Beberapa waktu lalu media Yeshiva World melaporkan tentang kemunculan rubah-rubah di Tembok Barat Gunung Bait Suci, dalam kaitannya dengan tanda-tanda penggenapan nubuat nabi Zakharia.

Yeshiva World menuliskan:

Seperti yang ditunjukkan video di bawah ini, selama tiga hari terakhir berturut-turut, puluhan rubah telah teramati masuk dan keluar dari sudut barat daya Kotel (Tembok Barat) dari subuh hingga matahari terbit. Adegan ini dengan segera mengingatkan akan salah satu Gemara yang terkenal.

Tampaknya penampakan rubah-rubah ini di masa kontemporer merupakan indikasi penghiburan serupa – sebuah pesan yang dikirim kepada kita dari Hashem agar tidak khawatir bahwa nubuat Zakharia akan segera digenapi!

Talmud (Makkot 24b) mengisahkan sebagai berikut:

Suatu hari, Rabbi Gamliel, Rabbi Elazar Ben Azariah, Rabbi Yehoshua dan Rabbi Akiva naik ke Yerushalayim. Pada titik di mana mereka telah mencapai Har HaBayis (Gunung Bait Suci), mereka mengamati seekor rubah yang keluar dari Kodshei Kadoshim (Ruang Maha Kudus). Yang lain menangis, tetapi Rabbi Akiva tertawa. Mereka bertanya kepadanya: Mengapa engkau tertawa? Dia menjawab, mengapa kalian menangis?

Mereka berkata kepadanya, “Tempat di mana ada tertulis – ‘dan orang asing yang mendekat pasti akan mati’ dan sekarang rubah-rubah telah menginjak-injaknya – kita tidak boleh menangis?”

Dia berkata kepada mereka: Itulah sebabnya aku tertawa! Ayat itu menghubungkan nubuat Zakharia dengan nubuat Uriah. Mengenai Uriah ada tertulis, “oleh karena itu, karena engkau Zion akan menjadi sebuah ladang yang diirik.” Dalam kitab Zakharia ada tertulis, “Laki-laki tua dan perempuan-perempuan tua akan duduk di jalan-jalan Yerushalayim. Hingga nubuat Uriah akan digenapi aku khawatir bahwa nubuat Zakharia tidak akan digenapi. Sekarang bahwa nubuat Uriah telah digenapi – telah diketahui dan ditegakkan bahwa nubuat Zakharia sedang digenapi!

Mereka menanggapinya, “Akiva – engkau telah menghibur kami! Akiva – engkau telah menghibur kami!”

Rubah-rubah liar di situs Bait Suci yang hancur digambarkan secara khusus dalam Talmud Yahudi. Talmud ini, ditulis 2000 tahun yang lalu sebagai tanda bahwa Yerusalem akan dibangun kembali.

Nabi Mikha menggambarkan kehancuran total Yerusalem.

Mik 3:12 Oleh sebab itu, karena kamulah Zion akan dibajak seperti ladang dan Yerusalem akan menjadi reruntuhan, dan gunung bait suci akan seperti tempat tinggi yang berhutan.”

Nabi Zakharia menggambarkan kembalinya Yerusalem kepada hari-hari kejayaannya.

Zak 8:4-5 Beginilah YAHWEH Tsebaot berfirman: Pria-pria tua dan wanita-wanita tua masih akan duduk-duduk di jalan-jalan Yerusalem, dan masing-masing dengan tongkat di tangannya karena lanjut usia. Dan tempat-tempat terbuka kota itu akan dipenuhi oleh anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan yang bermain-main di tempat-tempat terbuka kota itu.

Berita tentang rubah-rubah yang terlihat di Gunung Bait Suci ini telah menarik perhatian lebih dari 250 ribu pemirsa, membuat seorang Rabbi berpengaruh untuk mencatat bahwa fenomena yang digabungkan dengan reaksi tersebut adalah tanda-tanda pasti bahwa “lebih banyak nubuat yang segera terjadi.” Penampakan ini terjadi selama periode sembilan hari yang mencapai puncaknya pada 9 Av, ketika orang-orang Yahudi membaca Kitab Ratapan yang mencakup sebuah ayat tentang rubah-rubah di Gunung Bait Suci.

Kehadiran rubah-rubah di Gunung Bait Suci dijelaskan dalam Kitab Ratapan, yang diyakini oleh beberapa sarjana Alkitab ditulis oleh Nabi Yeremia.

עַ֤ל הַר־ צִיּוֹן֙ שֶׁשָּׁמֵ֔ם שׁוּעָלִ֖ים הִלְּכוּ־ בֽוֹ׃ פ

‘al Har-Tziyon sheshshamem shu’alim hillekhu- vo

Rat 5:18 Atas gunung Tziyon yang terlantar, rubah-rubah berjalan di dalamnya.

Kata Ibrani yang digunakan dalam ayat ini (שׁוּעָלִים shu’alim) paling akurat diterjemahkan sebagai ‘rubah-rubah.’ Ayat ini muncul dalam Ratapan pasal kelima dan terakhir yang berkulminasi dalam nubuat bahwa Yerusalem akan kembali kepada masa kejayaannya.

Rat 5:22 Buatlah kami kembali kepada-Mu, YHVH, dan kami akan kembali, baharuilah hari-hari kami seperti sebelumnya.

Penting untuk dicatat bahwa penampakan ini terjadi selama periode sembilan hari sebelum Tisha B’Av, (hari kesembilan dari bulan Ibrani Av) di mana orang-orang Yahudi berpuasa dan berkabung atas kehancuran Bait Suci Pertama dan Bait Suci Kedua yang keduanya hancur pada hari itu. Bagian dari ibadah Tisha B’Av adalah pembacaan umum dari Kitab Ratapan.

Rabbi Yosef Berger, Rabbi dari Makam Raja David di Gunung Zion, menekankan bahwa besarnya minat pada apa yang tampaknya merupakan peristiwa sepele, merupakan elemen penting dari geula (penebusan).

“Ketika Elohim menciptakan dunia, Dia ‘menyembunyikan’ diri-Nya di alam,” kata Rabbi Berger menjelaskan. “Ini, tentu saja, penting untuk memberi kita pilihan bebas yang merupakan kesempatan bagi kita untuk menemukan Elohim. Banyak orang bisa melihat rubah-rubah itu dan berkata bahwa itu bukanlah apa-apa, peristiwa alami, bahwa tidak ada perbedaan antara rubah-rubah atau kelinci. Tetapi kenyataannya adalah, alasan mengapa Alkitab menggambarkan rubah-rubah adalah bahwa karena mereka hanya hidup di tempat-tempat yang terlantar sepenuhnya dan sunyi sepi. Namun Yerusalem hari ini adalah kota yang ramai, dan benar-benar luar biasa ketika rubah-rubah tiba-tiba muncul. Dan mereka tampak senang bermain-main.”

“Begitu banyak orang melihat video itu dan tidak melihat apa-apa, tetapi itu benar-benar merupakan tanda zaman yang diberkati sehingga lebih banyak orang, Yahudi dan non-Yahudi, melihat video itu dan melihat tanda-tanda geula,” kata Rabbi Berger. “Elohim itu tersembunyi, tetapi sukacita terbesar-Nya adalah ketika kita mencari Dia dan menemukan Dia. Itulah ketika geula terjadi.”

“Talmud dan Kitab Ratapan bukanlah kiasan,” kata Rabbi Berger. “Arti sederhananya adalah bahwa kemunculan rubah-rubah di Gunung Bait Suci secara khusus adalah elemen kunci yang membuka jalan bagi lebih banyak nubuat akan digenapi, secara khusus Yerusalem yang kembali kepada kejayaannya. Ini tidak berarti bahwa Yerusalem akan menjadi kota yang indah. Kita sudah memilikinya selama lebih dari 50 tahun. Kemuliaan sejati Yerusalem diwujudkan di Gunung Bait Suci di dalam Bait Suci sebagai Rumah Doa bagi segala Bangsa.”

DARI YERUSALEM POST: Ketika orang-orang Yahudi menghitung hari-hari hingga ke sembilan bulan Av, Tisha B’Av, tanggal di mana orang-orang Yahudi berdukacita atas kehancuran dua Bait Suci di Yerusalem setelah kehancurannya oleh Romawi, rubah-rubah telah terlihat berjalan dekat Tembok Barat, siaran pers melaporkan pada hari Kamis.

Itu tertulis dalam Kitab Ratapan 5:18,  yang dibacakan pada Tisha B’Av, bahwa Gunung Zion – di mana Bait Suci pernah berdiri – akan begitu gersang sehingga “rubah-rubah akan berjalan di atasnya.”

Pemahamannya, menurut Talmud dalam traktat Makkot (24b), adalah bahwa jika nubuat kehancuran Bait Suci telah digenapi, maka demikian juga akan digenapi apa yang dinubuatkan oleh nabi Zakharia tentang Bait Suci akan dibangun kembali.

Rabbi Shmuel Rabinowitz, Rabbi dari Tembok Barat dan Situs-situs Suci, merujuk pada foto-foto rubah dan berkomentar, “Seseorang tidak dapat menahan diri untuk tidak menangis di lokasi penggenapan nubuat ‘rubah-rubah akan berjalan-jalan di atasnya.'”

Bagi orang-orang percaya di dalam Yesus yang menantikan janji kedatangan-Nya, apa yang lebih menarik daripada berita-berita tentang pembangunan kembali Bait Suci Ketiga Yahudi yang akan datang? Karena itu berarti kemunculan seorang Mesias Palsu yang akan memerintah seluruh dunia di Yerusalem juga semakin dekat…

Yesus berkata, “Ketika hal-hal ini mulai terjadi, tegaklah dan angkatlah kepalamu sebab penebusanmu (geula) sedang mendekat.”

Referensi:

Kalender Alkitab Tahun Ibrani 5780 – Tahun פ (Pey)

TIGA Tanda Bahwa Nubuat Tentang Akhir Zaman dan Mesias Sedang “Menjadi Kenyataan”

שועלים הלכו בו: Dozens Of Foxes Seen Early Morning Near Kosel – Prophecy of Zechariah Alive and Well! [WATCH THE VIDEO]

Foxes at Temple Mount: Prophetic Proof Jerusalem Returning to Glory

Rabbi: Viral Video of Foxes on Temple Mount a Timely Sign More Prophecies About to be Revealed

Fulfillment of the Prophecy: Foxes Seen at the Kotel

FOXES SEEN WALKING NEAR THE WESTERN WALL, FULFILLING BIBLICAL PROMISE

Iklan