Israel Utara diguncang setidaknya empat gempa bumi kecil dalam waktu kurang dari 24 jam pada hari Rabu, dan meskipun tidak mungkin memprediksi aktivitas seismik secara akurat, seismolog memperingatkan bahwa wilayah ini sudah waktunya mengalami gempa bumi besar.

Gempa bumi baru-baru ini mengisyaratkan makna yang lebih dalam. Seorang rabbi Yahudi menubuatkan 80 tahun lalu bahwa gempa bumi besar di Israel akan mendahului Perang Gog dan Magog, membuat perubahan-perubahan besar yang menghancurkan bumi yang dibutuhkan untuk kedatangan Mesias (sakit bersalin Mesias).

Seorang ilmuwan Israel, yang berusaha menemukan pola historis, menemukan hubungan menarik antara gempa bumi dan nubuatan.

Gempa bumi pertama mengguncang sekitar pukul 04.50, diikuti oleh yang kedua sekitar pukul 10:45 malam waktu setempat. Dua gempa lagi menyusul sekitar tengah malam dan jam 1:30 pagi, semuanya tercatat pada 4,2 Skala Richter dengan pusat gempa sekitar 5,5 mil sebelah utara Tiberias. Meskipun relatif lemah, getarannya terasa di Tel Aviv dan Yerusalem.

Meskipun tidak ada laporan tentang luka-luka atau kerusakan, gempa bumi menimbulkan keprihatinan di Israel yang wilayahnya menjadi bagian dari sesar Suriah-Afrika yang aktif secara geologis, membentang dari Libanon hingga Mozambik. Israel telah mengalami beberapa gempa bumi kecil dalam beberapa tahun terakhir, tetapi para ahli mengatakan bahwa wilayah tersebut biasanya mengalami gempa besar setiap 100 tahun atau lebih. Gempa bumi besar yang terjadi pada 11 Juli 1927, menewaskan lebih dari 500 orang dan menyisakan “tidak satu pun rumah di Yerusalem atau Hebron … tanpa kerusakan,” dilaporkan Jewish Telegraphic Agency pada hari-hari berikutnya.

Amotz Agnon, seorang profesor di Institute of Earth Sciences di Hebrew University di Yerusalem pada hari Kamis dalam wawancara yang dilakukan oleh Israel Project, mengatakan bahwa, “kapan, seberapa parah dan di mana” tidaklah jelas, tapi gempa-gempa bumi susulan lainnya dipastikan datang.

“Kita sedang duduk di tempat yang telah menghasilkan gempa-gempa bumi di masa lalu … mereka berpusat pada sabuk ini yang kita sebut batas lempeng atau sesar – sesar Laut Mati – dan itu telah dihasilkan di masa lampau geologis dan bahkan dalam sejarah masa lalu, gempa-gempa bumi yang sangat menghancurkan,” dia mencatat, mengacu pada gempa bumi 1837 berkekuatan M 6,5 yang mengguncang Galilea, menewaskan sekitar 6.000 hingga 7.000 orang.

Dalam pencariannya untuk menemukan metode prediksi, Dr. Shmuel Marco dari Tel Aviv University menemukan korelasi dengan periode-periode nubuat yang dapat membantu memprediksi gempa bumi di Israel. Pada tahun 2007, dia mengatakan kepada Jerusalem Post bahwa studinya menunjukkan bahwa secara historis, para nabi menjadi aktif beberapa tahun setelah terjadinya gempa bumi besar. Ini tercatat di Lembah Yordan pada tahun-tahun 31 SM, 363 M, 749 M dan 1033 M.

“Jadi kira-kira,” kata Marco, “kita berbicara tentang selang waktu setiap 400 tahun. Jika kita mengikuti pola alam, gempa bumi besar harus diharapkan dapat terjadi setiap saat karena hampir satu milenium telah berlalu sejak gempa bumi kuat terakhir.”

Meskipun jelas akan menimbulkan trauma, Rabbi Haim Shvili, seorang kabbalis Yahudi abad ke-20, menubuatkan bahwa periode sebelum kedatangan Mesias akan dipenuhi dengan gempa-gempa bumi dahsyat di Israel. Dalam bukunya pada tahun 1935 yang berisi prediksi-prediksi mengenai Mesias, berjudul “Cheshbonot HaGeula” (perhitungan-perhitungan penebusan), Rabbi Shvili menubuatkan bahwa gempa-gempa bumi ini akan menjalankan beberapa tujuan. Kuil-kuil pagan dan monumen-monumen untuk dewa-dewa asing di seluruh Israel akan dihancurkan. Rabbi Shvili mencatat bahwa aktivitas gempa bumi ini akan berdampak secara khusus kepada situs-situs dewa-dewa asing.

Gempa-gempa bumi besar ini akan sangat parah sehingga menyebabkan perubahan geografis di Gunung Bait Suci, yang membutuhkan pembangunan kota yang sama sekali baru. Gempa-gempa bumi akan menyebabkan mata air menyembur keluar di sekitar Yerusalem, membawa penggenapan nubuatan dalam Zakharia.

Zakharia 13:1 “Pada waktu itu akan ada sebuah mata air yang terbuka bagi keturunan Daud dan penduduk Yerusalem, untuk membersihkan dosa dan kenajisan.

Zakharia 14:8 Pada hari itu, air kehidupan akan mengalir dari Yerusalem, setengahnya ke laut sebelah timur, dan setengahnya lagi ke laut sebelah barat, hal itu akan terjadi pada musim panas juga pada musim dingin.

Gempa bumi juga akan membelah Gunung Zaitun menjadi dua.

Zakharia 14:4 Pada hari itu, kaki-Nya akan berjejak di gunung Zaitun yang terletak di depan Yerusalem dari sebelah timur; dan gunung Zaitun itu akan terbelah menjadi dua dari timur ke barat, sehingga terbentuk suatu lembah yang sangat besar, dan setengah dari gunung itu akan bergeser ke utara, dan setengah lagi ke selatan.

Menurut Rabbi Shvili, fungsi utama dari gempa-gempa bumi, adalah menimbulkan ketakutan besar kepada semua bangsa-bangsa yang bangkit menyerang Israel pada akhir zaman.

Menurut Rabbi Shvili, gempa-gempa bumi akan terjadi selama hari raya Sukkot, bertepatan dengan Perang Gog dan Magog.

Yehezkiel 38:18-20 Dan akan terjadi pada waktu itu, ketika Gog datang melawan tanah Israel,” firman Tuhan YAHWEH, “amarah-Ku akan tampak di wajah-Ku. Dan dalam kecemburuan-Ku, di dalam api murka-Ku, Aku telah berfirman: Sesungguhnya, pada hari itu akan terjadi gempa bumi yang besar di sana, di tanah Israel. Dan ikan-ikan di laut, dan burung-burung di langit, dan binatang-binatang di hutan, dan segala binatang melata yang merayap di bumi, dan semua manusia di permukaan bumi akan gemetar terhadap wajah-Ku. Dan gunung-gunung akan runtuh, dan lereng-lereng akan longsor, dan setiap tembok akan runtuh ke tanah.

Perang pra-Mesias ini akan menimbulkan trauma bagi seluruh umat manusia sehingga hari raya Sukkot akan menjadi hari raya internasional.

Zakharia 14:16 Kemudian akan terjadi, bahwa setiap orang yang tertinggal dari segala bangsa yang datang melawan Yerusalem, mereka akan datang dari tahun ke tahun untuk bersujud kepada Raja, YAHWEH Tsebaot, dan untuk merayakan hari raya Sukkot.

Tahun ini, Sukkot akan dimulai tanggal 23 September sehingga mungkin saja gempa-gempa bumi kecil hari-hari ini adalah pemanasan tektonik, mengisyaratkan hal-hal besar yang akan datang pada musim hari-hari raya yang akan datang.

Terkait:

Mimpi Profetik Pastor TD Hale Tentang Kehancuran di Bukit Bait Suci Israel, Meterai Elohim, dan Perang Besar

Kesaksian Natan (15 th), Remaja Israel yang Melihat Perang Dunia 3, Gog dan Magog – Kedatangan Messias

Penglihatan Wanita Yahudi tentang Perang Gog dan Magog & Kedatangan Mesias

Geografi Paranormal Tanah Israel: Pusat Peperangan Gelap Melawan Terang

Referensi:

THREE MINOR EARTHQUAKES HIT ISRAEL, SERIOUS ONE ONLY A MATTER OF TIME

PROPHETIC UPDATE: The Coming Mega-Quakes in Israel

100-Year-Old Prophecy Warns of End-of-Days Earthquakes in Israel

Iklan