Tahun 6000 dalam kalender Ibrani yang menandai berakhirnya zaman ini akan tiba sekitar 222 tahun lagi. Namun seorang ilmuwan, Saul Kullook, telah menghitung tanggal yang berbeda, yang berpotensi membawa Penebusan menjadi lebih dekat dari sebelumnya.

Kullook telah melakukan penelitian intensif ke dalam struktur fisik-matematika yang terkandung dalam Alkitab Ibrani dan tradisi kuno Israel, yakni korelasi antara peristiwa-peristiwa besar yang mempengaruhi kembalinya orang-orang Yahudi ke Tanah Israel dan garis lintang perbatasan Israel di Alkitab.

Dia mempresentasikan teori tambahan yang memiliki implikasi besar tentang bagaimana zaman kita sekarang ini sangat sesuai dalam kerangka nubuat.

Sebagai pengantar penemuan terbaru Kullook, ia mengutip Talmud (Traktat Avodah Zarah 9a) yang menyatakan bahwa dunia akan berlangsung selama 6000 tahun. Ini dibagi menjadi tiga periode: selama 2000 tahun dunia dalam keadaan “kosong”, selama 2000 tahun dunia ada “dalam Torah”, dan 2000 tahun terakhir adalah zaman ketika Mesias akan datang, yang tergantung pada perbuatan-perbuatan umat manusia. Pada akhir dari 6000 tahun, Mesias harus datang, bahkan meskipun umat manusia belum mempersiapkan dirinya.

Menurut kalender Ibrani, tahun saat ini adalah 5778, yang berarti zaman Mesias akan berakhir dalam 222 tahun, atau sekitar tahun 2240 M.

“Tidak seorang pun yang hidup hari ini dapat berharap untuk melihat akhir dari zaman Mesias,” kata Kullook, “Tidak dia atau bahkan anak cucunya.”

Tetapi Kullook menemukan kejutan dalam perhitungan kalender Ibrani yang dapat mengubah fakta itu.

“Menurut catatan sejarah ilmiah yang dikenal, penghancuran Bait Suci Pertama terjadi pada 586 SM,” kata Kullook menjelaskan. “Semua korelasi matematis kami sesuai dengan tanggal ini. Namun demikian, waktu penghancuran Bait Suci Pertama menurut perhitungan Rabbinik berkorelasi dengan tahun 422 SM. “

Kullook menjelaskan perbedaan itu.

“Kalender Ibrani kita saat ini didasarkan pada karya Rabbinik Seder Olam Rabbah, yang diperkenalkan pada abad ke-2,” katanya. “Ini memberikan dasar untuk kalender Ibrani saat ini dan menghitungnya sesuai dengan penghancuran Bait Suci Pertama di tahun 422 SM, yang memperlihatkan perbedaan 164 tahun dalam kaitannya dengan perhitungan ilmiah untuk peristiwa-peristiwa sejarah masa lalu.”

Kulook menjelaskan bagaimana Seder Olam Rabbah sampai pada kesimpulan ini.

“Sumber-sumber Torah sepakat bahwa Eksodus di Alkitab terjadi pada tahun 2448 menurut kronologi Alkitab Ibrani. Setelah itu, ada 480 tahun sampai Bait Suci Pertama dibangun,” kata Kullok, mengutip Kitab Raja-Raja.

1 Raja 6:1 Dan terjadilah pada tahun keempat ratus delapan puluh sejak orang Israel keluar dari Tanah Mesir, pada tahun keempat dalam bulan Ziw, yakni bulan kedua, dalam pemerintahan Salomo atas Israel, ia membangun bait bagi YAHWEH.

Kullook melanjutkan untuk menggambarkan garis waktu.

“Menurut Talmud (Traktat Yoma 9a), Bait Suci Pertama dihancurkan 410 tahun setelah dibangun,” katanya. “Ini berarti bahwa waktu penghancuran Bait Suci Pertama menurut kronologi Alkitab Ibrani adalah tahun 3338 (2448 + 480 + 410). Oleh karena itu, tahun 4000, dari ketika zaman Mesianik dimulai, akan dimulai 662 tahun setelah penghancuran Bait Suci Pertama (3338 + 662 = 4000).”

“Menurut Seder Olam Rabbah dan kalender Ibrani kita saat ini, penghancuran Bait Suci Pertama terjadi pada tahun 442 SM. Ini berarti bahwa Seder Olam Rabbah dan kalender Ibrani kita saat ini tidak selaras dengan catatan sejarah modern mengenai penghancuran Bait Suci. Ini memperlihatkan perbedaan 164 tahun dalam kaitannya dengan perhitungan ilmiah untuk peristiwa-peristiwa sejarah masa lalu.”

“Menurut penghitungan Kalender Ibrani seperti yang ditetapkan oleh Seder Olam Rabbah, tahun 6000 akan tiba dalam 222 tahun. Tetapi jika Anda menghitung zaman Mesias menurut Talmud dan apa yang kita ketahui sekarang ini tentang waktu historis penghancuran Bait Suci Pertama, atas dasar ini, zaman Mesias dimulai dalam 58 tahun.”

Dengan kata lain, Kullook menemukan bahwa jika Anda mendasarkan akhir zaman, yang dijadwalkan tiba dalam tahun 6000 menurut Kalender Ibrani saat ini yang menempatkan penghancuran Bait Suci Pertama pada tahun 442 SM, zaman Mesias akan tiba pada 2240 M. Tetapi jika Anda mendasarkan akhir zaman pada tanggal penghancuran Bait Suci Pertama dalam sejarah yang akurat 586 SM, tahun 6000 dalam kronologi Ibrani akan jatuh pada tahun 2076 M.

“Karena kita hanya berjarak 58 tahun dari akhir 6000 tahun sejarah umat manusia, kita dapat menganggap bahwa kita memang sungguh-sungguh berada pada akhir zaman,” kata Kullok.

Menurut Kullook, perhitungan ini tidak memberikan kelonggaran, tetapi sebaliknya, ketegasan dan peringatan.

“Bukan berarti Mesias akan datang lebih awal. Itu bergantung pada perbuatan-perbuatan kita. Dan garis waktu yang lebih awal ini benar-benar memberi kita sedikit waktu untuk melakukan teshuvah (pertobatan) yang diperlukan. Jika tahun 6000 tiba dan kita memperhatikan Elohim, maka semuanya akan baik-baik saja. Tetapi jika tahun 6000 tiba dan kita masih mengabaikan firman-Nya, maka akan ada malapetaka-malapetaka yang akan dikirim untuk memaksa kita berbalik kepada Elohim.”

Kullok menekankan bahwa para rabbi tidak membuat kesalahan dalam menetapkan akhir zaman Mesias 164 tahun lebih lambat. Penjelasan untuk perbedaan ini dimasukkan ke dalam perhitungan-perhitungannya.

“Kalender Ibrani mengijinkan perbedaan sepuluh hari antara tahun lunar 355 hari dan tahun matahari 365 hari,” jelasnya. “Perbedaan ini diungkapkan dalam dua cara. Siklus tahun-tahun kabisat memperbaiki ini dengan menambahkan bulan tambahan secara berkala. Tetapi itu juga diungkapkan oleh Sepuluh Hari Pertobatan antara Rosh Hashanah (Tahun Baru) dan Yom Kippur (Hari Penebusan).”

Kullook menjelaskan bahwa 365,5 hari kalender matahari dibagi dengan Sepuluh Hari Pertobatan sama dengan 36,5. Rasio itu justru dicerminkan oleh 6000 tahun sejarah yang dibagi oleh tambahan 164 tahun yang ditambahkan oleh para rabbi. (6000 dibagi dengan 164 sama dengan 36,5).

“Penambahan 164 tahun tidaklah acak,” kata Kullook. “Proporsi dari Sepuluh Hari Pertobatan hingga 365,5 hari dalam tahun matahari adalah 36,5 (365,5 / 10 = 36,5). Ini persis sama dengan rasio 164 tahun yang ditambahkan para rabbi dalam kaitannya dengan sejarah 6000 tahun dunia (6000 / 164 = 36,5).”

“Ini berarti bahwa mengikuti 6000 tahun sejarah yang diberikan oleh Talmud, kita memiliki Sepuluh Hari Pertobatan untuk seluruh umat manusia, setiap tahun berlangsung 10 hari,” kata Kullook. “Para rabbi, dalam kebijaksanaan mereka, menambahkan waktu pertobatan ini bagi seluruh umat manusia.”

Terkait:

Hitungan Mundur Menuju Kedatangan Messias Mengungkap Hubungan Tersembunyi Antar Ayat-ayat Alkitab

Referensi:

Mathematical Prophecy or Predicting the Future

Countdown to Messiah Just Got Much Shorter

Iklan