Apakah Rapture itu?

Di dalam Alkitab, Rasul Paulus mengatakan kepada orang-orang di Tesalonika tentang suatu perhimpunan besar orang-orang percaya ketika mereka secara bersama-sama dikumpulkan dan akan berjumpa dengan Messias ketika Dia turun dari Surga:

1Tesalonika 4:16-17 (ILT) …dan orang-orang yang mati di dalam Kristus akan pertama-tama bangkit. 17. Kemudian kita yang masih hidup, yang sedang ditinggalkan, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan-awan ke dalam pertemuan Tuhan di angkasa, dan demikianlah kita akan senantiasa berada bersama Tuhan.

Ini adalah pengharapan bagi semua orang-orang yang percaya – Kedatangan Tuhan Yeshua haMashiach (Yesus Kristus) kedua kalinya dan Rapture Gereja untuk berjumpa dengan Dia.

Banyak pengajar Alkitab yang percaya bahwa tujuh tahun sebelum kedatangan Tuhan Yeshua haMashiach dalam segala kebesaran dan kemuliaan-Nya, orang-orang Kristen yang setia akan mengalami Rapture, terangkat ke surga. Dan selanjutnya orang-orang yang masih tertinggal di bumi akan memasuki suatu periode selama tujuh tahun, yang disebut Masa Kesusahan Besar (Tribulasi).

Pemahaman ini dikenal dengan sebutan “Rapture Pre-Tribulasi.”

Dalam pengajaran ini dijelaskan bahwa Messias akan datang kembali dalam dua “tahap”. Tahap pertama adalah ketika Messias secara “rahasia” dan “tiba-tiba” akan mengangkat orang-orang kudus ke surga. Dan tahap kedua terjadi sesudah tujuh tahun Masa Kesusahan dimana Messias akan datang kembali dengan segala “kemuliaan dan kebesaran-Nya”, dan menginjakkan kaki-Nya di Gunung Zaitun (Zakharia 14:4).

Namun satu hal yang perlu menjadi perhatian mengenai Rapture Pre-Tribulasi adalah, bahwa ajaran itu secara historis, baru menjadi pengajaran ‘mainstream‘ sejak pertengahan tahun 1800-an.

Jutaan orang Kristen yang saleh selama hampir 1800 tahun tidak percaya akan Rapture Pre-Tribulasi. Di antara mereka adalah para reformis yang hidup sekitar tahun 1500-an dan para penginjil kebangunan rohani yang hidup antara tahun 1600-1700-an. George Mueller, yang hidup pada pertengahan tahun 1800-an, tercatat pernah menyatakan,

“Jika Anda dapat menunjukkan kepadaku sangkakala sesudah yang terakhir (1Korintus 15:52) dan kebangkitan sebelum yang pertama (Wahyu 20:4-5), maka aku dapat mempercayai doktrin baru ini.”

1Korintus 15:52 (ILT) dengan seketika, dalam sekejap mata, pada sangkakala terakhir, sebab sangkakala akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dengan tubuh baka (Yunani: aphthartos; tidak dapat binasa, imortal, abadi), dan kita akan diubahkan.

Wahyu 20:4-5 (ILT2) Dan aku melihat takhta-takhta dan mereka yang duduk di atasnya -dan penghakiman telah diberikan kepada mereka- dan jiwa-jiwa mereka yang dipenggal karena kesaksian YESHUA dan karena firman Elohim, serta siapa pun yang tidak menyembah binatang buas itu maupun ikonnya dan tidak menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya. Dan mereka hidup dan memerintah bersama Kristus selama seribu tahun. 5. Namun orang-orang mati yang selebihnya, mereka tidak hidup kembali sampai masa seribu tahun itu digenapi. Inilah kebangkitan pertama.

Sampai kepada bapa-bapa gereja pasca rasul-rasul, mereka nampaknya juga tidak percaya akan Rapture Pre-Tribulasi. Mereka menuliskan,

“Kemudian ras manusia akan masuk ke dalam api pengujian dan banyak yang akan tersandung dan jatuh. Tetapi mereka yang tetap kuat di dalam iman mereka akan diselamatkan dari kutukan itu” (Didache; 16:5).

“Berbahagialah kamu yang bertahan di dalam kesusahan besar yang akan datang …” (Hermas; pasal II, visi II)

Irenaeus, murid dari Polycarpus, yang adalah murid dari Rasul Yohanes, memberikan komentar di dalam tulisannya Against Heresies (Melawan Bidat) – (5.25.3) mengenai pemerintahan Anti-Kristus, bahwa

“tirani ini akan berlangsung, dimana orang-orang kudus akan dikejar-kejar…”

Dan Augustine, menjelaskan tentang Daniel 7:21, menyatakan,

“Dia yang membaca pasal ini meskipun setengah tertidur tidak mungkin terlewatkan untuk melihat bahwa kerajaan Anti-Kristus dengan kejam, meskipun untuk suatu waktu yang singkat, mengalahkan gereja.”

Daniel 7:21-22 (ILT) Aku melihat tanduk itu (Anti-Kristus) mengadakan perang melawan orang-orang kudus dan menguasai (Ibrani: yekel; menang, mengalahkan) mereka, 22. sampai Yang Lanjut Usia itu datang. Dan keadilan diberikan kepada orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; dan waktunya tiba, dan orang-orang kudus itu memiliki kerajaan.

Gerhard Pfandi, Ph.D., direktur Biblical Research Institute, dalam artikel berjudul “The Rapture – Why It Cannot Occur Before the Second Coming” (Rapture – Mengapa Itu Tidak Mungkin Terjadi Sebelum Kedatangan [Kristus] Yang Kedua Kalinya), menyelidiki asal-usul ajaran Rapture Pre-Tribulasi:

John Nelson (J.N.) Darby (1800-1882) dianggap sebagai bapak dispensasionalisme… Darby menyatakan bahwa kedatangan Kristus akan terjadi dalam dua tahap. Yang pertama adalah “Rapture rahasia” bagi orang-orang percaya, yang akan mengakhiri “parenthesis” besar, atau Zaman Gereja, yang dimulai ketika orang-orang Yahudi menolak Kristus. Sesudah Rapture, nubuat-nubuat Perjanjian Lama mengenai Israel akan digenapi secara nyata, memasuki Masa Kesusahan Besar, yang akan diakhiri dengan Kedatangan Kristus yang Kedua kalinya di dalam kemuliaan. Doktrin Rapture Pre-Tribulasi disebarkan ke seluruh dunia, utamanya oleh J.N. Darby dan hamba-hamba Tuhan seperti Arno Gabelein, Harry Ironside, James Gray dan C.I. Scofield …” (Adapted from Ministry, September 2001).

Kebangkitan Orang Mati dan Rapture

Kapan Rapture akan terjadi? Nampaknya Kitab Suci memberikan penjelasan yang sangat jelas mengenai waktunya. Dimulai dari perkataan-perkataan Yeshua mengenai kebangkitan para pengikut-Nya…

Yohanes 6:39-54 (ILT)

  1. Dan inilah kehendak Bapa yang telah mengutus Aku, supaya setiap orang yang telah Dia berikan kepada-Ku, Aku tidak akan membinasakannya, melainkan Aku akan membangkitkannya pada akhir zaman (Yunani: eschate hemera; hari yang paling akhir).
  2. Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu bahwa setiap orang yang melihat Putra dan percaya kepada-Nya, dia akan memperoleh hidup kekal, dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman (Yunani: eschate hemera; hari yang paling akhir).
  1. Tidak seorang pun dapat datang kepada-Ku, jika Bapa yang telah mengutus Aku tidak menarik dia, dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman (Yunani: eschate hemera; hari yang paling akhir).
  1. Siapa yang makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup kekal, dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman (Yunani: eschate hemera; hari yang paling akhir).

Empat kali Yeshua berkata bahwa Dia akan membangkitkan pengikut-pengikut-Nya pada Akhir Zaman, yaitu pada hari yang paling akhir (eschate hemera).

Kata “akhir” dalam ayat-ayat perkataan Yeshua di atas menggunakan kata Yunani “eschatos” (G2078), yang artinya: yang paling akhir, terakhir, paling ujung, paling jauh, final, yang paling belakangan.

Hal ini juga diteguhkan oleh Nabi Hosea:

Hosea 6:2 (ILT) Dia akan menghidupkan kita setelah dua hari; pada hari yang ketiga Dia akan membangkitkan kita dan kita akan hidup di hadapan-Nya.

Lebih jauh, Paulus menjelaskan tentang peristiwa Rapture:

1Tesalonika 4:16-17 (TB) Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Elohim berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan LEBIH DULU bangkit; SESUDAH itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat (Yunani: harpazo; diambil, dibawa secara paksa, direnggut) bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.

Bandingkan juga dengan Alkitab Terjemahan Indonesia Literal:

1Tesalonika 4:16-17 (ILT) Sebab dengan suatu seruan, dengan suara penghulu malaikat dan dengan bunyi sangkakala Elohim, Dia akan turun dari surga dan orang-orang yang mati di dalam Kristus akan PERTAMA-TAMA bangkit. KEMUDIAN kita yang masih hidup, yang sedang ditinggalkan, akan diangkat (Yunani: harpazo; diambil, dibawa secara paksa, direnggut) bersama-sama dengan mereka dalam awan-awan ke dalam pertemuan Tuhan di angkasa, dan demikianlah kita akan senantiasa berada bersama Tuhan.

Perhatikan dua hal:

  1. Orang-orang yang mati di dalam Kristus harus dibangkitkan terlebih dahulu (pada eschate hemera: pada hari yang paling akhir)
  2. Kemudian, kita yang masih hidup, yang masih tersisa di bumi, akan diambil/direnggut (harpazo; rapture) untuk bertemu mereka di awan-awan.

Kemudian Paulus menjelaskan peristiwa ini secara panjang lebar kepada orang-orang di Korintus:

1Korintus 15:51-55 (TB)

  1. Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,
  2. dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri (sangkakala) yang terakhir. Sebab nafiri (sangkakala) akan berbunyi dan orang-orang mati akan DIBANGKITKAN dalam keadaan yang tidak dapat binasa (Yunani: aphthartos; tidak dapat binasa, imortal, abadi) dan kita semua akan diubah.
  3. Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati.
  4. Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: “Maut telah ditelan dalam kemenangan.
  5. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?”

Bandingkan juga dengan Alkitab Terjemahan Indonesia Literal:

1Korintus 15:51-55 (ILT)

  1. Lihatlah, aku mengatakan sebuah misteri kepadamu, sesungguhnya kita tidak akan meninggal semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,
  2. dengan seketika, dalam sekejap mata, pada sangkakala terakhir, sebab sangkakala akan berbunyi dan orang-orang mati akan DIBANGKITKAN dengan tubuh baka (Yunani: aphthartos; tidak dapat binasa, imortal, abadi), dan kita akan diubahkan.
  3. Sebab, seharusnyalah yang fana ini mengenakan kebakaan (Yunani: aphtharsia; tidak dapat binasa, keabadian, kemurnian, imortalitas), dan yang tunduk pada kematian ini mengenakan keabadian (Yunani: athanasia; abadi, kekal, imortalitas).
  4. Dan bilamana yang fana ini telah dapat mengenakan kebakaan (Yunani: aphtharsia), dan yang tunduk pada kematian ini telah dapat mengenakan keabadian (Yunani: athanasia), maka akan tergenapilah firman yang telah tertulis, “Maut telah ditelan dalam kemenangan.”

Di sini kita melihat bahwa mereka yang mati di dalam Kristus dan kita yang masih tersisa akan diubahkan pada waktu bunyi sangkakala terakhir. Ini sama dengan yang dituliskan oleh Yohanes di dalam Kitab Wahyu:

Wahyu 11:15-18 (ILT) Dan malaikat yang ketujuh meniup sangkakala [terakhir, ketujuh], dan terjadilah suara-suara yang nyaring di dalam surga yang berkata, “Kerajaan-kerajaan di dunia ini menjadi milik Tuhan kita dan Mesias-Nya; dan Dia akan memerintah sampai selama-lamanya!” 18. …, dan saatnya orang-orang mati dihakimi, dan memberikan upah kepada hamba-hamba-Mu, para nabi, dan kepada orang-orang kudus dan kepada orang-orang yang takut akan Nama-Mu, kepada yang kecil dan kepada yang besar, dan menghancurkan mereka yang menghancurkan bumi.” [Bandingkan Daniel 7:21-22]

Nampak jelas, bahwa semua peristiwa ini terjadi pada saat Rapture di akhir Masa Kesusahan, SESUDAH peniupan 7 sangkakala penghakiman. Dari mempelajari Kitab Wahyu, kita mengetahui bahwa seluruh penghakiman Elohim (7 Meterai, 7 Sangkakala, 7 Cawan Murka Elohim) akan diakhiri dengan Kedatangan Messias Yeshua yang Kedua kalinya. Pada hari-hari ketika malaikat ketujuh meniup sangkakalanya, genaplah rahasia Elohim, seperti yang telah Dia nyatakan kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.

Wahyu 10:7 Namun pada hari-hari suara malaikat yang ketujuh akan segera meniup sangkakalanya, maka rahasia Elohim harus digenapi sebagaimana Dia telah memberitakannya kepada para hamba-Nya sendiri, yaitu para nabi. (ILT)

Jadi, kapan Yeshua akan ada “di awan-awan” seperti yang disebutkan oleh Paulus, ketika kita akan diangkat (Yunani: harpazo; diambil, dibawa secara paksa, direnggut) bersama-sama dalam awan-awan ke dalam pertemuan Tuhan di angkasa dan berjumpa dengan Dia pada peristiwa yang mulia ini?

Matius 24:29-31 (TB)

  1. “Segera SESUDAH siksaan (Yunani: thlipsis; kesusahan, aniaya, penderitaan, penindasan, tribulasi) pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang.
  2. Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
  3. Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan MENGUMPULKAN (Yunani: episunago; dikumpulkan bersama-sama di dalam satu tempat) orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.

Bandingkan juga dengan Alkitab Terjemahan Indonesia Literal:

Matius 24:29-31 (ILT)

  1. “Dan segera SESUDAH kesukaran (Yunani: thlipsis; kesusahan, aniaya, penderitaan, penindasan, tribulasi) hari-hari itu, matahari akan dijadikan gelap dan bulan tidak akan memberi cahayanya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan diguncangkan.
  2. Dan pada waktu itu tanda Anak Manusia akan tampak di langit, dan kemudian semua suku-suku di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia ketika datang di atas awan di langit dengan kuasa dan kemuliaan yang besar.
  3. Dan Dia akan mengutus para malaikat-Nya dengan bunyi sangkakala yang membahana, dan mereka akan MENGUMPULKAN (Yunani: episunago; dikumpulkan bersama-sama di dalam satu tempat) orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru mata angin, dari ujung langit sampai ke ujungnya.

Markus 13 dan Lukas 21 mengajarkan hal yang sama, namun dalam Lukas 21:36 ada peringatan tambahan:

Lukas 21:36 (ILT) Maka berjaga-jagalah setiap saat sambil berdoa, supaya kamu dianggap layak untuk luput (Yunani: ekpheugo; meloloskan diri) dari semua hal-hal ini yang akan segera terjadi dan untuk berdiri di hadapan Anak Manusia.

Kata “luput” (Yunani: ekpheugo; G1628), juga bisa diterjemahkan “melalui dengan selamat” atau “melewati dengan aman.”

Tuhan Yeshua berusaha mempersiapkan murid-murid-Nya untuk kedatangan-Nya, “sesudah kesusahan (tribulasi) pada hari-hari itu,” dan supaya Hari itu (Hari Tuhan) tidak datang kepada mereka secara tiba-tiba, supaya mereka dapat “melewati dengan selamat” semua hal-hal ini untuk dapat berdiri di hadapan-Nya.

Jadi, kapan orang-orang yang mati di dalam Kristus dibangkitkan? Empat kali Tuhan Yeshua mengatakan, “Pada Akhir Zaman” (eschate hemera; hari yang paling akhir). Lalu, barulah sisanya – kita yang masih hidup – “akan dikumpulkan bersama-sama” (episunago) seperti yang dikatakan Paulus.

2Tesalonika 2:1-8, mengajar dengan jelas bahwa Kedatangan Tuhan Yeshua haMashiach dan Rapture (berhimpun atau pengumpulan) orang-orang kudus dengan Yeshua tidak akan terjadi SEBELUM terjadinya kemurtadan dan Anak Kebinasaan (Anti-Kristus) dinyatakan.

2Tesalonika 2:1-5 (TB)

  1. Tentang kedatangan (Yunani: parousia; kedatangan, kehadiran fisik) Tuhan kita Yesus Kristus dan TERHIMPUNNYA (Yunani: episunagoge; dikumpulkan bersama-sama di dalam satu tempat, atau Rapture) kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara,
  2. supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba.
  3. Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab SEBELUM Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan (Yunani: apokalupto; disingkapkan, dinyatakan, dimanifestasikan) dahulu manusia durhaka, yang harus binasa (Yunani: uihos apoleia; Anak Kebinasaan atau Anak Penghancuran),
  4. yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Elohim. Bahkan ia duduk di Bait Elohim dan mau menyatakan diri sebagai Elohim.

Bandingkan juga dengan Alkitab Terjemahan Indonesia Literal:

2Tesalonika 2:1-5 (ILT)

  1. Dan kami meminta kamu, saudara-saudara, sehubungan dengan kedatangan (Yunani: parousia; kedatangan, kehadiran fisik) Tuhan kita YESHUA HaMashiakh dan BERKUMPULNYA (Yunani: episunagoge; dikumpulkan bersama-sama di dalam satu tempat, atau Rapture) kita pada Dia,
  2. supaya kamu tidak cepat digoncangkan oleh pikiran, tidak pula ditakutkan, baik oleh roh ataupun oleh perkataan ataupun oleh surat yang seakan-akan melalui kami, bahwa seolah-olah hari Kristus telah tiba.
  3. Biarlah tidak seorang pun menyesatkan kamu dengan cara apa pun, kecuali bahwa pertama-tama kemurtadan itu datang dan manusia pendosa, yaitu anak kebinasaan (Yunani: uihos apoleia; Anak Kebinasaan atau Anak Penghancuran) itu disingkapkan (Yunani: apokalupto; disingkapkan, dinyatakan, dimanifestasikan),
  4. yakni dia yang menentang dan meninggikan dirinya atas segala sesuatu yang disebut ilah atau sesuatu yang disembah, sehingga dia duduk sebagai ilah di tempat kudus Elohim sambil memamerkan dirinya bahwa dia adalah Elohim.
  5. Tidak ingatkah kamu, bahwa aku selalu mengatakan hal-hal ini kepadamu saat aku masih bersama dengan kamu?

Paulus juga mengajar bahwa orang-orang percaya akan mendapatkan “kelepasan” dari penindasan dan kesusahan mereka “ketika [bukan tujuh tahun sebelumnya] Tuhan Yeshua menyatakan diri-Nya dari surga bersama-sama malaikat-malaikat yang berkuasa di dalam api yang menyala-nyala:

2Tesalonika 1:6-8 (TB)

  1. Sebab memang adil bagi Elohim untuk membalaskan penindasan (Yunani: thlipsis; tribulasi) kepada mereka yang menindas kamu
  2. dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan (Yunani: apokaluspis; muncul, datang, menerangi, manifestasi, dinyatakan, menyingkapkan) diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya, dalam kuasa-Nya, di dalam api yang bernyala-nyala,
  3. dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Elohim dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita. [Bandingkan Yudas 1:14-15]

Bandingkan juga dengan Alkitab Terjemahan Indonesia Literal:

2Tesalonika 1:6-8 (ILT)

  1. jika mungkin untuk membalaskan kesukaran (Yunani: thlipsis; tribulasi) kepada mereka yang menindas kamu itu adil di hadapan Elohim.
  2. Dan bagi kamu yang tertindas ada kelegaan bersama kami, yaitu dalam penyingkapan (Yunani: apokaluspis; muncul, datang, menerangi, manifestasi, dinyatakan, menyingkapkan) Tuhan YESHUA dari surga bersama para malaikat-Nya yang dahsyat
  3. dengan kobaran api, untuk menimpakan pembalasan kepada mereka yang tidak mengenal Elohim dan kepada mereka yang tidak menaati injil Tuhan kita YESHUA HaMashiakh,

Peristiwa ini terjadi pada waktu Kedatangan Tuhan Yeshua haMashiach yang Kedua kalinya. [Bandingkan Wahyu 19:11-21]

Kapan Tuhan Yeshua datang di awan-awan? Yeshua berkata, Segera SESUDAH kesukaran (Yunani thlipsis; tribulasi) pada hari-hari itu.”

Kapan umat-Nya “dikumpulkan bersama-sama (episunagoge)” menurut Paulus?

Pada saat kedatangan Yeshua, yang ditandai dengan SANGKAKALA TERAKHIR – yaitu ketika orang-orang yang mati di dalam Kristus dibangkitkan terlebih dahulu PADA AKHIR ZAMAN (pada eschate hemera: pada hari yang paling akhir).

Paulus mengatakan kepada kita supaya jangan ada seorang pun yang menyesatkan kita mengenai hal ini. Lebih lanjut dia berkata bahwa Anak Kebinasaan – yaitu Manusia Durhaka – Anti-Kristus harus dinyatakan terlebih dahulu, kemudian ia akan duduk di tempat kudus, dan menyatakan diri sebagai Elohim.

Seperti yang telah kita lihat, Yeshua memperjelas dengan memberikan pernyataan berulang-ulang mengenai akhir dari Masa Kesusahan dan dibangkitkannya orang-orang kudus pada AKHIR ZAMAN (eschate hemera: hari yang paling akhir).

Yeshua memulai diskusi dengan murid-murid-Nya dengan memberikan peringatan yang sama mengenai Akhir Zaman:

Matius 24:3-4 (ILT) Dan sementara Dia duduk di atas bukit Zaitun, datanglah para murid kepada-Nya secara tersendiri, sambil berkata, “Katakanlah kepada kami, bilamanakah hal-hal ini akan terjadi, dan apa tanda kedatangan (Yunani: parousia)-Mu dan akhir zaman (Yunani: sunteleia aion; kesudahan zaman, selesainya zaman) itu?” 4. Dan seraya menanggapi, YESHUA berkata kepada mereka, Perhatikanlah, janganlah seorang pun menyesatkan kamu!”

Kata Yunani parousia (G3952): kedatangan (Yeshua), diterjemahkan: kehadiran fisik, kedatangan Yeshua dari surga untuk membangkitkan orang mati dan melaksanakan penghakiman terakhir dan mendirikan Kerajaan Elohim di bumi dalam kemuliaan-Nya.

Mereka bertanya kepada Yeshua, “Apakah tanda-tanda kedatangan-Mu dan Akhir Zaman itu?” Perhatikan hal pertama yang dikatakan Yeshua untuk menjawab pertanyaan mereka, Perhatikanlah, janganlah seorang pun MENYESATKAN kamu! Dia lalu melanjutkan dengan menyebutkan berbagai tanda-tanda, yang akan menjadi “pembawa kabar” dari kedatangan-Nya kembali dan akhir dari zaman ini.

Mengapa Yeshua tidak berkata bahwa tanda pertama itu adalah akan ada jutaan orang yang melayang di angkasa?

Sebaliknya, Yeshua menyebutkan tanda terbesar yang tidak mungkin salah ditafsirkan dari semua tanda-tanda yang sudah Dia sebutkan, yaitu kedatangan-Nya di awan-awan, sebagai tanda yang terakhir SESUDAH kesukaran (Yunani: thlipsis; tribulasi) pada hari-hari itu…” kemudian barulah orang-orang percaya dikumpulkan (Yunani: episunago: dikumpulkan di satu tempat) dari empat penjuru mata angin.

Rasul Yohanes mengkonfirmasi pemilihan waktu kebangkitan orang-orang kudus pada Akhir Zaman:

Wahyu 20:4-6 (TB)

  1. Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Elohim; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka HIDUP KEMBALI dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun.
  2. Tetapi orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu. Inilah KEBANGKITAN PERTAMA.
  3. Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Elohim dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.

Di sini dengan jelas terlihat mereka dibangkitkan pada AKHIR MASA KESUSAHAN (seperti yang dikatakan Yeshua, bahwa pengikut-pengikut-Nya akan dibangkitkan “pada AKHIR ZAMAN” – eschate hemera: pada hari yang paling akhir) agar supaya dapat memerintah bersama-sama dengan Yeshua untuk masa seribu tahun.

Dan perlu diingat, seperti yang dikatakan George Mueller, bahwa tidak mungkin ada kebangkitan orang mati, tujuh tahun SEBELUM kebangkitan pertama. Pada kebangkitan pertama didapati “mereka yang dipenggal karena kesaksian YESUS dan karena firman Elohim, serta mereka yang tidak menyembah binatang buas itu maupun ikonnya dan tidak menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya…”

Jadi, Rapture dan kebangkitan pertama nampaknya baru akan terjadi pada akhir Masa Kesusahan Besar, sesudah pemerintahan Anti-Kristus, dan bukan tujuh tahun sebelumnya.

Secara spesifik, Rasul Yohanes menuliskan Kedatangan Tuhan Yeshua haMashiach yang kedua kalinya terjadi di antara Cawan Murka Elohim yang ke-6 dan ke-7 (Wahyu 16:12-21).

Wahyu 16:15 (ILT) Lihatlah! Aku DATANG bagaikan pencuri. Berbahagialah mereka yang berjaga-jaga dan memelihara jubahnya sehingga dia tidak berjalan telanjang dan mereka melihat aib ketelanjangannya.

Peristiwa ini terjadi di antara Cawan Murka Elohim yang ke-6 dan ke-7, yang merupakan final dari Penghakiman Elohim atas penduduk bumi: Peperangan pada Hari Tuhan (Yom YAHWEH).

Cawan Murka Elohim yang ke-6 adalah seluruh bangsa-bangsa dikumpulkan untuk berperang dalam Perang Harmageddon atau Perang Gog dan Magog (Wahyu 16:12-16).

Lalu pada Cawan Murka Elohim yang ke-7:

“Dan terjadilah gemuruh dan guntur dan kilat, juga terjadi gempa bumi yang dahsyat sebagaimana yang belum pernah terjadi sejak terjadinya manusia di muka bumi, suatu gempa yang sangat hebat dan dahsyat. Dan setiap pulau menghilang, dan gunung-gunung tiada didapati. Dan hujan [batu] yang besar, seukuran satu talenta, jatuh dari langit ke atas manusia, dan manusia menghujat Elohim karena bencana hujan [batu] itu, sebab sangat besarlah bencananya. Wahyu 16:17-21 (ILT)

Segala bangsa dikumpulkan di Har Megiddo (gunung pembantaian), Israel, pada Hari YAHWEH, dan Messias akan berperang melawan bangsa-bangsa dan memusnahkan mereka, bumi dituai, penghakiman atas bangsa-bangsa.

Wahyu 16:17 (ILT) Dan malaikat yang ketujuh menumpahkan cawannya ke angkasa, dan suatu suara nyaring keluar dari tempat kudus surga, dari takhta itu, seraya berkata, “Sudah terjadi!

Perumpamaan tentang Lalang dan Gandum

Matius 13:24-30 (ILT)

  1. Dia [Yeshua] memaparkan sebuah perumpamaan yang lain kepada mereka, sambil mengatakan, “Kerajaan surga diumpamakan dengan seorang yang menabur benih yang baik di ladangnya.
  2. Namun sementara orang-orang itu tidur, datanglah musuhnya dan menaburkan benih lalang ke tengah-tengah gandum itu, dan dia pergi.
  3. Dan ketika tunas bertumbuh dan menghasilkan bulir, lalu tampaklah juga lalang itu.
  4. Dan seraya mendekat, hamba-hamba majikan itu berkata kepadanya: Tuan, bukankah engkau menaburkan benih yang baik di ladangmu? Dari manakah kemudian dia menghasilkan lalang?
  5. Dan dia berkata kepada mereka: Seorang musuh telah melakukannya. Maka para hamba itu berkata kepadanya: Jadi, maukah engkau kami pergi untuk mengumpulkannya?
  6. Namun dia berkata: Tidak, jangan-jangan dengan mengumpulkan lalang itu, kamu akan mencabut gandum itu bersamanya!
  7. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai masa penuaian. Dan pada saat penuaian, aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah PERTAMA-TAMA (Yunani: proton; pertama-tama, urutan pertama) lalang itu dan ikatlah semua ke dalam berkas-berkas untuk membakarnya; tetapi (Yunani: de; dan, kemudian, lalu) kumpulkanlah gandum ke dalam lumbungku!”

Dalam perumpamaan tentang lalang dan gandum, Yeshua memberi penjelasan mengenai benih yang baik (anak-anak kerajaan Elohim) dan benih yang jahat (anak-anak Iblis atau Satan: Nephilim dan keturunan mereka + manusia yang “bercampur” dengan mereka), yang akan tinggal di bumi bersama-sama sampai kepada Akhir Zaman. Yang PERTAMA-TAMA (Yunani: proton; urutan pertama) dikumpulkan adalah lalang, kemudian baru gandum. Pemisahan ini terjadi pada saat penuaian, yaitu pada Akhir Zaman. Malaikat akan memisahkan orang jahat dari orang benar.

Matius 13:37-43 (ILT)

  1. Dan seraya menanggapi, Dia berkata kepada mereka, “Dia yang menaburkan benih yang baik adalah Anak Manusia.
  2. Dan ladang itu ialah dunia ini, dan benih yang baik itu adalah anak-anak kerajaan, tetapi lalang itu adalah anak-anak si jahat;
  3. dan musuh yang menaburkannya adalah si iblis, dan masa penuaian ialah kesudahan zaman (Yunani: sunteleia aion; kesudahan zaman, selesainya zaman), dan para penuai adalah para malaikat.
  4. Oleh karena itu sebagaimana lalang itu dikumpulkan dan dibakar dengan api, demikianlah akan terjadi pada kesudahan zaman (Yunani: sunteleia aion; kesudahan zaman, selesainya zaman) ini.
  5. Anak Manusia akan mengutus para malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan ke luar dari kerajaan-Nya semua sandungan dan mereka yang melakukan kejahatan.
  6. Dan mereka akan melemparkannya ke dalam tungku api, di sana akan ada tangis dan kertak gigi.
  7. Kemudian orang-orang benar akan bersinar seperti matahari dalam kerajaan Bapa mereka. Siapa yang mempunyai telinga untuk mendengar, biarlah dia mendengar!”

Matius 13:49-50 (ILT)

  1. Demikianlah akan terjadi pada akhir zaman (Yunani: sunteleia aion; kesudahan zaman, selesainya zaman): Malaikat-malaikat akan keluar dan memisahkan yang jahat dari tengah-tengah (Yunani: mesos; tengah-tengah, di antara, dari antara) yang benar, [ayat ini mengindikasikan bahwa orang-orang benar masih ada di bumi ketika malaikat-malaikat memisahkan orang-orang jahat]
  2. dan mereka akan melemparkannya ke dalam tungku api, di sana akan ada tangis dan kertak gigi.”

Siapa yang Dibawa, dan Siapa yang Ditinggalkan?

Matius 24:38-41 (TB)

  1. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera,
  2. dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.
  3. Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa (Yunani: paralambano) dan yang lain akan ditinggalkan (Yunani: aphiemi);
  4. kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa (Yunani: paralambano) dan yang lain akan ditinggalkan (Yunani: aphiemi).

Nampaknya terjadi banyak kesalahpahaman dari bagian ayat ini. Yeshua berkata bahwa pada Kedatangan-Nya yang Kedua kali, akan seperti hari-hari zaman Nuh. Ketika Air Bah memusnahkan bumi dan mereka semuanya, membawa pergi (melenyapkan / memusnahkan) orang-orang yang jahat dan meninggalkan umat Elohim (keluarga Nuh).

Dalam ayat 40 dan 41, kata “dibawa” menggunakan bahasa Yunani “paralambano” (G3880), yang artinya: dibawa, digabungkan, dipecat dari kedudukan. “Paralambano” akar katanya “para” (artinya: dari, di sampingnya, di dekat) dan “lambano“. “Lambano” (G2983) artinya: dibawa, disingkirkan, dibawa pergi, ditangkap, dikumpulkan, diterima.

Sedangkan kata “ditinggalkan” dalam ayat 40 dan 41, menggunakan kata Yunani “aphiemi” (G863), yang artinya: ditinggalkan, dikirim pergi, diminta pergi, disuruh pergi, dibiarkan, diabaikan, diampuni, diampuni hutangnya, dibebaskan, dilepaskan, dibiarkan tersisa.

Jadi siapakah yang “dibawa” dan siapakah yang “ditinggalkan” dalam zaman Nuh? Adalah orang-orang jahat itu yang “dibawa pergi (dilenyapkan)” dan Nuh yang “ditinggalkan (disisakan)” di bumi. Dalam bagian ini, Yeshua menunjukkan bahwa harinya akan tiba bahwa bumi akan dimusnahkan lagi, dan orang-orang fasik akan “dibawa pergi” dan orang-orang benar dan kudus akan “ditinggalkan“.

Perhatikan juga ayat-ayat berikut ini:

Lukas 17:35-37 (ILT)

  1. Akan ada dua orang yang sedang menggiling bersama-sama; yang seorang akan diambil (Yunani: paralambano), dan yang lain akan ditinggalkan (Yunani: aphiemi).
  2. Akan ada dua orang di ladang; yang seorang akan diambil (Yunani: paralambano), dan yang lain akan ditinggalkan (Yunani: aphiemi).”
  3. Dan seraya menanggapi, mereka berkata kepada-Nya, “Di mana, Tuhan?” Dan Dia berkata kepada mereka, “Di mana ada bangkai, di situ burung-burung nazar akan terkumpul.”

Mengapa murid-murid bertanya, “Di mana Tuhan?” Apakah mereka bertanya tentang orang-orang yang ditinggalkan? Tentu saja tidak, karena orang itu pasti masih ada di tempat yang sama dimana dia berada. Jadi murid-murid dengan jelas bertanya di manakah orang-orang yang diambil/dibawa (paralambano) itu akan berada? Lalu apa jawab Yeshua? “Di mana ada mayat, di situ burung nazar (pemakan bangkai) berkumpul.”

Mereka yang “diambil/dibawa” (paralambano) adalah orang-orang jahat yang dimusnahkan oleh YAHWEH, sedangkan mereka yang “ditinggalkan” (aphiemi) adalah orang-orang benar, umat-Nya.

Keseluruhan konteks Matius 24 adalah peringatan bagi kita untuk “berjaga-jaga dan siap sedia” supaya “kehancuran tiba-tiba” yang akan terjadi ke atas dunia ini (orang fasik), tidak akan menimpa kita dengan tiba-tiba. Seperti yang terjadi pada zaman Nuh. Siapa yang dibawa? Orang-orang jahat. Siapa yang ditinggalkan? Nuh dan keluarganya.

Siapa yang akan Datang seperti Pencuri di Malam Hari? Hari YAHWEH!

1Tesalonika 5:1-10 (ILT)

  1. Dan mengenai waktu dan saatnya, saudara-saudara, kamu tidak mempunyai kebutuhan untuk dituliskan bagimu,
  2. karena kamu sendiri mengetahui dengan cermat, bahwa hari YAHWEH akan datang sedemikian rupa seperti pencuri pada waktu malam.
  3. Sebab, ketika mereka mengatakan damai dan aman, maka tiba-tiba kebinasaan datang menimpa mereka (orang fasik), sama seperti rasa sakit bersalin pada wanita yang sedang mengandung, dan mereka (orang fasik) sama sekali tidak bisa luput.
  4. Namun kamu, saudara-saudara, kamu tidak berada di dalam kegelapan, sehingga hari itu (Hari YAHWEH) menyergap kamu seperti pencuri.
  5. Kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang, kita bukanlah anak-anak malam atau anak-anak kegelapan.
  6. Jadi kemudian, kita jangan sampai tertidur seperti juga orang-orang yang lain, sebaliknya kita harus berjaga-jaga dan sadar.
  7. Karena mereka yang tidur, mereka tidur pada waktu malam, dan mereka yang mabuk, mereka mabuk pada waktu malam.
  8. Tetapi kita, selagi siang, kita harus sadar, sambil mengenakan baju zirah iman dan kasih, serta ketopong pengharapan keselamatan.
  9. Sebab Elohim tidak menempatkan kita ke dalam murka, melainkan ke dalam pemeliharaan keselamatan melalui Tuhan kita YESHUA HaMashiakh,
  10. yang telah mati demi kita, supaya entah kita berjaga-jaga [masih hidup] atau tidur [sudah mati], kita dapat hidup bersama dengan Dia.

Yeshua haMashiach juga memberi peringatan yang sama:

Lukas 21:34-36 (TB)

  1. “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan (Hari YAHWEH) jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.
  2. Sebab ia (Hari YAHWEH) akan menimpa semua penduduk bumi ini.
  3. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput (Yunani: ekpheugo; meloloskan diri, melalui dengan selamat, melewati dengan aman) dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”

Hari-hari Zaman Nuh dan Hari-hari Zaman Lot

Tanda khusus yang terjadi pada zaman Nuh adalah “perkawinan” antara anak-anak Elohim (malaikat) dengan anak-anak perempuan manusia, yang melahirkan makhluk-makhluk najis yang disebut Nephilim, yang merusakkan seluruh bumi (Kejadian 6:4). Apa yang terjadi pada zaman Nuh adalah peperangan genetika (Kejadian 3:15), yang dimulai sejak anak-anak Elohim merusakkan anak-anak perempuan manusia (Kejadian 6:4) dan seluruh makhluk hidup di muka bumi, dan hanya menyisakan Nuh dan keluarganya (8 orang).

Tanda khusus yang terjadi pada zaman Lot adalah kerusakan moralitas, kerusakan tatanan pernikahan, incest, homoseksual ~ LGBTQ.

Lukas 17:26-30 (ILT)

  1. Dan sebagaimana yang terjadi pada zaman Nuh, demikian pula akan terjadi pada hari-hari Anak Manusia.
  2. Mereka makan, minum, mengawini, dan dikawini, sampai waktu Nuh masuk ke dalam bahtera, dan air bah melanda dan membinasakan segala sesuatu.
  3. Sama seperti itu pula yang terjadi pada zaman Lot. Mereka makan, minum, membeli, menjual, menanam, dan membangun,
  4. tetapi pada hari Lot keluar dari Sodom, turunlah hujan api dan belerang dari langit dan membinasakan segala sesuatu.
  5. Sesuai dengan hal-hal ini akan terjadi pada hari Anak Manusia disingkapkan (Yunani: apokalupto; disingkapkan, dinyatakan, dimanifestasikan).

Nuh tetap berada di bumi ketika penghakiman Tuhan yang paling mengerikan yang pernah terjadi di bumi dilaksanakan pada waktu itu, yakni Air Bah. Lot dan keluarganya masih ada di bumi dan diselamatkan Elohim ketika Dia mencurahkan murka-Nya, hujan api dan belerang dari langit, ke atas Sodom.

Bangsa Israel masih berada di bumi di tanah Goshen dan dalam perlindungan YAHWEH Elohim ketika murka-Nya, tulah-tulah-Nya tercurah ke atas tanah Mesir. Dalam setiap contoh yang ada di Alkitab dimana murka YAHWEH Elohim dicurahkan ke bumi, kita melihat bahwa umat-Nya dilindungi/diamankan di atas bumi dan orang-orang fasik itulah yang dimusnahkan/disapu bersih.

Akhir Zaman nampaknya juga tidak akan berbeda – hingga Penghakiman Akhir pada Hari TerakhirSangkakala Terakhir. Pada waktu itu, orang-orang percaya akan mengalami Rapture sesuai firman Elohim yang tertulis di dalam Kitab Suci.

Yeshua haMashiach mengkonfirmasi hal tersebut di dalam doa-Nya kepada Bapa di surga, ketika Dia berdoa bagi murid-murid-Nya (termasuk semua orang yang menjadi percaya karena pemberitaan mereka – Yohanes 17:20):

Yohanes 17:14-15 (ILT)

  1. Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.
  2. Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil (Yunani: airo; mengangkat, membawa, membawa pergi, memindahkan, membawa dari antara yang hidup) mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi (Yunani: tereo; merawat dengan hati-hati, menjaga, melindungi, memelihara, memperhatikan) mereka dari pada yang jahat.

Janji Yeshua

Dalam Wahyu 3:10, Yeshua telah memberikan janji, Aku akan memelihara engkau dari waktu pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk menguji mereka yang tinggal di bumi.”

Wahyu 3:10 (ILT) Karena engkau telah memelihara firman ketabahan-Ku, Aku juga akan memelihara (Yunani: tereo; merawat dengan hati-hati, menjaga, melindungi, memelihara, memperhatikan) engkau dari waktu pencobaan yang akan segera datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang tinggal di bumi.

Kata “dari” merupakan kata sambung, yang juga bisa diterjemahkan dengan “melalui” atau “melewati“, sehingga ayat ini bisa juga diterjemahkan “Aku akan menjaga engkau ‘melalui/melewati’ masa pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia…

Matius 28:20 (ILT) … Dan lihatlah, Aku ada bersamamu sepanjang masa, sampai kesudahan zaman (Yunani: sunteleia aion; kesudahan zaman, berakhirnya zaman ini).” Amin.

Baca:

Kesaksian Natan (Bag. 2), Remaja Israel yang Melihat Gog dan Magog, Kedatangan Messias, Peperangan Tuhan, Kebangkitan Orang Mati

Pengajaran Yesus tentang 7 Meterai Kitab Wahyu: Akhir Zaman

Kembalinya Nephilim, Tanda Khusus Kedatangan Yesus

Planet X: Siklus Bencana Atlantis, Banjir Besar, Tulah-tulah Eksodus, Naga Merah dan Penggenapan Kitab Wahyu

Referensi:

When Will Our Lord Jesus Return, and When Will the Church Be Raptured?

The Rapture Theory

Why the pre-Trib Rapture is a false doctrine

Iklan