Pada hari sesudah Hari Raya Shavuot (Tujuh Minggu atau Pentakosta), Sanhedrin akan menjalankan kembali sebuah upacara resmi menetapkan perbatasan-perbatasan Yerusalem untuk tujuan memulihkan kembali ibadah Bait Suci. Terakhir kali dilakukan oleh Nehemia pada abad keenam SM, ini adalah langkah terakhir sebelum memulai pengurbanan, tapi sekarang, ini juga dimaksudkan sebagai pernyataan politik yang kuat dan tepat waktu.

Hillel-weiss-8
Rabbi Hillel Weiss

Rabbi Hillel Weiss, juru bicara Sanhedrin, mengatakan bahwa menetapkan perbatasan-perbatasan ini barangkali merupakan langkah terakhir dalam memulihkan kembali ibadah Bait Suci, sambil menunjukkan bahwa segera sesudah Nehemia menetapkan kembali batas-batas Yerusalem, pengurbanan dimulai kembali.

“Satu-satunya yang kurang hari ini untuk pelaksanaan kembali pengurbanan adalah mezbah,” kata Rabbi Weiss menjelaskan, “Bila itu sudah siap, kita akan butuh bahwa batas-batas ini sudah ditetapkan dengan kuat.”

Kurban-kurban yang harus dimakan di Yerusalem, seperti Kurban-kurban Pendamaian, Buah Sulung dan Anak Domba Paskah, harus dimakan di dalam batas-batas kota. Menetapkan batas-batas ini menunjukkan area kekudusan.

Rabbi Weiss menjelaskan bahwa menurut hukum Torah, kepemilikan tanah harus disertai dengan tindakan nyata. Seseorang yang membeli atau mewarisi tanah harus menjalani batas-batasnya atau makan di tanah itu. Pada hari sesudah Hari Raya Shavuot, Sanhedrin akan menandai titik-titik di sepanjang perbatasan dan berusaha berjalan sejauh mungkin. Mereka masih dalam proses mendapatkan izin dari Kepolisian Yerusalem. Namun di masa lalu, banyak kegiatan yang berorientasi pada Bait Suci telah ditunda atau dialihkan karena larangan-larangan polisi.

Rabbi Weiss mengakui bahwa langkah tersebut memiliki motif politik yang kuat.

Temple3
Yerusalem pada zaman Herodes

“Yobel Yerusalem adalah waktu untuk menegakkan kembali kekudusan Yerusalem,” Rabbi Weiss menjelaskan, mengacu pada ulang tahun ke-50 yang akan datang dari penyatuan Yerusalem pada waktu Perang Enam Hari. “Presiden Trump akan datang dalam kunjungan resminya yang pertama. Kita harus menjelaskan kepadanya, sebagai pemimpin bangsa yang bersahabat dengan Israel, bahwa ibu kota abadi Yahudi sekali lagi siap untuk memenuhi peranan Alkitabiahnya. Ini juga merupakan tanggapan langsung terhadap pernyataan UNESCO yang absurd, yang muncul untuk mencegah orang-orang Yahudi menjalankan tujuan mandat Alkitabiah mereka.”

Selasa lalu, pada Hari Kemerdekaan Israel ke-69, Badan Eksekutif Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan (UNESCO) Perserikatan Bangsa-Bangsa meloloskan sebuah resolusi di Paris yang menyatakan bahwa kedaulatan Yahudi di seluruh Yerusalem sebagai tindakan ilegal. Resolusi tersebut mendeklarasikan bahwa Hukum Yerusalem, yang menetapkan kota tersebut sebagai ibu kota Israel dan disetujui Knesset pada tahun 1980, menjadi “batal demi hukum“. Resolusi tersebut merupakan perluasan dari resolusi UNESCO sebelumnya yang menyerahkan monopoli religius atas Bukit Bait Suci kepada Islam.

sanhedrin-map
Sanhedrin berdebat tentang batas-batas Yerusalem pada zaman Nehemia

Sebagai langkah pertama dalam proses penetapan batas-batas Yerusalem untuk Bait Suci Ketiga, Sanhedrin mendengar kesaksian Dr. Daniel Michelson, seorang profesor dari Institut Weizmann yang telah melakukan studi mendalam mengenai perbatasan-perbatasan Yerusalem dan Bait Suci Kedua seperti yang ditetapkan oleh Nehemia.

Untuk memulai persembahan kurban-kurban, Nehemia membangun kembali tembok-tembok Yerusalem berdasarkan batas-batas Bait Suci Pertama yang didirikan oleh Raja Salomo dan Raja Daud. Sisa-sisa tembok-tembok ini ditemukan oleh arkeolog Bliss dan Dickie pada tahun 1890-an. Rabbi Michelson mendasarkan pengukuran-pengukuran dan petanya pada temuan-temuan mereka dan deskripsi-deskripsi terperinci di pasal tiga dalam Kitab Nehemia.

Nehemia 4:6 (ILT) Jadi kami terus membangun tembok itu, dan seluruh tembok tersambung semuanya sampai setengah tingginya, karena seluruh bangsa bekerja dengan segenap hati.

Sesudah menetapkan batas-batas, Sanhedrin akan menjalankan kembali persembahan Ucapan Syukur Nehemia dengan 20 ketul roti.

Sanhedrin juga mulai mempertimbangkan untuk menetapkan perbatasan-perbatasan Yerusalem untuk Bait Suci Ketiga. Meskipun Sanhedrin belum mencapai konsensus mengenai batas-batas yang tepat, batas-batas Yerusalem dalam Bait Suci Ketiga akan jauh lebih besar daripada pada zaman Bait Suci Kedua. Menurut penelitian Profesor Michelson berdasarkan uraian dalam Kitab Yehezkiel, batas-batas Yerusalem untuk Bait Suci akan berada pada tujuh mil di setiap sisi. Sanhedrin akan melakukan pembebasan bersyarat, sehingga ketika kurban-kurban dijalankan di Bait Suci Ketiga, akuisisi area ini akan mulai berlaku.

Baca:

Resolusi UNESCO Mencabut Kekuasaan Israel Atas Yerusalem Telah Dinubuatkan 900 Tahun Lalu

PBB Memutuskan Bukit Bait Suci dan Tembok Ratapan adalah Milik Muslim, Mengutuk Israel atas Terjadinya Kekerasan

Referensi:

2,000 Years Ago, Prophet Nehemiah Performed This Temple Rite to Revive Sacrifices. Now, Sanhedrin Is Reviving It

Iklan