Dalam tampilan kemuliaan yang dahulunya ada di Bait Suci Yahudi, puluhan ribu warga Yahudi berkumpul di Kotel (Tembok Barat) di Kota Tua Yerusalem pada hari Kamis pagi (16 Nisan 5777/13 April 2017) untuk menerima Berkat Tahunan dari Kohanim (para imam).

Diperkirakan 80.000 orang berbondong-bondong ke lokasi tersebut, yang merupakan puncak perayaan Hari Raya Paskah di Yerusalem, yang dimulai sejak Senin petang, 14 Nisan (10 April 2017).

Pemberkatan massal oleh Kohanim, yang merupakan keturunan Imam Harun, Imam Besar pertama, berlangsung dua kali setahun, yakni pada Hari Raya Sukkot (Pondok Daun) dan Paskah. Doa berkat imam ini dapat ditemukan dalam Kitab Bilangan pasal 6, di mana Elohim memerintahkan Musa untuk memberi tahu Harun dan anak-anaknya bagaimana memberkati bangsa Israel.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Jemaah di Tembok Barat menerima berkat imam pada Hari Raya Paskah 13 April 2017 (Foto oleh Mendy Hechtman / Flash90)

Berkat imam diucapkan setiap hari sepanjang tahun sebagai bagian dari ibadah doa pagi, dan dua kali pada hari Shabbat dan ibadah-ibadah doa pagi pada hari-hari raya. Sebelum mengucapkan berkat, orang-orang dari suku Lewi mencuci tangan Kohanim. Ritual ini hanya bisa dilakukan oleh seorang kohen (imam) dan hanya di hadapan kuorum sepuluh orang Yahudi. Seorang kohen yang berada di bawah pengaruh alkohol atau sedang berkabung tidak boleh menjalankan pemberkatan.

Kohanim berdiri di atas duchan atau apa yang disebut sebagai bimah (mimbar). Kohanim menutupi kepala mereka dengan tallitot mereka, dan memulai berkat dengan mengucap syukur kepada Elohim atas hak istimewa karena ditugaskan dengan tanggung jawab untuk memberkati umat-Nya atas nama Elohim. Pemimpin ibadah (Shaliach Tzibbur) memanggil dengan suara keras “Kohanim“, dan para imam berbalik menghadap jemaah dengan diselimuti (kepala dan tangan tertutup) dengan tallitot (syal doa) mereka, tangan-tangan diangkat ke atas untuk memulai berkat.

Birkat-Kohanim

Berkat ini dilakukan oleh para imam dengan mengangkat tangan mereka ke atas, dengan jari-jari kedua tangan terpisahkan sehingga membentuk lima spasi di antara keduanya; spasi-spasi itu berada di antara jari manis dan jari tengah dari masing-masing tangan, di antara jari telunjuk dan ibu jari dari masing-masing tangan, dan kedua ibu jari saling menyentuh di ruas jari, membentuk huruf “ש” “shin“, yang merupakan lambang dari “Shadday” (Yang Maha Kuasa).

Para imam kemudian mengutip dari Bilangan 6:23-27

Yevarekhekha Adonai veyishmerekha.
[YAHWEH memberkati engkau dan memelihara engkau;]

Ya’er Adonai panav ‘eleikha vichunneka.
[YAHWEH membuat wajah-Nya bersinar atasmu, dan bermurah hati kepadamu;]

Yisa Adonai panav ‘eleikha, veyasem lekha shalom.
[YAHWEH menghadapkan wajah-Nya kepadamu, dan memberi engkau damai sejahtera!]

Selama jalannya pemberkatan, tangan-tangan Kohanim yang tertutup dibentangkan ke atas jemaat dengan cara yang ditentukan. Tradisi menyatakan bahwa Hadirat Ilahi akan bersinar melalui jari-jari para imam, dan tidak ada seorang pun yang diizinkan untuk memandangnya demi menghormati Elohim. Shaliach Tzibbur secara perlahan-lahan akan melantunkan dengan melodi setiap kata berkat dan Kohanim akan mengulanginya.

Jemaat tetap berdiri di hadapan Kohanim dengan tallitot menudungi kepala. Selama pengucapan berkat ini, Kohanim, dan juga jemaat, melafalkan sebuah nyanyian musik yang diperpanjang sementara Kohanim berhenti sejenak untuk mengulang tiap-tiap kata.

Birkat-kohanim-pesakh-5777
Kohanim (para imam) memberkati jemaah di Tembok Barat pada Hari Raya Paskah 13 April 2017 (Foto oleh Mendy Hechtman / Flash90)

Keamanan sangat ketat menyusul gelombang kekerasan yang melanda Israel selama lebih dari satu setengah tahun terus berlanjut. Awal bulan ini, seorang teroris Palestina menikam tiga orang di Kota Tua. Setelah kejadian tersebut, komandan polisi Yerusalem Doron Turgeman menyatakan bahwa keamanan akan ditingkatkan untuk hari raya Paskah.

“Hari raya-hari raya dan festival-festival selama bertahun-tahun telah menyebabkan ketegangan dan sensitivitas yang tinggi dan merupakan periode yang lebih disukai untuk melakukan serangan,” kata Turgeman kepada Radio Angkatan Darat. “Menjelang hari raya, akan ada penerjunan keamanan yang lebih luas berdasarkan penilaian situasi. Kami ada di sini untuk memungkinkan hari raya dapat berjalan seperti biasanya.”

Guard
Polisi perbatasan Israel menjaga jemaah di Tembok Barat selama ibadah berkat imam pada Paskah 13 April 2017 (Photo by Mendy Hechtman/Flash90)

Refensi:

The Priestly Blessing – Birkat Kohanim

Parasha Naso

80,000 Gather at Western Wall to Receive Priestly Blessing [PHOTOS]

Iklan