Sebuah video Bible Code terbaru yang diunggah ke YouTube, berisi semua elemen-elemen penting dari peristiwa insiden pembunuhan duta besar Russia untuk Turki dengan detil-detail menakjubkan, membuktikan sekali lagi ucapan pakar Bible Code, Rabbi Matityahu Glazerson, bahwa “Torah adalah cetak biru dari Penciptaan, dan segala sesuatu ada di dalam Torah.”

Duta Besar Russia Andrei Karlov dibunuh oleh Mevlut Mert Aydintas, 22 tahun, yang bekerja sebagai anggota polisi anti huru-hara Ankara, Senin malam di Ankara, Turki. Sambil mengacungkan pistol, Aydintas berseru, “Allahu Akbar! Jangan lupakan Aleppo! Jangan lupakan Syria!” dan menyatakan bahwa pembunuhan itu merupakan tindakan jihad sebagai protes terhadap keterlibatan Russia di Aleppo, Syria dan menentang hubungan kerjasama antara Russia dan Turki baru-baru ini.

Sementara berita pembunuhan ini segera tersebar ke seluruh dunia, Rabbi Glazerson segera memeriksa software Bible Code di notebooknya, dan menemukan tabel yang berisi semua elemen-elemen utama, termasuk tanggal, lokasi, nama korban dan bahkan motif teror, dikodekan di dalam Torah. Menurut Rabbi Glazerson, kedekatan semua kode-kode tersebut satu sama lain membuat tabel Bible Code ini sangat signifikan.

Semua kode ini ditemukan dalam satu kitab dari Alkitab, yakni Imamat, terutama dalam pasal 13, perikop yang berbicara tentang hukum penyakit kusta. Kitab Imamat ditulis oleh Musa, tidak lama sesudah Eksodus bangsa Israel dari Mesir, sekitar 1440 SM, atau 3450 tahun yang lalu. Menurut tradisi Yahudi, kitab Torah didiktekan oleh Elohim kepada Musa huruf per huruf di atas Gunung Sinai.

Kitab Yobel 1:4 Dan Mosheh ada di atas Gunung empat puluh hari dan empat puluh malam, dan Elohim mengajar dia riwayat awal dan akhir dari pembagian seluruh hari-hari hukum dan kesaksian.

Rabbi Glazerson menunjukkan kode untuk “hashagrir” yang merupakan bahasa Ibrani untuk “duta besar” dan “haRusi,” yang merupakan kata sifat bahasa Ibrani yang berarti “Russia.” Dia juga menunjukkan nama terakhir dari korban, “Karlov,” dieja dalam huruf Ibrani. Di dekatnya, ia menemukan kode-kode untuk “Turki” dan “Ankara” dieja dalam huruf Ibrani.

Berikutnya, Rabbi Glazerson menunjuk ke “haretzach,” yang berarti “pembunuhan”, dan kata “teror” dieja dalam huruf Ibrani. Dia juga memberikan bukti Torah bahwa insiden itu terkait dengan terorisme Islam, ditemukan dalam tabel Bible Code, kode kata “Islam” dieja dalam huruf Ibrani.

Dalam tabel yang sama, ia juga menemukan huruf Ibrani “tav, shin, ayin, zayin,” yang mewakili tahun Ibrani saat ini “5777,” membuktikan bahwa Bible Code menempatkan peristiwa ini pada tahun yang benar.

Dalam bukunya “Torah Codes: A Glimpse Into the Infinite” (Sandi Alkitab: Sekilas Penglihatan ke Dalam Ketidakterbatasan) Rabbi Glazerson menjelaskan bagaimana Bible Code adalah sarana yang dipakai Elohim untuk menunjukkan kepada bangsa-bangsa lain (goyim), untuk mengakui hikmat dan kekayaan spiritual Israel. Rabbi Glazerson menunjukkan bukti-bukti bahwa kode-kode dalam Bible Code adalah penggenapan akan nubuatan Zefanya.

Zefanya 3:9 (ILT)  Tetapi sesudah itu, Aku akan mengembalikan kepada bangsa-bangsa bibir (Ibrani: saphah) yang dibersihkan (Ibrani: barar), supaya mereka semua memanggil kepada Nama YAHWEH untuk melayani-Nya dengan bahu-membahu.

Kata bibir, bahasa Ibraninya adalah “saphah” (H8193), artinya: bibir, bahasa, ucapan, tepian, sisi, perbatasan.

Kata dibersihkan, bahasa Ibraninya adalah “barar” (H1305), artinya: dimurnikan, dipoles, dipilih, disucikan, dibersihkan, ditahirkan atau dijadikan berkilauan, diuji,

“Bibir yang dibersihkan” juga bisa diterjemahkan “bahasa yang dimurnikan.”

Menurut Rabbi Glazerson, “‘Bahasa yang murni’ adalah Ibrani. Torah Code hanya ditemukan di dalam bahasa Ibrani.”

Menurut literatur Ibrani kuno, Kitab Yobel, bahasa Ibrani merupakan bahasa surgawi, bahasa Penciptaan Alam Semesta, dan pada mulanya itu diucapkan oleh semua makhluk di Taman Eden, baik manusia maupun binatang. Namun pada hari Adam dan Hawa diusir dari Taman Eden, binatang-binatang kehilangan kuasa mereka untuk berbicara. Sangat menarik untuk dicatat, bahwa menurut tradisi shaman Indian kuno, peristiwa ini disebut Pemisahan Besar, ketika manusia tidak lagi mengetahui atau memahami bahasa binatang.

Sesudah Air Bah, bumi dibagi menjadi tiga bagian untuk tiga anak-anak Nuh. Dan sesudah kehancuran di Menara Babel, keluarga mereka tercerai-berai menjadi 70 bangsa (Kejadian 10) menurut bahasa dan wilayah mereka masing-masing, dan bahasa Ibrani terlupakan, sampai kepada zaman Abraham, ketika para malaikat mengajarkan bahasa itu kepadanya.

Referensi:

Russia-Turkey Terror Assassination Found in Bible Codes in Stunning Detail

Torah Codes: A Glimpse into the Infinite

Iklan