain yang bergabung bersama mereka dari seluruh dunia untuk merayakan Hari Raya Peniupan Sangkakala. Tiupan ini dimulai dengan tiupan keras nada rendah yang pendek, dan ditahan sebentar pada nada tinggi dan diakhiri dengan hembusan pendek nada lebih tinggi. Ini dianggap sebagai tiupan puji-pujian terhadap perbuatan-perbuatan YHWH yang kreatif, sekaligus sebagai pentahbisan seorang Raja.

Mazmur 150:3 (ILT) Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala (Ibrani: shophar) ; pujilah Dia dengan kecapi dan harpa.

2Samuel 6:14-15 (ILT) Dan Daud menari-nari dengan seluruh kekuatannya di hadapan YAHWEH. Dan Daud memakai baju efod dari lenan. Lalu Daud dan seluruh keluarga Israel membawa tabut YAHWEH dengan bersorak sorai, dan dengan bunyi sangkakala (Ibrani: shophar).

Sangkakala 2: Shevarim

Tiga tiupan pendek terputus-putus seperti ratapan yang bergetar, masing-masing tiupan dimulai nada rendah diakhiri nada tinggi, menjadikannya seperti suara gelombang. Shevarim artinya “pecah.” Ini panggilan untuk pertobatan. Tiupan shofar ini mencapai jiwa manusia untuk menegurnya supaya kembali kepada Elohim dengan hati yang hancur dan penyesalan. Itu melambangkan kesusahan yang timbul pada seseorang ketika dia menyadari perbuatan-perbuatannya yang jahat dan ingin mengubah jalan-jalannya. Itu terdengar seperti seseorang yang meratap dalam pertobatan.

Yesaya 58:1 (ILT) “Berserulah sekuat-kuatnya! Janganlah menahan-nahan. Angkatlah suaramu seperti sangkakala (Ibrani: shophar)! Dan perlihatkanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka, dan kepada keluarga Yakub dosa mereka.

Hosea 8:1 (AYT) Tiuplah sangkakala (Ibrani: shophar) di mulutmu! Seperti burung rajawali di atas rumah YHWH, sebab mereka telah melewati perjanjian-Ku, dan telah memberontak terhadap Hukum Taurat-Ku.

Sangkakala 3: Teru’ah

Sembilan tiupan terputus-putus seperti gelombang sebagai tanda peringatan memanggil manusia untuk berdiri bagi panji-panji Elohim, ini tiupan peringatan perang. Teru’ah artinya “tiupan“, seperti halnya Yom Teru’ah. Ini adalah suara yang didengar Yeremia ketika Ashur memulai penyerangan mereka terhadap Yerusalem.

Yeremia 4:19 (ILT) Isi perutku! Isi perutku! Aku merasa sakit pada dinding-dinding hatiku. Hatikulah yang mengeluh kepadaku, aku tidak dapat tenang, karena aku telah mendengar bunyi sangkakala (Ibrani: shophar) pekik (Ibrani: teru’ah; tiupan, pekik, sinyal, alarm) perang, hai jiwaku!

Ini adalah suara yang menandai dimulainya penghakiman Hari YHWH!

Yoel 2:1 Tiuplah sangkakala (Ibrani: shophar) di Zion dan kumandangkanlah tanda peringatan di atas gunung kudus-Ku! Biarlah gemetar seluruh penduduk bumi, karena sedang datang Hari YAHWEH, sebab, ia sudah dekat.

Zefanya 1:14-17 (ILT) Sudah dekat Hari YAHWEH yang besar itu, sudah dekat dan hampir tiba! Gema suara Hari YAHWEH adalah pahit, orang kuat yang ada di sana pun akan menangis dengan suara keras. Hari itu adalah hari kemurkaan, yaitu hari kesukaran (Ibrani: tsarah) yang penuh bahaya dan penderitaan yang berat, suatu hari keruntuhan dan penghancuran, suatu hari kegelapan dan kesuraman, hari mendung dan berkabut. Hari sangkakala (Ibrani: shophar) dan pekik perang (Ibrani: teru’ah) terhadap kota-kota yang berkubu dan terhadap menara-menara yang tinggi. “Aku akan mendatangkan kesukaran (Ibrani: tsar) atas manusia sehingga mereka akan berjalan seperti orang buta, karena mereka telah berdosa kepada YAHWEH. Dan darah mereka akan tercurah seperti debu dan isi perut mereka akan seperti kotoran.”

Sangkakala 4: Tekiah Gadolah

Suara memanjang dan kuat tanpa terputus yang melambangkan permohonan akhir untuk pertobatan yang sungguh-sungguh dan pendamaian. Ini adalah “tiupan panjang sangkakala yang dahsyat bunyinya” yang dikenal dalam Alkitab sebagai Sangkakala Besar atau Tiupan Besar (Tekiah Gadolah; Tekiah: tiupan; Gadolah: besar). Suaranya mirip dengan Tekiah, kecuali nada tinggi dipertahankan selama mungkin dengan nafas yang ada. Suara itu juga diakhiri dengan tiupan pendek yang kuat dan keras, meniupkan seluruh nafas mencapai nada yang tinggi. Ini adalah tiupan pengharapan seperti yang dinubuatkan Yesaya tentang kebangkitan orang mati dari debu tanah.

Yesaya 26:19 (ILT) Orang-orang-Mu yang mati akan hidup, juga mayatku, mereka akan bangkit. Bangun dan bernyanyilah hai orang-orang yang berdiam dalam debu, karena embun dari terang adalah embun-Mu, dan bumi akan melemparkan roh-roh orang mati.

Sangkakala ke-4 merupakan “shofar terakhir” yang dibunyikan pada Hari Raya Peniupan Sangkakala, melambangkan kebangkitan orang mati dan malaikat-malaikat dari keempat penjuru mata angin yang akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya, dari ujung langit sampai ke ujung langit.

1Korintus 15:51-52 (ILT) Lihatlah, aku mengatakan sebuah misteri kepadamu, sesungguhnya kita tidak akan meninggal semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dengan seketika, dalam sekejap mata, pada sangkakala (shofar) terakhir, sebab sangkakala (shofar) akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dengan tubuh baka, dan kita akan diubahkan.

Matius 24:29-31 (ILT) “Dan segera sesudah kesukaran (Yunani: thlipsis) hari-hari itu, matahari akan dijadikan gelap dan bulan tidak akan memberi cahayanya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan diguncangkan. Dan pada waktu itu tanda Anak Manusia akan tampak di langit, dan kemudian semua suku-suku di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia ketika datang di atas awan di langit dengan kuasa dan kemuliaan yang besar. Dan Dia akan mengutus para malaikat-Nya dengan bunyi sangkakala (shofar) yang membahana (Tekiah Gadolah: tiupan besar), dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru mata angin, dari ujung langit sampai ke ujungnya.

1Tesalonika 4:16-17 (ILT) Sebab dengan suatu seruan (Tekiah Gadolah: tiupan besar), dengan suara penghulu malaikat dan dengan bunyi sangkakala (shofar) Elohim, Dia akan turun dari surga dan orang-orang yang mati di dalam Kristus akan pertama-tama bangkit. Kemudian kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan-awan ke dalam pertemuan Tuhan di angkasa, dan demikianlah kita akan senantiasa berada bersama Tuhan.

Yom Teru’ah atau Rosh Hashanah

Yom Teru’ah atau Hari Raya Peniupan Sangkakala juga disebut Rosh Hashanah, tahun baru Yahudi.

Nama Yom Teru’ah berganti menjadi Rosh Hashanah sesudah masa Talmudic. Tradisi menyebutkan bahwa alam semesta diciptakan YHWH pada Rosh Hashanah (atau pada hari ke-25 bulan Elul, sehingga Rosh Hashanah menandai enam hari Penciptaan, ketika YHWH menciptakan Adam dan Hawa).

Rosh Hashanah juga disebut “Yom ha-Zikaron,” atau “Hari Peringatan” (Imamat 23:24) merujuk kepada perintah mengingat untuk meniup shofar (teru’ah) untuk mentahbiskan Elohim sebagai Raja Alam Semesta. Tiupan shofar dimaksudkan untuk membangunkan kita dari tidur.

Imamat 23:24 (ILT) “berbicaralah kepada bani Israel, dengan mengatakan: Dalam bulan ketujuh (Tishrei), pada tanggal satu bulan itu, haruslah itu menjadi sabat bagimu, suatu peringatan (Ibrani: zikron; peringatan) peniupan nafiri (Ibrani: teru’ah), suatu pertemuan kudus (Ibrani: miqra’).

Yom YHWH – Hari TUHAN

Hari-hari raya musim semi (Paskah, Roti Tak Beragi, Buah Sulung, dan Shavuot – Pentakosta) sudah digenapi secara sempurna dalam Kedatangan Pertama Yeshua haMashiach (Yesus Kristus). Dan hari-hari raya musim gugur (Yom Teru’ah, Yom Kippur – Hari Raya Pendamaian, dan Sukkot – Hari Raya Pondok Daun) akan digenapi dalam Kedatangan Kedua Yeshua haMashiach (Yesus Kristus). Karena Kedatangan-Nya yang Pertama menggenapi seluruh “mo’edim” musim semi hingga detail-detail yang terkecil, kita percaya bahwa Kedatangan-Nya yang Kedua akan menggenapkan seluruh “mo’edim” musim gugur.

Karenanya Yom Teru’ah merupakan waktu yang sakral yang memiliki arti profetik penting bagi mereka yang percaya akan kedatangan Messias, karena selain memperingati penciptaan alam semesta oleh Elohim, juga merupakan panggilan kepada ciptaan baru sesuai perintah Yeshua, ketika suara shofar surgawi membuka kedatangan Hari-hari Terakhir (1 Korintus 15:51-54; 1 Tesalonika 4:15-18). Itu juga menggambarkan kedatangan Masa Kesusahan Besar dan Yom YHWH – Hari TUHAN, masa yang menandai penghakiman YHWH Elohim atas dunia yang fasik yang menolak Dia sebagai Raja, namun sekaligus merupakan hari pembebasan bagi orang-orang pilihan-Nya.

Kitab Henokh 1:8 Tapi bagi orang benar, Dia akan memberikan damai sejahtera, dan akan melindungi orang-orang pilihan, dan belas kasihan akan tinggal atas mereka, dan mereka semua akan menjadi milik Tuhan, dan akan menjadi berhasil dan diberkati, dan terang Tuhan akan bersinar bagi mereka.

Baca juga:

Rosh Hashanah: Apa yang Diungkapkan Kalender Ibrani tentang Kedatangan Messias?

Referensi:

Rosh Hashanah – Awakening to Judgement

Yom Teruah: Day Of The Shofar Blast

Feast of Trumpets – Yom Teruah

Yom Teruw’ah: “The Day That No Man Knows!”

Iklan