Proyektil Energi Kinetik akan menjadi hulu ledak tungsten yang melaju dengan tiga kali kecepatan suara, menghancurkan apa pun dalam jalurnya.

Jika Amerika Serikat akan berperang melawan Russia, kedua belah pihak bisa mengeluarkan senjata mematikan yang tidak pernah dilihat dunia di medan perang. Di pihak Russia, ada senjata-senjata nuklir taktis baru dan kecil. Untuk menandingi mereka, Angkatan Darat AS melihat lagi senjata “yang menghancurkan”, yang pertama kali diuji coba oleh Angkatan Udara dan Laboratorium Nasional Lawrence Livermore pada tahun 2013, Proyektil Energi Kinetik, atau KEP (Kinetic Energy Projectile, sebuah peluru berbasis tungsten yang bergerak tiga kali kecepatan suara yang bisa menghancurkan apapun di jalurnya, yang dikenal dengan julukan “Rod of God” (Tongkat Tuhan).

“Bayangkan saja itu seperti sebuah senjata shotgun besar,” kata Mayor Jenderal William Hix, direktur strategi, rencana dan kebijakan Angkatan Darat, beberapa minggu yang lalu di Konferensi Tingkat Tinggi Energi Booz Allen Hamilton. “Tapi tidak seperti selongsong shotgun,” kata Hix, “KEP bergerak dengan kecepatan yang luar biasa dari ‘Mach 3 sampai Mach 6.'”

Randy Simpson, seorang manajer program senjata di Lawrence Livermore National Lab, menjelaskan bahwa proyektil energi kinetik adalah hulu ledak yang “memanfaatkan kecepatan tinggi untuk menghasilkan lebih banyak energi ke sasaran ketimbang energi yang dihantarkan oleh bahan peledak kimia dalam muatan mereka sendiri.”

Jenderal Hix berkata, “Metode rancangan mereka [Lawrence Livermore] itu sangat menghancurkan. Saya tidak ingin berada di sekitarnya. Tidak banyak yang bisa bertahan. Jika Anda berada dalam tank tempur utama, jika Anda adalah anggota kru, Anda mungkin bisa selamat tapi kendaraannya tidak akan bisa meneruskan misi, dan segala sesuatu yang ada di bawah tingkat perlindungan seperti itu akan mati. Itu yang saya bicarakan.”

Jenderal Hix menekankan bahwa eksplorasi tersebut masih dalam fase konseptual dan belum dijadikan program aktual, “Kami mencari cara-cara yang mungkin menggunakan kemampuan itu di salah satu platform peluncuran kami yang sudah ada, sebagai bagian dari rangkaian senjata yang kami miliki.

Dia mengatakan bahwa pesaing utama peluncur ini adalah Sistem Rudal Taktis Angkatan Darat, yang dibuat oleh Lockheed Martin.

kinetic-weapon-test

Pada bulan Oktober 2013, tim uji Angkatan Udara mengikat proyektilnya ke “kereta luncur” di jalur uji kecepatan tinggi di Holloman Air Force Base di New Mexico. Tujuannya: untuk membuatnya bergerak lebih cepat dari Mach 3 dan melihat kemungkinan bagaimana hal itu benar-benar bekerja di udara. Uji coba menunjukkan bahwa desain hulu ledak berfungsi; ini juga menyediakan data untuk membantu simulasi dan pemodelan.

Mengapa militer A.S., yang telah menempatkan dana miliaran dollar tak terhitung ke sektor senjata presisi selama beberapa dekade, membutuhkan senjata kasar dan mengerikan semacam ini? Untuk melawan senjata nuklir kecil Russia.

“Russia … mempertahankan persediaan nuklir taktis mereka dengan cara yang tidak kita miliki,” kata Hix.

Kepala Potomac Institute, Philip Karber, yang membantu Pentagon menyusun tulisan tentang Studi Perang Generasi Baru Russia, memberikan sedikit penjelasan saat wartawan Defense One berbicara kepadanya pada bulan Januari. Sementara Amerika Serikat hanya mempertahankan sedikit dari beberapa gudang senjata nuklir taktis yang dulunya banyak, Karber memperkirakan bahwa saat ini Russia memiliki sekitar 2.000 sampai 5.000 senjata.

“Lihatlah apa yang dilakukan Russia dalam teknologi nuklir taktis fisi rendah, fusi tinggi, sub-kiloton,” katanya. “Tampaknya mereka berupaya keras … dalam memperkecil hulu ledak dan menggunakan hulu ledak sub-kiloton berkapasitas rendah.”

Mengapa itu penting? Dengan mengecilkan hulu ledak, Anda bisa menembaknya dari berbagai jenis senjata yang lebih beragam, termasuk, secara potensi, meriam tank kaliber 152 milimeter.

“Mereka telah mengumumkan bahwa tank Armata yang akan datang memiliki peluncur rudal kaliber 152 milimeter. Mereka membicarakan tentang kemampuan nuklirnya. Pertanyaan selanjutnya, ‘Anda sedang berbicara tentang membuat sebuah tank nuklir, sebuah tank yang menembakkan nuklir?’ Yah, itulah implikasinya,” kata Karber.

t-14
T-14 Armata

Hix mengatakan bahwa penggunaan senjata nuklir medan tempur taktis, yang bahkan sangat rendah sekalipun, bukanlah bagian dari doktrin resmi militer Russia, namun ini adalah kemampuan yang semakin ingin mereka pamerkan (dan diskusikan) untuk mengintimidasi negara tetangga dan musuh.

“Mereka jelas-jelas menggunakan senjata tersebut dalam banyak latihan mereka, termasuk salah satu yang berpartisipasi dalam penerjunan 30.000 sampai 40.000 tentara di perbatasan Ukraina tepat sebelum [invasi 2014] Krimea. Intimidasi paksaan adalah bagian dari desain mereka,” katanya.

“Dan sementara bahkan jenderal-jenderal Soviet mungkin menghindar dari menggunakan nuklir taktis,” kata Hix, “militer Putin ‘lebih cenderung secara filosofis untuk melihat penggunaannya.'”

Meskipun mungkin tidak sama dahsyatnya dengan senjata nuklir taktis, namun Angkatan Darat A.S. percaya bahwa Proyektil Energi Kinetik dari Livermore National Laboratory dapat memiliki efek penangkal yang sama.

Hulu ledak yang baru dikembangkan sebagai suatu kemampuan serangan cepat yang konvensional dan dirancang untuk menghujani area medan perang dengan ribuan benda-benda logam berbentuk kubus dengan kecepatan tinggi.

Hulu ledak akan meledak pada ketinggian tertentu di atas wilayah sasaran, menyemburkan fragmen-fragmen logam panas yang akan merobek daging dan logam di area yang luas. Senjata khusus ini akan menghancurkan pergerakan maju mekanis tentara lawan, tanpa membutuhkan amunisi kluster yang biasanya sering menyisakan muatan yang tidak meledak di medan perang.

Menghadapi ketidakseimbangan tembakan presisi jarak jauh melawan Russia di Eropa timur, Mayor Jenderal William Hix, mengatakan bahwa hulu ledak ini dapat segera dipasangkan dengan Sistem Rudal Taktis Angkatan Darat Mach 3. Dia mengatakan dampak psikologis dari ledakannya akan sebanding dengan senjata nuklir taktis.

Keampuhan senjata kinetik “Rod of God” pernah ramai dibicarakan ketika terjadi ledakan besar di Tianjin, China, Agustus 2015 kemarin.

Senjata Proyektil Energi Kinetik Tungsten ini juga digambarkan dalam film Hollywood “GI. Joe Retaliation.”

Referensi:

U.S. Army Could Adopt Kinetic Energy Projectile

Kinetic bombardment

U.S. MILITARY CONSIDERS NEW SUPER-WEAPON TO COUNTER RUSSIA’S NUCLEAR WARHEADS

Rod of God secret space weapon analysis: Precision-guided munition calculations show it’s possible to strike almost any target on Earth from orbit with 3-4 tons of TNT explosive equivalent

Rods from god: a terrifying space weapon?

Rods from God

Defense Department Successfully Conducts Warhead Sled Test

Shaking Things Up for the Nation’s Defense

T-14 Armata

US Army Exploring ‘Devastating’ New Weapon for Use In War with Russia

Iklan