Dan dia akan membuat kokoh perjanjian itu kepada banyak orang selama satu pekan, dan pada separuh pekan itu dia akan membuat berhenti kurban dan persembahan dan di atas sayap kejijikan yang membinasakan dan hingga berakhir, dan yang diputuskan akan dicurahkan ke atas yang membinasakan. Daniel 9:27


Pada 25 September 2019, peringatan ke-5780 dari hari penciptaan dunia menurut tradisi Yahudi, Sanhedrin mengadakan konferensi untuk kebangkitan Organisasi 70 Bangsa. Konferensi ini akan mencapai puncak dengan pengurbanan binatang yang dilakukan oleh perwakilan bangsa-bangsa di Gunung Zaitun di mana mereka akan memperbarui perjanjian yang dibuat oleh Nuh setelah meninggalkan Bahtera.

Konferensi 70 Bangsa

Konferensi akan dimulai pada Rabu malam, 25 September, hari ke-25 bulan Ibrani Elul di Jerusalem Gate Hotel dan berlanjut hingga Jumat, 27 September. Ceramah dan diskusi akan berfokus pada hukum-hukum Nuh yang diberlakukan atas seluruh umat manusia – (sesuai Talmud). Juga akan dibahas ekonomi, budaya, pendidikan universal yang harus menjadi fokus organisasi semacam itu. Fokus utama juga adalah pembentukan pengadilan internasional berdasarkan prinsip-prinsip Alkitab.

Elohim menetapkan perbatasan-perbatasan bangsa berdasarkan 70 anak-anak Israel yang turun ke Mesir dan 70 bangsa yang berasal dari Nuh. Konsep 70 bangsa juga muncul dalam rujukan 70 lembu yang dipersembahkan di Bait Suci di sepanjang Sukkot (hari raya Pondok Daun) yang menurut Talmud (Sukkah 55b) adalah untuk jasa 70 bangsa.

Organisasi ini menekankan bahwa setiap bangsa akan menjaga identitas nasional, warisan budaya, bahasa yang berbeda dan unik, dan perbatasan-perbatasan yang diakui.

Yang hadir antara lain perwakilan resmi dari beberapa negara: Mewakili Guatemala, Wakil Presiden Republik Guatemala Jafeth Ernesto Cabrera Franco serta beberapa penasihatnya. Juga akan ada delegasi resmi dari El Salvador, Meksiko, Honduras, Bolivia, Trinidad Tobago, dan Kosta Rika. Banyak negara lain belum berkomitmen untuk hadir. Beberapa delegasi adalah anggota parlemen dari negara mereka masing-masing.

Doa Universal

Hari pertama konferensi akan diakhiri dengan doa bersama oleh semua peserta. Rabbi Yeshayahu Hollander, Menteri Luar Negeri Sanhedrin telah ditugaskan untuk menyusun doa khusus untuk acara khusus tersebut.

“Agama adalah kata yang sulit,” kata Rabbi Hollander. “Seorang individu tidak membutuhkan agama untuk berhubungan dengan Tuhan. Adam tidak membutuhkan agama untuk berbicara kepada Tuhan. Agama adalah aktivitas yang dilakukan sebuah komunitas secara bersama-sama. Bangsa-bangsa didirikan melalui Nuh dan kemudian ada kebutuhan akan agama. Kita perlu datang bersama-sama sebagai bangsa-bangsa dan agama-agama yang berbeda.”

“Suatu bangsa memiliki atribut-atribut yang mendefinisikannya tetapi juga membutuhkan agama,” kata Rabbi Hollander, yang menyatakan bahwa PBB tidak memiliki atribut ini. “Suatu organisasi bangsa-bangsa perlu untuk menjadi religius, 70 bangsa-bangsa di bawah Tuhan, tetapi tanpa ada agama umum yang spesifik.”

Hukum Nuh Berlaku Atas Seluruh Umat Manusia

Sebagian besar konferensi akan didedikasikan untuk tujuh prinsip yang berlaku atas seluruh umat manusia yang diberikan kepada Nuh setelah banjir besar. Ceramah tentang topik ini akan diberikan oleh Rabbi Oury Cherki, ketua Brit Olam – Noahide World Center. Rabbi Hollander, yang juga duduk di dewan organisasi Brit Olam, yakin bahwa kepatuhan universal terhadap hukum Nuh dibutuhkan bagi eksistensi peradaban.

“Jika Anda membaca sejarah, Anda akan melihat bahwa kaum Hebrais abad ke-17 percaya pada dasar minimum yang dibutuhkan masyarakat dengan tujuan supaya bisa eksis,” kata Rabbi Hollander. “Ini nampak jelas benar dalam hukum Nuh, untuk mendirikan pengadilan hukum. Seluruh hukum diwajibkan oleh suatu bangsa dan bukan oleh individu. Sebuah organisasi internasional, atau multinasional, perlu membangun dasar-dasar yang dibutuhkan untuk kelangsungan hidup peradaban.”

Knesset dan Pengurbanan

Sebagai bagian dari konferensi, para perwakilan akan mengunjungi Gunung Bait Suci dan melakukan kunjungan resmi ke Knesset bersama Sanhedrin.

Pada hari Jumat, konferensi akan mencapai puncaknya dalam perjalanan ke Gunung Zaitun di mana bangsa-bangsa akan diundang untuk melakukan kembali seremoni yang pertama kali dilakukan oleh Nuh setelah keluar dari Bahtera.

Dan Noah membangun sebuah mezbah bagi YHVH dan dia mengambil dari setiap binatang yang tahir dan setiap hewan terbang yang tahir, dan dia menaikkan persembahan-persembahan kenaikan di mezbah itu. Kejadian 8:20

Seremoni itu akan memperbarui perjanjian yang dibuat antara manusia dan Tuhan pada waktu itu.

“Dan Aku, lihatlah Aku membuat » perjanjian-Ku bangkit dengan »kalian dan» dengan benih kalian sesudah kalian, dan» dengan semua jiwa yang hidup, yang ada bersama »kalian, pada hewan terbang, pada binatang, dan pada semua makhluk hidup di bumi bersama »kalian, dari semua yang keluar dari bahtera, untuk semua makhluk hidup di bumi. Dan Aku akan membuat » perjanjian-Ku bangkit dengan »kalian, dan semua daging tidak akan dipotong lagi dari air banjir besar, dan banjir besar tidak akan ada lagi untuk menghancurkan bumi.” Kejadian 9:9-11 (Alkitab Interlinear)

Pengurbanan yang dilakukan oleh Nuh ini adalah Korban Olah (kurban kenaikan) yang sepenuhnya dibakar di atas mezbah, sebuah penghormatan kepada Tuhan.

“Sama seperti Nuh bukanlah orang Yahudi melainkan seorang hamba Tuhan, seremoni ini adalah pernyataan bahwa umat manusia melayani Hashem (arti literal: ‘sang nama’),” jelas Rabbi Weiss. Mezbah harus dibangun dan pengurbanan dilakukan oleh seseorang dari bangsa-bangsa yang menaati tujuh hukum Nuh.”

“Ini adalah tindakan keagamaan tetapi tidak untuk agama tertentu,” kata Rabbi Weiss. “Ini adalah meta-agama, bukan agama global, yang melekat pada setiap orang dan diekspresikan dengan caranya sendiri. Dunia perlu kembali kepada agama. Menolak agama, menolak Tuhan, adalah penyakit yang menimpa dunia. Sekularisme menolak nilai-nilai kemanusiaan. PBB menyatakan aborsi dan eutanasia sebagai hak asasi manusia. Ini adalah pertanda adanya penyakit. Konsep keluarga, seorang ayah, dan seorang ibu, adalah kualitas dasar manusia yang diperkuat oleh agama dan ditolak oleh sekularisme. Konsep kepemilikan kepada suatu bangsa, kepada suatu suku, kepada suatu kaum, ditolak oleh sekularisme. Manusia diberi mandat untuk merawat dunia tetapi mereka telah mengubah manusia menjadi binatang dan binatang menjadi manusia. Tidak mungkin untuk melanjutkan seperti ini.”

Kembalinya Sepuluh Suku yang Hilang

Tujuan lain dari konferensi dan organisasi 70 Bangsa adalah untuk memulai kembalinya sepuluh suku Israel yang hilang.

“Pembentukan Negara Israel modern memulai proses pengumpulan orang-orang buangan,” jelas Rabbi Weiss. “Di masa lalu, orang-orang yang keturunan Yahudi akan memudar dan tidak pernah kembali. Kita diberkati untuk hidup di zaman ketika begitu banyak dari orang-orang ini menemukan akar mereka di dalam orang-orang Yahudi dan terhubung kembali dengan ini. Tetapi langkah selanjutnya adalah meningkatkan kesadaran sehingga sepuluh suku Israel yang hilang dapat kembali juga, seperti dinubuatkan.”

Katakanlah kepada mereka: Beginilah Tuhan YAHWEH berfirman: Lihatlah, Aku akan mengambil orang-orang Israel dari antara bangsa-bangsa tempat mereka pergi ke sana, dan Aku akan mengumpulkan mereka dari segala penjuru, dan akan membawa mereka ke tanah mereka sendiri. Yeh 37:21

Menjelang akhir ini, Rabbi Eliyahu Birnbaum yang menjelajahi seluruh dunia untuk mencari orang-orang keturunan Yahudi yang tersembunyi akan menjadi pembicara utama yang berbicara dalam konferensi tersebut.

Inisiatif 70 Bangsa dimulai tahun lalu pada Konser Penciptaan Dunia ketika delegasi tingkat tinggi dari Honduras, Guatemala, dan Meksiko menandatangani deklarasi yang mengatakan:

“Kami, sebagai wakil-wakil dari bangsa kami, menyatakan bahwa menurut hukum Torah yang diberikan Elohim kepada Musa di Gunung Sinai, dan menurut para nabi Israel dan semua kitab dalam Alkitab, kami ingin mendampingi umat Elohim, orang-orang Israel, ke tempat yang dipilih oleh Elohim, Bait Suci di Gunung Moriah, tempat pengikatan Ishak.

“Semua ini hanya untuk melayani Elohim Abraham, Ishak, dan Yakub, seperti ada tertulis:

‘Bahwa rumah-Ku akan disebut rumah doa untuk SEGALA bangsa’

Kami semua berkumpul bersama dalam nama perdamaian dan kasih bersama orang-orang Israel di halaman Rumah Elohim sebagai orang-orang bijak Israel dan untuk menggenapi visi perdamaian mesianik.”

Elohim memberkati Abraham dengan mengatakan, “Mereka yang akan memberkati engkau akan diberkati.” Kami berdoa bahwa melalui memberkati Israel hari ini, kami, pada gilirannya, akan diberkati.”

Tujuh Puluh Bangsa: Prinsip-prinsip

Organisasi Tujuh Puluh Bangsa diarahkan kepada seluruh umat manusia yang menerima Elohim sebagai pencipta dunia dan yang mengakui kepemimpinan-Nya sebagaimana Dia muncul dalam catatan-catatan sejarah dunia dan alam semesta. Alkitab menceritakan tentang Elohim sebagaimana Ia dikenal dalam kehidupan individual segala makhluk, dalam sejarah dan bahasa segala bangsa, baik untuk menciptakan dan menghancurkan, untuk upah dan untuk penghukuman. Sama seperti Elohim menyatakan diri-Nya di dalam Alkitab dan mendeklarasikan hukum-hukum dan peraturan-peraturan-Nya, demikian pula tujuan manusia di dalam sejarah untuk melayani Dia melalui medium Bait Suci sebagaimana yang Dia kehendaki, dan melalui kuasa kekudusan-Nya yang berasal dari Zion.

Seluruh umat manusia, seluruh kaum baik secara individu maupun dalam berbagai bentuk kelompok, adalah keturunan Adam dan Hawa. Semua diciptakan dalam gambar Elohim dan disebut “Adam” (artinya: manusia). Semua manusia selamat dari “air bah” dan berkomitmen untuk mengikuti perjanjian bersama dengan Elohim dengan mengikuti hukum-hukum dasar dan peraturan-peraturan yang pelanggarannya membawa kehancuran umat manusia pada zaman Nuh. Dan untuk menantikan belas kasihan Elohim.

Pelanggaran hukum-hukum dasar Elohim adalah sebagai berikut: pemberontakan terhadap Elohim, kurangnya keadilan, hubungan seksual terlarang, pembunuhan, mencuri dan perampokan, menyembah elohim palsu, menimbulkan kerusakan kepada kehidupan sebagaimana itu dihidupi melalui keserakahan ilegal dan tanpa kekang.

Pelanggaran-pelanggaran ini pada nada positif dinyatakan sebagai perjanjian Nuh.

Organisasi Tujuh Puluh Bangsa memimpikan penebusan dan rehabilitasi manusia dan seluruh dunia. Ia menghormati kehormatan seluruh umat manusia, keluarga, suku, negeri, dan negara serta kebebasan individu dan kolektif mereka. Ia melaksanakan prinsip ini dengan melindungi hak dan kewajiban semua orang dengan cara yang setara sesuai dengan hukum Alkitab dan keadilan internasional berdasarkan pada Alkitab.

Organisasi akan memusatkan perhatian pada perlindungan dunia, distribusi sumber daya yang adil, dan menghindari pencurian dan hasil-hasil dari keserakahan yang berlebihan.

Organisasi akan melindungi budaya, bahasa, wilayah, dan perbatasan segala bangsa, negara, dan masyarakat.

Organisasi tidak menerima aturan manusia atas manusia dalam bentuk apa pun.

Organisasi mengakui dan menerima konsep keunikan orang Israel sesuai dengan hukum Alkitab. Ia mengharapkan bahwa orang-orang Israel dan para pemimpinnya akan beroperasi sesuai dengan kehendak perilaku sesuai dengan harapan dari sebuah bangsa dari suatu masyarakat imam dan bangsa yang kudus.

Esensi dari Organisasi

Pengadilan internasional akan duduk di Yerusalem dan menghakimi berdasarkan hukum-hukum penting dan yang diakui dalam Alkitab yang disesuaikan dengan fakta-fakta kehidupan yang sebenarnya.

Semua anggota organisasi, negara, bangsa, kelompok etnis, suku akan memiliki kursi dan kekuatan suara yang setara di pengadilan hukum selama mereka mendampingi orang-orang Israel seperti yang terlihat dalam perjanjian yang disusun oleh Sanhedrin pada tahun 2018 dan ditandatangani oleh sejumlah negara.

Tujuh Puluh Bangsa dan negara-negara yang menandatangani perjanjian asli yang disebutkan di atas akan menyusun pengadilan dan semua keputusan akan diputuskan dengan suara mayoritas sederhana.

Peran Sanhedrin adalah untuk berkonsultasi dan memberi nasihat kepada pengadilan, tetapi Sanhedrin tidak dapat memaksakan pendapatnya terhadap pengadilan. Ia hanya akan memiliki satu kursi dan satu suara di pengadilan.

Semua keputusan akan dibuat berdasarkan pemungutan suara termasuk semua anggota.

Jika lebih dari tujuh puluh badan bergabung dengan organisasi, pengadilan akan menentukan pembagian kursi.

Semua anggota organisasi akan bekerja sama dalam membangun Bait Suci di Gunung Moriah sesuai dengan keinginan masing-masing dan dapat mengunjunginya sebagaimana mereka memilih kapan itu dibangun.

Ada banyak komentar dan pertanyaan mengenai pengurbanan. Sumber untuk melakukan itu adalah sebagai berikut: Rambam Mishneh Torah – Maaseh Hakorbanot 19:16

Goyim (orang-orang bukan Yahudi) diizinkan untuk mempersembahkan persembahan-persembahan bakaran kepada Elohim di semua tempat, asalkan mereka mengurbankan mereka di atas suatu bangunan tinggi yang mereka bangun. Dilarang membantu mereka [mempersembahkan kurban ini] atau bertindak sebagai agen bagi mereka, karena kita dilarang berkurban di luar [halaman Bait Suci]. Diijinkan untuk menginstuksikan mereka dan mengajarkan mereka bagaimana berkurban untuk Yang Mahakuasa, diberkatilah Dia.

Tujuh Hukum Nuh: Jebakan Antikristus Bagi Para Pengikut Yesus?

Perlu digarisbawahi, bahwa Anda tidak akan menemukan Tujuh Hukum Nuh di dalam Alkitab. Dalam Kejadian 9 disebutkan tentang perjanjian antara Elohim dan Nuh, untuk tidak membanjiri bumi lagi dengan air bah. Selanjutnya diceritakan tentang kutukan Kanaan, dan dilanjutkan dengan Kejadian 10 tentang Tabel 70 Bangsa Keturunan Nuh dan Kejadian 11 tentang Menara Babel.

Apa yang tertulis dalam Kejadian 9 adalah Hukum Nuh yang asli, dan bukannya hukum yang disusun para rabbi dari Talmud Babilonia (Traktat Sanhedrin 56a.).

Tujuh Hukum Nuh ini adalah penemuan yang diciptakan para rabbi dalam Talmud sebagai “Tujuh Hukum Universal Manusia.”

Tujuh Hukum Universal Nuh yang dibuat oleh para rabbi ini secara diam-diam digembar-gemborkan dan dijalankan oleh Sanhedrin. Maimonides, rabbi besar mereka mengatakan, “Kewajiban ini, untuk mengajar semua orang di bumi tentang Hukum Nuh, adalah kewajiban setiap individu di setiap zaman” – (Mishnah Torah, Hukum Para Raja 8:10).

Sekarang ini Sanhedrin berbicara secara terbuka dan berusaha mengajarkan bahwa ada dua perangkat hukum. Satu untuk orang Yahudi (Yehudim) – yakni Torah, dan yang satunya lagi untuk orang non-Yahudi (goyim), – yakni Tujuh Hukum Nuh.

Penalti terhadap Hukum Nuh, berdasarkan kutipan Talmud (Sanhedrin 56a.):

Rabbi-rabbi kita mengajarkan: [Setiap orang yang mengutuki Elohimnya, akan menanggung dosanya. Cukuplah untuk mengatakan], ‘Seorang manusia, dll:’ Apa yang diajarkan oleh ungkapan ‘siapa pun’? Mengikutsertakan goyim (orang-orang non-Yahudi), bagi siapa penghujatan dilarang sama seperti bagi orang-orang Israel, dan mereka dieksekusi dengan pemenggalan kepala; karena setiap hukuman mati yang ditetapkan bagi anak-anak Nuh hanya dengan pemenggalan kepala.

Menurut Talmud: Satu-satunya tempat di mana kematian secara eksplisit ditetapkan bagi orang non-Israel adalah dalam Kejadian 9:6: Barangsiapa yang mencurahkan darah manusia, oleh manusia darahnya akan dicurahkan. Ini adalah hukum yang umum, berlaku bagi semua, yang telah diberikan di zaman pra-Abraham; darahnya harus dicurahkan harus mengacu kepada pedang, satu-satunya kematian dimana darah ditumpahkan.

Berikut ini Tujuh Mitzvot (Hukum) Nuh yang dicantumkan di dalam Talmud (Sanhedrin 56a), yang disusun dan diberi nomor:

“Rabbi-rabbi kita mengajarkan: tujuh aturan bagi anak-anak Nuh telah diperintahkan: 1.) hukum-hukum sosial; untuk menahan diri dari: 2.) penghujatan, 3.) penyembahan berhala; 4.) perzinahan; 5.) penumpahan darah; 6.) perampokan; dan 7.) makan daging yang dipotong dari hewan yang hidup.″

Talmud memuat daftar hukuman untuk menghujat Nama Elohim yang Tak Terkatakan dengan hukuman mati. Anak-anak Nuh akan dieksekusi dengan pemenggalan kepala untuk sebagian besar kejahatan, dengan dirajam jika ia melakukan hubungan intim dengan seorang wanita Yahudi yang sudah bertunangan, atau dengan dicekik jika wanita Yahudi itu telah menyelesaikan upacara pernikahan, tetapi belum menyelesaikan pernikahan. Dalam hukum Yahudi, satu-satunya bentuk penghujatan yang dapat dihukum mati adalah menghujat Nama yang Tak Terkatakan (Imamat 24:16).

Rabbi Maimonides menyatakan bahwa siapa pun yang tidak menerima Tujuh Hukum itu harus dihukum mati, karena Elohim memaksa dunia untuk mengikuti hukum-hukum ini. Talmud berbeda dari Maimonides dalam hal penegakan Tujuh Hukum yang diberlakukan oleh otoritas Yahudi terhadap orang-orang non-Yahudi yang tinggal dalam negara Yahudi. Menurut beberapa pendapat, hukuman ini berlaku sama, baik terhadap individu yang melanggar dengan mengetahui Tujuh Hukum ini atau pun tidak mengetahui Tujuh Hukum ini.

Menurut Hukum Nuh, jika seseorang percaya kepada Yesus sebagai Mesias, maka dia telah bersalah karena penyembahan berhala, sesuai Keluaran 20:3. Tambahan lagi, jika Anda menyebut nama Elohim (yang tidak boleh diucapkan), Anda telah menghujat, bersalah menurut tuntutan Hukum Nuh Talmudik, dengan ancaman penalti dipenggal kepala.

Sanhedrin yang terdahulu telah menolak Yesus sebagai Mesias dan Anak Elohim, dan hendak membunuh Yesus. Sanhedrin yang sekarang ini pun tetap menolak Yesus sebagai Mesias, dan mereka menantikan Mesias yang lain, yang dinubuatkan Kitab Suci sebagai si Anti Mesias (Mesias Palsu), yang satu hari kelak akan memerintah dari Yerusalem, dan menerapkan Hukum Universal yang mengikat seluruh penduduk dunia. Dia akan duduk di tempat kudus Elohim dan menyatakan dirinya sebagai Elohim (2 Tesalonika 2) di Kuil Bait Suci Ketiga.

Daniel 9:27 Dan dia akan membuat kokoh perjanjian itu kepada banyak orang selama satu pekan, dan pada separuh pekan itu dia akan membuat berhenti kurban dan persembahan dan di atas sayap kejijikan yang membinasakan dan hingga berakhir, dan yang diputuskan akan dicurahkan ke atas yang membinasakan.

Dengan dipublikasikannya Hukum Nuh dalam Deklarasi Sanhedrin baru-baru ini sebagai Hukum Universal bagi orang-orang non-Yahudi (goyim), dan rencana-rencana pembangunan Kuil Bait Suci Ketiga, memberikan konfirmasi tanda-tanda bahwa nubuat-nubuat sedang digenapi secara simultan untuk segera menyingkapkan Antikristus dan kembalinya Yesus dalam kemuliaan yang akan terbit dari cakrawala penebusan dan penggenapan nubuat.

Peringatan Para Rasul Mengenai Akhir Zaman

Berjaga-jaga – Penghakiman Yang Akan Datang (Didache Pasal 16)

  1. Berjaga-jagalah untuk hidupmu.
  2. Biarlah pelitamu tidak dipadamkan, dan pinggangmu tidak dilonggarkan ikat pinggangnya, namun bersiaplah;
  3. Karena engkau tidak tahu pada waktu mana Tuhanmu datang.
  4. Dan engkau harus bersekutu bersama-sama dengan sering, kejarlah apa yang patut bagi jiwamu;
  5. karena seluruh waktu imanmu akan tidak ada gunanya bagimu, jika engkau tidak disempurnakan pada waktu terakhir.
  6. Karena pada hari-hari terakhir, nabi-nabi palsu dan para penghancur akan berlipat ganda, dan domba-domba akan menjadi serigala-serigala, dan kasih akan berubah menjadi kebencian.
  7. Karena sebagaimana kedurhakaan bertambah-tambah, mereka akan membenci satu sama lain dan akan menganiaya dan mengkhianati.
  8. Dan kemudian Penyesat Dunia itu akan muncul sebagai Anak Elohim;
  9. dan akan mengerjakan tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban, dan bumi akan diserahkan ke dalam tangannya;
  10. dan dia akan melakukan hal-hal yang najis, yang belum pernah ada sejak permulaan dunia.
  11. Maka seluruh umat manusia yang diciptakan akan masuk ke dalam api pengujian, dan banyak yang akan tersandung dan binasa;
  12. tetapi mereka yang bertahan dalam iman mereka akan diselamatkan melewati Kutuk itu sendiri.
  13. Dan kemudian tanda-tanda kebenaran akan muncul;
  14. pertama-tama suatu celah bukaan di langit, kemudian tanda suara sangkakala, dan ketiga kebangkitan orang mati;
  15. namun tidak semuanya, tetapi sebagaimana dikatakan:
  16. Tuhan akan datang dan semua para kudus-Nya [para malaikat] bersama Dia.
  17. Maka dunia akan melihat Tuhan datang di atas awan-awan di langit.

Terkait:

Tujuh Hukum Nuh: Jebakan Antikris Bagi Para Pengikut Yesus?

PERINGATAN PROFETIK: Mezbah Bait Suci Ketiga Telah Ditahbiskan


Produk-produk kami dapat diperoleh di:

TOKOPEDIA SHOPEE BUKALAPAK
ico-tokopedia ico-shopee ico-bl

Referensi:

Sanhedrin 56a

Nations Invited for Animal Sacrifice on Mount of Olives Renewing Noah’s Covenant

Iklan