Menyambut peringatan perkabungan Tisha B’Av (Sembilan Av) tahun ini, Temple Institute telah merilis sebuah video untuk membangkitkan orang-orang Yahudi seluruh dunia dan mengkonsep ulang periode berkabung tradisional menjadi satu persiapan untuk membangun kembali Bait Suci Ketiga. Meskipun jutaan orang Yahudi di seluruh dunia akan berpuasa pada 9 Av (dilaksanakan tahun ini pada 11 Agustus) dan secara ketat menaati persyaratan halakhik (hukum Yahudi) lainnya tentang perkabungan atas penghancuran dua Bait Suci, bagi banyak orang konsep membangun kembali Bait Suci seperti sebuah mimpi yang jauh. Inilah orang-orang yang ingin dibangunkan dari tidur mereka oleh Temple Institut.

Video ini adalah yang ketujuh dari serangkaian yang dimulai dengan video ‘Anak-anak Telah Siap’ yang telah diunggah beberapa tahun lalu di halaman YouTube Temple Institute. Video tersebut menantang prakonsepsi para pemirsa tentang Tisha B’Av sebagai hari berkabung abadi, dan membangkitkan janji Yesaya bahwa Bait Suci Ketiga merupakan kunci rahasia dari perdamaian dan harmoni dunia dan merupakan harapan seluruh umat manusia:

Dan itu akan terjadi pada hari-hari terakhir, gunung bait YAHWEH didirikan, di atas puncak gunung-gunung. Dan akan ditinggikan di atas bukit-bukit, dan segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana. Yes 2:2

Video Temple Institute ini mendramatisasi pesan perkabungan Tisha B’Av dari yang biasanya, dan menggugah emosi komunitas Yahudi Ortodoks di seluruh dunia dengan membingkai ulang hari raya, dengan berfokus menjauh dari masa lampau dan bergerak menuju masa depan: Orang-orang Bersiaplah!

Temple Institute adalah pusat penelitian dan persiapan untuk Bait Suci Ketiga. Selain kegiatan pendidikan yang berfokus pada sentralitas Gunung Bait Suci dan Bait Suci itu sendiri, mereka juga telah menciptakan ulang lebih dari 60 perkakas kudus yang akan digunakan di Bait Suci Ketiga, yang dapat dilihat di Pusat Pengunjung mereka di Kota Tua Yerusalem.

Lima Malapetaka

Menurut Mishnah (Taanit 4:6), lima peristiwa khusus terjadi pada tanggal 9 Av di masa lampau, yang mengharuskan bangsa Israel berpuasa:

  1. Dua belas pengintai yang diutus Musa untuk memata-matai tanah Kanaan kembali dari misi mereka. Hanya dua dari mereka, Yosua dan Kaleb, membawa laporan yang baik, sementara sepuluh lainnya memberikan berita yang busuk-busuk tentang Tanah Perjanjian. Laporan mayoritas yang buruk-buruk ini menyebabkan bani Israel menangis pada malam itu, mereka bersungut-sungut, panik dan putus asa bahwa mereka tidak akan pernah memasuki Tanah Perjanjian, dan memberontak dari perintah Elohim. Karena hal ini, mereka dihukum Elohim bahwa generasi mereka tidak akan memasuki tanah itu. Karena kurangnya iman bangsa Israel, Elohim menetapkan bahwa bagi seluruh generasi Israel, pada tanggal ini akan menjadi hari tangisan dan kemalangan bagi keturunan-keturunan mereka. (Lihat Bilangan 13-14).
  2. Bait Suci Pertama yang dibangun oleh Raja Salomo dan Kerajaan Yehuda dihancurkan bangsa Babel yang dipimpin Nebukadnezar pada tahun 587 BC (3175 AM; Anno Mundi: Tahun dunia sesudah Penciptaan) sesudah dua tahun pengepungan dan orang-orang Yahudi dibuang di Babel. Menurut traktat Talmud Ta’anit, kehancuran Bait Suci Pertama terjadi pada tanggal 9 Av dan Bait Suci terus terbakar hingga tanggal 10 Av.
  3. Bait Suci Kedua yang dibangun oleh Ezra dan Nehemia dihancurkan oleh bangsa Romawi pada bulan Agustus 70 M (3830 AM), dan terseraklah orang-orang Yahudi dan dimulailah pembuangan atau pengasingan bangsa Yahudi dari Tanah Suci yang terus berlangsung sampai tahun 1948.
  4. Kerajaan Romawi menghancurkan pemberontakan Bar Kokhba dan menghancurkan kota Betar, membunuh lebih dari 580.000 orang Yahudi pada tanggal 8 Juli 132 M (9 Av, 3892 AM).
  5. Menyusul pemberontakan Bar Kokhba, panglima pasukan Romawi Turnus Rufus menghancurkan situs Bait Suci di Yerusalem dan wilayah sekelilingnya, pada tahun 135 M.

“Idenya adalah agar orang-orang berfokus kepada makna sebenarnya dari Tisha B’Av,” kata Rabbi Chaim Richman, direktur internasional Temple Institute. “Tisha B’Av bukan hanya tentang perkabungan, ini tentang bertindak untuk mendatangkan Bait Suci kembali ke dalam dunia – sebuah ‘Rumah doa bagi segala bangsa’. Setiap tahun, jutaan orang Yahudi di seluruh dunia secara robotik menjalankan ritual berkabung selama tiga minggu, sembilan hari, dan Tisha B’Av seolah-olah tidak ada yang berubah dalam abad terakhir. Sementara itu, kita kehilangan koneksi ke Gunung Bait Suci karena sebagian besar Yahudi Ortodoks mengabaikan fakta bahwa itu sudah ada di tangan Yahudi selama lima dekade. Sudah waktunya untuk memilih dengan kaki kita dan mengirim pesan yang jelas kepada dunia bahwa kita benar-benar percaya bahwa Gunung Bait Suci adalah milik kita dan kita benar-benar berharap dan berdoa untuk suatu masa perdamaian dunia yang tak tertandingi dan harmoni dengan pembangunan kembali Bait Suci Ketiga. Video baru ini merupakan sarana visual yang emosional untuk membangkitkan orang-orang Yahudi sedunia pada Tisha B’Av tahun ini dan mendorong mereka untuk menginternalisasi pesan bahwa impian selama 2000 tahun itu pada akhirnya ada dalam jangkauan kita.”

Bagi para pemerhati nubuatan Akhir Zaman Alkitab, waktunya sudah semakin dekat untuk bersiap menghadapi suatu “masa perdamaian dunia” dengan eksistensi “Bait Suci Ketiga” dan kemunculan seorang “Mesias” yang akan memerintah seluruh dunia di Yerusalem. Tentang ini Tuhan Yesus memberi kita peringatan dari nevi’im (kitab nabi-nabi):

Dan dia akan membuat kokoh perjanjian kepada banyak orang selama satu pekan, dan pertengahan pekan itu dia akan menghentikan kurban dan persembahan, dan di atas sayap kejijikan-kejijikan yang membinasakan dan hingga berakhir, dan yang ditetapkan akan dicurahkan ke atas yang membinasakan” Dan 9:27, Mrk 13:14, Mat 24:15

Baca:

Rabbi, Donald Trump, dan Bait Suci Ketiga Antikristus

Referensi:

Temple Institute Video Urges Jews to Wake Up and Smell the Incense

End-Time Prophecy: Why is the Third Temple so Important?

How the Third Temple Movement in Israel Rebranded Theocracy as “Civil Rights”

‘Why mourn the Temple – we’ve had the Temple Mount for 52 years’

Iklan