Hanya berselang sepuluh hari sejak terjadinya gerhana “Super Blue Blood Moon”, Israel dan Iran terlibat kontak militer langsung pada hari Sabtu untuk pertama kalinya, menandai eskalasi signifikan dalam keterlibatan pasukan multinasional di Syria. Perkembangan ini berisi elemen-elemen spesifik yang menurut beberapa rabbi akhir zaman disebut sebagai pertanda perang Mesianik Gog dan Magog.

Gerhana “Super Blue Blood Moon” pada hari raya Tu B’Sh’vat (15 Sh’vat) kemarin, dikaitkan oleh beberapa rabbi dan pengajar akhir zaman sebagai pembawa kabar datangnya Penunggang Kuda Merah dalam kitab Wahyu dan Zakharia: Peperangan.

Hari Shabbat sekitar jam 4 pagi, Iran mengirim sebuah UAV (kendaraan udara tak berawak) ke wilayah udara Israel dari sebuah markas militer di Syria. Helikopter Apache Angkatan Udara Israel (IAF) menembak jatuh UAV.

Sebagai respon, Israel melancarkan serangan udara terbesar di Syria sejak tahun 1982. Syria meluncurkan serangan rudal darat-ke-udara (SAM) ke pesawat-pesawat tempur Israel, melumpuhkan satu pesawat F-16 dan memaksa dua orang pilot untuk “eject”, satu pilot mengalami luka serius. Ini pertama kalinya sejak 2006 bahwa pesawat tempur Israel ditembak jatuh oleh musuh dan pertama kalinya sebuah pesawat tak berawak Iran masuk ke wilayah Israel.

Konfrontasi pada hari Sabtu menandai eskalasi serius di wilayah yang rawan ini, yang membawa pasukan-pasukan dari banyak negara saling mendekat satu sama lain. Situasi ini semakin memanas minggu sebelumnya, ketika dua pesawat tempur lain ditembak jatuh. Salah satunya, pesawat tempur Turki, ditembak jatuh pada hari Sabtu dan lainnya sebuah pesawat suplai Rusia SU-25 satu minggu sebelumnya. Dalam insiden lainnya, belasan tentara Rusia dipercayai terbunuh dalam serangan yang didukung pasukan koalisi AS di Syria.

Rabbi Pinchas Winston, penulis dan pengajar akhir zaman, mempercayai bahwa konfrontasi pada hari Sabtu kemungkinan merupakan langkah besar dalam proses Geula (penebusan).

“Dalam banyak aspek, situasi di Syria sesuai dengan deskripsi-deskripsi dalam nubuat Perang Gog dan Magog. Apa yang terjadi pada hari Shabbat itu bisa dengan mudah menjadi pemicu ledakan konflik. Menembak pesawat tempur, terutama di wilayah udara Israel seperti kasus F-16, adalah tindakan perang,” kata Rabbi Winston.

Nubuat menyebutkan bahwa Perang Gog dan Magog seharusnya dimulai di Utara, namun satu faktor penting yang disebutkan dalam Yehezkiel memberikan petunjuk tentang peranan Iran.

Yehezkiel 38:4,5 Aku akan membalikkan punggungmu dan memasang pengait pada rahangmu, dan Aku akan membawa engkau dan semua pasukanmu, pasukan berkuda, keluar; mereka semua berpakaian lengkap, kumpulan orang banyak dengan perisai besar dan kecil, mereka semua yang memegang pedang. Orang Persia, Etiopia, dan Libia bersama mereka, mereka semua dengan perisai dan ketopong.

“Iran adalah inkarnasi Persia modern dan meskipun mereka secara terbuka bersikap antagonis terhadap Israel, insiden hari Sabtu menandai pertama kalinya mereka melakukan kontak langsung dengan Israel,” kata Rabbi Winston.

Rabbi menekankan bahwa eskalasi di perbatasan Israel-Syria akhir pekan lalu mungkin telah membantu mengaktualisasikan sebuah langkah dalam proses Geula (Penebusan). Dia menjelaskan bahwa Perang Gog dan Magog merupakan bagian kedua dari proses dua tahap untuk kedatangan Mesias.

“Ada dua tahap untuk penebusan (Geula): “P’keda (persiapan) dan zechira (aktualisasi).”

P’keda jelas memuncak sejak terbentuknya Negara Israel (1948) dan termasuk pembangunan tanah. Satu-satunya yang saat ini belum tampak adalah tahapan zechira, yang di dalamnya termasuk Perang Gog dan Magog. Ini adalah proses yang jauh lebih kompleks yang berujung pada kembalinya shechina (hadirat Ilahi) ke Israel,” kata Rabbi Winston.

“Orang Arab akan memainkan peranan utama dalam zechira karena mereka berasal dari Ishmael, yang arti namanya adalah “mendengar Elohim.” Fungsi mereka adalah membuat orang-orang Yahudi mendengarkan Elohim dan membangunkan kita untuk bertindak,” kata Rabbi Winston.

Rabbi Yosef Berger, Rabbi penanggung jawab situs Makam Raja Daud, juga yakin bahwa peristiwa pada hari Sabtu membantu mempercepat proses Mesianik, “Saya baru-baru ini mendengar dari beberapa tzaddikim (orang-orang benar) yang tersembunyi bahwa perang Gog dan Magog akhirnya sudah dimulai.”

Rabbi Berger juga memperhatikan bahwa dalam banyak cara yang signifikan, situasinya sekarang ini berbeda dengan konfrontasi-konfrontasi yang dihadapi Israel di masa lalu.

“Sejak Israel menjadi sebuah negara, kita telah menghadapi koalisi negara-negara Arab yang bergabung bersama-sama melawan kita. Ini adalah pertama kalinya suatu koalisi negara-negara asing berjumpa dengan koalisi lain dari negara-negara asing, persis seperti deskripsi Perang Gog dan Magog.”

Yehezkiel 38:14,15 Oleh karena itu bernubuatlah, hai anak manusia, dan engkau harus mengatakan kepada Gog: Beginilah Tuhan YAHWEH berfirman: Tidakkah engkau mengetahui bahwa pada hari itu umat-Ku Israel diam dengan aman? Engkau akan datang dari tempatmu di sebelah utara, engkau beserta dengan banyak bangsa yang menyertaimu, semua yang menunggang kuda, suatu kumpulan yang besar, dan suatu pasukan yang kuat.

Rabbi Berger mengutip sumber esoterik tentang adanya koalisi bangsa-bangsa asing dalam Perang Gog dan Magog. Rabbi Haim Shvili, seorang rabbi spiritual Yahudi abad ke-20 menulis sebuah buku nubuat tentang Mesias pada tahun 1935. Rabbi Shvili memahami kitab Yehezkiel yang menubuatkan bahwa Perang Gog dan Magog akan diluncurkan oleh koalisi pimpinan Rusia.

Yehezkiel 38:2 “Hai anak manusia, arahkanlah wajahmu terhadap Gog di tanah Magog, raja agung dari Rosh, Mesekh, dan Tubal, lalu bernubuatlah terhadapnya.

Rabbi Shvili memahami kata Ibrani dalam ayat ini, “rosh” (kepala) sebagai identifikasi Rusia yang akan menjadi pemimpin koalisi Gog dan Magog. Rabbi Shvili memprediksi bahwa koalisi pimpinan Rusia akan dihadapi oleh sebuah koalisi yang berimbang, yang terdiri dari pasukan dari 70 bangsa.

Rabbi Berger menekankan bahwa partisipasi pasukan asing dalam Perang Gog dan Magog adalah syarat mutlak bagi penyingkapan kemuliaan Elohim kepada segala bangsa yang terlibat dalam perang tersebut.

Yehezkiel 38:23 Dan Aku akan meninggikan diri-Ku sendiri dan menguduskan diri-Ku. Dan Aku akan dikenal di depan mata banyak bangsa, dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah YAHWEH.”

Namun Rabbi Berger menjelaskan bahwa situasi yang sedang berkembang di Syria berbeda dari Perang Gog dan Magog seperti yang digambarkan oleh para nabi, setidaknya dalam satu aspek penting, “Para nabi mengatakan bahwa perang akan terjadi di dalam negara Israel dan akan sampai ke Yerusalem.”

Rabbi Yekutiel Fish, penulis blog Torah “Sod Ha ‘Chashmal” (rahasia energi), percaya bahwa apa yang terjadi di Syria juga berhubungan dengan arena politik global dan Perang Gog dan Magog, “Situasi di Syria semakin dekat dengan apa yang digambarkan sebagai Perang Gog dan Magog, yang dijelaskan dalam sumber-sumber Yahudi kuno sebagai perang di utara di mana segala bangsa akan terlibat. Tetapi konflik internasional bukanlah keseluruhan konflik yang pada akhirnya akan mendatangkan Moshiach (Mesias). Peristiwa-peristiwa politik ini juga akan disertai perubahan alam.”

Rabbi merujuk pada sebuah ayat dalam Mazmur.

Mazmur 46:3 Oleh sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah dan gunung-gunung berguncang hingga di kedalaman laut.

Rabbi Fish mengutip penjelasan tentang ayat tersebut dari Rabbi David Altschuler, seorang rabbi Galicia abad ke-18 yang penjelasan Alkitabnya dikenal sebagai Metsudat David, “Metsudat David menjelaskan bahwa dalam perang Gog dan Magog, separuh dari orang-orang yang mati akan terbunuh di dalam perang yang akan dijalankan di antara bangsa-bangsa. Separuh lainnya mati karena malapetaka-malapetaka alam yang digambarkan terjadi pada akhir zaman ini. Yang menonjol di antara bencana-bencana ini adalah gempa bumi dan gunung berapi yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

Semua ini merujuk kepada nubuat Yehezkiel tentang Perang Gog dan Magog,

Yehezkiel 38:18-22 Dan akan terjadi pada waktu itu, ketika Gog datang melawan tanah Israel,” firman Tuhan YAHWEH, “Amarah-Ku akan tampak di wajah-Ku. Dan dalam kecemburuan-Ku, dalam api murka-Ku, Aku telah berfirman: Sesungguhnya, pada hari itu akan terjadi gempa bumi yang besar di sana, di tanah Israel. Maka ikan-ikan di laut, burung-burung di udara, binatang-binatang di hutan, segala binatang melata yang merayap di bumi, dan semua manusia di permukaan bumi akan gemetar terhadap wajah-Ku. Maka gunung-gunung akan runtuh, dan lereng-lereng akan longsor, serta setiap tembok akan roboh ke tanah. Aku akan memanggil sebilah pedang untuk melawannya di seluruh gunung-gunung-Ku,” demikianlah firman Tuhan YAHWEH, “dan pedang tiap-tiap orang akan melawan saudaranya. Dan Aku akan menghukumnya dengan penyakit sampar dan darah, juga hujan yang lebat, dan hujan batu. Aku akan menurunkan hujan api dan belerang atasnya, juga atas seluruh pasukan-pasukannya, dan juga ke atas banyak bangsa yang bersamanya.

Rabbi Winston, menutup penjelasannya, mengatakan bahwa peristiwa-peristiwa pada hari Sabtu akan menjadi jelas bahkan bagi mereka yang tidak percaya kepada sumber Alkitab maupun nubuat-nubuat kuno Yahudi, “Hal utamanya adalah apa yang sedang terjadi di sini. Iran bergerak masuk dan Rusia tidak bisa diandalkan. Bukan masalah apakah Perang Gog dan Magog akan benar-benar terjadi. Tetapi ini hanyalah masalah waktu saja, dan pada saat ini, kita sedang menghitung hari-hari.”

Terkait:

Gerhana “Super Blue Blood Moon” dan Pertanda Datangnya Penunggang Kuda Merah – Peperangan

Penglihatan Wanita Yahudi tentang Perang Gog dan Magog & Kedatangan Mesias

Harmageddon: Perang Gog dan Magog

Referensi:

BREAKING: Israel Launches Biggest Airstrikes In Syria Since 1982

Dozens of Russians Are Believed Killed in U.S.-Backed Syria Attack

Did the War of Gog and Magog Begin on Saturday?

Rabbi: Flowing Magma Discovered Under Yellowstone Connected to War in Syria

Four Hours Of Conflict: Israel, Iran & Syria

After downing of Israeli F-16, Iran warns: ‘Era of Israeli strikes over’

Israel launches ‘large-scale’ strikes in Syria after drone infiltration

Netanyahu: Israeli strikes dealt ‘serious blow’ to Iran, Syria

Israel Believes Syria Strikes Took Out Nearly Half of Assad’s Air Defenses

Warning: ‘Major Strategic Clash’ With Iran ‘On The Horizon’

Iklan