Pesan Penting dari Surga

“Perjanjian Kekal” ini adalah cuplikan dari film “Kebenaran Dimeteraikan”, kisah pengalaman kehidupan sesudah kematian dari Rabbi Nir Abugan. Film ini menceritakan pengalaman kematian Rabbi Nir Abugan, di mana dia berjumpa dengan “Samech Mem” (Malaikat Maut).

Catatan samping: Samech Mem adalah singkatan dari Samech-mem-aleph-lamed (סמאל), dibaca: Samael. Samech-mem (סם), dibaca “sam” artinya: minuman pahit, obat bius, racun, beracun, obat, ramuan, parfum. Dan aleph-lamed (אל), dibaca “el” artinya: Elohim, atau malaikat. Mem (מ) sendiri bisa dihubungkan dengan “mavet”, yakni: maut. Jadi secara literal, Samael artinya “minuman pahit Elohim” atau “racun Elohim”, yang dianggap adalah Malaikat Maut. Pasangannya adalah Lilith, iblis wanita. Samech Mem dipercayai sebagai malaikat penjaga Esau. Pada akhir zaman ini, dia akan ditahan atau ditelan di dalam kegelapan (“black hole”), seperti yang disebutkan dalam ayat, “Maut (mavet) telah ditelan dalam kemenangan”, dan kemudian pada akhir kerajaan seribu tahun dia akan dicampakkan ke dalam lautan api, seperti disebutkan dalam ayat “Maut (mavet) dan Sheol (dunia orang mati) dilemparkan ke dalam lautan api.”

Di sana, Rabbi Nir Abugan melihat amat sangat banyak kelompok-kelompok malaikat kebinasaan yang berdiri di belakang Samech Mem. Mereka mulai mendakwa dan menghukum dia karena dosa-dosa yang dia perbuat di bumi.

Pengalamannya begitu mendalam dan mengguncangkan jiwanya, sang rabbi sampai menangis tersedu-sedu ketika menceritakan apa yang dilihatnya, dan rasa malu yang harus ditanggungnya. Dia menceritakan semua ini karena dia tidak menghendaki seorang pun untuk mengalami apa yang dia alami di sana. Film ini secara khusus berbicara tentang orang-orang yang “bercacat” dari Perjanjian, orang-orang yang “merusakkan” Perjanjian… konsekuensi dari perbuatan-perbuatan mereka yang harus ditanggung di dalam dunia kekekalan. Dosa “kecil” yang kelihatannya “sepele”, yang juga sering dilakukan di antara kita sehari-hari, tetapi dampaknya luar biasa merusak, dengan konsekuensi yang begitu berat di dalam dunia kekekalan.

Elohim mengaruniakan kepada Rabbi Nir Abugan kesempatan kedua, dan dia kembali ke bumi untuk menceritakan apa yang dia saksikan dan alami ketika berada di sana.

Film ini mengajar kepada kita untuk benar-benar menjaga kekudusan, dengan tidak “merusakkan” Perjanjian.

Sayangnya, film ini belum dipublikasikan versi lengkapnya. Berikut ini kutipan film dan transkrip kesaksian Rabbi Nir Abugan.

Dari Film Kebenaran Dimeteraikan

Aku berjumpa “Samech Mem”, dia itu Malaikat Kematian. Seperti yang aku katakan, kamu langsung tahu, kamu tahu itu apa… kamu mengenali segala sesuatu. Dia itu seorang agen Elohim.

Dan aku memandang dia, Samech Mem. Aku akan menggambarkan seperti bagaimana rupanya… dan di belakang dia seperti menyerupai anak panah yang melebar, yang terdiri dari kelompok dan kelompok dan kelompok dan kelompok. Aku tidak tahu bagaimana menggambarkan itu… Jutaan, aku tidak tahu berapa banyak, malaikat-malaikat kehancuran … yang aku ciptakan selama perjalanan hidupku di dunia.

Bagaimana rupa “Samech Mem” (Malaikat Kematian), dia seperti seorang manusia. Seperti seorang manusia, yang diselubungi dalam sebuah cangkang. Cangkang hitam, seluruhnya hitam, diselubungi cangkang hitam. Dan sangat tinggi, begitu tinggi sulit untuk digambarkan, amat sangat tinggi.

Dan Malaikat Kematian, seluruh pasukan yang ada di belakangnya… sulit untuk menggambarkannya. Tapi kebenarannya adalah siapa pun yang dapat memahami apa yang aku gambarkan, kemungkinan dia bisa mati sesudah mereka mengerti itu…

Seluruh pasukan yang sangat banyak yang ada di sana, sebenarnya seluruhnya dia, Malaikat Kematian, seluruh malaikat ada bersamanya, kelompok-kelompok malaikat kematian, mereka sesungguhnya seluruhnya sama. Itu satu tetapi juga banyak, semua yang aku ciptakan.

Dan kemudian aku menatapnya dan … ke seluruh kelompok-kelompok. Kelompok pertama adalah para malaikat yang diselubungi dengan mata. Seluruh tubuh-tubuh mereka dipenuhi dengan mata, mata, dan mata. Seluruh tubuh, mata, sungguh!! Dipenuhi dengan mata, dan mata. Mereka berteriak kepadaku, “Rasha! Rasha! Rasha! Rasha!” (Jahat! Jahat! Jahat! Jahat!) Kamu tahu siapa aku? Kamu tahu siapa aku? Kamu tahu siapa aku? Suara mereka naik ke seluruh dunia-dunia yang lebih tinggi, satu per satu.

Ketika aku berkata atau ketika aku bergerak berusaha untuk menggambarkan bagaimana suara teriakan-teriakan mereka, bergema ke seluruh dunia-dunia atas, sehingga setiap orang di dalam dunia-dunia atas akan tahu siapakah aku, dan segala sesuatu yang telah aku perbuat.

“Aku anakmu!” Aku anakmu!”

Mereka ini anak-anakku yang aku bawa ke dunia…!

“Anakmu! Anakmu!”

Ketika seorang laki-laki menumpahkan benihnya (sperma) dengan sia-sia, dia menciptakan anak-anak (spiritual). Dia menciptakan anak-anak yang belakangan akan datang untuk menghakimi dia di surga. Anak-anak ini datang untuk menghukum dia di surga.

Di samping rasa malu yang dirasakan seseorang, itu adalah benar-benar Gehinnom (neraka).

***Rabbi menangis tersedu-sedu***

Dalam hal ini aku benar-benar merasa malu, anak-anak ini berteriak kepadaku, “Rasha! (Jahat!) Namamu harus dihapuskan dari bumi!”

Ada rasa malu yang luar biasa di seluruh surga, lebih daripada di dalam Gehinnom (neraka), lebih buruk daripada apa pun juga!!

Seorang laki-laki yang menumpahkan benihnya (sperma) dengan sia-sia, jika dia mengetahui apa yang sedang dia perbuat… Jika dia sungguh-sungguh tahu apa yang akan menantikan dia di dalam penghakiman surgawi… Aku mengalaminya… Aku tidak ingin siapa pun mengalami itu… !!

***Rabbi menangis tersedu-sedu***

Jika seseorang tahu apa yang akan harus dia tanggung… Itu adalah salah satu penghukuman paling berat yang dijatuhkan di surga…

Dan kita menghancurkan, menumpahkan benih (sperma) dengan sia-sia, kita melakukan apa yang kita inginkan. Tapi apa harga yang harus kita bayarkan di surga? Hanya seseorang yang mengalami itu, yang ada di sana dapat mengetahuinya… Surga adalah saksiku… Ini adalah apa yang akan kita tanggung! Rasa malu yang amat sangat besar!!

Dosa Membuang Benih (Sperma) Secara Sia-sia

Apa yang dialami Rabbi Nir Abugan di dalam dunia kekekalan, telah diajarkan dalam sumber-sumber Rabbinik kuno, yang dirangkum dalam pengajaran dari Rabbi Yaron Reuven, berikut ini:

Membuang benih (sperma) secara sia-sia menimbulkan kebinasaan di dalam dunia spiritual. Anda tidak melihat kehancurannya di sini saat itu juga, namun di dalam dunia spiritual, Anda menghancurkan peradaban-peradaban. [Setiap kali emisi benih (sperma) dikeluarkan, ada sekitar 250 juta jiwa atau potensi kehidupan.] Ketika Anda tiba di sana, tanpa teshuvah (pertobatan), Anda akan melihat akibatnya. Ketika seseorang melakukan hal itu, tanpa melakukan teshuvah (pertobatan), akan tahu bahwa tempat ke mana dia datang adalah Gehinnom (neraka) yang dia ciptakan sendiri.

Onan tahu bahwa anak-anak itu tidak akan datang kepadanya, karena itu dia menumpahkan benihnya ke tanah … Tindakannya jahat di mata Elohim, karena itu Dia juga membunuhnya. (Berashis 38/9-10)

Seseorang yang dengan sengaja menyebabkan ereksi menempatkan dirinya di dalam ekskomunikasi (dikucilkan, dikeluarkan dari antara jemaah orang kudus). (Talmod Niddah 13)

Siapa pun yang membuang benihnya, memikirkan pikiran-pikiran najis, atau melakukan sesuatu yang menyebabkan godaan, layak mendapat hukuman mati. (Talmod Niddah)

Karena banyaklah kejahatan manusia … mereka melakukan segala jenis perbuatan jahat yang mungkin dilakukan, namun takdir mereka (generasi air bah) belum dimeteraikan sampai mereka mencampakkan darah mereka ke tanah. Apa artinya ini, mereka menumpahkan benih mereka di tanah. (Zohar, Berashis)

Menumpahkan benih secara sia-sia lebih parah daripada segala dosa, karena dia mencemarkan jiwanya di dunia ini dan dunia yang akan datang dan dia tidak melihat kemuliaan shechinah (kehadiran Ilahi). (Zohar Vyeshev)

Rabbi Yochanan berbicara dan mengatakan: Semua orang yang membuang benih secara sia-sia patut dihukum mati. Rabbi Ami mengatakan, itu sama seperti jika ia menumpahkan darah. Rabbi Ashi mengatakan bahwa hal itu sama seperti jika ia menyembah elohim asing. (Medrish Hagdol Vyeshev)

Rabbi Acha bar Yashya mengatakan siapapun yang membuang benih secara sia-sia menyamakan dirinya dengan binatang. Sama seperti binatang tidak peduli apa yang dilakukannya, demikian juga orang ini secara acak melakukan dosa ini. Sama seperti binatang dipisahkan untuk disembelih dan tidak menerima kehidupan di dunia yang akan datang, demikian juga orang ini berdiri untuk mati dan tidak akan hidup di dunia yang akan datang. (Medrish Hagdol Vyeshev)

Kenapa ayat tersebut mengatakan Tinuf (Engkau tidak boleh melakukan perzinahan-perzinahan) yakni dalam bentuk jamak, itu termasuk orang-orang yang menumpahkan benih dengan sia-sia. (Tanakh Divi R ‘Yishmoel)

Di pintu gerbang pertama berdiri malaikat ASTRKH, di bawah perintahnya ada ratusan ribu pasukan. Mereka ditetapkan atas semua orang yang telah membuang benih dengan sia-sia, yang tidak bisa melihat shechinah (hadirat Ilahi). Orang-orang ini menajiskan diri mereka di dunia ini, oleh karena itu setelah kematian, mereka dikumpulkan oleh malaikat-malaikat ini yang menjatuhkan hukuman atas mereka. (Ruang kedua Otzar Hamidrashim)

“Jahat di mata Elohim” seperti dosa Onan, yang membuang benihnya dengan sia-sia. (Rashi Berashis 38/7)

“Dan juga anak-anak mereka” ini diperhitungkan sebagai pembunuhan, yang artinya mereka membuang benih dengan sia-sia dan tidak bertobat. (Rashi Yichezkel 23/37)

Inilah kerusakan generasi air bah, mereka membuang benih mereka dengan sia-sia. (Rashi Shabbos 41)

Air mani adalah energi tubuh dan terang mata. Selama itu dikeluarkan berlebihan, tubuh menjadi lemah dan kehidupan hilang. Semua orang yang kerap melakukan hal ini, usia tua menelan mereka, kekuatannya meninggalkan dia, matanya menjadi lemah, bau busuk mengalir keluar dari mulutnya. Rambut dan alisnya rontok, rambut kaki dan ketiaknya menjadi tebal dan giginya terlepas. Banyak masalah kesehatan lainnya terjadi. (Shulcan Aruch 240 Rambom, Dayot)

Dilarang mengeluarkan benih dalam kesia-siaan. Orang-orang yang melakukan itu dimasukkan ke dalam ekskomunikasi (dikucilkan, dikeluarkan dari antara jemaah orang kudus), dan itu seperti jika ia membunuh orang lain. (Rambam Esuray Biah 21/18)

Seseorang yang menumpahkan benih, beit din (rumah pengadilan) diperintahkan untuk menempatkan dia di dalam cherem (dikhususkan untuk kehancuran). (Ramban M.M. E.B. 21/18)

Dilarang membuang benih dengan sia-sia. Orang-orang yang melakukannya, bukan saja itu dosa besar, mereka juga menempatkan diri mereka dalam pengucilan spiritual dan sama dengan dengan tindakan pembunuhan. (Tur A.H. 23/1)

Seseorang tidak diperbolehkan menumpahkan benih. Ini adalah pelanggaran yang paling berat dari semua dosa di dalam Torah. Seseorang tidak diijinkan secara sengaja menyebabkan ereksi atau membuat dirinya memikirkan pikiran-pikiran yang najis. (Shulcan Aruch A.H. 23)

Dilarang membuang benih dengan sia-sia. Ini adalah dosa yang paling berat dari seluruh dosa di dalam Torah. Mereka yang menumpahkan benih dalam kesia-siaan, mereka tidak hanya melakukan dosa besar, mereka juga menempatkan diri mereka di dalam ekskomunikasi (dikucilkan, dikeluarkan dari antara jemaah orang kudus). Mengenai mereka ayat-ayat mengatakan “tanganmu dipenuhi darah”. Itu sama seperti jika ia membunuh seseorang. Kadangkala sebagai hukuman atas hal ini, surga melarang anak-anaknya mati muda atau berakhir sebagai orang jahat. Ini juga menyebabkan kemiskinan. (Kitzur Shulcan Aruch 151)

Membuang benih dengan sia-sia lebih berat daripada pembunuhan, karena di sini ia menumpahkan darahnya sendiri dan darah anak-anaknya. Dalam Zohar parasha Vyechi dikatakan bahwa semua orang jahat dapat bertobat, kecuali orang-orang yang melakukan dosa ini. Selain itu, seseorang yang berusia di bawah mitzvot (anak lelaki 13 tahun, anak perempuan 12 tahun) tidak dituntut pertanggungjawaban atas dosa-dosanya kecuali dosa yang ini, karena Er dan Onan masih di bawah umur dan dihukum. Selain itu, generasi air bah yang dilenyapkan dari muka bumi hanya karena dosa ini. (Sharai Kedusha)

Lebih buruk dari semua dosa adalah seseorang yang menumpahkan benih, karena ia menumpahkan darah anak-anaknya untuk seluruh kekekalan. Selain itu, semua dosa bisa diperbaiki, tetapi yang ini tidak bisa diperbaiki. (Sharai Kedusha 2/8)

Seseorang harus sangat berhati-hati dengan Brit-nya (perjanjian, tanda sunat) … Dia tidak boleh menyebabkan ereksi yang tidak sepatutnya … Berhati-hatilah agar tidak merusak atribut yesod (fondasi). (Tomar Devorah 8, Ramak)

Seseorang yang menumpahkan benih, hukumannya adalah kematian dari surga. Hukumannya sama seperti yang terjadi pada generasi air bah. Ayat ini mengacu kepada orang-orang yang membuang benihnya secara sia-sia, “Di bawah pohon mereka membantai anak-anak mereka.” (Shari Teshuvah)

Seseorang harus berhati-hati agar tidak membuang benih secara sia-sia. (Sefer Hyirah, Rabbanu Yonah)

Ketahuilah bahwa dari semua dosa di dalam Torah, tidak ada yang menciptakan setan-setan seperti seseorang yang menumpahkan benih. Itu keluar, semua jiwa yang seharusnya menjadi anak-anaknya, sekarang bercampur-baur dengan sitra achara (dunia kegelapan). Dia mengambil yang kudus dan mengubahnya menjadi kenajisan, kebaikan menjadi kejahatan. (Kaf Hchaim 240)

Ada semacam znus (pikiran-pikiran kotor) yang cukup umum di kalangan orang-orang muda, mereka membuang benihnya dengan sia-sia. Ini berasal dari ketidaktahuan mereka tentang betapa merusaknya  tindakan ini. Ini adalah kewajiban untuk memperingatkan semua orang muda dan tua, biarkan mereka tahu betapa beratnya masalah-masalah ini sampai mereka gemetar karena ketakutan. Setiap kota harus menunjuk seseorang untuk mengawasi dan mengajar orang-orang untuk menjauh dari dosa mengerikan ini. (Pelah Yoetz ot zayin)

Siapa pun yang melanggar ini dan membawa ke dalam pikirannya, pikiran-pikiran yang najis, telah berbuat dosa besar, ini menghancurkan dia dari dunia ini. Ini mencemarkan seluruh 248 organ tubuh dan 365 otot, fisik dan spiritual. Karena itu, sangat berhati-hatilah dengan hal ini. (Safer Hamitzvos Hkotzar, Chofetz Chaim)

“Lo Tinof” (jangan berzinah), dia tidak boleh tinof oleh dirinya sendiri, dengan menumpahkan benih. (Kitzur Sefer Charadim, Chai Adom)

Juga orang yang telah menumpahkan benih dengan sia-sia harus melakukan hal berikut, dia harus bertobat dengan duduk di air dingin yang membeku … (Sefer Chasidim)

Ketika seseorang menumpahkan benih, banyak kuasa-kuasa najis menempatkan diri mereka pada daerah itu, karena di sanalah tercipta roh-roh jahat. Mereka adalah yang disebut “penderitaan manusia yang menyakitkan.” Setelah dia meninggal, mereka tidak meninggalkan dia karena mereka adalah anak-anaknya, tidak ada penderitaan yang lebih besar daripada ini, kiranya Yang Berbelas Kasihan menyelamatkan kita. (Shavet Musar 27)

Seseorang yang menumpahkan benih, merusakkan proses pemikirannya sendiri, demikian juga hikmat dari atas. (Kitvi Ari)

Doa-doanya tidak diterima. (Shlah 100)

Dia kehilangan kemampuannya untuk memahami Torah. (Kav Hayoshar 68)

Dia menyebabkan diperpanjangnya pembuangan, wabah-wabah penyakit dan segala malapetaka. Anak-anaknya juga akan mengikuti jalan kejahatan. (Mam Loez Vayeshev)

Surga melarang seseorang mencemarkan benih kudusnya dengan cara seperti itu. (Ravah Vayeshev)

Menumpahkan benih menghancurkan dunia, hal itu diperhitungkan sama seperti jika ia membunuh seseorang. Hal ini disebut dalam ayat “seseorang yang membunuh anak-anaknya”. (SvT Maharil 4)

Mereka yang menghancurkan benih mereka, mendatangkan air bah ke dunia ini. (SvT Radboz 596/3)

Dia akan ditempatkan di dalam ekskomunikasi (dikucilkan, dikeluarkan dari antara jemaah orang kudus), seperti semua orang yang menumpahkan benih mereka. (SvT Radboz 161/5)

Dia memberi kekuatan kepada kuasa-kuasa jahat dan melemahkan pengadilan di tempat tinggi, seperti yang diketahui orang-orang bijak dari kebenaran… (SvT Yavetz 43/1)

Ketahuilah bahwa seseorang yang menumpahkan benih, menciptakan roh-roh kehancuran. (SvT Rav Poalim)

Menumpahkan benih benar-benar dilarang, tidak pernah ada waktu ketika itu diizinkan. (SvT Rav Poalim 2/3)

Ada pendapat bahwa menumpahkan benih adalah dioraysah (pelanggaran alkitab). (SvT Siredi Aish)

Seseorang yang adalah Pogem Habris (merusak Perjanjian, dengan menumpahkan benih secara sia-sia) dianggap sebagai budak, konsep Ham yang kepadanya dikatakan “Dia akan menjadi budak bagi saudara-saudaranya.” (Likutay 2 Torah 1)

Tikun (pembetulan, perbaikan) untuk emisi nokturnal, kiranya surga melarang, adalah dengan mengucapkan sepuluh pasal dari Tehilim (Mazmur) pada hari itu terjadi. Karena ada kuasa dalam mengucapkan Tehilim untuk menghapus tetes-tetes benih dari Klipah (selubung, kuasa roh jahat) yang telah mengambil mereka. Kata Tehilim memiliki persamaan numerik dengan Lilith (iblis wanita) dengan lima huruf dari namanya. Seperti yang dikatakan, Tehilim harus dia renungkan karena Tehilim sama dengan 485 yang sama dengan nama Kel Elokim (nama Elohim) yang diisi dengan hal-hal tersebut. Melalui dua nama ilahi ini, tetesan itu dihapuskan dari Klipah. (Likutay 1 Torah 205)

Rektifikasi (perbaikan, pembetulan) yang bagus untuk emisi nokturnal (mimpi basah), kiranya surga melarang, adalah dengan mengucapkan sepuluh pasal dari Tehilim (Mazmur). Sepuluh pasal dari Tehilim ini mewakili sepuluh jenis musik dimana Tehilim ditulis dengannya. Ini adalah kebalikan dari Klipah (selubung, kuasa roh najis) yang menyebabkannya. Ketahuilah, bahwa inilah sepuluh pasal itu: Pasal 16, 32, 41, 42, 59, 77, 90, 105, 137, 150. Namun, imbalan untuk mengucapkannya pada hari itu, tidak perlu khawatir tentang kerusakan mengerikan yang disebabkan oleh emisi itu, kiranya surga melarang, karena pasti itu telah diperbaiki dengan hal ini. Sebagai imbalan atas pembetulan dosa ini, Moshiach akan datang untuk mengumpulkan semua yang tercerai-berai dari bangsa kita. (Likutay 2 Torah 92)

Kadangkala seseorang dicemarkan di dalam tidurnya oleh roh-roh jahat. (Likutay 2 Torah 5)

Dengan mengeluarkan benih dalam kesia-siaan, seseorang menciptakan roh-roh jahat. Roh-roh ini menyelubungi diri mereka pada orang-orang lain, yang kemudian berselisih dan berusaha menguasai dia, menyebabkan dia sangat menderita. (Sefer Hamidos – Niuf)

Kadangkala ketika seseorang mulai membuat dirinya kudus, akan terjadi bahwa ia akan mengalami emisi nokturnal (mimpi basah). Hal ini terjadi karena kuasa-kuasa jahat berusaha melawan dia, seharusnya dia tidak membiarkan hal ini menghentikan dia. (Likutay 2 Torah 117)

Keinginan jahat ini adalah konsep tentang merusak mata seperti yang dikatakan “Jangan menyimpang mengikuti hati dan matamu.” (Likutay 2 Torah 72)

Kadangkala karena dosa ini, seseorang bisa kehilangan istri yang telah ditakdirkan baginya (zivug). Karena dia telah berpaling dari zivugnya, sangat sulit baginya untuk menemukan dia. Bahkan jika dia menemukannya, perempuan itu akan memberontak kepadanya. Perempuan itu tidak akan mengikuti kemauannya, karena dia telah berpaling darinya. Dengan memperbaiki dosa ini, seseorang akan menemukan istri yang telah ditakdirkan baginya, dan perempuan itu tidak akan memberontak kepadanya. (Likutay 2 Torah 87)

Cara untuk menghilangkan pikiran-pikiran znus (pikiran-pikiran kotor) adalah dengan mengucapkan ayat Shema dan Baruch HaShem. (Likutay 1 Torah 36)

Ketika seseorang benar-benar mulai menyesali dosa-dosanya, maka semua tetes-tetes benih yang berasal dari padanya juga akan mulai merasakan itu. Baik yang akhirnya menjadi anak-anak lahiriah, maupun juga anak-anak yang dikirim ke tempat lain, kiranya surga melarang. Karena di sana mereka juga memiliki hati dan semacam bentuk tubuh. Mereka kemudian akan mulai merasakan sakit dan menyesali keadaan mereka. Mereka akan menyadari bahwa mereka ada di tempat kotor yang najis. Pada permulaannya, nampak bagi mereka bahwa mereka berada dalam posisi yang baik, karena mereka adalah roh-roh yang menghancurkan. Hanya sesudah mereka mulai menyesali perbuatan-perbuatannya, demikian juga mereka mulai menyadari di mana mereka sebenarnya berada. Mereka mulai meratap dan menangis, dan kegemparan besar terjadi di antara mereka. Waktu paling baik untuk ini adalah selama bulan Elul.

Anak-anak ini juga dianggap anak-anaknya; mereka juga bergantung kepadanya. Oleh karena itu ketika seseorang meninggal, mereka pergi ke peti matinya menangis baginya, sama seperti anak-anaknya sendiri. Namun ini, bahwa mereka mengikuti dia dengan menangis, merupakan rasa malu yang besar baginya. Kiranya Yang Berbelas Kasihan menyelamatkan kita dari hukuman semacam itu. (Likutay 1 Torah 141)

“Perjanjian Kekal” dari film “Kebenaran Dimeteraikan”, kisah hidup sesudah mati dari Rabbi Nir Abugan diproduksi oleh organisasi B’chagvei Hasela (Celah di Gunung Batu). Update akan kami berikan bila versi film lengkap telah dipublikasikan.

Referensi:

 

 

The Sin of Wasting Seed

Shomer Habris – Guarding the Brit

Regarding the demons created when one spills seed.

Teshuva for wasting seed

Rebbe Nachman of Breslev on Shmiras Habris

Samech Mem Angel Death

Samael

THE LIFE AFTER DEATH STORY OF RABBI NIR ABUGAN

Iklan