Bab 7 – Harmageddon: Peperangan Final YAHWEH vs Dewa-dewa

[Bab 1] [Bab 2] [Bab 3] [Bab 4] [Bab 5] [Bab 6] [Bab 7]

Dalam bagian terakhir dalam seri artikel Kebangkitan Abaddon ini, kita melihat bagaimana Nabi Yesaya menandai Akhir Zaman dengan kehancuran Babel (Iraq) dan kembalinya para raksasa yang mengerikan (Nephilim) ketika Elohim memerintahkan seorang “penguasa” untuk “membuka pintu-pintu gerbang,” melepaskan para raksasa untuk melaksanakan murka-Nya. [Selengkapnya baca nubuat penghancuran pada Hari YAHWEH dalam Yesaya 13.]

Yesaya 13:2 (Septuaginta) “Angkatlah panji di atas bukit yang gundul, nyaringkanlah suara kepada mereka, lambaikanlah tangan, bukalah pintu-pintu gerbang, hai penguasa. Aku memberi perintah, dan Aku mendatangkan mereka: para raksasa (Ibrani: gibborim) sedang datang untuk melaksanakan murka-Ku, yang bergirang pada saat bersamaan dan mencemooh.

Pembanding:

Isaiah 13:2-3 (LXX) Lift up a standard on the mountain of the plain, exalt the voice to them, beckon with the hand, open the gates, ye rulers. I give command, and I bring them: giants are coming to fulfil my wrath, rejoicing at the same time and insulting.

Pada hari ketika YAHWEH membebaskan bangsa Israel dari Tanah Mesir, YAHWEH menjatuhkan penghukuman kepada semua “dewa-dewa” (Ibrani: elohim) Mesir.

Keluaran 12:12 (ILT) Maka Aku akan melintas di Tanah Mesir pada malam itu. Dan Aku akan memukul setiap anak sulung di Tanah Mesir, mulai dari manusia bahkan sampai ternak. Dan ke atas semua ilah (Ibrani: elohim; dewa-dewa) Mesir Aku akan menjatuhkan penghakiman. Akulah YAHWEH!

Apa yang Elohim lakukan di Mesir ketika “Dia melepaskan panas murka-Nya, nyala api dan kegeraman, dan kesesakan pada mereka, dengan mengutus para malaikat malapetaka (Ibrani: mal’achei ra’im; para malaikat jahat, kejam, buruk, malapetaka) ke antara mereka” (Mazmur 78:49), akan Dia lakukan kembali pada Akhir Zaman ini.

Namun, nubuatan Yesaya 13:2 tentang seorang “penguasa” yang akan “membuka pintu-pintu gerbang” memiliki makna lebih dalam, mengingat bahwa Nimrod, perancang Menara Babel – “pintu gerbang dewa” – adalah seorang Nephilim (atau Gibborim; lihat 1Tawarikh 1:10).

Dalam bukunya, Cydonia: The Secret Chronicles of Mars, David E. Flynn menjelajah lebih dalam, dan menghubungkan bangunan Menara Babel Nimrod dengan planet pemberontak, Mars:

“Nimrod … raksasa dari ras Nephilim … merancang rencana pembangunan menara …. [dan] berhubungan dalam mitos Nergal, Dewa Mars (dewa perang) bangsa Babilonia. … Menara Babel adalah sebuah menara untuk menuju ke Mars.” [i]

Pada halaman yang sama dari bukunya, David Flynn menunjukkan:

Simbolisme yang digunakan oleh sekolah-sekolah misteri Illuminati menjelaskan tulisan-tulisan penyair Italia Dante, yang [juga] menulis tentang hubungan antara Menara Babel, para raksasa dan Mars. Menariknya, Dante mengidentifikasi Mars sebagai Satan. Paradiso Canto IX:127-142:

Florence, kota yang didirikan oleh Mars, Satan yang pertama kali berpaling membelakangi Penciptanya itu, dan yang dari iri hatinya kesusahan yang begitu besar telah datang, mencipta dan menyebarkan bunga teratai terkutuk, yang telah membawa domba-domba dan anak-anak domba tersesat, karena ia membuat seekor serigala dari gembala…

Cabiri purbakala (Gibborim; ras raksasa purbakala) yang membangun tembok-tembok Cyclopean dan benteng-benteng megalitik mengambil rupa berbagai bentuk, namun mereka semuanya berasal dari tempat yang sama. Mereka turun dari surga ke bumi. Menurut mitologi Sumeria kuno, ketika Nergal, Dewa Mars dilemparkan dari surga, dia turun bersama … para Iblis… [iii]

Jadi tidak hanya bahwa Nimrod itu seorang Nephilim, tidak hanya ia yang merancang Menara Babel (dalam bahasa Akkadian “bab’ilu” artinya “pintu gerbang Dewa-dewa“), tidak hanya ia dikaitkan dengan Mars dan membangun menara Babel menuju ke planet penjara para pemberontak, namun dia, seperti para raksasa lainnya, adalah daimonik (satanik) dalam asal-usulnya. Arti penting dari hal-hal ini tidak bisa diabaikan. Babel adalah pintu gerbang Nephilim, dan itu dinubuatkan akan menjadi lokasi masa depan yang dari padanya “pintu-pintu gerbang” akan terbuka dan “ras raksasa” akan datang kembali.

Jendela-jendela Surga, Pintu-pintu Gerbang Neraka

Seberapa dekat ke permukaan Bumi-kah tempat tinggal para malaikat? Iblis-iblis? Elohim? Ini pertanyaan yang perlu dijawab, karena manusia cenderung berpikir bahwa lokasi fisik dari domain tersebut jauh di ruang angkasa. Namun, bagaimana jika “surga” itu begitu dekat sama seperti mencapai puncak pegunungan tinggi atau menara? Nephilim memiliki pengetahuan purbakala yang mendalam tentang planet Bumi yang masih orisinil, sebelum surga ditutup dan Elohim tidak lagi berjalan-jalan bersama manusia pada waktu hari sejuk.

Apakah Nephilim – sebagai keturunan para Malaikat yang Jatuh – mengetahui sesuatu tentang tepian Kosmos dan/atau ruang takhta Elohim yang tidak kita ketahui? Apakah mereka tahu bahwa entah dengan cara bagaimana, lokasinya ternyata tepat berada di atas kepala kita? Apakah ini sebabnya kenapa orang-orang suci di sepanjang zaman terdorong oleh bawah sadarnya untuk naik mendaki gunung-gunung dan tempat-tempat tinggi demi mencari Tuhan?

Apakah ini sebabnya kenapa Kitab Suci dan literatur-literatur luar Alkitab secara universal menggambarkan metafora surga dicapai di platform-platform yang tinggi – misalnya: tangga Yakub, tangga Quetzalcoatl, dewa-dewa di atas Gunung Olympus, Messias Yeshua yang akan datang kembali dan menginjakkan kaki-Nya di atas Bukit Zaitun, Musa menerima Hukum Elohim di puncak Gunung Sinai, dan para Malaikat Pengawas turun ke puncak Gunung Hermon?

Apakah ini sebabnya kenapa Nephilim Nimrod membangun menara Babel di lokasi spesifik, sehingga puncaknya akan mencapai ke dalam “surga”? Apakah ini sebabnya, kenapa sesaat sebelum Stefanus dirajam dalam Kisah Para Rasul 7:54-60, dia dapat menggambarkan surga berada begitu dekat secara fisik, ketika ia berkata, “Sungguh, aku melihat surga terbuka, dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Elohim!” (ayat 56)?

Ilmuwan Stan Deyo telah melakukan analisa prasasti Menara Babel (monumen lempengan batu yang menggambarkan sebuah ukiran menara) dengan spekulasi tentang apakah Menara Babel asli sesungguhnya dirancang untuk memfasilitasi usaha mencapai “surga” seperti yang ditunjukkan pada ayat sebelumnya. Apakah Menara Babel itu sesungguhnya merupakan sebuah bangunan yang puncaknya cukup tinggi untuk memungkinkan makhluk-makhluk dari dimensi yang lebih tinggi untuk turun perlahan-lahan sambil melepaskan muatan energi secara langsung ke dalam alam semesta dengan densitas (kepadatan) energi lebih rendah?

Stan Deyo memperhatikan pada bagian paling atas dari prasasti itu tampaknya menunjukkan area “terang” atau terbakar melingkar, sedangkan tepian-tepian tingkatan menara itu sendiri nampak halus seperti isolator tegangan tinggi, seakan-akan itu berfungsi untuk menghamburkan atau membuang muatan listrik. Stan Deyo menekankan bahwa analisis ini bukan kesimpulan tetapi menarik, dengan mengingat bahwa makhluk-makhluk yang turun dari surga (atau langit) biasanya disertai dengan api atau petir (pelepasan muatan listrik?), sedangkan makhluk-makhluk yang naik dari area dengan densitas (kepadatan) energi yang lebih rendah cenderung akan mendinginkan atmosfer, seperti cerita-cerita klasik ketika “hantu” masuk ke dalam sebuah ruangan. Karya-karya seni kuno yang mendukung teori ini tersebar luas di sepanjang zaman kuno, termasuk penggambaran dewa-dewa yang disertai dengan api.

Tidak bisa tidak, orang akan bertanya-tanya apakah serikat rahasia Freemason yang terlibat dalam mendesain mata uang Amerika Serikat tidak tahu sesuatu tentang makna dewa-dewa yang turun di menara, ketika mereka menempatkan “All Seeing Eye” (Mata Serba Melihat) yang bersinar, di atas piramida di bagian belakang uang dollar Amerika Serikat?

Annuit-Coeptis
Dollar Amerika

Atau ketika usaha serupa dilakukan “Mystery Religion” ketika merancang Kantor Kewaspadaan Informasi layanan penggalian data Pentagon?

Dan apakah Anda pernah bertanya-tanya kenapa batu penutup puncak Piramida Besar Giza di Mesir tidak berada di tempatnya?

Giza-capstone-missing
“Batu penutup” (capstone) puncak piramida Giza hilang

Di satu sisi, pemahaman bahwa “surga” ada dekat di atas kepala kita bisa mendatangkan ketenangan, sambil membayangkan bahwa Elohim dan malaikat-malaikat-Nya ada begitu dekat dengan kita. Namun di sisi lain, pemahaman ini juga memberi arti penting terhadap nubuatan Nabi Yesaya tentang pintu-pintu gerbang Babel-duniawi, yang akan dibuka pada Akhir Zaman pada suatu periode peperangan di Babel (Iraq), ketika menurut nabi Yesaya, Bumi akan diinvasi oleh kemunculan Nephilim yang menghancurkan. [Bandingkan Wahyu 9:16-18, sepertiga jumlah umat manusia, yakni sekitar 2 milyar orang, akan mati dibunuh.]

Apakah makhluk-makhluk yang sekarang ini sedang berdesak-desakan di belakang “pintu-pintu gerbang kuningan” Kosmos, sedang menunggu perintah Elohim bagi seorang “Penguasa” untuk membuka pintu-pintu gerbang ini?

Anda perlu bertanya-tanya apakah usaha NASA dan DARPA untuk mengembangkan sebuah menara di luar angkasa, yang terbuat dari karbon nanotube, dan elevator angkasa, merupakan “reverse engineering” (rekayasa pembalikan teknologi) dari teknologi purbakala yang diperoleh di Iraq, atau suatu usaha yang dibutuhkan untuk mempersiapkan kedatangan kembali dewa-dewa Sumeria, Anunnaki!?

Daniel Berperang melawan Penjaga Pintu Gerbang

Sebelumnya, kita membahas kitab Daniel pasal 10, ketika Gabriel menampakkan diri dan berkata, “Sebab, sejak hari pertama engkau menetapkan hatimu untuk mengerti dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Elohimmu, perkataanmu telah didengar. Dan aku datang karena perkataanmu itu” (Daniel 10:12).

Kenapa Gabriel butuh dua puluh satu hari untuk sampai kepada Daniel? Karena pengaruh kekuasaan kuat dari Penguasa Kerajaan Persia/Iblis/Malaikat yang Jatuh (dalam theologi Persia disebut sebagai Ahriman) menahan Gabriel. Baru sampai ketika pemimpin malaikat Mikhael, datang membantu membebaskan Gabriel sehingga dia bisa melanjutkan misinya.

Dalam kitab Daniel, pengaruh Iblis/Malaikat yang Jatuh disebut “Penguasa Kerajaan Persia” (Iraq/Iran). Dia adalah penjaga pintu gerbang Babel, seperti digambarkan dalam buku “The Ahriman Gate” (Pintu Gerbang Ahriman).

Daniel 10:13 (ILT) Namun, raja (Ibrani: sar; kepala, pemimpin, jenderal, pemerintah, penjaga, raja, penguasa, pemerintah, pengelola) kerajaan Persia sedang berdiri menentang aku dua puluh satu hari lamanya; tetapi lihatlah Mikhael, salah seorang dari pemimpin terkemuka, datang menolong aku. Dan aku tetap di sana bersama dengan raja-raja (Ibrani: melek; raja) Persia.

Elohim juga menyatakan kepada Daniel (dalam pasal 7) tentang tipe-tipe pengaruh “kerajaan-kerajaan” duniawi lainnya: Babel, Media-Persia, Yunani, dan Romawi, yang masing-masing hanyalah sekedar agen-agen manusiawi yang ada di bawah kendali kekuatan-kekuasaan supranatural. Kekuasaan kerajaan Media-Persia digambarkan sebagai roh penghasut yang gila perang yang berusaha untuk mendominasi dunia melalui agresi-agresi militer, sementara pendahulunya, Babel memiliki karakteristik “kuasa-kuasa” yang berlaku seolah-olah takhta Elohim.

Di sepanjang Alkitab, Babel spiritual ekuivalen dengan Sistem Dunia yang selalu bermusuhan dengan Elohim. Babel dimulai di Menara Babel, di mana pada tingkatan makro, Satan untuk pertama kalinya berusaha menginkarnasikan Satu Sistem Pemerintahan Dunia (One World Order). Sekarang ini nampaknya juga akan berakhir di sana, sementara dunia kita bergerak menuju perjumpaan klimaks akhir dengan para raksasa, Nephilim … dan para “Penguasa” mereka.

Pendahulu Para Raksasa?

Mendahului kunjungan Gabriel kepada Daniel, sebuah mimpi dari Nebukadnezar, raja Babel, memberikan wawasan kepada Daniel mengenai kerajaan-kerajaan ini dan Kerajaan Terakhir yang akan “dibangkitkan kembali,” kerajaan yang pada akhirnya akan menyediakan jalan masuk bagi bapa-bapa leluhur seluruh Nephilim – nubuat Akhir Zaman Anti-Kristus.

Nubuat Daniel sangat menakjubkan dengan referensi luar biasa yang ditulis Daniel dalam pasal 2:43 “Dan sementara engkau melihat besi bercampur dengan lumpur tanah liat, mereka akan mencampurkan diri mereka dengan benih manusia. Tetapi mereka tidak akan melekat satu sama lain, sama seperti besi tidak bercampur dengan tanah liat.”

Ayat di atas dalam terjemahan Alkitab bahasa Indonesia kurang jelas. Jadi kita lihat terjemahan yang lebih dekat dari KJV:

Daniel 2:43 (KJV) And whereas thou sawest iron mixed with miry clay, they shall mingle themselves with the seed of men: but they shall not cleave one to another, even as iron is not mixed with clay. 

Kata “mereka,” yang “akan mencampurkan diri mereka dengan benih manusia” menyebabkan dua orang peneliti, Chuck Missler dan Mark Eastman, dalam buku mereka Alien Encounters, mempertanyakan: “Siapa [atau Apa] yang akan ‘bercampur dengan benih manusia’? Siapakah entitas “non-benih” ini? Ini benar-benar mengguncangkan pikiran ketika merenungkan makna potensial dari kutipan Daniel ini dan dampaknya bagi pemerintahan global di masa depan.”[iii]

Jika nubuat Daniel digabungkan dengan Kejadian 3, sebuah rahasia yang luar biasa akan muncul, yakni: bahwa Satan mempunyai benih [atau keturunan], dan [benih] itu memusuhi Kristus!

Kejadian 3:15 (ILT) Dan Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau [si ular, Satan] dengan wanita ini, dan antara keturunan (Ibrani: zera; benih)-mu dengan keturunan (Ibrani: zera; benih)-nya. Dia akan meremukkan kepalamu dan engkau akan meremukkan tumitnya.”

Kata yang diterjemahkan sebagai “keturunan” atau “benih” (seed) adalah kata Ibrani “zera” (H2233), yang artinya “keturunan, anak-cucu, turunan, anak-anak.”

Pembanding:

Kejadian 3:15 (KJV) And I will put enmity between thee and the woman, and between thy seed (Ibrani: zera; benih) and her seed (Ibrani: zera; benih); it shall bruise thy head, and thou shalt bruise his heel. 

Apakah “anak-anak keturunan” Satan sedang bersembunyi di balik “pintu-pintu gerbang,” menunggu kesempatan terakhir untuk bercampur dengan DNA manusia, sama seperti pada hari-hari zaman purbakala? Apakah dengan metode ini Nephilim akan muncul kembali di dunia kita? Apakah hal ini, seperti disebutkan sebelumnya dalam seri artikel ini yang berhubungan dengan demonialitas (incubi dan succubi), merupakan metode yang melaluinya Anti-Kristus sendiri akan berinkarnasi?

Jika Kejadian 6 benar-benar kisah nyata para Malaikat Pemberontak yang meninggalkan tempat kediaman yang telah ditetapkan bagi mereka, dan melakukan percabulan dengan anak-anak perempuan manusia – yang melalui penyatuan ini diperanakkan makhluk-makhluk mutan – adalah masuk akal untuk berasumsi bahwa Satan, sebagai Malaikat yang Jatuh, sudah memiliki, atau akan diizinkan, dengan kemampuan untuk bersetubuh dengan perempuan?

Mari kita lihat kutipan dari buku The Ahriman Gate:

Itu benar. Menurut Alkitab, Anti-Kristus adalah “Anak Kebinasaan,” keturunan laki-laki dari Apoleia Yunani, atau Apollyon. Implikasinya sangat-sangat jelas – Manusia Pendosa itu adalah keturunan lahiriah dari Iblis Penghancur, makhluk transgenik dari tingkatan tertinggi. [iv]

2Tesalonika 2:3-4 (ILT) Biarlah tidak seorang pun menyesatkan kamu dengan cara apa pun, kecuali bahwa pertama-tama kemurtadan itu datang dan Manusia Pendosa (Yunani: anthropos tes hamartias; manusia pendosa) yaitu Anak Kebinasaan (Yunani: uihos tes apoleias; anak kehancuran, anak kebinasaan) itu disingkapkan, yakni dia yang menentang dan meninggikan dirinya atas segala sesuatu yang disebut elohim atau sesuatu yang disembah, sehingga dia duduk sebagai elohim di tempat kudus Elohim sambil menunjukkan dirinya bahwa dia adalah Elohim.

Wahyu 17:8 (ILT) Binatang buas yang engkau lihat, dia pernah ada dan sekarang tidak ada, tetapi dia akan segera muncul dari Abyssos [jurang maut], dan menuju kepada kebinasaan (Yunani: apoleia; kehancuran, kebinasaan).

Bapa Leluhur Nephilim dan Anak Kebinasaan

Sebagian orang percaya bahwa dalam waktu dekat, seorang Manusia laki-laki dengan kecerdasan superior, jenius, penuh pesona, dengan kemampuan diplomasi menakjubkan akan turun dari awan-awan atau tampil di panggung dunia sebagai seorang Juru Selamat. Dia tampaknya akan memiliki kebijaksanaan Ilahi, yang memungkinkan dia memecahkan masalah-masalah dan menawarkan solusi-solusi bagi banyak masalah yang paling pelik saat ini. Popularitasnya akan menyebar luas, dan para fansnya akan mencakup orang-orang muda dan tua, religius maupun non-religius, pria dan wanita.

Para pembawa acara talk show akan mewawancarai rekan-rekannya, para reporter akan memberitakan setiap pergerakannya, para ahli akan memuji-muji kemampuan luar biasanya untuk memecahkan masalah-masalah pelik yang tidak terpikirkan solusinya oleh sebagian besar dari kita, dan orang-orang miskin akan bersujud di mejanya. Dia akan, dalam segala jalan-jalan manusia, memunculkan ide-ide terbaik dalam masyarakat dunia.

Namun kebijaksanaan mendalam dan kehadirannya yang sangat menawan merupakan hasil dari sebuah jaringan tak kasat mata yang berasal dari ribuan tahun pengetahuan kolektif. Dia mewakili perwujudan dari Roh Purbakala yang sangat tua dan super cerdas. Sama seperti Yeshua haMashiach (Yesus Kristus) adalah “benih” dari perempuan itu, ia akan menjadi “benih” dari si Ular (Kejadian 3:15). Meskipun kedatangannya dalam wujud seorang Manusia laki-laki telah dinubuatkan oleh banyak ayat-ayat Kitab Suci, sebagian besar massa di dunia tidak akan mengenalinya sebagai makluk Inkarnasi Transgenik Tertinggi – “Binatang buas”, dalam Wahyu 13:1.

Wahyu 17:8 (ILT) Binatang buas (Yunani: therion; binatang buas, manusia binatang, brutal, biadab, ganas, garang, buas) yang engkau lihat, dia pernah ada dan sekarang tidak ada, tetapi dia akan segera muncul dari Abyssos (jurang maut), dan menuju kepada kebinasaan (Yunani: apoleia; kehancuran, kebinasaan, kemusnahan), dan orang-orang yang berdiam di muka bumi, yang nama-namanya tidak tertulis dalam Kitab Kehidupan sejak permulaan dunia, mereka akan heran sambil melihat binatang buas itu, yaitu yang pernah ada, dan sekarang tidak ada, sekalipun dia ada.

Telah diasumsikan selama berabad-abad bahwa prasyarat bagi kedatangan Anti-Kristus adalah “kebangkitan kembali” Tatanan Dunia (World Order) dari nubuat Daniel – yang menjadi payung di mana batasan-batasan bangsa-bangsa akan lenyap, dan kelompok-kelompok etnis, ideologi, agama, dan ekonomi dari seluruh dunia, mengorkestrasi kekuasaan tunggal dan dominan. Sistem semacam itu seharusnya akan bebas dari kelompok-kelompok ekstrem agama dan politik, dan para anggotanya akan mentolerir perbedaan-perbedaan filosofis dan budaya dari konstituennya. Dan ketidak-harmonisan kecil, perang, intoleransi, dan kelaparan hanya akan menjadi bagian dari sejarah masa lalu. Di puncak kepemimpinan administrasi utopia ini, seorang Pribadi akan muncul.

Dia akan muncul sebagai seorang Manusia dengan karakter sangat khusus, tapi pada akhirnya akan menjadi seorang “Raja dengan Wajah Bengis” (Daniel 8:23). Dengan kekuasaan mutlak yang angkuh, ia akan menjalankan Pemerintahan Dunia, sebuah agama universal, dan sosialisme global. Mereka yang menolak Tata Dunia Baru (New World Order)-nya pasti akan dipenjara atau dibinasakan, sampai akhirnya ia meninggikan dirinya sendiri “di atas segala yang disebut, atau yang disembah sebagai Elohim. Dan ia duduk di Bait Elohim, dan menyatakan dirinya bahwa ia adalah Elohim” (2Tesalonika 2:4).

Selama bertahun-tahun, ide bahwa masyarakat “Orwellian” seperti itu akan bangkit – dimana Satu Pemerintahan Dunia akan mengawasi setiap rincian terkecil dari hidup kita dan di mana kebebasan individu umat manusia dihapuskan – dianggap sebagai sebuah kutukan. Pemikiran bahwa individu-individu yang kasar dan tidak berguna bisa dikorbankan, demi terbentuknya keharmonisan universal, ditolak oleh para pemikir terbesar Amerika.

Kemudian, pada tahun 1970-an, hal-hal itu mulai berubah. Menyusul sebuah panggilan telepon oleh Nelson Rockefeller demi terciptanya sebuah “Tatanan Dunia Baru” (New World Order, NWO) calon presiden Jimmy Carter berkampanye, mengatakan, “Kita harus menggantikan politik keseimbangan-kekuatan dengan politik tatanan-dunia.” [v] Terbukti ia satu nada dengan para pemimpin dunia lainnya. Selama tahun 1980-an, Presiden AS George Bush Sr. melanjutkan paduan suara Satu Dunia ini dengan mengumumkan di televisi nasional bahwa “Tatanan Dunia Baru” (New World Order) telah tiba. Menyusul tayangan awal tersebut, Presiden Bush berpidato di depan Kongres dan melontarkan komentar tambahan:

Apa yang dipertaruhkan lebih dari satu negara kecil [Kuwait]; ini adalah sebuah ide besar: sebuah Tatanan Dunia Baru (New World Order), di mana bangsa-bangsa yang beragam ditarik bersama-sama dalam satu tujuan untuk mencapai aspirasi universal umat manusia – perdamaian dan keamanan, kebebasan, dan aturan hukum. Seperti demikian itu adalah dunia yang layak kita perjuangkan, dan layak bagi masa depan anak-cucu kita. [vi]

Sejak tayangan berita menakjubkan presiden AS tersebut, para pemimpin politik dan agama dunia telah berparade mengeluarkan pernyataan retorik berbunga-bunga yang bertujuan untuk mengimplementasikan tujuan-tujuan Tatanan Dunia Baru (New World Order). Bersamaan dengan aspek-aspek politik dari Tatanan Dunia Baru adalah tujuan sinkretis dan spiritual New Age, Dominionis, beberapa evangelis modern dan bahkan Paus! Pencampuran antara politik dan spiritualitas, seperti yang terjadi dalam pergerakan ini, selaras sempurna dengan ide-ide perkawinan Akhir Zaman antara kebijakan-kebijakan pemerintah dengan keyakinan agama seperti yang dinubuatkan dalam Alkitab.

Pada akhirnya, alat-alat yang dibutuhkan untuk inkarnasi Paganisme Tertinggi – Dewa-Raja dari Zaman Kesengsaraan Besar (Satan dalam wujud daging) – akan menduduki tempatnya. “Dewa-dewa purbakala” telah dihidupkan kembali melalui mistisisme modern. Agenda Pemerintahan Pagan dengan “representasi Ilahi” sedang dibangun. Pemerintah-pemerintah dunia sedang bersatu di bawah panji-panji Satu Dunia, dan massa penduduk bumi berdiri di ambang momen yang menentukan dalam sejarah.

Dalam buku Abaddon Ascending, Thomas Horn menyebutkan bahwa ini semua merupakan tersingkapnya rencana persekongkolan sejak zaman purbakala. Pada inti dari konspirasi ini, seorang Pemimpin dengan kebrutalan yang tak terkatakan dijadwalkan akan muncul. Dia akan merupakan kombinasi gabungan kebejatan moral dari Antiochus Epiphanes, Hitler, Stalin, dan Genghis Khan – yang semuanya adalah tipikal Anti-Kristus. Dia akan mengepalkan tinjunya, “berbicara hal-hal sombong … menghujat Elohim, menghujat nama-Nya, dan kemah kediaman-Nya, dan mereka semua yang diam di surga” (Wahyu 13:5-6).

Sementara ia memperjuangkan penyembahan dewa-dewa yang datang melalui pintu-pintu gerbang, ia akan menyebabkan “sebanyak orang yang tidak menyembah ikon binatang buas itu harus dibunuh” (Wahyu 13:15).Raja Babel,” seperti sebutannya dalam Yesaya 14, akan menghidupkan kembali misteri agama Babel“menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan penjara segala roh najis dan penjara segala burung najis dan yang dibenci” di mana para pedagang di bumi memperdagangkan “tubuh-tubuh” dan “jiwa-jiwa manusia” dan di mana “darah para nabi, dan orang-orang kudus, dan semua orang yang dibunuh di muka bumi” akan didapati (Wahyu 18:2,13,24).

Kitab Wahyu merinci apa yang terjadi menyusul kemunculan Anti-Kristus, yang akan mencapai titik kulminasi pada perang maha dahsyat yang disebut Harmageddon, waktu ketika YAHWEH El-Shadday menghakimi “dewa-dewa” yang datang melalui pintu-pintu gerbang, termasuk, dapat kita asumsikan, mereka yang disebut Zeus, Apollo, Demeter, Isis, dan lain-lain.

Yesaya 24:21-22 (ILT) Dan akan terjadi pada Hari itu [Hari YAHWEH], bahwa YAHWEH akan menghukum tentara langit (para Malaikat yang Jatuh) di tempat tinggi, dan raja-raja bumi di atas bumi. Dan mereka akan dikumpulkan bersama-sama, seperti kumpulan tawanan di dalam lubang (Ibrani: bor; jurang, sumur, jurang maut), dan mereka akan ditutup di dalam penjara, dan sesudah beberapa lama mereka akan dilawat.

Meskipun sia-sia, dewa-dewa ini akan membalas dendam kepada YAHWEH El-Shadday, dan peperangan dengan kedahsyatan yang tak terlukiskan akan terjadi. Pertempuran ini akan terjadi di darat dan laut, di langit di atas, dan di bumi di bawah, dalam dunia fisik dan spiritual. Ini akan melibatkan “Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan Naga itu; dan Naga itu berperang, juga para malaikat-malaikatnya” (Wahyu 12:7).

Sebagian manusia akan bergabung dalam peperangan melawan YAHWEH Elohim, memanggil “berhala-berhala emas, dan perak, dan perunggu, dan batu, dan kayu” (Wahyu 9:20) untuk menyatukan kekuatan mereka melawan YAHWEH Elohim, bahkan bersatu dengan “roh-roh jahat yang menyerupai kata-katak … roh-roh setan yang melakukan mujizat-mujizat, yang pergi keluar kepada raja-raja di bumi dan seluruh penduduk bumi … untuk mengumpulkan mereka ke dalam peperangan pada Hari Besar – Yom YAHWEH (Hari TUHAN) – … ke tempat yang disebut dalam bahasa Ibrani Har-Mageddon [“Gunung Megiddo”]” (Wahyu 16:13-14,16).

Di sana, di Lembah Megiddo, Messias Yang Maha Kuasa akan sepenuhnya memukul mundur kekuatan-kekuatan kegelapan dan menghancurkan pasukan Dunia Baru. Darah akan mengalir seperti sungai (Wahyu 14:20), dan burung-burung di udara akan “memakan daging orang-orang perkasa (Ibrani: Gibborim; Nephilim), dan minum darah raja-raja bumi” (Yehezkiel 39:18). Selain Har-Mageddon, peperangan juga akan dilakukan di Lembah Yosafat (Ibrani: Yehoshaphat; YAHWEH menghakimi) (Yoel 3:2-12) dan di kota Yerusalem (Zakharia 14:2; Lukas 21:20-24).

Yeremia 51:44 (ILT) Aku akan menghukum [dewa] Bel di Babilon, dan Aku akan mengeluarkan dari mulutnya apa yang telah dia telan. Bangsa-bangsa tidak akan datang bersama-sama lagi kepadanya. Ya, tembok Babilon akan runtuh.”

Namun, peperangan Har-Mageddon merupakan peristiwa yang menjadi titik kulminasi permusuhan antara YAHWEH Elohim dengan dewa-dewa yang lebih rendah, yang masuk melintasi pintu-pintu gerbang.

Satu kali, Satan dan roh-roh “dewa-dewa”-nya menantang YAHWEH di Megiddo. Mereka dikalahkan. Di puncak Gunung Karmel, yang menghadap ke Lembah Har-Mageddon, nabi-nabi Baal menantang Elohim Ibrani untuk menjawab dengan menurunkan api. Dia melakukannya pada waktu itu, dan sepertinya, Dia akan melakukannya kembali. Ketika Dia melakukannya, inilah yang dikatakan Alkitab akan terjadi:

Wahyu 19:19-21 (ILT)

  1. Dan aku melihat binatang buas itu dan para raja di bumi dan bala tentara mereka yang dikumpulkan untuk melakukan peperangan dengan Dia [Messias Yeshua] yang duduk di atas kuda itu dan dengan tentara-Nya [pasukan malaikat surgawi].
  2. Dan tertangkaplah binatang buas [Anti-Kristus] itu, dan bersamanya nabi palsu yang membuat tanda-tanda di hadapannya, yang dengannya dia telah menyesatkan mereka yang menerima tanda binatang buas itu, dan mereka yang menyembah ikonnya. Selagi hidup, keduanya dilemparkan ke dalam lautan api yang dinyalakan oleh belerang.
  3. Dan mereka yang selebihnya dibunuh oleh pedang yang keluar dari mulut Dia yang duduk di atas kuda itu. Dan semua burung dikenyangkan oleh daging mereka.

Yehezkiel 38:22-23 (ILT)

  1. Dan Aku akan menghukumnya dengan tulah dan darah, dan hujan yang lebat, dan hujan batu (Ibrani: ‘elgavish ve’avNei; hujan batu-batu besar. ‘Elgavish secara literal artinya “mutiara-mutiara Elohim.”). Aku akan menurunkan hujan api dan belerang (Ibrani: gophriyth; belerang, penghakiman, nafas murka Elohim) atasnya, dan ke atas pasukan-pasukannya, dan ke atas banyak bangsa yang bersamanya.
  2. Dan Aku akan meninggikan diri-Ku sendiri dan menguduskan diri-Ku. Dan Aku akan dikenal di depan mata banyak bangsa, dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah YAHWEH.”

Wahyu 20:11-12,15 (ILT)

  1. Dan aku melihat takhta putih yang besar dan Dia yang duduk di atasnya, yang dari hadapan-Nya, bumi dan langit telah menghilang dan tidak didapatkan tempat bagi mereka.
  2. Dan aku melihat mereka yang mati, kecil dan besar, yang berdiri di hadapan Elohim. Dan dibukalah gulungan kitab, juga dibuka gulungan kitab yang lain, yang adalah Kitab Kehidupan. Dan mereka yang mati dihakimi dari apa yang tertulis dalam gulungan kitab itu, sesuai dengan perbuatan-perbuatan mereka.
  3. Dan jika seseorang tidak didapati tertulis di dalam Kitab Kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api.

Satan dan Pengikutnya Dikalahkan

Takdir yang berbeda menanti orang-orang benar dan orang-orang kudus sesudah peperangan Har-Mageddon…

Wahyu 19:11-16 (ILT)

  1. Dan aku melihat surga yang terbuka, dan lihatlah, seekor kuda putih dan Dia [Messias Yeshua] yang duduk di atasnya yang disebut Setia dan Benar, dan Dia menghakimi dan berperang dalam kebenaran.
  2. Dan mata-Nya seperti nyala api, dan di atas kepala-Nya ada banyak mahkota, yang mempunyai suatu nama yang telah tertulis, yang tidak seorang pun mengetahui, kecuali Dia sendiri;
  3. dan dengan mengenakan jubah yang telah dicelup dengan darah, dan Nama-Nya disebut, “Firman Elohim.”
  4. Dan bala tentara di surga mengikuti Dia di atas kuda-kuda putih dengan mengenakan linen halus yang putih dan bersih. [Bala tentara surga ini adalah para malaikat. Bandingkan 2Tesalonika 1:6-10]
  5. Dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam supaya dengannya Dia dapat memukul bangsa-bangsa. Dan Dia akan menggembalakan mereka dengan tongkat besi. Dan Dia akan memeras di pemerasan anggur, anggur amarah dan murka Elohim Penguasa Semesta.
  6. Dan Dia mempunyai sebuah Nama pada jubah dan pada pangkal pahaNya yang tertulis, “Raja para raja dan Tuhan para tuan.”

2Tesalonika 1:6-10 (TB)

  1. Sebab memang adil bagi Elohim untuk membalaskan penindasan kepada mereka yang menindas kamu
  2. dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya, dalam kuasa-Nya, di dalam api yang bernyala-nyala,
  3. dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Elohim dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita.
  4. Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya,
  5. apabila Ia datang pada Hari itu [Yom YAHWEH] untuk dimuliakan di antara orang-orang kudus-Nya dan untuk dikagumi oleh semua orang yang percaya…

Wahyu 21:1-7 (ILT)

  1. Dan aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, karena langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu dan laut pun tidak ada lagi.
  2. Dan aku mendengar suatu suara nyaring dari surga yang mengatakan, “Lihatlah, tabernakel Elohim ada bersama manusia. Dan Dia akan berdiam bersama mereka, dan mereka akan menjadi umat-Nya dan Elohim sendiri akan ada bersama mereka sebagai Elohimnya.
  3. Dan Elohim akan menghapus setiap air mata dari mata mereka. Dan maut tidak akan ada lagi, tidak juga perkabungan atau ratap tangis, bahkan rasa sakit tidak akan ada lagi, karena hal-hal yang pertama itu telah berlalu.”
  4. Dan Dia yang duduk di atas takhta itu berkata, …
  5. Siapa yang menang, dia akan mewarisi segala sesuatu dan Aku akan menjadi Elohim baginya dan dia akan menjadi anak bagi-Ku.

Baca:

[Bab 1] [Bab 2] [Bab 3] [Bab 4] [Bab 5] [Bab 6] [Bab 7]

Rapture: Kronologi Pengangkatan Gereja dan Kedatangan Yesus Kristus

Bangkitnya Babel | Yang Pertama Akan Menjadi Yang Terakhir, Kebangkitan Kembali Anti-Kristus

Kedatangan Nibiru-Planet X Memicu Perang Gog dan Magog

Arsitektur Cyclopean | Bangunan Peninggalan Raksasa Nephilim Pra-Banjir Besar

Referensi:

[i] David E. Flynn, Cydonia: The Secret Chronicles of Mars (End Time Thunder Publishers, Bozeman: MT; 2002), 105; emphasis added.

[ii] Ibid.

[iii] Chuck Missler and Mark Eastman, Alien Encounters: The Secret Behind the UFO Phenomenon (Koinonia House, Inc., Coeur d’Alene: ID; 2003), 275.

[iv] Thomas and Nita Horn, The Ahriman Gate, 327.

[v] President Jimmy Carter, as quoted by: Robert C. Johansen, The National Interest and the Human Interest: An Analysis of U.S. Foreign Policy (Princeton University Press, Princeton: NJ; 1980), 180.

[vi] President George Bush, Sr., January 29, 1991, as quoted by: “Address Before a Joint Session of the Congress on the State of the Union,” The American Presidency Project, last accessed August 18, 2016, http://www.presidency.ucsb.edu/ws/?pid=19253.

The Coming Clash of the Titans and God’s Holy War

Iklan