Hari Buah-buah Sulung

Hari sesudah hari pertama Roti Tidak Beragi disebut Yom HaBikkurim (יום הביכורים), “Hari Buah-buah Sulung,” atau Reshit Ha’Katzir (ראשית הקציר), “tuaian pertama”. Pada zaman dahulu, pada hari ini seberkas (omer) gandum (tuaian gandum pertama yang matang) diayunkan di hadapan YHVH dalam sebuah seremoni yang ditentukan untuk menandai dimulainya menghitung omer, dan dengan demikian memulai hitungan mundur empat puluh sembilan hari hingga Yobel perayaan panen dari Shavuot:

Dan berfirmanlah YHVH kepada Musa, dengan mengatakan, “Berbicaralah kepada bani Israel, dan engkau harus mengatakan kepada mereka: Ketika kamu masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu dan kamu menuai hasilnya, maka kamu harus membawa berkas (omer) hasil tuaian (katzir) pertamamu (reshit) kepada imam. Dan dia harus mengayun-ayunkan berkas itu di hadapan YHVH sebagai kerelaanmu. Pada keesokan hari setelah Shabbat, haruslah imam itu mengayun-ayunkannya. Dan pada hari kamu mengayun-ayunkan berkas itu, kamu harus mengolah seekor anak domba yang sempurna, berumur setahun, sebagai persembahan bakaran bagi YHVH” (Im. 23:9-12).

Dengan kata lain, pada hari ini imam akan mengayunkan seberkas (omer) gandum hijau dari panenan baru di hadapan YHVH (ke utara, selatan, timur, lalu barat) sebagai gerakan simbolis untuk mendedikasikannya kepada Dia. Kemudian seekor anak domba jantan dikurbankan sebagai persembahkan bakaran bagi YHVH (olah) bersama dengan minchah (roti tidak beragi yang dicampur dengan minyak) dan anggur (Im. 23:13). Hanya setelah persembahan ayunan dilakukan, panenan dapat mulai digunakan (Im. 23:14).

Juga, sangatlah luar biasa bahwa pada hari ini seekor anak domba jantan yang tak bercacat dipersembahkan bersama-sama dengan roti dan anggur – simbol-simbol spesifik yang digunakan Yeshua untuk memperingati pengurbanan-Nya …

Kapan Persembahan Ayunan Berkas Dilakukan?

Ada beberapa kontroversi tentang kapan tepatnya persembahan ayunan (disebut tenufat HaOmer) dilakukan, karena frase “hari sesudah Shabbat” dapat merujuk kepada:

  1. Minggu (atau Yom Rishon; hari pertama). Ini adalah interpretasi dari Saduki. Persembahan Ayunan akan terjadi pada hari Minggu pertama setelah Shabbat mingguan reguler. Catatan: Beberapa orang berpendapat bahwa karena orang Saduki menguasai jadwal ibadah Bait Suci Kedua, Persembahan Ayunan akan terjadi pada hari Minggu setelah Shabbat mingguan. Akan tetapi, jika ini memang benar demikian, ini tidak akan membantu untuk menguatkan argumen bahwa Kebangkitan Yeshua terjadi pada waktu ini, karena Injil menyatakan bahwa Yeshua dibangkitkan sebelum para perempuan mendapati Dia hilang dari kubur pada dini hari Minggu (Mat. 28:1 ; Mar. 16:2, Luk. 24:1, Yoh. 20:1). Dengan kata lain, waktu kebangkitan Yeshua dan waktu Persembahan Ayunan bukanlah suatu kebetulan, karena persembahan ayunan terjadi kemudian pada hari itu.
  2. Hari setelah Shabbat “Besar” dari hari pertama Roti Tidak Beragi (hari Shabbat “Besar” adalah hari shabbaton (istirahat) yang dapat terjadi pada hari apa pun dalam seminggu selain hari Shabbat mingguan pada hari Sabtu). Ini adalah posisi orang Farisi dan Yahudi Ortodoks. Persembahan ayunan akan terjadi pada 16 Nisan, sehari setelah Hari Shabbat Besar dari hari pertama Roti Tidak Beragi (Yos. 5:11).

Dan mereka makan gandum masak dari hasil negeri itu pada hari sesudah Paskah, yakni roti tidak beragi dan gandum panggang, pada hari yang sama itu.

Kronologi Kematian, Penguburan dan Kebangkitan Yeshua

Berikut ini adalah kronologi tentatif dari peristiwa-peristiwa penting seputar kematian, penguburan, dan kebangkitan Yeshua. Yeshua disalibkan pada hari ke-14 Nisan (Kamis), tepat ketika Anak Domba Paskah dipersembahkan di Bait Suci, dan Dia bangkit dari kematian tiga hari tiga malam kemudian, pada malam hari ke-17 Nisan (yakni, sebelum matahari terbit pada hari Minggu):

  • 14 Nisan malam – Seder awal Yeshua (Rabu malam)
  • 14 Nisan siang – “Hari persiapan” (Luk. 23:54; Mar. 15:42) untuk Paskah. Yeshua mati pada Kamis sore pada waktu yang sama ketika korban Pesach (Anak Domba Paskah) dikurbankan di Bait Suci dan dikuburkan sebelum matahari terbenam.
  • 15 Nisan malam – Hari Shabbat Besar untuk Paskah dimulai (malam Seder yang sebenarnya)
  • 15 Nisan siang – Shabbat Besar Paskah (Jumat sebelum matahari terbenam)
  • 16 Nisan malam – Shabbat Mingguan dimulai (Jumat setelah matahari terbenam)
  • 16 Nisan siang – Shabbat Mingguan, mengayunkan omer (Sabtu)
  • 17 Nisan malam – Yeshua dibangkitkan beberapa waktu sebelum matahari terbit pada hari Minggu.
  • 17 Nisan siang – Para perempuan membawa rempah-rempah ke makam dini hari. Para murid bertemu dengan Mesias yang telah bangkit.

Untuk memahami perhitungan ini, Anda harus ingat bahwa hari Yahudi dimulai saat matahari terbenam dan berakhir pada senja hari berikutnya. Jika Yeshua berada di salib pada 14 Nisan (pada waktu pengurbanan korban Pesach di Bait Suci) dan dibangkitkan setelah tiga hari tiga malam, kita akan mendapati:

bagan-kematian-kebangkitan-Yeshua

 Bagaimana Membaca Bagan ini?

Pertama, penting untuk memahami bahwa hari Yahudi dimulai saat matahari terbenam dan berakhir pada senja hari berikutnya … Oleh karena itu bagan di atas menunjukkan kronologi sebagai berikut:

  1. Yeshua disalibkan dan dikuburkan pada 14 Nisan, Kamis sore (yaitu, 1/2 hari). Ini juga merupakan “Hari Persiapan” untuk Shabbat Paskah yang akan dimulai setelah matahari terbenam pada hari yang sama.
  2. Dia berada dalam kuburan pada 15 Nisan (dari matahari terbenam sampai Jumat senja = 1 hari) dan
  3. Dia berada dalam kuburan pada 16 Nisan (dari matahari terbenam sampai Sabtu senja = 1 hari) dan
  4. Dia juga berada dalam kuburan pada 17 Nisan (yaitu, setelah matahari terbenam Sabtu = 1/2 hari) TETAPI
  5. Dia kemudian bangkit dari kematian pada hari 17 Nisan (yaitu, sebelum matahari terbit Minggu pagi)

Jika Anda menambahkan ini, Anda akan mendapatkan 1/2 + 1 + 1 + 1/2 = 3 hari dan 3 malam (Mat. 12:40). Karena itu Dia disalibkan pada hari Kamis, 14 Nisan (sebelum matahari terbenam) dan dibangkitkan pada hari Minggu, 17 Nisan (sebelum matahari terbit) pada hari ketiga (Luk. 24:45-46). Para murid kemudian bertemu dengan Tuhan yang bangkit pada 17 Nisan, hari Minggu pagi (Mat. 28:1-10).

Penting juga untuk dipahami bahwa ada banyak Shabbat-shabbat dalam tahun Yahudi selain dari “hari ketujuh” dalam kalender Yahudi. Misalnya, Paskah dan hari-hari raya lainnya dianggap sebagai Shabbat-shabbat, dan karena itu dalam Injil Markus, para perempuan dikatakan telah datang ke kuburan setelah Shabbat-shabbat (yaitu, σαββάτων sabbaton, kata benda jamak) yang menunjukkan bahwa baik Paskah (15 Nisan) dan hari berikutnya (yaitu, 16 Nisan, hari ketujuh dalam minggu itu) dianggap sebagai hari-hari Shabbat (lihat teks Yunani untuk Mar. 16:2).

Mashiach Yeshua, Buah Sulung kita

Meskipun tidak terjadi secara kebetulan, Persembahan Ayunan dan Kebangkitan Yeshua dihubungkan secara bersama-sama secara profetik oleh Rasul Paulus:

Namun sekarang, Kristus telah dibangkitkan dari antara yang mati, Dia telah menjadi buah sulung dari mereka yang telah meninggal. Sebab, karena kematian itu melalui seorang manusia, maka kebangkitan orang-orang mati juga melalui seorang manusia. Sebab, bahkan sebagaimana semua orang mati di dalam Adam, demikian juga semua orang akan dihidupkan di dalam Kristus. Namun masing-masing sesuai dengan urutannya: Kristus sebagai buah sulung, kemudian mereka yang adalah milik Kristus, pada waktu kedatangan-Nya (1 Kor. 15:20-23).

הַמָּשִׁיחַ הִנּוֹ רֵאשִׁית הַבִּכּוּרִים

hammashiach hinno re’shit habikkurim

Di sini rasul Paulus dengan jelas menghubungkan persembahan buah sulung dengan kebangkitan Yeshua Mashiach kita. Kebangkitan Yeshua adalah seperti “persembahan ayunan” yang dipersembahkan di hadapan Bapa sebagai “buah-buah sulung” dari tuaian yang akan datang! Selain itu, Yeshua mempersembahkan persembahan buah-buah sulung-Nya kepada Bapa pada hari ini:

Dan kuburan-kuburan terbuka, dan banyak tubuh orang-orang kudus yang sudah meninggal dibangkitkan. Dan, setelah keluar dari kuburan-kuburan sesudah kebangkitan-Nya, mereka masuk ke dalam kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang (Mat. 27:52-53).

Tuhan kita mempersembahkan kepada Bapa “panen awal” dari apa yang akan menjadi panen luar biasa pada akhir zaman (acharit hayamim).

Yeshua adalah Anak Sulung yang lahir dari Bapa (Ibr. 1:6); Yang Sulung dari segala ciptaan (Kol. 1:15-16); yang sulung dari antara orang mati (Why. 1:5) dan adalah Buah Sulung dari mereka yang akan dibangkitkan (1 Kor. 15:20-23). Dan sama seperti Dia adalah Buah Sulung kita, maka “Dia telah memperanakkan kita oleh Firman Kebenaran, supaya kita menjadi seperti suatu buah sulung dari ciptaan-Nya” (Yak. 1:18).

Tema Umum dari Musim Ini

  • Pesach mewakili keselamatan dan pembebasan kita oleh pengurbanan Anak Domba Elohim, Yeshua sang Mashiach. Kita dibenarkan oleh percaya di dalam darah kurban Anak Domba Elohim (Why. 7:14; 2 Kor. 5:21).
  • Chag HaMatzot mewakili pengudusan kita sementara kita membersihkan diri kita dari ragi tua “Mesir” dan mati terhadap sifat daging. Bahkan, ini diwakili oleh penguburan Mashiach dan identifikasi kita dengan kematian-Nya.
  • Reshit Katzir (Tuaian Pertama) mewakili kebangkitan Yeshua, Mashiach kita dan kondisi pemuliaan kita di masa depan sebagai bagian dari panenan Elohim pada akhir zaman.

TUHAN kita Yeshua – Pembunuh kematian; Pembantai si Ular; Kemenangan kasih Elohim bagi kita! יְהִי שֵׁם יְהוָה מְבֹרָךְ yehi shem Adonai mevorakh – “Diberkatilah Nama YHVH.”

Berkat Kebangkitan

Kebangkitan Yeshua sang Mesias mendemonstrasikan bahwa pengurbanan-Nya untuk dosa-dosa kita diterima oleh Elohim. Ketika Elohim membangkitkan Yeshua dari kematian, Dia “membebaskan” Subsitusi dosa-dosa yang Dia tanggung. Dosa yang dituduhkan kepada-Nya telah “ditinggalkan di dalam kubur,” dan karena itu kebangkitan menegaskan kata kemenangan Yeshua, tetelestai: “Sudah genap” (Yoh. 19:30; Mat. 27:50). Kebangkitan mendeklarasikan bahwa Raja segala raja telah mengampuni Anda dan menegakkan bukti bahwa Elohim telah menerima pembayaran Mesias untuk dosa-dosa Anda.

בָּרוּךְ הוּא הָאֱלֹהִים אֲבִי אֲדֹנֵינוּ יֵשׁוּעַ הַמָּשִׁיחַ אֲשֶׁר כְּגֹדֶל חַסְדּוֹ הוֹלִיד אֹתָנוּ שֵׁנִית לְתִקְוַת חַיִּים בִּתְקוּמַת יֵשׁוּעַ הַמָּשִׁיחַ מִן־הַמֵּתִים׃

barukh hu’ ha’elohim ‘avi ‘adoneinu Yeshu’a hammashiach ‘asher kegodel chasdo holid ‘otanu shenit letiqvat chaiyim bitqumat Yeshu’a hammashiach min-hammetim.

Diberkatilah Elohim dan Bapa Tuhan kita YESUS Kristus, Dia, yang sesuai dengan rahmat-Nya yang besar, telah melahirkan kita kembali ke dalam pengharapan yang hidup melalui kebangkitan YESUS Kristus dari antara orang mati (1 Pet. 1:3)

Tentang Chag HaBikkurim – Perayaan Buah Sulung

Istilah Ibrani bikkurim berasal dari akar kata yang sama dengan bekhor – anak sulung. Di dalam Torah, prinsip umum bahwa anak sulung laki-laki (dan binatang) adalah milik YHVH juga diterapkan pada buah-buah sulung untuk mematangkan setiap musim pertanian, dimulai dengan seberkas dari panen gandum baru (omer) pada Reishit Katzir (Tuaian Pertama), dan berkulminasi dalam perayaan Shavuot, juga disebut Chag haBikkurim – “perayaan buah-buah sulung.” Dengan kata lain, Reishit Katzir (Tuaian Pertama) adalah gambar kebangkitan Mesias (Yom HaBikkurim: Hari Buah-buah Sulung) sedangkan Shavuot (Chag HaBikkurim: Perayaan Buah-buah Sulung) mewakili pemberian Torah di Sinai dan kedatangan Ruach HaKodesh (Roh Kudus) di Zion (Kis. 2:1-4).

17 Nisan dalam Sejarah Yahudi

Menurut Torah dan interpretasi tradisional Yahudi, peristiwa-peristiwa lain yang terjadi pada 17 Nisan meliputi:

  1. Banjir Nuh Berakhir: Kej. 8:4. Perhatikan bahwa bulan ketujuh belakangan ditetapkan sebagai bulan pertama pada waktu Eksodus (Kel. 12:2). Penciptaan baru kita di dalam Mesias dimulai pada hari peringatan kelahiran kembali dunia.
  2. Israel Menyeberangi Laut Merah: Beberapa orang berhikmat percaya bahwa Israel menyeberangi Yam Suf (Laut Suf) pada tanggal ini. Mereka beralasan bahwa mulai dari menyeberangi laut hingga kedatangan di Sinai adalah 47 hari (Kel. 19). Tiga hari kemudian akan menandai hari ke-50 sebagai peristiwa Shavuot yang asli dan peringatan pemberian Torah.
  3. Persembahan Ayunan Berkas dilakukan di Mishkan (dan belakangan, di Bait Suci). Ini adalah buah sulung dari panen gandum musim semi. Ini adalah hari raya Reshit Katzir.
  4. Haman digantung. Menurut berbagai otoritas Yahudi, Haman yang jahat digantung di tiang-tiang gantungan yang dia persiapkan secara khusus untuk Mordechai, orang Yahudi pada tanggal ini.
  5. Yeshua dibangkitkan pada 17 Nisan. Dalam 1 Kor. 15:20-23 Paulus dengan jelas menghubungkan persembahan buah sulung dengan kebangkitan Yeshua, Mashiach kita. Kebangkitan Yeshua adalah seperti “persembahan ayunan” yang dipersembahkan di hadapan Bapa sebagai “buah-buah sulung” dari tuaian yang akan datang! Selain itu, Yeshua mempersembahkan persembahan buah-buah sulung-Nya kepada Bapa pada hari ini (Mat. 27:52-53). Yeshua adalah anak sulung yang lahir dari Bapa (Ibr. 1:6); Yang Sulung dari segala ciptaan (Kol. 1:15-16); yang sulung dari antara orang mati (Why. 1:5) dan adalah Buah sulung dari mereka yang akan dibangkitkan (1 Kor. 15:20-23). Dan sama seperti Dia adalah Buah Sulung kita, maka “Dia telah memperanakkan kita oleh Firman Kebenaran, supaya kita menjadi seperti suatu buah sulung dari ciptaan-Nya” (Yak. 1:18).

Bagaimana dengan “Jumat Agung?”

Meskipun kalender Gregorian bervariasi setiap tahun, aslinya penderitaan Yeshua di Salib adalah pada Kamis sore – tentunya bukan pada “Jumat Agung.” Selain itu, kebangkitan-Nya akan terjadi pada Sabtu malam berikutnya – bukan pada Minggu pagi ketika kuburan itu sudah ditemukan kosong ….

Meskipun demikian, hal yang paling penting – adalah bahwa Mesias 1) mati untuk dosa-dosa kita; 2) dikuburkan; dan 3) dibangkitkan pada hari ketiga (1 Kor. 15:3-4). Yeshua sepenuhnya menebus untuk dosa-dosa kita dan kebangkitan-Nya membuktikan bahwa Elohim Bapa menerima pengurbanan-Nya. Adalah Elohim Bapa yang membangkitkan Yeshua dalam kemenangan (Gal. 1:1, Rom. 10:9), dan mereka yang percaya di dalam Dia dibenarkan oleh iman. Yeshua “telah diserahkan karena kesalahan-kesalahan kita dan telah dibangkitkan demi pembenaran kita” (Rm. 4:25). Seperti Yeshua sang Mesias berfirman, “Karena Aku hidup, kamu juga akan hidup” (Yoh. 14:19).