Saksi mata Mesir memberikan kesaksian tentang tulah-tulah yang dikirimkan Elohim ke atas Mesir kuno – seorang cendekia bernama Ipuwer yang hidup selama zaman Kerajaan Tengah. Semuanya itu dia tuliskan dalam sebuah papyrus berisi puisi Mesir kuno, yang disebut “Peringatan Ipuwer“. Papyrus itu menggambarkan penderitaan Mesir karena malapetaka-malapetaka dahsyat dan kondisi yang kacau-balau dimana mereka yang miskin mendadak menjadi kaya, dan yang kaya mendadak miskin, disertai kehancuran, kekerasan, kelaparan, dan kematian dimana-mana. Diantara kekacauan ini terdapat ratapan karena budak-budak meninggalkan tugas pelayanan mereka dan memberontak.

Tanggal penulisan Papyrus Ipuwer tidak diketahui. Papyrus itu sendiri (Papyrus Leiden I 344) merupakan salinan yang dibuat pada masa Kerajaan Mesir Baru (sekitar 1550 – 1069 SM). Papyrus ini ada di Dutch National Museum of Antiquities di Leiden, Netherlands, diperoleh museum tersebut pada tahun 1828. Teks ini sekarang terlipat menjadi sebuah buku 17 halaman, tertulis dalam huruf-huruf hieratic. Bagian-bagiannya banyak yang ada dalam kondisi rusak, namun dari bagian-bagian yang telah diterjemahkan oleh ahli Mesir berkebangsaan Inggris, Sir Alan H. Gardiner (1879-1963) pada tahun 1909, kita mendapatkan bukti-bukti menguatkan tentang tulah-tulah mengerikan yang dikirimkan YHWH Elohim ke atas Mesir kuno.

Seperti yang dituliskan Gardiner, “Ini bukan sekedar bencana lokal yang digambarkan di sini, tapi malapetaka nasional yang besar dan luar biasa” (Gardiner, Admonitions).

Dokumen Papyrus Ipuwer memiliki kesamaan yang menakjubkan dengan catatan dalam Kitab Keluaran.

Saksi Mata Tulah-tulah Mesir

Ipuwer menggambarkan kisah menakjubkan tentang ratapan, kehancuran, dan kengerian. Kisahnya merupakan versi Mesir dari malapetaka nasional yang dahsyat.

Dia menuliskan:

Papyrus 2:8 Sungguh [Benar, aku tidak berdusta], daratan berjungkir balik seperti roda tukang periuk.

Papyrus 2:11 Kota-kota hancur. Mesir Atas telah menjadi (sisa-sisa?) kering.

Papyrus 3:13 Semuanya runtuh!

Papyrus 7:4 Tempat kediaman hancur dalam sekejap.

Papyrus 4:2 … Tahun-tahun kebisingan. Tidak ada akhir dari kebisingan.

Permainan kata “bising/ribut” disini bisa berarti suara gemuruh “gempa bumi,” karena kata Ibrani “ra’ash” mengandung arti baik ribut atau bising, guncangan, getaran, gemuruh dan gempa bumi. Gempa bumi seringkali disertai suara-suara bising dari dalam perut bumi. Atau juga bisa suara-suara dari angkasa, seperti suara sangkakala, seperti yang terjadi pada waktu YHWH Elohim menurunkan Torah di Gunung Sinai.

Papyrus 6:1 Oh, sekiranya bumi dapat reda dari kebisingan, dan gemuruh tidak ada lagi.

Tulah Darah

Perhatikan kesamaan yang luar biasa antara kisah Kitab Suci tentang tulah-tulah Mesir dengan Papyrus Ipuwer:

Keluaran 7:21 (ILT) Dan darah ada di seluruh Tanah Mesir.

Papyrus 2:5-6 Tulah ada di seluruh negeri. Darah ada di mana-mana.

Keluaran 7:20-24 (ILT) Dan seluruh air yang ada di sungai berubah menjadi darah. Dan darah ada di seluruh Tanah Mesir. Dan semua orang Mesir menggali di sekitar Sungai Nil untuk minum air, karena mereka tidak dapat meminum air dari Sungai Nil.

Papyrus 2:10 Manusia menciut dari mengecapnya – umat manusia dan kehausan akan air.

Papyrus 3:10-13 Itu air kita! Itu kesukaan kita! Apa yang harus kita perbuat atas hal itu? Semuanya cemar!

Tulah sampar/wabah

Keluaran 9:3 (ILT) lihatlah, tangan YAHWEH akan ada pada ternakmu yang di padang, pada kuda, pada keledai, pada unta, pada lembu, dan pada kawanan domba, yaitu suatu sampar (Ibrani: deber; wabah, penyakit ternak) yang sangat dahsyat.

Papyrus 5:5 Semua hewan-hewan, hati mereka meratap. Ternak mengerang.

Tulah Hujan Batu

Sesudah tulah-tulah katak, kutu, lalat, dan wabah pada ternak, Elohim mendatangkan atas Mesir kehancuran oleh hujan batu yang dahsyat, yang menghancurkan panenan dimana-mana. Ada indikasi kuat, ini sebenarnya adalah hujan batu meteor atau asteroid. Ini juga dicatat oleh Ipuwer di Mesir.

Keluaran 9:24-25,31 (ILT) Dan turunlah hujan es (Ibrani: barad; batu) dan api (Ibrani: esh; api) yang berkilat-kilat di tengah-tengah hujan es (Ibrani: barad), sangat dahsyat, yang seperti itu belum pernah terjadi di seluruh negeri orang Mesir sejak mereka menjadi suatu bangsa. Dan hujan es (Ibrani: barad; batu) membinasakan segala sesuatu yang ada di padang di seluruh Tanah Mesir, dari manusia bahkan sampai ternak. Dan hujan juga melanda setiap tanaman di padang dan memorak-porandakan setiap pohon di padang. Maka tanaman rami dan jelai telah dipunahkan, karena jelai sedang berbulir dan rami sedang berbunga.

Kata Ibrani “barad” diterjemahkan dalam Alkitab Bahasa Indonesia sebagai “hujan es.” Nampaknya, terjemahan yang benar adalah hujan batu.

Keluaran 10:15 (ILT) Dan segala yang hijau tidak lagi disisakan pada pepohonan dan pada tumbuhan di padang di seluruh Tanah Mesir.

Papyrus 4:14 Pohon-pohon hancur.

Papyrus 6:1 Tidak ada buah-buahan atau tumbuh-tumbuhan didapati…

Papyrus 2:10 Sungguh, pintu-pintu gerbang, pilar-pilar dan tembok-tembok terbakar api.

Papyrus 10:3-6 Mesir Bawah meratap… Seluruh istana tidak ada pemasukan. Kepadanya (menjadi haknya) gandum dan jelai, angsa dan ikan.

Papyrus 6:3 Sungguh, gandum telah musnah di setiap tempat.

Papyrus 5:12 Sungguh, itu telah musnah yang kemarin masih terlihat. Negeri tersisa hanya kelelahannya seperti memotong rami.

Pernyataan terakhir ini menunjukkan dengan jelas bahwa tulah-tulah Mesir bukan akibat kekeringan yang panjang. Namun, ini bencana pemusnahan yang datang tiba-tiba, bahkan dalam semalam. Apa yang masih kelihatan kemarin sudah musnah hari ini. Hasil tanah Mesir terpotong, seperti memotong tali rami – peristiwa pemutusan yang terjadi secara telak dan tiba-tiba.

Tulah Belalang

Keluaran 10:4-5 (ILT) … esok hari Aku akan mendatangkan belalang ke wilayahmu. Dan dia akan menutupi permukaan tanah, …dia akan memakan habis sisa-sisa yang terluput, yang masih tinggal padamu dari hujan es (Ibrani: barad). Dan dia akan memakan habis setiap pohon yang tumbuh bagimu di ladang…

Papyrus 6:1 Tidak ada buah-buahan atau tumbuh-tumbuhan didapati … lapar.

Tulah Kegelapan

Keluaran 10:22-23 (ILT) …dan gelap gulita menyelimuti seluruh Tanah Mesir selama tiga hari. Mereka tidak dapat melihat seorang terhadap saudaranya, dan mereka masing-masing tidak dapat beranjak dari tempatnya tiga hari lamanya.

Papyrus 9:11 Negeri tidak bercahaya…

Tulah Kegelapan ini juga digambarkan dalam dokumen Mesir kuno lainnya, sebuah batu monolith granit hitam atau tugu di perbatasan Mesir, diukirkan dengan tulisan hieroglyph di seluruh permukaannya. Tugu itu dinamai El-Arish, yang berisikan:

STELA EL-ARISH: Negeri ada dalam penderitaan besar. Malapetaka menimpa bumi ini… Itu kehancuran besar di tempat-tempat kediaman… Tidak ada seorang pun yang meninggalkan istana selama sembilan hari, dan selama sembilan hari pergolakan ini terjadi angin ribut yang sedemikian sehingga tidak ada baik manusia maupun dewa-dewa yang dapat melihat wajah-wajah mereka yang ada disebelahnya.

el-arish-700
Stela El-Arish

Tulah belalang menutupi langit dan daratan mendahului tulah kegelapan selama tiga hari. Orang Mesir menghitung sembilan hari lamanya tidak dapat melihat cahaya. Kitab Midrash Yahudi menjelaskan bahwa tulah ini berlangsung tujuh hari – dimana tiga hari pertama orang masih bisa bergerak, namun tiga hari berikutnya (seperti dalam Kitab Suci), orang tidak bisa bergerak dari tempatnya.

Kitab Yashar 80:40 Kegelapan itu sangat dahsyat di Mesir selama tiga hari, dan setiap orang yang sedang berdiri ketika kegelapan datang, tetap berdiri di tempatnya. Dan dia yang sedang duduk tetap duduk, dan dia yang sedang berbaring tetap berbaring dalam posisi yang sama. Dan dia yang sedang berjalan tetap duduk di atas tanah di tempat yang sama. Hal ini terjadi kepada semua orang Mesir, hingga kegelapan berlalu.

Tulah Kesepuluh

Malam terakhir sebelum Eksodus, YHWH membunuh anak-anak sulung Mesir, namun orang-orang Israel yang mengoleskan darah anak domba pada ambang dan kedua tiang pintu rumah mereka dilewati.

Di dalam Kitab Keluaran 12:23, namanya disebutkan sebagai “Sang Pembinasa”:

Dan YAHWEH akan melintas untuk memukul orang-orang Mesir. Dan Dia akan melihat darah pada ambang dan pada kedua tiang pintu itu. Dan YAHWEH akan lewat (Ibrani: pasach; melewati) di atas pintu itu, dan Dia tidak akan mengizinkan si Pembinasa (Ibrani: shachath; Penghancur) masuk ke dalam rumahmu untuk memukulmu (Ibrani: nagaph; memukul, menghantam, menyambar, menabrak, membentur). (ILT)

Keluaran 12:29-30 (ILT) Dan terjadilah pada tengah malam, maka YAHWEH memukul setiap anak sulung di Tanah Mesir, mulai dari anak sulung Firaun yang duduk di takhtanya sampai anak sulung orang tawanan yang ada di dalam rumah penjara, juga setiap anak sulung hewan. Dan malam itu bangunlah Firaun dan hamba-hambanya dan semua orang Mesir. Dan terjadilah jerit tangis yang dahsyat di Mesir, karena di sana tidak satu pun rumah yang tidak ada yang mati.

Tulah hebat seperti apa yang menghancurkan dimana-mana, di seluruh negeri, menyebabkan kematian ribuan orang Mesir, bahkan termasuk ternak?

Kata Ibrani untuk “memukul” adalah “nagaph“, yang artinya memukul, menghantam, menyambar, menabrak, melanggar, membentur. Kata itu digunakan untuk pukulan yang hebat, keras, kejam; misalnya ditabrak tanduk lembu jantan. Perhatikan catatan Papyrus Ipuwer untuk peristiwa traumatis ini.

Papyrus 4:3; 5:6 Sungguh, anak-anak para bangsawan dihempaskan/diremukkan ke tembok-tembok, dan anak-anak leher [catatan: bayi-bayi Mesir dibawa dengan kain penggendong yang dikenakan di sekeliling leher] terbujur di atas tanah tinggi.]

Papyrus 6:12 Sungguh, anak-anak para bangsawan dicampakkan ke jalanan-jalanan.

Papyrus 6:3 Penjara telah hancur.

Papyrus 2:13 Dia yang meletakkan saudaranya di tanah ada di mana-mana.

Papyrus 3:14 Ada erangan di seluruh negeri, bercampur-baur dengan ratapan.

Papyrus 4:4; 6:14 Sungguh, mereka yang ada di tempat pembalseman tergeletak di tempat-tempat tinggi.

Apa yang sebenarnya terjadi? Bukti-bukti mengindikasikan bahwa pada malam puncak Paskah, terjadi gempa bumi dahsyat dan hujan batu menghantam Mesir, memusnahkan mereka yang telah ditandai Elohim untuk dibunuh di seluruh negeri, mulai dari rumah-rumah para bangsawan hingga mereka yang tinggal dalam penjara-penjara, dan bahkan ternak.

Pada malam itu pasti terjadi gempa bumi yang sangat kuat. Sebuah legenda dalam Haggadah Yahudi menceritakan bahwa pada malam terakhir, ketika Mesir dipukul, peti mati Yusuf didapati tergeletak di tanah, terangkat keluar dari makam. Gempa-gempa bumi di zaman modern dikenal memiliki dampak serupa, menyebabkan peti-peti mati menonjol keluar dari kuburan di bukit-bukit pemakaman.

Sejarawan Gereja, Eusebius, mengutip sebuah tulisan kuno dari sebuah buku tulisan Artapanus dari Alexandria yang berisikan,

ARTAPANUS ALEXANDRIA: Musa menyebabkan hujan batu dan gempa bumi pada waktu malam, sehinga mereka yang melarikan diri dari gempa bumi terbunuh oleh hujan batu, dan mereka yang mencari perlindungan dari hujan batu dihancurkan oleh gempa bumi. Dan pada waktu itu semua rumah-rumah runtuh, dan sebagian besar kuil-kuil.

Elohim memukul baik yang kuat maupun yang lemah, sama seperti gempa bumi juga. Midrashim mengatakan bahwa “sebanyak sembilan per sepuluh penduduk telah binasa” (Ginzberg, Legends, II, 369).

Pemberontakan Budak-budak

Papyrus Ipuwer masih terus konsisten dengan Kitab Keluaran. Sementara bangsa Israel bersiap meninggalkan Mesir, kita membaca:

Keluaran 11:2 (ILT) Sekarang, katakanlah ke telinga umat itu: Biarlah setiap laki-laki meminta dari tetangganya dan setiap wanita dari tetangganya, perkakas perak dan perkakas emas.”

Papyrus 3:2-3 Sungguh, emas dan permata lazurit, akik dan batu kecubung, batu ‘Ibhet’ dan […] menggantung di leher-leher budak-budak perempuan.

Keluaran 12:33 (ILT) Maka orang Mesir bersikeras untuk menyuruh umat itu pergi dari negeri itu dengan bersegera, karena mereka berkata, “Kami semua bisa mati!”

Papyrus 4:2 Tidak ada henti untuk kebisingan. Sungguh, besar dan kecil [berkata]: ‘Aku berharap aku mati.’

Papyrus 5:14 Sekiranya mungkin ada akhir bagi manusia, tidak ada kehamilan, tidak ada kelahiran! Oh, sekiranya bumi berhenti dari kebisingan, dan keributan tidak ada lagi!

Papyrus Ipuwer menggambarkan orang-orang melarikan diri dari kota-kota, dan tinggal dalam kemah-kemah, sama seperti bangsa Israel melarikan diri dari Mesir dan berdiam dalam kemah-kemah sementara mereka melakukan perjalanan.

Papyrus 10:2 Orang-orang melarikan diri… Kemah-kemah adalah apa yang mereka buat, seperti para penghuni bukit-bukit.

Kitab Suci menunjukkan bahwa “orang banyak yang bercampur baur” dari orang-orang Mesir meninggalkan Mesir bersama bangsa Israel.

Keluaran 12:38 (ILT) Dan juga, banyak orang yang berbaur, pergi bersama mereka, bahkan kawanan domba dan kawanan lembu serta ternak yang sangat banyak.

Tempat perhentian sementara pertama mereka adalah di tempat yang bernama “Sukkoth“, yang dalam bahasa Ibrani artinya “kemah-kemah”, “pondok-pondok”, atau “gubuk-gubuk.”

Sementara Israel meninggalkan Mesir, YHWH Elohim berjalan di depan mereka. Kita membaca:

Keluaran 13:21-22 (ILT) Dan YAHWEH berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan, guna menuntun mereka di jalan; dan pada malam hari dalam tiang api guna menerangi mereka untuk dapat terus berjalan siang dan malam. Dia tidak membuat tiang awan itu lenyap pada siang hari, dan tiang api pada malam hari, dari hadapan umat itu.

Keluaran 14:19-20 (ILT) Dan berpindahlah malaikat Elohim yang sedang berjalan di depan perkemahan Israel, lalu berjalan di belakang mereka, dan tiang awan pun berpindah dari depan mereka, lalu berhenti di belakang mereka. Dan turunlah itu di antara perkemahan orang Mesir dan perkemahan orang Israel lalu menjadi awan dan kegelapan, tetapi bagi yang lain ia membuat malam itu menjadi terang, sehingga sepanjang malam itu yang satu tidak dapat menyusul yang lain.

Papyrus 7:1 Lihatlah, api itu menjulang tinggi. Nyala apinya maju membakar musuh-musuh di negeri.

Namun sementara Israel meninggalkan Mesir dengan Tangan yang dinaikkan, apa yang terjadi dengan Firaun? Papyrus Ipuwer hanya mencatat bahwa Firaun hilang dalam kondisi yang luar biasa “yang tidak pernah terjadi sebelumnya.” Saksi mata Mesir atas tulah-tulah ini meratapi nasibnya, dalam kata-kata yang terputus-putus namun masih dapat dimengerti:

Papyrus 7:1-2 … meratap… bumi… di setiap bagiannya… meratap…

Sesudah kehancuran ini, kekacauan menguasai Mesir. Tidak ada lagi pemerintahan di negeri itu. Gerombolan orang banyak menguasai segala sesuatunya. Perampok dan penjahat yang kejam merampas apa yang dapat mereka bawa. Penjarah menjarah gudang-gudang penyimpanan kerajaan. Ipuwer mencatat:

Papyrus 6:9 Sungguh, hukum-hukum gedung pengadilan dicampakkan. Orang-orang menginjak-injaknya di tempat-tempat umum.

Papyrus 10:3 Gudang-gudang penyimpanan raja menjadi milik umum bagi setiap orang.

Papyrus 8:14 Lihat, para pemimpin negeri melarikan diri.

Papyrus 9:2 Lihat, tidak ada pejabat-pejabat di tempat mereka (yang seharusnya), seperti kawanan yang ketakutan tanpa gembala.

Papyrus 6:7 Sungguh, gedung-gedung pemerintah terbuka dan daftar-daftar inventaris mereka dirampas.

Para penyerbu muncul di horizon – Hyksos menyerang Mesir, sesudah perjumpaan mereka dengan bangsa Israel di padang gurun Sinai. Mesir tak berdaya, bertekuk lutut di hadapan mereka.

Papyrus 3:1 Sungguh, padang belantara ada di seluruh negeri. Pusat-pusat catatan pemerintah ditinggalkan. Bangsa asing dari luar telah datang ke Mesir.

Papyrus 15:1 Pasukan yang kita bangun bagi diri kita sendiri telah berpihak kepada orang asing dan telah diambil untuk membinasakan. Apa yang telah terjadi melaluinya adalah memberikan kabar kepada bangsa Asiatic mengenai kondisi negeri ini; seluruh penghuni padang gurun dilanda ketakutan karenanya.

Papyrus 14:11 Orang-orang – Mereka telah sampai kepada akhir mereka. Tidak ada yang didapati berdiri dan mempertahankan diri mereka sendiri.

Papyrus 12:6 Hari ini dia yang takut… beribu-ribu orang; […] tidak melihat […] terhadap musuh-musuh […] di kamar-kamar luarnya; yang masuk ke kuil […] meratapi dia […] yang mengacaukan apa yang dia katakan … Negeri belum jatuh […] patung-patung terbakar dan makam-makam mereka hancur […].

Saksi Mata Tambahan

Papyrus Ermitage, yang sekarang tersimpan di museum Leningrad, berisi inskripsi yang juga menceritakan suatu masa ketika Mesir ditimpa malapetaka dahsyat. Apa yang terlihat disini sekali lagi menunjukkan situasi yang terjadi pada masa Eksodus.

Inskripsi itu berbunyi:

“Negeri benar-benar musnah dan tidak ada yang tersisa. Musnahlah negeri ini… Matahari berselubung dan tidak bercahaya di hadapan manusia. Tidak ada yang dapat hidup saat matahari diselubungi kabut-kabut…” “Sungai kering (bahkan sungai) Mesir.” “Bumi telah jatuh kedalam kesengsaraan… Bangsa Bedouin menyusupi negeri. Karena musuh-musuh ada di Timur (sisi matahari terbit) dan bangsa Asiatic akan naik ke Mesir.” “Binatang-binatang gurun akan minum dari sungai-sungai Mesir… Negeri ini akan ada dalam kekacauan…”

“Aku menunjukkan kepadamu negeri berjungkir balik, terjadi apa yang tidak pernah (namun) terjadi…” “Manusia tertawa dengan tawa yang menyakitkan. Tidak ada yang menangis karena kematian.” “Tidak ada yang tahu jika tengah hari telah tiba; bayangan (matahari) tidak dapat dibedakan…”

Nampak jelas kegelapan dari tulah kesembilan merupakan fenomena yang membayang-bayangi perjalanan bangsa Israel di padang belantara. Matahari diselimuti kabut-kabut seperti yang tercermin dari inskripsi Papyrus Ermitage, dan dalam catatan Kitab Keluaran.

Keluaran 13:21-22 (ILT) Dan YAHWEH berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan, guna menuntun mereka di jalan; dan pada malam hari dalam tiang api guna menerangi mereka untuk dapat terus berjalan siang dan malam. Dia tidak membuat tiang awan itu lenyap pada siang hari, dan tiang api pada malam hari, dari hadapan umat itu.

Mazmur 105:39 (ILT) Dia membentangkan awan sebagai penudung, dan api untuk menerangi malam.

Tulah-tulah Eksodus dan Penghakiman Akhir Zaman

Peristiwa tulah-tulah Eksodus merupakan bayangan dari penghukuman-penghukuman Akhir Zaman yang akan dilaksanakan Yeshua sebelum kedatangan-Nya yang kedua kali, seperti yang tertulis didalam Kitab Wahyu. Ada kesamaan-kesamaan pokok antara tulah-tulah Mesir dengan rangkaian penghukuman Elohim: 7 Meterai, 7 Sangkakala, 7 Cawan Murka Elohim.

  1. Air menjadi darah (Keluaran 7:14-22) paralel: Air menjadi darah; Sangkakala Kedua (Wahyu 8:8-9); Cawan Kedua (Wahyu 16:3-7).
  2. Katak (Keluaran 8:1-12) paralel: Katak; Cawan Keenam (Wahyu 16:12-14).
  3. Kutu (Keluaran 8:16-19)
  4. Lalat (Keluaran 8:20-32)
  5. Kematian binatang (Keluaran 9:1-7) paralel: Kematian binatang; Sangkakala Kedua (Wahyu 8:8-9); Cawan Kedua (Wahyu 16:3,8).
  6. Bisul (Keluaran 9:8-12) paralel: Bisul, luka di kulit; Cawan Pertama, Keempat (Wahyu 16:2,8-9).
  7. Hujan batu (Keluaran 9:13-35) paralel: Hujan batu; Meterai Keenam (Wahyu 6:13); Sangkakala Pertama (Wahyu 8:7;11:19); Cawan Ketujuh (Wahyu 16:17-21).
  8. Belalang (Keluaran 10:1-20) paralel: Belalang iblis; Sangkakala Kelima (Wahyu 9:1-11).
  9. Kegelapan (Keluaran 10:21-29) paralel: Kegelapan; Sangkakala Keempat (Wahyu 8:12); Cawan Kelima (Wahyu 16:10).
  10. Kematian manusia (Keluaran 12:21-30) paralel: Kematian 2-4 milyar manusia; Sangkakala Keenam (Wahyu 9:13-18); Cawan Pertama – Ketujuh (Wahyu 16:1-21).

Semuanya ini akan mencapai puncaknya pada “Cawan Murka Ketujuh” seperti yang tertulis dalam Kitab Wahyu 16:17-21, pada puncak Perang Gog dan Magog (Yehezkiel 38:18-23) di Har-Megiddo, atau yang lebih dikenal dengan Perang Harmageddon (Wahyu 16:14-16), yaitu pada waktu kedatangan Yeshua haMashiach yang kedua kalinya, ketika Dia menginjakkan kaki-Nya di Gunung Zaitun (Zakharia 14:14).

Yehezkiel 38:22 (ILT) Dan Aku akan menghukumnya dengan tulah (Ibrani: deber; wabah) dan darah, dan hujan yang lebat, dan hujan batu (Ibrani: ve’avnei ‘elgavish; literal: batu-batu mutiara/kristal Elohim). Aku akan menurunkan hujan api (Ibrani: esh; api, murka Elohim) dan belerang (Ibrani: gophriyth; belerang, nafas YHWH) atasnya, dan ke atas pasukan-pasukannya, dan ke atas banyak bangsa yang bersamanya.

Wahyu 16:18,21 (ILT) Dan terjadilah gemuruh dan guntur dan kilat, juga terjadi gempa bumi yang dahsyat sebagaimana yang belum pernah terjadi sejak terjadinya manusia di muka bumi, suatu gempa yang sangat hebat dan dahsyat. Dan hujan es (Yunani: chalaza; hujan batu) yang besar, seukuran satu talenta, jatuh dari langit ke atas manusia, dan manusia menghujat Elohim karena bencana hujan es (Yunani: chalaza) itu, sebab sangat besarlah bencananya.

Ketika YHWH Elohim menghukum Mesir kuno, Midrashim Yahudi menyebutkan bahwa tulah-tulah itu menyebabkan sembilan per sepuluh populasi musnah. Kitab Suci menunjukkan bahwa penghancuran yang seperti ini akan terjadi kembali di masa depan, yang akan dilaksanakan YHWH Elohim atas bumi pada hari-hari yang terakhir – Hari TUHAN.

Melewati 7 tahun “Masa Tribulasi” di masa depan, hanya sedikit saja penduduk bumi yang akan selamat. Berikut ini beberapa kutipan ayat-ayat Kitab Suci yang menubuatkan tentang hal tersebut:

Yesaya 6:12-13 (TB) TUHAN akan menyingkirkan manusia jauh-jauh, sehingga hampir seluruh negeri (Ibrani: erets; bumi) menjadi kosong. Dan jika di situ masih tinggal sepersepuluh dari mereka, mereka harus sekali lagi ditimpa kebinasaan, namun keadaannya akan seperti pohon beringin dan pohon jawi-jawi yang tunggulnya tinggal berdiri pada waktu ditebang. Dan dari tunggul itulah akan keluar tunas yang kudus!”

Elohim akan menjungkirbalikkan negeri seperti yang Dia lakukan kepada Sodom dan Gomora.

Amos 4:11 (TB) “Aku telah menjungkirbalikkan kota-kota di antara kamu, seperti Elohim menjungkirbalikkan Sodom dan Gomora, sehingga kamu menjadi seperti puntung yang ditarik dari kebakaran, namun kamu tidak berbalik kepada-Ku, firman YAHWEH.”

Bukan hanya menjungkirbalikkan kota-kota saja, namun Elohim juga akan menjungkirbalikkan bumi. Kitab Nabi Yesaya menuliskan tentang hal ini:

Yesaya 24:1 (TB) Sesungguhnya, TUHAN akan menanduskan bumi dan akan menghancurkannya, akan membalikkan permukaannya, dan akan menyerakkan penduduknya.

Yesaya 24:1 (KJV) Lihatlah, YAHWEH membuat bumi kosong, dan menghancurkannya, dan menjungkirbalikkannya, dan menyerakkan penduduknya.

Yesaya 24:3 (ILT) Negeri (Ibrani: erets; bumi) itu akan dikosongkan sama sekali, dan akan benar-benar dijarah, karena YAHWEH telah mengatakan firman ini.

Hanya sepuluh persen populasi  orang-orang “Israel” modern yang akan lolos dari kematian.

Amos 5:3 (ILT) Sebab demikianlah Tuhan YAHWEH berfirman: Kota yang maju ke luar dengan seribu orang, akan tinggal seratus orang; dan yang maju ke luar dengan seratus orang, akan tinggal sepuluh orang bagi keluarga Israel.

Jumlah persentase yang sama nampaknya juga akan terjadi dalam Penghakiman atas Goyim, atau bangsa-bangsa lain (non Israel), yang akan dihakimi dan didapati kurang oleh Elohim.

Yesaya 24:5 (ILT) Dan bumi menjadi cemar oleh penduduknya, karena mereka melanggar hukum, mengubah ketetapan, dan merusak perjanjian yang kekal.

Yesaya 24:6 (TB) Sebab itu sumpah serapah akan memakan bumi, dan penduduknya akan mendapat hukuman; sebab itu penduduk bumi akan hangus lenyap, dan manusia akan tinggal sedikit.

Yesaya 24:6 (AYT) Oleh karena itu, kutukan menelan bumi mereka yang hidup di dalamnya akan menanggung kesalahan mereka sendiri. Oleh karena itu, penduduk bumi akan dibakar beberapa orang saja yang tersisa.

Zakharia 13:8 (AYT) Maka, akan terjadi di seluruh negeri (Ibrani: erets; bumi), demikianlah firman YHWH, dua pertiga darinya akan dilenyapkan, semuanya mati binasa, tetapi sepertiganya akan tinggal hidup.

Mengenai hal ini jugalah rasul Petrus memberikan nasihatnya kepada para pengikut Kristus, bagaimana seharusnya kita hidup didalam dunia yang fana ini…

2Petrus 3:10-13 (TB) Tetapi Hari TUHAN akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Elohim. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.

“Peringatan Ipuwer” merupakan dokumen Mesir kuno yang memberikan kesaksian akan kedahsyatan murka Elohim atas bangsa Mesir kuno, dan sekaligus menjadi pengingat bagi kita yang sekarang ini hidup di hari-hari terakhir, bahwa peristiwa-peristiwa semacam itu akan terjadi kembali sebelum Kedatangan Yeshua haMashiach yang Kedua kalinya.

Baca juga:

Apa Penyebab Banjir Nuh? Bukti Alkitabiah Mengguncangkan Para Peneliti

Referensi:

Kitab Yashar

The Kolbrin’s Exodus Story – Ancient Egyptian Version

The admonitions of Ipuwer

EGYPTIAN EVIDENCE FOR THE EXODUS

The Ten Plagues – Live From Egypt

Is there extra-biblical evidence of the ten plagues in Egypt?

Ipuwer Papyrus

Debunking “The Exodus Decoded”

The Papyrus Ipuwer, Egyptian Version of the Plagues ~ A New Perspective

When was the Exodus?

The Plagues of Egypt, the Torah and the Ipuwer Papyrus

Iklan