Zakharia 12:2 (ILT)  “Lihatlah, Akulah yang membuat Yerusalem sebagai cawan yang memusingkan bagi semua bangsa sekelilingnya, bahkan hal itu pun terjadi atas Yehuda, pada saat pengepungan terhadap Yerusalem.

Nabi Zakharia dan Yehezkiel menubuatkan bahwa pada Hari-hari Akhir, Yerusalem akan menjadi titik pusat perselisihan internasional, dan sementara Presiden Barack Obama mempertimbangkan kemungkinan mengeluarkan keputusan yang akan menghancurkan Israel dalam minggu-minggu terakhirnya di Gedung Putih, nubuat ini nampaknya semakin digenapi lebih daripada sebelumnya.

Skenario internasional anti-Yerusalem memandang Presiden Obama sedang menjalani hari-hari terakhir jabatannya untuk menghancurkan Israel melalui PBB, mungkin dengan cara membiarkan diluluskannya resolusi Dewan Keamanan tanpa hak veto AS, untuk terciptanya sebuah negara Palestina. Ini tentu tidak asing bagi mereka yang sudah membaca nubuat dari kitab nabi Zakharia.

Zakharia 12:3 (ILT)  Dan terjadilah pada hari itu, Aku akan membuat Yerusalem batu beban bagi semua bangsa. Semua yang mengangkutnya akan terluka parah; dan semua bangsa di bumi akan dikumpulkan melawan dia.

David Mark, pemimpin redaksi Israel Rising dan aktivis politik untuk hak-hak tradisional Yahudi di Israel, menyebutkan hal ini dalam komentar politik di websitenya:

“Ada proyeksi yang jelas untuk menciptakan situasi di mana hanya oleh ke-abstain-an Amerika, sebuah Negara Palestina de facto akan tercipta.”

Jika itu terjadi, “Negara ini secara paksa akan membagi Yerusalem, mengoyakkan ibu kota Negara Yahudi itu dari dalam, dan menyerahkan sebagian besar situs-situs suci yang ada kepada suatu bangsa yang terdiri dari orang-orang yang tidak pernah ada di sana sebelumnya.”

“Nubuatan ini menggambarkan Yerusalem sebagai pemicu perang yang akan datang. Elemen-elemen internasional dari nubuatan ini bukan berarti para pemimpin dunia akan datang ke Yerusalem [tapi mereka akan “bersatu” untuk melawan Yerusalem]. PBB jelas-jelas terlihat diindikasikan di sini, dan panggungnya sudah ditata supaya ini dapat terjadi.”

Rabbi Pinchas Winston, seorang ahli Torah yang terkenal mengenai topik Akhir Zaman, mengatakan bahwa konflik internasional di sekitar Yerusalem seperti yang digambarkan nabi Zakharia merupakan elemen penting dari proses Messianik. Rabbi Winston mengutip dari Imamat Rabbah, penjelasan tentang Kitab Imamat, yang menyatakan, “Tiga kali di masa depan, Gog dan Magog akan berperang dengan Israel dan pergi melawan Yerusalem. Mereka akan berkumpul dan membangkitkan amarah bangsa-bangsa lain supaya pergi ke Yerusalem. ”

“Fokus pada Yerusalem ini benar-benar luar biasa,” kata Rabbi Winston. “Orang-orang Arab tidak harus peduli dengan Yerusalem karena mereka sudah memiliki Mekkah. Kebijakan Amerika ini juga aneh. Mereka bisa menempatkan kedutaan AS di Yerusalem Barat yang tidak diperebutkan, dan ini akan memuaskan Israel tanpa harus mengancam keberadaan Palestina. ”

Tapi salah satu prasyarat Palestina untuk menegosiasikan perdamaian adalah selalu tentang terciptanya negara Palestina berdasarkan perbatasan-perbatasan sebelum terjadinya Perang Enam Hari (1967), yang artinya mencakup Yerusalem Timur, meskipun Palestina mengklaim bahwa “setiap sentimeter Yerusalem” sepenuhnya adalah milik Arab dan Muslim.

Bagi Rabbi Winston, semua tindakan-tindakan ganjil di seputaran Yerusalem ini memperkuat keyakinannya bahwa ini mengawali kedatangan Messias.

“Ini jelas-jelas intervensi Ilahi,” kata rabbi. “Ini semuanya adalah bagi orang-orang percaya. Manusia tidak lagi bertindak logis. Elohim mendatangkan kesesakan-kesesakan untuk mendorong seseorang pergi entah ke kanan atau ke kirim, karena Akhir itu sedang datang.”

Sementara muncul laporan-laporan pekan lalu bahwa Presiden Obama telah “mengesampingkan” setiap upaya-menit terakhir, dengan maksud untuk mencelakakan Israel di PBB, Menteri Luar Negeri AS John Kerry menolak mengkonfirmasi dengan mengatakan bahwa tidak ada rencana-rencana seperti itu dilakukan. Pada hari Minggu di Forum Saban di Washington, Kerry mengatakan bahwa AS hanya akan memveto resolusi PBB yang dimaksudkan untuk mendirikan negara Palestina jika “resolusi itu bias dan tidak adil, yang diperhitungkan untuk mendelegitimasi Israel”, dan membuat ancaman itu tetap terbuka.

Meskipun Yerusalem menjadi pemicu konflik internasional, menggenapi status profetiknya sebagai “cawan yang memusingkan bagi semua bangsa,” kata Rabbi Hillel Weiss, juru bicara Sanhedrin, “Aspek utama dari nubuat itu adalah perdamaian yang akan terjadi kemudian, dan bukan konflik, yang hanyalah sebuah awalan. ”

Dia menyimpulkan bahwa penggenapan nubuat itu akan berakhir dengan perdamaian final.

“Nubuatan ini menggambarkan roh pemurni yang akan membasuh seluruh dunia, yang akan memungkinkan kembalinya Kerajaan Keluarga Daud ke Israel, semoga itu hidup selamanya.”

Kutipan tulisan David Mark, kepala editor Israel Rising dan aktivis politik hak-hak Yahudi di Israel, dari websitenya:

Pada Hari-hari Terakhir Mereka Akan Datang ke Yerusalem

Sementara masa jabatan Presiden Obama akan segera berakhir, para pengamat mengawasi apakah ia akan mengambil tindakan sepihak untuk melawan Negara Israel. Argumen-argumen bermunculan di kedua sisi, namun kita yang memahami bahwa masa-masa terakhir ini tidak dapat dinilai menggunakan logika masa lalu, tahu bahwa ada sesuatu yang lain yang sedang terjadi. Memang benar Obama dapat melakukan kerusakan minimal yang sebenarnya kepada Israel secara fisik, tetapi dengan sejumlah resolusi di atas meja Dewan Keamanan PBB, ada proyeksi yang jelas untuk menciptakan situasi di mana hanya oleh ke-abstain-an Amerika, sebuah Negara Palestina de facto akan tercipta. Negara ini secara paksa akan membagi Yerusalem, mengoyakkan ibu kota Negara Yahudi itu dari dalam, dan menyerahkan sebagian besar situs-situs suci yang ada kepada suatu bangsa yang terdiri dari orang-orang yang tidak pernah ada di sana sebelumnya. Semuanya ini akan terjadi di atas kertas, ditinggalkan bagi Presiden Trump untuk mengurusinya. Tentu saja kita semua tahu bahwa Donald Trump atau penasihat seniornya percaya akan solusi dua negara, ataupun mereka akan menekan Israel, tetapi hukum internasionalnya akan telah dibuat.

Jangan Khawatir, Kita Sudah Melihat Hal Seperti Ini Sebelumnya

Sejarah tidaklah linear atau statis, melainkan spiral. Kita memahami bahwa Torah adalah cetak biru Penciptaan dan di dalamnya adalah pola dasar untuk segala zaman. Palestina mendapatkan nama mereka dari Mandat Inggris atas Palestina, yang sebelumnya mendapatkan namanya dari koloni Romawi yang diberi nama yang sama, yang diberikan oleh orang-orang Romawi ketika mereka mengusir orang-orang Yahudi dari Yudea dan seluruh Tanah Israel lainnya.

Mengapa orang-orang Romawi menamainya Palestina? Orang-orang Romawi ingin menusukkan pisau ke jantung bangsa Yahudi dan memilih nama dari musuh bebuyutan yang telah lama dikalahkan dari Kerajaan Israel pertama, bangsa Filistin. Filistin dalam bahasa Ibrani adalah Pelishtim (H6430), artinya “imigran” atau “pendatang.” Dahulu kala mereka adalah pendatang keturunan Mitzrayim (Mesir) dan Kaphtorim (Kreta). Akar kata Ibrani untuk Filistin artinya “penyerbu” atau “orang yang menyerang.” Orang Filistin datang menyerang Tanah Israel bahkan pada zaman Abraham, Ishak, dan Yakub. Dari akar kata asli inilah kita dapat memahami pola dasar orang Filistin yang dibangun ke dalam penciptaan sampai kepada akhirnya.

Dalam bagian pembacaan Torah dari Kejadian 26, Ishak sibuk menggali kembali sumur-sumur milik ayahnya Abraham. Sumur-sumur ini ditimbun oleh orang-orang Filistin. Bahkan dengan jelas dikatakan mereka menimbuni sumur-sumur ini dengan tanah karena orang-orang Filistin cemburu kepada Abraham dan kemudian kepada Ishak. Alih-alih meminta untuk berbagi air, mereka lebih suka untuk memblokir kelimpahan yang telah diberikan Sang Pencipta kepada Abraham dan keturunannya.

Pada Hari-hari Akhir, banyak bangsa-bangsa akan berusaha memanfaatkan bangsa “buatan” Palestina untuk melakukan satu kesempatan terakhir untuk memblokir Ke-Ilahi-an dari dunia. Inilah sebabnya mengapa serangan di Dewan Keamanan PBB terjadi. Yerusalem adalah sumber mata air utama. Ia adalah sumber utama untuk nilai-nilai Ke-Ilahi-an di dunia, dan di tempat inilah bangsa-bangsa di dunia akan menggenapi nubuat, baik secara fisik maupun politis yang begitu jelas dijabarkan dalam Zakharia pasal 12.

Zakharia 12:1-9 (ILT)

  1. Pesan firman YAHWEH terhadap Israel. Firman YAHWEH yang membentangkan langit dan yang meletakkan dasar bumi, dan yang menciptakan roh manusia di dalam dirinya.
  2. “Lihatlah, Akulah yang membuat Yerusalem sebagai cawan yang memusingkan bagi semua bangsa sekelilingnya, bahkan hal itu pun terjadi atas Yehuda, pada saat pengepungan terhadap Yerusalem.
  3. Dan terjadilah pada hari itu, Aku akan membuat Yerusalem batu beban bagi semua bangsa. Semua yang mengangkutnya akan terluka parah; dan semua bangsa di bumi akan dikumpulkan melawan dia.
  4. Pada hari itu, firman YAHWEH, Aku akan menghantam semua kuda dengan kepanikan, dan yang menungganginya dengan kegilaan. Dan, Aku akan membuka mata-Ku terhadap keluarga Yehuda, tetapi Aku akan menghantam setiap kuda dari bangsa-bangsa dengan kebutaan.
  5. Maka para pemimpin Yehuda akan berkata dalam hatinya: Penduduk Yerusalem bersama YAHWEH Tsebaot, Elohim mereka, adalah kekuatan bagiku.
  6. Pada hari itu, Aku akan membuat para pemimpin Yehuda seperti tungku api di antara pepohonan, dan seperti obor api pada berkas gandum; dan mereka akan melalap semua bangsa di sekitarnya, di sebelah kanan dan di sebelah kirinya. Dan Yerusalem akan tetap berdiam di tempatnya, yaitu di Yerusalem.”
  7. YAHWEH akan menyelamatkan kemah-kemah Yehuda terlebih dahulu, supaya keindahan keluarga Daud dan keindahan penduduk Yerusalem tidak akan bermegah terhadap Yehuda.
  8. Pada hari itu YAHWEH akan mempertahankannya demi penduduk Yerusalem. Dan pada hari itu, orang yang tersandung di antara mereka akan menjadi seperti Daud, dan keturunan Daud akan seperti Elohim, seperti Malaikat YAHWEH di hadapan mereka.
  9. “Dan pada hari itu akan terjadi, Aku akan berusaha untuk menghancurkan semua bangsa yang datang melawan Yerusalem.

Rabbi Nachman dari Breslov mengajarkan bahwa dunia dijungkir-balikkan di atas kepalanya setelah Adam dan Hawa berdosa di Taman Eden. Muridnya, Rabbi Nosson, mengajarkan lebih lanjut bahwa ujung pedang berapi, yang menyambar-nyambar, adalah untuk memblokir masuknya kembali manusia ke dalam tatanan moralitas. Orang-orang jahat tampaknya selalu menang dan orang-orang benar selalu menderita, tetapi pada akhirnya semua akan berbalik kembali kepada jalannya sebagaimana pada awal yang seharusnya. Dewan Keamanan PBB dapat memvoting apa pun yang mereka inginkan, tetapi mereka harus tahu bahwa mereka hanyalah memainkan peran yang sudah dituliskan jauh sebelumnya bagi mereka.

Nubuatan Alkitab tentang Filistin

Yehezkiel 25:15-17 (AYT) 

  1. Beginilah firman Tuhan YAHWEH, “Karena orang-orang Filistin telah melakukan balas dendam, dan telah melakukan balas dendam dengan kedengkian hati untuk menghancurkan dalam permusuhan yang tidak berakhir,”
  2. karena itu, beginilah firman Tuhan YAHWEH, “Ketahuilah, Aku akan merentangkan tangan-Ku terhadap orang-orang Filistin, dan Aku akan membinasakan orang-orang Kreta, serta menghancurkan sisa-sisa orang-orang pesisir.
  3. Aku akan melakukan pembalasan yang sangat besar ke atas mereka dengan hardikan yang penuh kemarahan; dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah YAHWEH ketika Aku meletakkan pembalasan-Ku ke atas mereka.”

Baca:

Geografi Paranormal Tanah Israel: Pusat Peperangan Gelap Melawan Terang

Pesan Alkitab Dalam Serangan Pembakaran Israel oleh Teroris

PBB Memutuskan Bukit Bait Suci dan Tembok Ratapan adalah Milik Muslim, Mengutuk Israel atas Terjadinya Kekerasan

Kemenangan Trump Dikirimkan dari Surga untuk Memulai Proses Messianik, Kata Rabbi Yahudi

Referensi:

After Elections, Will Obama Betray Israel at UN?

At the End of Days they Will Come for Jerusalem

Palestinian Mufti: Every Centimeter of Jerusalem is Arab and Islamic

Six Day War

Ezekiel Prophecy May Foretell Obama’s Zero Hour Betrayal of Israel at UN

Iklan