Markus 13:8 (ILT) … Dan akan terjadi gempa bumi di berbagai tempat dan akan terjadi kelaparan dan kekacauan. Inilah awal penderitaan (Yunani: odin; sakit bersalin)!

Alkitab sudah memperingatkan bahwa semuanya ini akan terjadi. Selain masalah-masalah ekonomi parah yang membelit Amerika Selatan, kini kelaparan yang mengerikan telah melanda seluruh Afrika. Saat ini ada kebutuhan mendesak untuk makanan di Sudan Selatan, Somalia, timur laut Nigeria, Eritrea dan Kenya. Dan Yaman, meskipun secara teknis bukan bagian dari Afrika, juga terdampak banyak faktor yang sama yang melumpuhkan seluruh negara-negara Afrika timur. PBB menyatakan bahwa lebih dari 20 juta orang bisa mati karena kelaparan dan wabah jika tidak ada yang dilakukan. Banyak yang percaya bahwa krisis pangan semacam ini tidak akan pernah terjadi kembali di dunia kita, namun sayangnya semua itu hanyalah angan-angan.

PBB yang dibentuk pada tahun 1945, baru saja mengumumkan bahwa apa yang kita hadapi tahun 2017 ini adalah “krisis kemanusiaan terbesar sejak berdirinya PBB”. Berikut kutipan artikel CNN berjudul “20 juta orang beresiko kelaparan dalam krisis terbesar dunia sejak tahun 1945, kata PBB” …

“Kita berdiri pada titik kritis dalam sejarah. Sudah sejak awal tahun kita menghadapi krisis kemanusiaan terbesar sejak berdirinya PBB,” kata Kepala Badan Kemanusiaan PBB Stephen O’Brien pada hari Jumat.

“Sekarang ini, lebih dari 20 juta orang di empat negara menghadapi kelaparan dan kekeringan. Tanpa upaya kolektif global dan terkoordinasi, orang-orang akan mati kelaparan. Banyak lagi akan menderita dan mati karena wabah.”

Sulit untuk melebih-lebihkan tingkat penderitaan kemanusiaan di banyak wilayah Afrika saat ini. Di Somalia, PBB memperkirakan bahwa lebih dari 6 juta orang sangat putus asa membutuhkan bantuan makanan …

Sementara Somalia sedikit lagi mengalami malapetaka kelaparan, prospek kehancuran total dan musnahnya nyawa manusia secara kolosal sekali lagi menjadi kenyataan dalam waktu dekat. Situasi kemanusiaan di Somalia semakin memburuk dari hari ke hari, dimana secara bersamaan 6,2 juta orang membutuhkan bantuan mendesak. Orang-orang di Somalia telah dipaksa berjalan ratusan mil demi mencari makanan, air dan tempat penampungan – dengan jumlah perempuan dan anak-anak yang tidak proporsional kini terdampak. Lebih dari 300.000 anak di bawah usia lima tahun sangat kekurangan gizi, dan lebih dari 200.000 anak-anak lainnya berisiko kekurangan gizi akut.

Di Sudan Selatan, hampir separuh penduduk amat sangat membutuhkan bantuan darurat, dan kondisi begitu buruk sampai orang-orang akan makan rumput jika mereka dapat menemukannya …

Di Sudan Selatan lebih dari satu juta anak diyakini kekurangan gizi akut dan UNICEF telah mengatakan bahwa jika bantuan darurat tidak mencapai mereka, banyak dari mereka akan mati. “Tidak ada makanan, kami makan apa pun yang dapat kami temukan,” kata seorang ibu Sudan Selatan kepada ITV. “Kami menemukan rumput, kami akan memakannya. Hanya itulah satu-satunya cara kami bertahan hidup sekarang ini.”

Di Yaman, ada sekitar tujuh juta orang membutuhkan bantuan makanan, dan pihak berwenang memperingatkan bahwa jika tidak ada pertolongan, “jutaan anak-anak” akan mati kelaparan …

“Jumlah orang-orang yang terdampak benar-benar luar biasa,” kata Mark Kaye, juru bicara Save the Children’s Yaman.

“Kita terus bicara bahwa negara ada di ambang kelaparan, tapi bagi saya angka-angka ini mengkonfirmasi bahwa kita berada pada titik tidak bisa kembali lagi. Jika tidak ada yang dilakukan sekarang, esok kita akan memandang kembali ke belakang dan jutaan anak-anak telah mati kelaparan, dan kita semua telah menyadari kondisi ini sejak beberapa waktu. Ini akan mempermalukan kita sebagai komunitas masyarakat internasional untuk tahun-tahun mendatang.”

Eritrea yang tidak secara khusus termasuk dalam peringatan PBB baru-baru ini, sebagian besar wilayahnya telah dilanda kekeringan yang melumpuhkan, dan sekitar setengah dari semua anak di Eritrea terhambat pertumbuhannya karena kekurangan gizi parah …

Tapi kami tidak bisa mengerti mengapa Eritrea tidak termasuk dalam peringatan. UNICEF telah mengkonfirmasi apa yang kami ketahui dari teman-teman dan keluarga di dalam negeri kita. Dalam laporan bulan Januari, lembaga PBB itu mengatakan bahwa kekeringan El Niño telah melanda separuh dari wilayah Eritrea. Kekurangan gizi akut menyebar luas. UNICEF mengatakan: “Tingkat malnutrisi sudah melebihi tingkat bahaya, dengan 22.700 anak balita diproyeksikan menderita kekurangan gizi akut parah pada tahun 2017 … Separuh dari semua anak di Eritrea terhambat pertumbuhannya, dan sebagai hasilnya, anak-anak ini bahkan lebih rentan terhadap kekurangan gizi dan wabah penyakit.”

Di Kenya, keadaan darurat nasional telah dinyatakan karena kekeringan dan kelaparan. Apa yang harus diperbuat orang tua, jika anak-anak mereka menangis kelaparan meminta makanan tetapi mereka tidak punya apa pun untuk diberikan? Berikut cerita dari Kenya …

Emmanuel Ayapar berusia tiga tahun dan tidak bisa berjalan lagi. Daging di kakinya, yang menjuntai dari pinggul ibunya sementara ia digendong ke mana-mana, telah menyusut.

Ia tampak lesu dan sedih, lidah menjulur berulang kali keluar dan masuk mulutnya.

“Kami tidak punya cukup makanan,” kata Veronica, ibunya 28 tahun. “Kami hanya makan sekali sehari.”

Anak kecil ini menderita gizi buruk dan beresiko mati kelaparan. Bobotnya hanya 7,5 kg – separuh dari berat rata-rata normal anak seusianya.

Sementara itu di belahan bumi lain, gerombolan orang-orang lapar mengobrak-abrik tong-tong sampah di Venezuela untuk mendapatkan sesuatu untuk mengisi perut mereka yang kesakitan.

Kondisi begitu buruk sampai-sampai salah seorang lawan utama Presiden Maduro mendesak warga Venezuela untuk melabeli kantong-kantong sampah mereka yang masih berisi sisa-sisa makanan di dalamnya, supaya orang-orang yang mencari makanan di kantong sampah dapat lebih mudah menemukan makanan…

Pendeta kontroversial dan lawan pemerintah Presiden Nicolás Maduro, Pastor Jose Palmar memposting di media sosial minggu ini tentang melabeli sampah buangan sehingga orang-orang yang mencari makanan di dalamnya dapat menemukannya lebih mudah dan “bermartabat.”

Palmar menyerukan rakyat Venezuela untuk merayakan puasa dengan memberi tanda kantong-kantong di mana makanan telah dibuang bagi orang-orang yang tidak punya tempat lain untuk berpaling. Dengan demikian, mereka tidak harus menggali di antara tumpukan sampah non-makanan untuk dapat menemukannya.

Orang-orang begitu kelaparan di Venezuela sehingga beberapa dari mereka menyembelih dan makan kucing, anjing, burung merpati dan hewan-hewan kebun binatang.

Akibat rak-rak toko swalayan yang kosong kehabisan barang dan kekurangan makanan yang parah, orang-orang Venezuela kehilangan berat badan dengan kecepatan luar biasa.

75% penduduk negara itu kehilangan berat badan rata-rata lebih dari 9 kg selama kekurangan makanan pada tahun 2016, menurut survei universitas Venezuela dan lembaga-lembaga nirlaba. Tahun lalu, lebih dari 80 persen bahan makanan lenyap dari rak-rak toko dan banyak orang harus bertahan hidup dengan makan satu kali sehari, dilaporkan Foreign Policy.

Venezuela dulunya adalah negara minyak paling kaya di Amerika Selatan. Tapi selama beberapa dekade salah urus pemerintah menyebabkan negara itu mengalami kemunduran. Pendahulu Presiden Maduro, Hugo Chavez, menghambat perekonomian dengan peraturan-peraturan berat, kontrol harga, dan kampanye untuk menasionalisasi industri-industri utama yang mengejar investor-investor asing.

Situasi krisis finansial yang dipicu gunung hutang terbesar dalam sejarah planet bumi, bahkan sekarang telah terjadi di negara-negara modern super kaya yang kini bangkrut, dan peristiwa yang sama seperti di Venezuela ini dapat terjadi di mana-mana.

Menurut Dana Moneter Internasional, jumlah hutang global seluruh dunia telah mencapai total 152 triliun dollar. Perkiraan lain menyebutkan angka mencapai 200 triliun dollar. Jika Anda mengambil saja angka 152.000.000.000.000 dollar dan membaginya dengan tujuh miliar manusia yang hidup di planet ini, Anda akan mendapatkan angka US$ 21.714 (IDR 289.404.192), yang akan menjadi hutang bagi setiap laki-laki, perempuan dan anak-anak di dunia ini jika dibagi sama rata.

Kita hidup selama ini dalam gelembung hutang terbesar dalam sejarah planet ini, dan para ahli keuangan dunia harus terus mencari cara-cara supaya itu tetap tumbuh lebih cepat dari Produk Domestik Bruto global, karena jika itu berhenti bertumbuh, semuanya ini akan meledak dan menghancurkan seluruh sistem keuangan global.

Selalu ada harga yang harus dibayar untuk setiap hutang. Namun ada begitu banyak orang yang tampaknya tidak memahami prinsip yang sangat mendasar ini.

Pada tingkatan individu, Anda bisa hidup bermewah-mewahan seperti Donald Trump (setidaknya untuk sementara waktu) dengan mendapatkan banyak uang dari sebanyak mungkin kartu kredit dan menggesek mereka sampai batas limit.

Namun akhirnya hari perhitungan itu akan tiba.

Hal yang sama terjadi pada tingkat nasional. Dalam beberapa tahun terakhir kita melihat contoh-contoh di Yunani, Siprus, Zimbabwe, Venezuela dan berbagai negara Eropa lainnya.

Ketika Anda pergi berhutang, itu semua ada konsekuensinya.

Dan ketika gelembung hutang terbesar dalam sejarah umat manusia akhirnya meledak, akibatnya akan sangat parah.

Alkitab maupun nabi-nabi Tuhan lainnya sudah memperingatkan bahwa semua hal ini akan terjadi.

Lebih dari 40 tahun lalu, seorang hamba Tuhan, David Wilkerson juga telah menubuatkan:

Akan ada kekacauan ekonomi dunia di masa depan ini. Dalam penglihatanku, ini adalah hal paling jelas yang aku lihat. Tidak hanya dollar Amerika mengarah kepada masalah besar, namun demikian juga semua mata uang-mata uang dunia lainnya. Aku melihat kekacauan ekonomi pertama-tama melanda Eropa, dan kemudian mempengaruhi Jepang, Amerika Serikat, Kanada, dan semua bangsa-bangsa lainnya segera sesudah itu.

Suatu resesi sedemikian besar sehingga itu akan mempengaruhi gaya hidup hampir semua pencari nafkah di Amerika dan seluruh dunia. Juga tanpa keraguan, akan terjadi tahun-tahun buruk di depan, penuh dengan kekacauan moneter dan keputusasaan. Seberapa cepat itu terjadi masih belum jelas, namun itu tidak terlalu lama lagi.

Akan berkembang seruan untuk penataan seluruh sistem moneter dunia ke dalam satu sistem yang seragam. Dan meskipun Dollar akan kelihatan menguat sesaat sebelum terjadinya resesi besar yang akan datang, suatu krisis baru akan berkembang dan akan mengguncang seluruh dunia finansial.

Suatu booming ekonomi palsu akan mendahului resesi, tetapi itu hanya sesaat saja.

Akan ada banyak orang yang tidak sanggup membayar kewajiban-kewajiban berat kepada perusahaan-perusahaan utama pemberi kartu kredit, dan hampir menyebabkan terjadinya kekacauan. Ribuan bisnis-bisnis kecil juga akan dipaksa masuk ke dalam kebangkrutan.

Dunia akan segera menyaksikan permulaan Kesusahan Besar yang disebabkan oleh perubahan cuaca paling drastis dalam sejarah: gempa bumi, banjir, malapetaka dahsyat yang jauh melampaui apa pun yang pernah disaksikan manusia.

Para ahli lingkungan hidup akan dikritik habis-habisan. Akan terjadi gempa-gempa bumi besar. Akan terjadi kelaparan parah. Banjir, badai dan tornado akan semakin meningkat frekuensinya.

Menyusul kekeringan, banjir dan gempa bumi, umat manusia akan menghadapi ancaman epidemi-epidemi baru. Akan terjadi epidemi besar penyakit kolera yang menyapu berbagai negara-negara miskin. India dan Pakistan menghadapi ancaman kematian beribu-ribu orang karena epidemi dan kelaparan.

Kekeringan akan datang atas dunia ini di dalam generasi kita, dan jutaan orang akan mati kelaparan.

Apa yang sedang terjadi di Afrika dan Amerika Selatan ini merupakan gambaran tentang hal-hal yang akan terjadi di masa mendatang. Semoga saja semua tanda-tanda ini membantu kita memahami bahwa kita juga perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi suatu Masa Kesusahan, ketika hal-hal yang sulit mulai terjadi.

Lihatlah, Seekor Kuda Hitam!

Salah satu yang disebutkan Tuhan Yeshua ketika sedang berdiskusi dengan murid-murid-Nya di Gunung Zaitun mengenai tanda-tanda kedatangan-Nya adalah: datangnya kelaparan dan wabah penyakit. Tuhan Yeshua juga mewahyukan semuanya ini dalam penglihatan Rasul Yohanes di pulau Patmos, tentang munculnya kuda hitam dan penunggangnya, yaitu: keruntuhan ekonomi, kelaparan, kelangkaan bahan makanan. Ini semua merupakan permulaan penderitaan sakit bersalin menjelang kedatangan Messias.

Wahyu 6:5-6 (ILT) Dan ketika Dia membuka meterai yang ketiga, aku mendengar makhluk hidup ketiga yang berkata, “Marilah dan lihatlah!” Dan aku melihat, dan lihatlah, seekor kuda hitam dan dia yang menunggang di atasnya yang memegang timbangan di tangannya. 6. Dan aku mendengar suara di tengah-tengah keempat makhluk hidup itu, yang berkata, “setakar gandum sedinar dan tiga takar jelai sedinar, tetapi jangan engkau merusak minyak zaitun dan air anggur itu.”

Markus 13:8 (ILT) … Dan akan terjadi gempa bumi di berbagai tempat dan akan terjadi kelaparan dan kekacauan. Inilah awal penderitaan (Yunani: odin; sakit bersalin)!

Lukas 21:11 (ILT) juga akan terjadi gempa bumi yang dahsyat di berbagai tempat, dan kelaparan-kelaparan, dan wabah-wabah penyakit, …

Matius 24:7-8 (ILT) … Dan akan terjadi kelaparan dan wabah penyakit, dan gempa bumi di berbagai tempat. 8. Dan semua ini merupakan awal penderitaan (Yunani: odin; sakit bersalin).

Kitab 2Esdras 16:21-22 Lihatlah, perbekalan akan begitu murah di bumi sehingga manusia akan membayangkan bahwa perdamaian terjamin bagi mereka, dan kemudian malapetaka-malapetaka akan muncul di bumi – pedang, kelaparan, dan kekacauan besar. 22. Karena banyak dari mereka yang tinggal di bumi akan binasa oleh kelaparan; dan mereka yang bertahan hidup dari kelaparan akan mati oleh pedang.

Kitab 2Esdras 15:19 Manusia tidak akan memiliki belas kasihan kepada tetangganya, tapi akan menyerang rumah-rumah mereka dengan pedang, dan menjarah barang-barang mereka, karena kelaparan akan roti dan karena kesusahan besar.

Baca:

Nubuat David Wilkerson 40 Tahun Lalu Mulai Digenapi di Depan Mata

Pengajaran Yesus tentang 7 Meterai Kitab Wahyu: Akhir Zaman

Kilas Balik 1988: Bersiaplah untuk Mata Uang Dunia 2018 – Majalah Economist!

Nubuat dari Tahun 1981: Ekonomi Amerika akan Runtuh Sesudah Kematian Fidel Castro

Tanda-tanda Profetik Kedatangan Segera Yesus Kristus

Referensi:

20 million at risk of starvation in world’s largest crisis since 1945, UN says

The Global Famine Begins: UN Announces That The Worst Food Crisis Since World War II Is Happening Right Now

Behold A Black Horse – UN Announces Worst Food Crisis Since WW2

This Region Of The World Is Being Hit By The Worst Economic Collapse It Has Ever Experienced

Venezuela: 75% of population lost 19 pounds amid crisis

The Economic Collapse In Venezuela Is So Bad That People Are Slaughtering And Eating Zoo Animals

Venezuelans Are Separating Food from Waste as More People Forced to Eat from Garbage

Somalia Is On The Brink Of Another Catastrophic Famine, But Where Is The Urgent Response?

Famine – Millions On The Brink: Tonight

Yemen at ‘point of no return’ as conflict leaves almost 7 million close to famine

$21,714 For Every Man, Woman And Child In The World – This Global Debt Bomb Is Ready To Explode

Iklan