Bab 5 – Ritual Sihir Memanggil Keluar Pasukan Iblis Purbakala Dari Perut Bumi

[Bab 1] [Bab 2] [Bab 3] [Bab 4] [Bab 5] [Bab 6] [Bab 7]

Dalam artikel sebelumnya kita telah membahas tentang Terowongan kembar Gotthard Base dan ritual okultisme tingkat tinggi yang diselenggarakan di Switzerland tidak jauh dari instalasi raksasa Mesin Akselerasi dan Tumbukan Partikel, LHC-CERN. Dalam artikel ini kita akan memeriksa setiap fase dari ritual yang ditayangkan live-streaming ke seluruh dunia ini. Ritual dimulai dengan pemberkatan lintas agama/kepercayaan seperti yang telah disebutkan dalam artikel sebelumnya. Selanjutnya doa permohonan kepada Dewi Tritunggal, gembala “Manusia Kambing Bertanduk” yang terangsang, yang melangkah masuk ke tengah panggung (lengkap dengan pencahayaan merah menakutkan beserta asap – menampilkan seakan-akan dia bangkit keluar dari Abyssos, jurang maut), diiringi oleh kawan-kawan nerakanya – yang kebanyakan melakukan tindakan-tindakan ritual dan pose-pose seks.

600-gotthard-ceremony

Parade seks campur baur ini juga diikuti seorang “malaikat” (yang menyerupai Strigae – burung hantu cacat yang selalu menyertai Dewi Hecate) yang terbang di atas beberapa penambang (mungkin, mewakili sembilan orang yang tewas). Setelah tahap pertama (kita menyebutnya pembukaan “portal pintu gerbang“) selesai, berbagai tokoh agama dan politik terkemuka menaiki kereta dan menuju ujung utara di Erstfeld. Perhatikan, bahwa pilihan pelaksanaan ritual ini dimulai di selatan dan berakhir di utara, mewakili naiknya “sesuatu” ke atas permukaan bumi, yaitu pembukaan Abyssos (jurang maut).

Pertunjukan utama berlangsung di panggung terbuka yang sangat masif di Erstfeld. Kota kecil Erstfeld ini terletak di dalam daerah bagian Uri di Swiss. (Uri, adalah sejenis bison yang sudah punah, yang sekali lagi menyiratkan tema binatang “bertanduk“). Sementara para pejabat menduduki kursi-kursi nyaman mereka di panggung, sebuah layar tampilan besar ditayangkan, menunjukkan apa yang tampaknya seperti gunung batu besar. Para penari berpakaian penambang “menaiki” wajah batu ini dan menggali ke dalam bumi, untuk menyingkapkan apa yang ada di bawahnya: sebuah mesin besar, terbentuk dari lengan-lengan manusia, yang berputar dan mengaduk dalam berbagai bentuk dan desain, yang sebagian besar menyerupai Large Hadron Collider di CERN.

gotthard-1

Sesudah “bukaan” ini tercapai, para penambang menanggalkan pakaian oranye mereka (para pria sekarang bertelanjang dada) dan mengambil “senjata-senjata”; yaitu, mereka menggunakan tongkat-tongkat untuk melakukan tarian yang kelihatan seperti peperangan. Setelah pertempuran ini selesai, sekelompok wanita bergabung dengan pria (para wanita hanya memakai pakaian dalam putih), dan seluruh rombongan penari terlibat di dalam layar hiruk-pikuk di tengah-tengah awan debu (simulasi asap, mungkin?). Tarian hingar-bingar ini membangkitkan seorang raksasa.

gotthard-2

Sudah jelas, tindakan ini lebih dari sekedar basa-basi Switzerland tentang prestasi teknologi bangunan mereka! Hubungan antara CERN dan ritual pemanggilan seorang Raksasa tidur (“Dewa Bertanduk Cernunnos atau Melkart – keduanya adalah karakteristik dewa yang mati sekarat dan bangkit kembali. Melkart “tidur” selama setengah tahun, yang mungkin menjadi alasan kenapa Elia berkata kepada imam-imam Baal untuk “memanggil lebih keras lagi,” karena mungkin dia sedang tidur).

1Raja 18:27 (ILT) … pada tengah hari Elia mengejek mereka, dan berkata, “Panggillah dengan suara nyaring, karena dia adalah ilah. … barangkali dia tidur dan harus dibangunkan.”

Sementara raksasa terbangun, para penari melakukan ritual-ritual seks, aksi-aksi homoseksual. Sesudah simulasi persetubuhan ini, para penari jatuh ke lantai seperti orang mati.

gotthard-3

Di layar di belakang penari, Anda dapat melihat tiga pria berpakaian sebagai penambang. Sama seperti para penari yang mati, orang-orang ini juga “mati” sesudah dikejar oleh sesuatu yang kelihatan seperti asap. Ketiga orang ini (yang mungkin mewakili sembilan korban tewas dalam pembangunan terowongan) jatuh ke lubang yang dalam, seperti melakukan perjalanan turun ke jurang neraka (Abyssos) sebagai kurban, sedangkan para penari (sekarang dibangkitkan kembali), melanjutkan koreografi mereka yang dipenuhi hawa nafsu. Sementara para penambang yang mati turun ke neraka, mereka disambut oleh tangan-tangan raksasa (mengingatkan akan Nephilim yang dipenjarakan di dalam jurang Abyssos):

gotthard-4

Kemudian kita melihat tiga penari wanita hantu muncul keluar dari lubang/jurang:

gotthard-5

Sementara wanita-wanita hantu ini terbang di atas para penari, sebuah mata raksasa terbentuk di belakang mereka di layar, dan di bawah, serombongan penari serupa hantu memasuki area panggung, mengenakan kerudung dan rok. Pada saat ini, para pria mengenakan pakaian wanita, menunjukkan pembalikan moral tradisional sementara roh Abyssos (jurang maut) mengambil alih. Para fakir yang berputar-putar mengiringi para penari aneh ini, bersamaan dengan para pria mengenakan kostum yang membuat mereka terlihat seolah-olah ditutupi rambut hewan atau jerami. Para penari berkerudung rambut hewan ini merayap di sekitar barisan panjang musisi yang memanggul terompet-terompet (horn: terompet, tanduk) Alpine. Nampak jelas bahwa pencampuran aneh antara terompet (horn: terompet, tanduk) Alpine dengan tradisi Timur Tengah ini dimaksudkan untuk menunjukkan pesta pora internasional menyambut kebangkitan “Dewa” dari Abyssos.

Di belakang para musisi dan penari-penari hantu, Dewa Bertanduk memasuki panggung dengan keagungannya, dan mengikuti dia (seolah-olah hendak memberkatinya) adalah yang pertama dari Dewi Tritunggal: Gadis Perawan. Dia mengenakan pakaian perawan putih, dan dia mengikuti di belakang Dewa Cernunnos bertanduk, “Manusia Kambing.”

gotthard-6

Seperti Krampus, Manusia Kambing mengenakan jas tuksedo dengan potongan lancip dengan anyelir merah, mewakili asimilasinya ke dalam budaya modern kita:

gotthard-7

Sementara Manusia Kambing menari-nari dengan sekumpulan manusia aneh di panggung di bawahnya, gambarnya juga ditayangkan pada layar monitor di belakang rombongan, menunjukkan “roh jahat yang sesungguhnya” di balik kembalinya penyembahan Pagan ke dunia ini:

gotthard-antichrist-9

Perhatikan tiga kumbang (scarab) yang terbang di hadapan wajah yang berteriak ini (roh Anti-Kristus). Kumbang-kumbang “scarab” merupakan simbolisme “kelahiran kembali” (atau kebangkitan kembali) di dalam kebudayaan Mesir kuno. Layar berubah lagi, dan wajah raksasa Anti-Kristus berubah pusaran mata. Tatanan Dunia Baru (New World Order) Antikristus ini akan mematikan seluruh kehendak bebas umat manusia, dan setiap warga dunia akan diawasi (oleh para Watcher: Malaikat Pengawas (Malaikat yang Jatuh)) setiap saat, setiap hari.

gotthard-11

Sementara para Malaikat Pengawas ini bangkit kembali dari Abyssos, Manusia Kambing menyetubuhi sang Perawan, dan menghamilinya. Manusia Kambing kemudian dinyatakan sebagai Raja Penguasa Dunia, sementara semua orang sujud menyembah kepadanya.

gotthard-8

Seperti halnya dengan banyak Pantheon Pagan, sang Raja kemudian mati (ingat bahwa “Manusia Bertanduk” adalah tipikal Dewa yang sekarat mati dan bangkit kembali, dan banyak dari dewa-dewa ini (sesudah mati) digantikan oleh seorang anak (Osiris / Horus, Nimrod / Tammuz adalah contohnya).

Baca: Bangkitnya Babel | Manusia Dengan Banyak Nama

Sesudah “kematian” “Manusia Kambing,” kita melihat Anak Kambing aneh muncul ke satu sisi panggung (seolah-olah dia ada di tempat terpisah):

gotthard-9

Sekarang sesudah Anak Kambing dikandung, paduan suara laki-laki dan wanita (sebagian mengenakan pakaian lawan jenisnya – simbolisme transeksual/transgender, pembalikan tatanan moralitas: Hari-hari Zaman Lot) membawa persembahan tumbuh-tumbuhan hijau dan ranting-ranting, dan akar-akaran mulai muncul di layar besar di belakang panggung utama.

Akar-akaran raksasa dalam program ini menunjukkan pembalikan okultisme dari Pohon Kehidupan, dan sesudah beberapa saat, akar-akaran ini mengubah dunia menjadi sebuah mesin raksasa. Para pria berpakaian seperti penambang berdiri di atas piston-piston besar, dan roda-roda di dalam mesin besar berinterkoneksi dan menggerakkan piston ini. New World Order yang digerakkan dengan pemanggilan Manusia Kambing Satanic mencapai puncaknya dengan kemunculan kembali Sang Perawan, yang sekarang dihiasi dengan warna merah darah dan sedang hamil tua (wajah kedua dari Dewi Tritunggal). Dia adalah Pelacur Babel, memerintah dunia yang memenjarakan umat manusia:

gotthard-10

Perhatikan sosok bertanduk tepat di belakang penari Pelacur. Manusia Kambing Pria ini sekarang menjadi Manusia Kambing Wanita, sekali lagi menunjukkan pembalikan Orde Lama (Yudeo-Kristiani). Para Malaikat Pengawas purbakala yang oleh kaum Pagan disembah sebagai dewa-dewa memiliki kuasa untuk mengambil wujud tubuh pria atau wanita, membangkitkan kepercayaan akan Dewa “Kembar” (Hermes / Aphrodite adalah salah satu contoh Dewa Kembar). Sementara Sang Pelacur melahirkan, Manusia Kambing nampaknya hidup kembali, hanya sekarang “kepala kambing”-nya telah hilang, membuat dia tampil lebih manusiawi. Ingat, Anti-Kristus akan sembuh dari “luka di kepala” yang sangat fatal dan sekali lagi dibangkitkan, dan akan disembah oleh seluruh dunia.

Wahyu 13:3 (AYT)  Aku melihat satu dari kepala-kepalanya seperti terkena luka yang dapat mengakibatkan kematian, tetapi luka itu menjadi sembuh. Seluruh dunia kagum dan mengikuti binatang buas itu.

Perhatikan pembalikan yang terjadi mulai dari sini. Para pria berpakaian seperti wanita dan para wanita berpakaian seperti pria. Tatanan Dunia Baru (New World Order) Pagan akan membalik tatanan dunia Yudeo-Kristiani di atas kepalanya, dan Dewa-dewa Purbakala akan kembali untuk memikat dan memperbudak umat manusia menggunakan obat bius, “kebebasan” seksual yang merajalela, dan “pengetahuan” rahasia. (Baca Kitab Henokh)

Ritual Upacara Pembukaan Satanic Terowongan Gotthard Base ini menelan biaya 8 juta Euro untuk seluruh penampilan ini – jumlah yang konyol mengingat krisis ekonomi yang melanda hampir setiap negara Eropa. Pengurbanan manusia, sex magick, dan ilmu pengetahuan terlarang (CERN) dari praktek-praktek Trinitas Neraka terungkap dalam tampilan-tampilan menjijikkan ini. Siapakah yang masih waras pikirannya bersedia mengeluarkan uang bahkan hanya satu Euro untuk ritual upacara aneh seperti ini?

Sudah jelas, acara live-streaming ini dimaksudkan sebagai ritual Satanic untuk seluruh dunia, dan bukan sebagai perayaan keberhasilan teknik bangunan.

Manusia Kambing sedang menunggu untuk bangkit, dan ritual Switzerland memberitahukan kepada kita bahwa umat manusia yang namanya tidak tercatat di dalam Kitab Kehidupan akan menyambutnya ketika ia muncul dari dalam Abyssos (jurang maut). Dewi Tritunggal akan menunggangi “Sistem Binatang,” dan meskipun penampilan gila ini menunjukkan populasi dunia bergembira dan bekerja bersama-sama seperti sebuah mesin tak bermoral yang diminyaki, kebenarannya jauh lebih berbahaya. Manusia Kambing, Anti-Kristus, akan memperbudak umat manusia menggunakan hawa nafsunya sendiri sebagai kunci.

Wahyu 17:8 (ILT3)  Binatang buas yang engkau lihat, dia pernah ada dan sekarang tidak ada, tetapi dia akan segera muncul dari Abyssos (jurang maut), dan menuju kepada kebinasaan, dan orang-orang yang berdiam di muka bumi, yang nama-namanya tidak tertulis dalam Kitab Kehidupan sejak permulaan dunia, mereka akan heran sambil melihat binatang buas itu, yaitu yang pernah ada, dan sekarang tidak ada, sekalipun dia ada.

Next: Okultisme Kuno CERN

[Bab 1] [Bab 2] [Bab 3] [Bab 4] [Bab 5[Bab 6] [Bab 7]

Baca:

Bangkitnya Babel | Manusia Dengan Banyak Nama

Pintu Gerbang Neraka, Pan, dan Gereja Yesus

Geografi Paranormal Tanah Israel: Pusat Peperangan Gelap Melawan Terang

Referensi:

The Opening Ceremony of the World’s Largest Tunnel Was a Bizarre Occult Ritual

DARK, DANGEROUS RITUAL MAGIC: SUMMONING ABADDON’S LEGION

Iklan