Berikut ini kata-kata profetik Rabbi Jonathan Cahn, yang dia ucapkan pada peristiwa Pelantikan Presiden AS baru-baru ini. Jonathan Cahn adalah penulis buku The Harbinger dan The Mystery of th Shemitah, presiden dari Hope of the World Ministries dan pemimpin Jerusalem Center di Wayne, NJ.

20 Januari 2017, Rabbi Jonathan Cahn

Anggota Komite Doa Pelantikan Presidensial, anggota Pemerintahan dan para Perwakilan, para Duta Besar dan Delegasi dari negara-negara lain, menteri-menteri dan jemaat Elohim, dan bagi semua orang yang akan mendengarkan kata-kata ini. Kita berkumpul di sini di Washington, D.C., pada 20 Januari 2017, pada hari perubahan kekuasaan, kepemimpinan, dan pemerintahan. Dan kita berkumpul di sini dalam nama-Nya yang kerajaan-Nya tidak berubah.

Ketika kami datang ke sini ke kota ini empat tahun lalu, kami datang dengan satu agenda dan satu tujuan, untuk mencari wajah-Nya dan berdoa untuk kehendak-Nya bagi pemerintah ini dan untuk bangsa ini. Ini adalah seharusnya bahwa kita melakukannya pada hari ini, yang lebih daripada hari lainnya yang mewakili masa depan bangsa kita. Dan pada hari pelantikan, kita hadir di sini untuk meneguhkan tujuan Elohim.

Kita datang dari setiap bagian dari negeri ini untuk berdiri di hadapan Yang Maha Kuasa, yang di hadapan-Nya raja-raja dan kerajaan-kerajaan bangkit dan runtuh, dan bangsa-bangsa naik dan turun, yang Dia sendiri tetap sama kemarin, hari ini, dan selamanya.

Kita harus berdoa sesuai dengan kehendak dan kebenaran Elohim. Jadi pesan ini tidak akan benar secara politik, tapi ini adalah kebenaran.

Pesan dari Arbella

Tiga Ratus Delapan Puluh Tujuh Tahun Lalu, sebuah kapal bernama Arbella berlayar dalam perjalanan melintasi Samudera Atlantik menuju ke Dunia Baru. Menumpang di atas kapal itu John Winthrop yang akan menggoreskan pena visi pendiri suatu peradaban yang akan disebut ‘Amerika.’

Jika Amerika mengikuti jalan-jalan Elohim, ia menulis, maka, ‘Elohim … akan memerintahkan berkat ke atas kita dalam segala jalan-jalan kita … Dia akan membuat kita menjadi pujian dan kemuliaan … Karena kita harus mempertimbangkan bahwa kita akan menjadi seperti kota di atas bukit.’ Amerika akan menjadi seperti sebuah kota di atas bukit, ke mana mata semua orang akan melihat. Visi Winthrop didasarkan pada bangsa Israel.

Dalam sejarah planet ini, hanya ada dua peradaban yang muncul dari fondasi batu tunggal berupa panggilan dan tujuan Elohim. Yang pertama adalah Israel. Dan yang kedua … adalah Amerika.

Kejatuhan Israel Kuno

Israel dikuduskan bagi kehendak dan tujuan Elohim. Tapi di tengah-tengah berkat-berkatnya, bangsa itu melakukan kesalahan fatal, mereka berpaling dari Elohim. Orang-orang mulai menyingkirkan Dia dari kehidupan mereka. Mereka menyingkirkan Dia dari budaya mereka, mereka mengundang-undangkan Dia keluar dari pemerintah mereka, mereka membungkam Dia dari ruang-ruang publik mereka, mereka menghapuskan Dia keluar dari kerajaan mereka.

Menggantikan Dia, mereka membawa masuk dewa-dewa asing dan berhala-berhala, dewa-dewa sensualitas dan materialisme, dan berhala-berhala kekayaan, kedagingan dan amoralitas seksual. Mereka menggantikan standar kebenaran yang di atasnya bangsa itu didirikan dengan sebuah moralitas baru: yakni imoralitas yang baru. Apa yang pernah mereka ketahui sebagai dosa, sekarang mereka sebut baik, dan apa yang pernah mereka ketahui sebagai baik, sekarang mereka sebut jahat, dan apa yang pernah mereka ketahui sebagai benar, sekarang mereka sebut intoleran dan berbahaya.

Sekarang inilah sebuah peradaban dibalik, berperang melawan fondasi yang atasnya itu dibangun, dan berperang melawan Elohim dari fondasinya. Mereka menghujat nama Elohim dan turun ke dalam dosa yang paling gelap. Mereka sekarang membunuh anak-anak mereka sendiri di atas mezbah-mezbah Baal dan Molokh. Dan orang-orang yang tetap setia kepada Elohim, sekarang difitnah, dipinggirkan, dicemooh, dan dianiaya.

Dan Elohim memanggil mereka kembali, dan mengutus para nabi untuk menyadarkan mereka. Tetapi mereka mengeraskan hati mereka dan berperang melawan para nabi. Dan mereka berdiri di ambang penghakiman.

Kejatuhan Amerika

Bagaimana dengan Amerika? Mereka yang datang ke pantai-pantai ini empat abad lalu, mendedikasikan peradaban baru ini kepada Elohim dan menguduskannya bagi kehendak-Nya dan tujuan-Nya. Amerika akan menjadi kota di atas bukit, suatu persemakmuran kudus. Pemerintah pertamanya didirikan di dalam nama Yeshua dan bagi kemuliaan Elohim. Sistem pendidikan umumnya didirikan dengan tujuan untuk mengajarkan Firman Elohim. Dan seperti yang dinubuatkan Winthrop, Elohim telah memerintahkan berkat. Amerika akan menjadi bangsa yang paling diberkati, yang paling kuat, dan paling makmur di dunia, yang pernah dilihat, suatu pujian dan kemuliaan di bumi.

Tapi sesuatu terjadi kepada kota di atas bukit. Sebagaimana halnya orang-orang Israel kuno, di tengah-tengah berkat-berkat mereka, melakukan kesalahan fatal, demikian juga halnya kita. Kita telah berpaling dari Elohim. Kita telah menyingkirkan Dia keluar dari budaya kita, keluar dari pemerintahan kita, keluar dari kehidupan kita, dan melarang Dia dari ruang-ruang publik kita.

Menggantikan tempat-Nya, kita telah membawa berhala-berhala kedagingan dan kemakmuran, dan dewa-dewa materialisme dan percabulan. Kita telah menggantikan standar kekal tentang kebenaran dengan moralitas baru yang amoral. Bangsa yang dilahirkan untuk menyinari dunia dengan terang Elohim, sekarang telah memenuhi bumi dengan pornografi. Dan apa yang pernah kita ketahui tentang dosa, sekarang kita sebut baik, dan apa yang pernah kita ketahui tentang benar, sekarang kita sebut intoleran dan berbahaya. Dan orang-orang yang berpegang teguh kepada Elohim dan Firman-Nya, sekarang terpinggirkan, dicemooh, dan difitnah. Kita telah menjadi sebuah peradaban yang terbalik, berperang melawan fondasi yang atasnya bangsa ini telah didirikan, dan melawan Elohim dari fondasinya.

Kita telah turun ke dalam dosa yang paling gelap. Israel membunuh ribuan anak-anak mereka di atas mezbah Baal. Tapi kita telah membunuh jutaan. Kita telah mempersembahkan bayi-bayi kita yang belum lahir di mezbah obsesi diri sendiri. Di sinilah di kota ini, bahwa pembunuhan mereka dilegalkan 44 tahun lalu. Dan darah mereka berseru-seru ke Surga melawan kita.

Jika John Winthrop sekarang bisa kembali, dia akan mendapati kotanya di bukit gelap dan bergerak maju menuju kepada penghakiman. Karena tidak ada bangsa yang bisa berperang melawan Elohim dari berkat-berkatnya, dan berharap berkat-berkat itu tetap tinggal.

Delapan Tahun Terakhir

Kemurtadan sebuah bangsa tidak dapat dipersalahkan kepada satu pemimpin saja. Bangsa itulah yang pada akhirnya harus bertanggung jawab. Tapi seorang pemimpin durhaka, seorang Yerobeam atau seorang Ahab, dapat membantu memalingkan suatu bangsa menjauh dari Elohim, dan memperdalam dan mempercepat kejatuhannya. Dan seorang pemimpin yang takut akan Elohim, seorang Hizkia atau seorang Yosia, dapat memperlambat jatuhnya suatu bangsa, atau membantu memimpinnya kembali kepada Elohim. Dalam delapan tahun terakhir, kejatuhan spiritual dan kemerosotan moral Amerika telah semakin dalam dan dipercepat.

Pemerintahan saat ini telah memimpin bangsa ini untuk menjuarai pembunuhan bayi-bayi yang belum lahir, dan tidak hanya di dalam perbatasannya sendiri, tetapi juga di negara-negara lain di seluruh dunia.

Pemerintahan saat ini telah bekerja keras untuk meruntuhkan standar dan ketetapan yang ditetapkan Elohim tentang laki-laki dan perempuan dan pernikahan, tidak hanya di dalam perbatasan ini, tetapi di seluruh dunia.

Di bawah pemerintahan saat ini, hubungan antara Amerika Serikat dan Israel telah dibawa ke titik terendah dalam sejarah kedua negara. Dan hadiah perpisahan pemerintahan ini bagi bangsa Yahudi adalah dengan meninggalkannya sendirian di PBB, untuk memungkinkan dan bahkan mendorong terbitnya resolusi yang menyatakan bahwa kota suci kuno Israel Yerusalem, bukan milik Israel, tapi, dalam tanda kutip, “wilayah Palestina.” Dengan cara ini juga, pemerintah saat ini telah berperang melawan Firman Elohim.

Dari sejak hari-hari zaman Babel dan Roma Pagan, hingga Uni Soviet dan Komunis China, pemerintah-pemerintah yang berperang melawan Elohim tidak hanya menganiaya umat-Nya, tetapi juga menggunakan kekuasaan negara untuk memaksa mereka untuk mencemarkan iman mereka dan melakukan perbuatan-perbuatan melawan perintah Elohim.

Dan sekarang di Amerika Serikat, di bawah pemerintahan saat ini, pemerintah telah menggunakan kekuasaan negara untuk memaksa orang-orang percaya untuk melakukan perbuatan-perbuatan melawan perintah-perintah Elohim, untuk mengambil bagian di dalam penjungkirbalikkan dan penghancuran tatanan suci perkawinan dari Elohim, untuk membayar dan menjadi kaki tangan dalam pembunuhan bayi-bayi yang belum lahir.

Dan untuk pertama kalinya dalam sejarah Amerika, mereka yang menolak untuk melanggar Firman Elohim, harus berhadapan dengan ancaman dimasukkan ke dalam penjara oleh negara. Dan atas pemenjaraan mereka, pemerintahan saat ini mengeluarkan pernyataan syukurnya.

Namun dalam waktu yang sangat singkat, pemerintahan saat ini akan berhenti untuk menjadi pemerintahan saat ini.

Amerika di Tepi Batas

Taruhan pemilihan umum ini sangatlah tinggi. Kampanye Demokrat untuk kepresidenan adalah pertempuran untuk memeteraikan perubahan-perubahan yang telah diberlakukan dalam delapan tahun terakhir ini, untuk menjadi keabadian. Pertaruhannya adalah penunjukan hakim-hakim Mahkamah Agung yang akan menentukan masa depan Amerika yang bersentuhan dengan kehidupan dan kematian, moralitas, dan kebebasan beragama.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, landasan Demokrat diserukan untuk meruntuhkan Amandemen Hyde, sehingga semua orang Amerika, sekarang bisa melalui pajak-pajak mereka, langsung mendanai pembunuhan anak-anak yang belum lahir.

Dan untuk pertama kalinya dalam sejarah Amerika, calon presiden utama mengucapkan kata-kata: “Keyakinan-keyakinan religius dasar yang sangat mendalam… harus diubah…” Perang melawan Elohim sekarang telah mencapai tahap dimana calon utama presiden bisa menyerukan pembatalan Firman Elohim, dan untuk memusnahkan iman. Dan kenapa iman yang harus diubah? Supaya aborsi dapat diperluas lebih jauh lagi.

Amerika berdiri di ambang batas di hadapan pemilu yang mengancam untuk berdirinya ketetapan-ketetapan kemurtadan dan jalan-jalan kefasikan untuk berabad-abad, dan sebuah perang terbuka terhadap rakyat dan Injil Elohim.

Kejutan

Dan kemudian ada Donald Trump. Tidak pernah ada calon seperti dia. Apa pun itu, bahwa seseorang tidak pernah seharusnya melakukan itu ketika mencalonkan diri sebagai presiden, dia melakukan semuanya. Jajak pendapat demi jajak pendapat demi jajak pendapat meramalkan kemenangan pasti Demokrat jika tidak mutlak. Satu-satunya pertanyaan adalah seberapa berapa banyak mutlaknya dan seberapa banyak kehancuran yang akan diderita Partai Republik. Demokrat bersiap untuk kemenangan. Partai Republik bersiap untuk kekalahan. Dan media, lembaga-lembaga survei, dan presiden bersiap untuk mempertaruhkan nama baik.

Tapi kemudian sesuatu terjadi. Dan tidak seorang pun yang tahu persis itu apa. Pemilihan berbelok aneh. Dan apa yang diyakini semua orang tidak mungkin akan pernah bisa terjadi… terjadi. Media terguncang. Demokrat terguncang. Obama terguncang. Partai Republik terguncang. Dan tampaknya Donald Trump juga tidak bisa mempercayai bahwa hal itu terjadi juga.

Tapi seperti yang ada tertulis di dalam zaman kuno, itu tetap benar sampai hari ini: “Seperti langit lebih tinggi dari bumi, demikianlah jalan-jalan-Ku lebih tinggi daripada jalan-jalanmu, dan pemikiran-pemikiran-Ku daripada pemikiran-pemikiranmu.”

Dan seperti yang dapat kita saksikan hari ini di kota Washington, pada 20 Januari 2017 … “Bersama Elohim, tidak ada … yang… tidak mungkin.”

Donald Trump tidak menjalani kehidupan sebagai orang percaya, dan ada banyak kekhawatiran di antara umat Elohim. Bisakah Elohim memakai orang-orang yang belum mengenal atau berjalan dengan Elohim untuk mencapai tujuan-tujuan Elohim? Dapatkah Dia memilih mereka dan mengurapi mereka untuk memimpin bangsa-bangsa?

Dalam Yesaya 45, Elohim berbicara kepada Koresh, Raja Persia:

Demikianlah YAHWEH berfirman kepada yang diurapi-Nya, “Kepada Koresh yang tangan kanannya telah Aku pegang, … untuk membuka pintu-pintu di hadapannya, supaya pintu gerbang tidak terus tertutup. … Akulah YAHWEH, Elohim Israel, yang memanggil engkau dengan namamu. Demi hamba-Ku Yakub dan Israel pilihan-Ku bahkan Aku memanggilmu dengan namamu. Aku akan menamaimu, sekalipun engkau tidak mengenal Aku.”

Tuhan memanggil nabi Elisa untuk mengurapi pahlawan Yehu, menjadi raja atas Israel. Yehu tidak mengenal Elohim dan adalah orang yang sangat berapi-api. Tetapi Elohim memilih dia dan memakai dia sebagai sebuah bejana, sebuah bejana untuk menyebabkan keguncangan sebuah bangsa dan mengakhiri dinasti Ahab dan Izebel, dan kekuasaan para imam Baal, bersamaan dengan segala kejahatan mereka.

Elohim dapat dan telah memakai orang-orang semacam itu sebagai bejana-bejana-Nya – demi kerajaan-Nya dan demi umat-Nya. Dan sekarang kita harus berdoa untuk Donald Trump, supaya ia sepenuhnya menyerahkan hidupnya untuk digunakan sebagai bejana bagi tujuan Elohim.

Pada hari-hari kemurtadan Israel, ketika orang-orang  berperang melawan jalan-jalan-Nya, Elohim memperpanjang belas kasihan-Nya. Dia memberikan waktu kepada orang-orang untuk bertobat. Demikian juga, di dalam hari-hari kemurtadan kita, Elohim memberikan kita waktu untuk bertobat.

Kepada Barack Obama dalam Jam-jam Terakhir Sebagai Presiden

Sebelum saya berbicara tentang arti pentingnya apa yang telah kita saksikan, dan apa yang harus kita lakukan saat kita pergi dari sini, dan tentang apa yang ada di depan, pertama kita harus berbicara tentang apa yang akan segera berada di belakang, yaitu pemerintahan saat ini. Pada hari Pelantikan Presiden yang lalu, saya mengajukan pertanyaan tentang Presiden Obama. Sekarang saat kita mendekati jam-jam terakhir Presiden, ada pertanyaan-pertanyaan lain yang harus dipertanyakan. Kata-kata ini direkam dan sekarang dia akan memiliki lebih banyak waktu untuk menyaksikannya.

Presiden Obama, dengan segala hormat yang sepatutnya, sementara Anda mendekati jam-jam terakhir kepresidenan Anda, Anda terkejut dengan hasil akhir pemilu. Dan sekarang tampak bahwa warisan peninggalan Anda sebagian besar akan dibatalkan.

Anda masuk ke dalam kepresidenan mengklaim bahwa sebagai seorang Kristen, Anda tidak bisa mendukung pengakhiran pernikahan seperti yang sudah dikenal sejak dulu. Tetapi kemudian Anda melakukan segala hal dalam kekuasaan Anda untuk mengakhiri hal tersebut. Dan kemudian Anda berusaha memaksa orang-orang percaya untuk mengambil bagian dalam hal yang Anda katakan, seorang percaya tidak bisa mendukungnya karena Elohim. Dan kemudian, mereka yang tidak mau ambil bagian, Anda berusaha untuk menghukum mereka.

Jika seseorang percaya bahwa Elohim itu nyata, bagaimana dia bisa melakukan hal-hal seperti itu?

Anda masuk ke dalam kepresidenan berbicara tentang toleransi. Namun Anda tidak menunjukkan toleransi kepada nyawa-nyawa yang belum dilahirkan. Namun Anda dengan berapi-api berjuang untuk membela pelaksanaan pembunuhan mereka dan, lebih dari itu, untuk memperluas pembunuhan mereka di seluruh dunia.

Dan kemudian Anda bertindak lebih jauh. Anda berusaha memaksa umat Elohim ambil bagian dalam pembunuhan mereka yang belum lahir, untuk membayar demi kematian mereka. Anda bahkan menyeret mereka ke pengadilan untuk memaksa mereka melakukannya.

Jika seseorang memiliki rasa takut akan Elohim, bagaimana dia dapat melakukan hal-hal seperti itu?

Presiden Obama, pada hari ketika pernikahan seperti yang kita kenal, seperti yang ditetapkan dalam Firman Elohim, dengan bantuan Anda, dihancurkan di negeri ini, Anda merayakannya dengan sorotan lampu-lampu Gedung Putih dalam warna pelangi. Tidak tahukah Anda bahwa pelangi bukan milik manusia – atau untuk setiap pergerakan manusia? Pelangi… milik Elohim. Itu adalah tanda sakral perjanjian Elohim, dan warna suci takhta-Nya?

white-house-rainbow
Gedung Putih dengan sorotan warna pelangi pada hari Supreme Court mensahkan perkawinan gay

Jika Anda percaya bahwa Elohim itu nyata, bagaimana Anda bisa menggunakan tanda Elohim untuk merayakan penjatuhan Firman Elohim? Dan jika Anda tidak menghormati takhta-Nya, tidakkah Dia juga tidak akan menghormati milik Anda?

Jika Anda membatalkan dekrit Elohim, haruskah Anda terkejut bahwa dekrit Anda sendiri sekarang dibalikkan? Dan jika Anda menjatuhkan ajaran Elohim, tidakkah perintah Anda sendiri sekarang akan dijatuhkan?

Perjanjian Abraham

Anda melancarkan tuduhan melawan pemimpin Israel dengan cara Anda yang tidak pernah Anda lakukan kepada para pemimpin negara-negara musuh. Anda mengambil bagian dalam mengucilkan dan mengutuk Israel di hadapan dunia, dan memajukan sebuah resolusi yang menyatakan bahwa Israel tidak memiliki hak atas Yerusalem.

Jika seseorang pernah membaca Alkitab, bagaimana mungkin dia bisa merancang hal seperti itu? Apakah Anda melewatkan apa yang Firman Elohim katakan tentang Yerusalem?

Hanya ada Satu yang memiliki otoritas atas Yerusalem. Dan itu bukan PBB. Itu bukan Uni Eropa. Dan itu bukan Anda. Hanya ada Satu. Dan nama-Nya adalah YAHWEH, Elohim Abraham, Yitzchak, dan Ya’aqob – Yang Kudus dari Israel.

Jauh sebelum ada PBB atau Amerika Serikat, atau salah satu dari bangsa-bangsa yang memberikan suara ini, YAHWEH mengeluarkan resolusi-Nya sendiri mengenai Yerusalem. Dan tidak ada hukum, tidak ada perintah eksekutif, dan tidak ada voting PBB yang dapat membatalkan itu. Dan mengenai resolusi PBB, El Shadday telah mengeluarkan respon-Nya sendiri….. Dia memvetonya.

Empat ribu tahun yang lalu Elohim membuat perjanjian dengan Abraham, yang menyatakan bahwa apa pun yang Anda perbuat kepada Israel, itu juga akan diperbuat kepada Anda.

Anda berusaha mengintervensi pemilihan yang dilakukan di dalam perbatasan-perbatasan sebuah bangsa yang berdaulat, Israel. Karena itu, haruskah Anda sekarang terkejut jika Elohim mengintervensi pemilihan di dalam perbatasan-perbatasan Anda sendiri? Anda berusaha melalui pemilu Israel untuk membatalkan pedoman dan warisan pemimpinnya, Benjamin Netanyahu.

Jadi haruskah Anda sekarang heran jika Elohim, melalui pemilu Amerika, menjungkirbalikkan perbuatan-perbuatan dan posisi-posisi pemerintah Anda dan membatalkan warisan Anda?

Bagaimana pun cara Anda memperlakukan nama Elohim, Firman Elohim, jalan-jalan Elohim, tangan Elohim, dan umat dan kerajaan Elohim, kebenaran yang tidak menyenangkan adalah – bahwa Elohim itu nyata, Firman-Nya adalah kebenaran, jalan-jalan-Nya kekal, tangan-Nya perkasa, dan kerajaan-Nya tidak berkesudahan, dan kegelapan tidak akan menguasainya.

Tuan Presiden, saya di sini untuk melaporkan kepada Anda kabar baik – Elohim Israel itu hidup dan berkuasa dan lengan-Nya kuat, untuk membangkitkan dan mencampakkan raja-raja dan kerajaan-kerajaan, pemerintah-pemerintah dan administrasi-administrasi. Anda tidak berpikir Dia bisa melakukan itu bukan? Mengutip kata-kata Anda sendiri: “Yes He Can!” (Ya Dia Bisa!)

Firman Tiga Ribu Tahun Lalu

Tiga ribu tahun yang lalu, Raja Salomo berdiri di depan Bait Suci dan berdoa bagi bangsanya, bahwa jika orang-orang Israel suatu ketika meninggalkan Elohim dan jalan-jalan-Nya, bahwa YAHWEH akan berbelas-kasihan kepada mereka. Dan Elohim menjawab doa-Nya dengan kata-kata ini: “Dan umat-Ku yang atasnya Nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku serta berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku, Aku akan mendengar dari Surga dan akan mengampuni dosa mereka serta memulihkan negeri mereka.”

Tiga puluh tujuh tahun yang lalu Amerika ada dalam krisis besar. Ekonominya kacau balau, inflasinya dua digit seperti halnya pengangguran. Dan di seluruh dunia, harga diri dan kekuasaan bangsa sedang runtuh. Uni Soviet semakin melaju. Dan lebih dari lima puluh orang Amerika disandera di Iran.

Setiap hari orang Amerika menyalakan televisi mereka untuk melihat banyak orang di seluruh dunia meneriakkan, “Matilah Amerika! Matilah Amerika!” Dan kemudian presiden mengirimkan misi penyelamatan. Tapi itu berakhir dengan bencana. Helikopter-helikopter itu jatuh di padang gurun dan mayat-mayat tentara Amerika sekarang dipertontonkan di depan mata seluruh dunia. Amerika tak berdaya, dan kekelaman melingkupi bangsa.

Saat itulah orang-orang percaya berkumpul dari seluruh negeri ke kota ini dengan harapan dari satu ayat Kitab Suci yang dikumandangkan hari itu berulang-ulang kali, 2 Tawarikh 7:14: “Dan umat-Ku yang atasnya Nama-Ku disebut.”

Perkumpulan Raya

Mereka berkumpul di lapangan Washington untuk merendahkan diri, berdoa, mencari wajah-Nya, berbalik dari dosa-dosa mereka, dan untuk menangisi Amerika.

Dua doa yang terpenting di atas semuanya, pertama, bahwa di mana militer Amerika tidak berdaya, Elohim dengan tangan-Nya sendiri membebaskan sandera. Dan, kedua, dengan orang banyak mengangkat tangan-tangan mereka ke arah sisi barat Capitol Building, bahwa Elohim akan membawa ke Washington, orang-orang yang dipilih-Nya untuk memimpin pemerintahan.

Musim gugur berikutnya datang pemilihan presiden dan terjadi revolusi di jajak pendapat. Para kandidat yang mendukung nilai-nilai Yudeo-Kristiani terbawa masuk ke dalam kekuasaan. Yang terkemuka di antara mereka adalah Ronald Reagan. Pada Hari Pelantikan 1981, Reagan membuat sebuah perubahan. Ia mengubah lokasi Pelantikan dari teras timur Capitol Building, di mana itu biasanya dilaksanakan, ke teras barat, ke mana itu dilakukan sejak itu.

Dan sementara dia berdiri di teras barat, ia sekarang menghadap tempat yang sama di mana orang-orang percaya berkumpul hari itu untuk berdoa. Dia berdiri di tempat yang sama di mana mereka telah mengarahkan tangan-tangan mereka sementara mereka memohon kepada Elohim untuk membawa ke dalam kekuasaan, mereka-mereka yang dipilih-Nya. Elohim menjawab doa persis di tempat di mana itu didoakan.

Dan kemudian, para sandera dibebaskan dari Iran dalam jam yang sama. Dua doa terkabul pada saat yang sama dan di tempat yang sama di mana mereka telah menaikkannya ke hadapan Elohim.

Tangan Kiri Elohim

Dengan dinaikkannya tangan kanan Reagan untuk mengambil sumpah kepresidenan, sejarah Amerika berubah, demikian juga sejarah dunia. Kekuatan ekonomi Amerika membaik, demikian juga halnya kekuatan militer Amerika, dan harga diri Amerika di seluruh dunia. Musuh yang mengelilinginya, Uni Soviet, mulai runtuh, menjadikan Amerika satu-satunya negara adidaya di dunia. Itu disebut fajar pagi di Amerika.

Dan itu semua dimulai, dan sejarah dunia berubah, pada saat tunggal itu ketika Reagan mengangkat tangan kanannya. Tapi ada misteri pada saat itu, misteri yang dunia tidak pernah lihat, sebuah misteri yang bertumpu pada tangan kiri Reagan, dan tangan kiri Elohim, jalan-jalan rahasia dari El Shadday, Elohim Yang Maha Kuasa. Dan di dalam misteri pada saat itulah kunci untuk perubahan sejarah. Tangan kiri Reagan diletakkan di atas Alkitab – dan tidak hanya pada Alkitab, tetapi pada satu ayat khusus di dalam Alkitab yang kepadanya ia dipimpin. Sejarah dunia berubah pada sebuah ayat Kitab Suci. Apa itu? Inilah ayatnya:

“Dan umat-Ku yang atasnya Nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku serta berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku, Aku akan mendengar dari Surga dan akan mengampuni dosa mereka serta memulihkan negeri mereka.”

Tangannya bertumpu pada ayat Kitab Suci yang sama persis yang diproklamirkan pada hari ketika orang-orang percaya datang dari seluruh Amerika untuk melakukan hal tersebut di tempat yang sama persis. Bukanlah politik yang mengubah dunia, atau ekonomi, atau kekuatan militer. Itu adalah Elohim. Itulah tangan El Shadday, untuk menjawab doa-doa umat-Nya. Dan itu mengubah jalannya sejarah dunia.

Aku tahu. Aku ada di sana. Dan pada musim semi tahun ini, aku datang kembali ke lapangan, untuk pertemuan doa dan syafaat bagi Amerika. Dan aku memimpin orang-orang yang berkumpul untuk berpaling ke Capitol Building dan mengangkat tangan-tangan mereka ke teras barat di mana pelantikan presiden akan berlangsung – dan berdoa bagi Elohim untuk menjalankan cara-Nya di dalam Pelantikan dan di Amerika.

Dan demikianlah dalam pemilu terakhir ini, lembaga-lembaga survei tidak dapat mempercayai apa yang terjadi dan para ahli tidak bisa menjelaskan itu. Tetapi ada alasan untuk apa yang terjadi. Melawan segala rintangan, umat Elohim berkumpul untuk berdoa bagi pemilu – dalam kelompok-kelompok kecil dan pertemuan-pertemuan besar, di seluruh bangsa dan seluruh dunia.

Apa yang meleset dari perkiraan semua ahli dan lembaga-lembaga survei? Jawabannya berusia 3000 tahun: “Dan umat-Ku yang atasnya Nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku serta berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku, Aku akan mendengar dari Surga dan akan mengampuni dosa mereka serta memulihkan negeri mereka.” Karena kuasa doa lebih kuat dari kerajaan-kerajaan. Dan Elohim adalah setia. Dan janji-janji-Nya adalah benar.

Perintah kepada Presiden Baru

Dan sekarang untuk Anda, Donald Trump, yang akan segera diambil sumpah jabatan Anda. Ketika Anda diangkat menjadi orang yang paling berkuasa di bumi, ingatlah selalu bahwa adalah El Shadday yang mengangkat raja-raja ke atas takhta, dan adalah El Shadday yang menyingkirkan mereka.

Kekuasaan Anda datang bukan dari manusia, melainkan dari Elohim, Raja di atas segala raja. Oleh karena itu, tundukkanlah hidup Anda kepada otoritas-Nya dan oleh otoritas-Nya engkau akan memimpin.

Berlakulah adil, cintailah kemurahan, dan hiduplah dengan rendah hati di hadapan Elohimmu.

Hidup Anda telah menjadi bejana kehendak Anda sendiri. Sekarang itu harus menjadi bejana dari kehendak-Nya dan tujuan-Nya. Berjalanlah dalam jejak-jejak-Nya, carilah kebenaran-Nya, dan ikutilah pimpinan suara-Nya.

Berpeganglah pada jalan-jalan-Nya, dan engkau akan ditegakkan. Peliharalah Firman-Nya dan engkau akan dipelihara. Berilah penghormatan kepada nama-Nya, di atas segala nama, dan nama Anda akan dihormati.

Kasihilah YAHWEH, Elohimmu, dengan segenap hatimu, dan jiwamu, dan pikiranmu, dan kekuatanmu. Jika Anda melakukan ini, maka engkau akan bangkit, dan engkau akan bersinar, dan kemuliaan Elohim akan terbit ke atasmu.

Jendela dan Panggilan Elohim

Dan sekarang untuk Anda, umat Elohim: Kita telah menyaksikan kejatuhan sebuah bangsa jauh dari Elohim seperti dalam kejatuhan Israel kuno kepada penghakiman. Tetapi bahkan di dalam contoh kuno, Elohim memberikan kepada bangsa-Nya jendela-jendela rahmat. Dan sekarang Elohim telah memberikan penangguhan hukuman, jendela rahmat – untuk kembali. Tapi apa yang akan kita perbuat dengan jendela itu?

Jika sekarang kita menaruh kepercayaan kita kepada manusia atau kekuatan kita sendiri, kebanggaan dan kebesaran kita, maka kita telah mengulangi kesalahan yang diperbuat Israel kuno, seperti yang tercatat dalam Yesaya 9:10. Maka kita bertaruh dengan malapetaka. Amerika bisa menjadi besar lagi. Tapi itu bukan dengan mempercayai kebesarannya sendiri atau mengandalkan kekuatannya. Satu-satunya cara Amerika akan menjadi besar lagi… adalah Amerika kembali kepada Elohim yang membuat Amerika besar sejak permulaannya. Tanpa kembali itu, tidak akan ada kebesaran dan tidak ada harapan.

Karena jawabannya bukanlah pemerintah, bukan militer, dan bukan ekonomi. Jawabannya… adalah Elohim dan satu-satunya jalan… adalah kebangkitan rohani. Dan supaya kebangunan rohani datang, harus ada pertobatan. Karena tanpa pertobatan, tidak akan ada kebangkitan rohani. Dan bahwa pertobatan itu harus dimulai dengan umat Elohim – “Jika umat-Ku yang atasnya nama-Ku disebut… “

Kita tidak datang ke Washington D.C. untuk mencari agen pemerintah. Kita datang untuk mencari Roh Kudus. Kita tidak datang ke sini untuk meletakkan kepercayaan kita kepada kemampuan manusia. Kita datang untuk memohon kekuatan dari El Shadday… untuk kebangunan rohani.

Kita telah diberikan jendela ini dan kita tidak boleh menyia-nyiakan itu. Kita harus bekerja sementara hari masih siang. Ini adalah Hari Pelantikan. Dan di luar Pelantikan yang akan disaksikan seluruh dunia dengan matanya, kita ada di sini untuk meresmikan tujuan Elohim.

Di Hadapan Elohim

Jadi biarkan kata-kata ini keluar dari tempat ini dan hari ini kepada setiap anak Elohim di negeri ini, untuk setiap gereja dan persekutuan dalam nama-Nya, bahwa kita berkomitmen mulai dari waktu ini dan seterusnya, untuk berdoa sungguh-sungguh untuk kebangunan rohani, untuk bekerja untuk kebangkitan rohani, untuk bertobat demi kebangunan rohani, untuk merendahkan diri demi kebangunan rohani, untuk mencari wajah-Nya demi kebangunan rohani, untuk berbalik dari jalan-jalan kita yang jahat demi kebangunan rohani, untuk memberitakan Injil kebangunan rohani, dan oleh kuasa Elohim untuk menjalani hidup kita dalam kebangkitan rohani. Karena hanya ada dua pilihan: kebangkitan rohani atau penghakiman. Jawabannya haruslah kebangkitan rohani. Bagaimana pun itu datang, apakah oleh berkat atau oleh keguncangan bangsa, biarlah kebangkitan rohani datang.

Kami datang sekarang di hadapan Elohim Abraham, Yitzchak, dan Ya’aqob, Elohim Mosheh, Elohim Eliyah, Elohim para nabi, Elohim Messias, Elohim atas Laut Merah, dan Elohim Kebangkitan, kami kepada takhta dari Yang Berkuasa dan Maha Kuasa, Elohim Israel.

Biarlah Hari Pelantikan ini menjadi Peresmian Hari Baru, dari gerakan Roh Elohim di seluruh negeri ini.

Dan kami berseru kepada Elohim, ‘Kasihanilah! Kasihanilah negeri ini! Angkat mata-Mu kembali atas kota di atas bukit ini, dan berbelas kasihanlah. Biarkan kuasa-Mu dinyatakan lagi pada bangsa ini. Biarlah itu turun ke atas umat-Mu. Biarlah itu turun ke atas Gereja-Mu. Biarlah itu turun ke atas jantung negeri ini. Biarlah itu turun ke atas daratan-daratan pantai. Biarlah itu turun ke atas gedung wakil rakyat ini. Biarlah itu turun ke atas Gedung Putih. Biarlah itu turun ke atas Kongres. Biarlah itu turun ke atas kami. Biarlah ada kebangkitan rohani di negeri ini. Biarlah yang terhilang diselamatkan. Dan biarlah yang diselamatkan akan dibangkitkan kembali. Tidak peduli apa pun yang dibutuhkan, biarlah ada kebangunan rohani di negeri ini!

Elohim Kemustahilan

Apa ini mungkin? Kami mendeklarasikan bahwa bersama Elohim, tidak ada yang mustahil. Dapatkah Dia melakukannya? Kami jawab: “Yes He Can!” (Ya Dia Bisa!)

Karena Elohim kita adalah Elohim Israel. Dan Israel adalah bangsa yang hidup di dalam kemustahilan. Dan selama lebih dari tiga ribu tahun, seluruh kekuatan-kekuatan neraka telah mencoba memusnahkan anak-anak Israel dari muka bumi.

Firaun berusaha untuk menghancurkan mereka. Asshur berusaha untuk menguburkan mereka. Babel berusaha untuk meremukkan mereka. Roma berusaha untuk menghapuskan mereka dari catatan sejarah. Third Reich berusaha untuk membinasakan mereka. Uni Soviet mencoba untuk melenyapkan mereka. Dan para teroris telah mencoba untuk menghapuskan mereka.

Namun para Firaun sirna. Asshur tidak ada lagi. Babel telah runtuh. Roma telah musnah. Third Reich telah hancur. Uni Soviet telah runtuh. Dan para teroris, tidak akan ada lagi.

Tetapi bangsa Israel hidup. Am Yisrael Chai, bangsa Israel hidup. Karena Elohim Israel hidup. Karena Messias Israel hidup. Dan demikianlah engkau umatNya akan hidup. Karena terang Elohim lebih kuat dari kegelapan. Dan nama Elohim lebih kuat dari kerajaan-kerajaan dunia ini. Dan pemerintahan akan ada di atas bahu-Nya. Dan pintu-pintu gerbang neraka tidak akan menguasainya.

Karena sebagian orang percaya kepada kereta-kereta, dan sebagian orang percaya kepada raja-raja, tetapi kami akan percaya dalam nama YAHWEH Elohim kami, dan di dalam satu-satunya nama di bawah langit yang oleh-Nya kita pasti diselamatkan. Kami akan percaya di dalam nama Yeshua haMashiach, Yesus sang Messias.

Biarkan nama Elohim ditinggikan. Dan biarlah kota di atas bukit ini, yang disebut Amerika, bersinar kembali dengan cahaya api dari kehadiran kemuliaan Elohim yang hidup, di dalam nama di atas segala nama, nama Yeshua haMashiach, Yesus Messias, Raja segala raja, Tuhan seluruh tuhan, Nama dari segala nama, Terang Dunia, Kemuliaan Israel, Yang Satu dan satu-satunya harapan Amerika Serikat ini. Jadi tolonglah kami Elohim. Amin.

Referensi:

Jonathan Cahn’s Last Words to Obama and Charge to President Trump

WND EXCLUSIVE – JONATHAN CAHN CALLS OUT OBAMA, GIVES CHARGE TO TRUMP

Jonathan Cahn calls out Obama, gives charge to Trump

White House Goes Rainbow After Gay Marriage Supreme Court Decision

Iklan