Bab 1 – Pintu Gerbang Dewa-dewa

[Bab 1] [Bab 2] [Bab 3] [Bab 4] [Bab 5] [Bab 6] [Bab 7]

Wahyu 9:11 (ILT)  Dan mereka mempunyai raja atas mereka, yaitu malaikat Abyssos, nama Ibrani baginya Abaddon, dan dalam bahasa Yunani dia mempunyai nama Apollyon.

Untuk memahami masa depan kita harus melihat ke masa lalu. Mengapa? Karena ‘dewa-dewa kuno’ yang pernah menantang YAHWEH di dalam dewan elohim (Mazmur 82:1), masih tetap berhubungan dengan – dan sekarang mengendalikan – pikiran para kaki tangan elite duniawi mereka di dalam Hari-hari Terakhir.

Ini mungkin kedengarannya sulit dipercaya, tetapi jika Anda menyaksikan trailer video Laporan Investigasi Khusus Abaddon Ascending, Anda akan menyaksikan rekaman video dari para pemimpin pemerintahan dunia dengan para okultis (termasuk para Satanis di CERN) menyerukan pembukaan pintu gerbang dalam rangka segera kembalinya dewa-dewa mereka dan penyerahan manusia kepada “elohim dunia ini.”

Juli 2016, para okultis terkemuka dan pimpinan-pimpinan pemerintah berkumpul di Switzerland untuk memanggil dewa-dewa Iblisi purbakala.

Jadi … meskipun pada awalnya zaman purbakala mungkin kelihatannya tidak mempunyai hubungan apa-apa dengan zaman modern sekarang ini, mereka yang ragu-ragu akan tahu lebih dalam pada akhir seri artikel investigasi ini.

Fondasi-fondasi batu purbakala misterius, struktur-struktur megalitik, dan kuil-kuil kuno di seluruh dunia belum berhenti untuk mengagumkan para penontonnya, dan para ahli yang mendedikasikan seluruh karya hidup mereka untuk mempelajari reruntuhan bangunan-bangunan batu purbakala ini lebih sering menimbulkan lebih banyak tanda tanya ketimbang memperoleh jawaban. Tidak sedikit pertanyaan-pertanyaan ini berfokus kepada siapa yang membangun struktur-struktur ini, untuk tujuan apa mereka dibangun, dan yang paling penting, bagaimana bangunan-bangunan ini bisa dibangun. Ukuran batu-batu monolitik yang ditemukan di lokasi-lokasi tersebut, serta teknologi bangunan kuno zaman itu, akan membuat transportasi dan penyusunan batu-batu monolit ini suatu kemustahilan yang logis. Namun, monolit-monolit ini dan bangunannya tidak hanya ada di tempat terbuka untuk dapat dilihat setiap dan semua orang, tetapi batu-batu ini seringkali disusun dengan suatu ketepatan yang sangat ahli sehingga Anda tidak dapat menyisipkan jarum atau sehelai rambut manusia ke antara celah-celah batu-batu monolit berbobot ratusan ton itu.

sacsayhuaman-stone
Megalitik Sacsayhuaman

Jenis teknologi apa yang pernah dimiliki manusia biasa sehingga mereka mampu membangun beberapa dari bangunan-bangunan megalitik yang luar biasa ini, khususnya selama zaman purbakala dan primitif sesuai penanggalan struktur-struktur bangunan kuno ini? Para arkeolog telah menghabiskan ribuan tahun menyusun teori-teori, dan banyak dari antaranya bahkan diajarkan sebagai fakta di universitas-universitas dunia bergengsi, tapi setiap kali bukti tak terbantahkan dimunculkan untuk menantang teori-teori ini, “fakta-fakta” seperti yang kita tahu tentang mereka gagal untuk memberikan jawaban mutlak tentang siapa, bagaimana, dan mengapa bangunan-bangunan ini didirikan.

Di seluruh dunia, ada legenda-legenda dari masing-masing kebudayaan bahwa “dewa-dewa” datang ke bumi (kadang-kadang melalui portal, kadang-kadang dengan pesawat UFO, kadang-kadang muncul tanpa penjelasan, dengan detail-detail yang berbeda dari satu cerita dengan cerita lainnya) untuk mengkomunikasikan maksud dan tujuan mereka kepada umat manusia. Banyak kali, legenda-legenda ini menggambarkan makhluk-makhluk ini baik hati, dan banyak kali mereka terlihat jahat. Dalam hampir setiap kasus, mereka sangat kuat dan menggenggam sampai tingkatan tertentu kekuasaan atas manusia. Tapi apakah baik atau jahat, satu hal menarik yang selalu sama dan muncul berulang-ulang adalah kisah bahwa makhluk-makhluk ini kawin-mengawin dengan perempuan manusia, menghasilkan keturunan seperti dewa-dewa. Demigod, makhluk setengah dewa, seperti Hercules, dapat dijelaskan sebagai hasil perkawinan ini.

Untuk alasan ini, buku-buku, film-film, tayangan-tayangan televisi, dan siaran-siaran radio telah menayangkan ratusan ribu narasi fiksi yang membahas misteri-misteri bumi prasejarah. Dan karena jawaban sesungguhnya atas pertanyaan siapa, bagaimana, dan mengapa tidak tersedia melalui ilmu pengetahuan dan arkeologi, dunia fiksi ilmiah telah meraup miliaran dollar menyajikan penjelasan-penjelasan yang menyenangkan dan menghibur. Padahal hampir semua cerita-cerita ini bertujuan untuk kepentingan hiburan rekreasi, kadang-kadang alur ceritanya memuat para penonton menggumam, “Hmmm,” dan bertanya-tanya apakah para elite Hollywood, tahu atau menduga lebih banyak daripada yang mereka bersedia akui.

Salah satu film seperti itu diimajinasikan pada awal 1990-an. Untuk tujuan narasi, artikel ini akan membuka beberapa halaman ke belakang, bukan untuk mengarahkan pembaca supaya percaya bahwa alur cerita Hollywood itu adalah kebenaran, tetapi untuk membawa pembaca “merasakan” pola pikir yang lebih supernatural mengenai kemungkinan “fungsi-fungsi” bangunan-bangunan megalitik purbakala dunia prasejarah .

stargate2

Pada tahun 1994, Carolco Pictures dan Metro-Goldwyn-Mayer berpasangan dengan bakat akting dari aktor Kurt Russell dan James Spader menghasilkan sebuah film menarik berjudul Stargate (secara literal artinya “Pintu Gerbang Bintang”). Cerita dimulai dengan seorang ahli bahasa yang brilian dan ahli purbakala Mesir, Dr. Daniel Jackson (Spader), memberikan kuliah tentang siapa pembangun sesungguhnya dari struktur-struktur bangunan Mesir kuno, khususnya Piramida Besar, Giza. Saat ia takut-takut menyajikan bukti bahwa Piramida Besar tidak dibangun oleh orang Mesir, dia diinterupsi oleh para skeptis di antara penonton. Ketika satu orang bertanya terang-terangan siapa yang telah membangun Piramida Besar, jika bukan orang Mesir seperti klaim Dr. Jackson, Jackson terpaksa mengakui bahwa dia tidak tahu – bahwa tidak ada yang benar-benar tahu – dan karena jawaban itu ia ditinggalkan oleh seluruh hadirin pencemooh yang tidak percaya.

Sesudah itu, Jackson didekati oleh seorang wanita, Catherine Langford, yang diam-diam menyaksikan presentasinya dan menawarkan dia pekerjaan menterjemahkan hieroglif-hieroglif pada struktur pintu gerbang besar yang tidak berfungsi, yang ditemukan pada tahun 1928 di Giza oleh ayah Cahterine Langford ini. Menurut Langford, usaha ini mungkin akan membuktikan bahwa teori Dr. Jackson tentang para pembangun Piramida Besar misterius ini benar. Jackson setuju untuk membantu, dan dibawa ke pintu gerbang. Selama periode beberapa minggu, ia memecahkan sandi bahwa simbol-simbol ini mengacu pada koordinat angkasa melalui pola-pola konstelasi bintang. Cincin eksternal dari struktur ini kemudian disusun sesuai dengan koordinat yang ditemukan Jackson, dan saat simbol terakhir terkunci ke posisi, pintu gerbang menjadi aktif, membuka lubang cacing terang menyerupai dinding air yang melawan gaya gravitasi.

Para kru yang penuh semangat mengirim robot-robot probe untuk menyelidiki sisi seberang dari lubang cacing, tapi komunikasi robot-robot probe ini segera terputus, hanya mengirimkan kembali beberapa gambar buram dari gerbang yang sama di sisi lain. Jackson merasa yakin bahwa ia dapat mengaktifkan gerbang di sisi lain juga, memastikan bahwa kemampuan transportasi pintu gerbang ini berlangsung dua arah. Komandan Operasi Khusus Militer Jack O’Neill (Russell) ditugaskan mengawasi misi pengintaian pada situasi apa pun yang ada di seberang Stargate. Dia membawa beberapa pasukan tentara bersamanya, beserta Jackson, yang menjamin bahwa orang-orang ini akan kembali pulang ke rumah sesudah ia menghidupkan Stargate di ujung seberang sana. Sebelum keberangkatan mereka, Langford memberikan kalung rantai emas “keberuntungannya” yang berharga – rantai emas berkilauan dengan medali mata dewa Mesir Ra, yang ditemukan di lokasi yang sama dengan Stargate – kepada Jackson, dan membuatnya berjanji supaya mengembalikan itu kepadanya.

Sementara Jackson merasakan supernaturalisme dari teknologi asing purbakala itu, merasakan permukaan portal seperti air dengan tangannya dan kemudian dengan wajahnya, tubuhnya tersedot ke dalam lubang cacing dan terlempar melewati ruang, melintasi bintang-bintang dan bola-bola cahaya, sampai ia dilontarkan keluar ke atas debu dan pasir di sebuah planet tak dikenal. Portal di belakangnya menjadi non-aktif, membenamkan tim pengintai dalam kegelapan. Lampu-lampu suar dinyalakan, dan tim menjelajah melewati lorong-lorong batu coklat, akhirnya muncul dari sebuah pintu gerbang raksasa dengan dibanjiri sinar matahari. Mereka menuruni anak tangga dan melihat keluar di pasir terik tanpa tepian, tidak ada tanda-tanda kehidupan di segala arah. Kemudian, berbalik kembali, Jackson dan O’Neill mengamati bahwa bangunan raksasa tempat mereka tiba beberapa menit sebelumnya adalah sebuah piramida kuno, dengan tiga buah bulan di latar belakang langit.

Tidak dapat menemukan batu penutup yang akan mengungkapkan koordinat penunjuk untuk pulang, orang-orang ini akhirnya terlantar. Jackson mengamati sepasang jejak-jejak kaki di pasir menjauh dari piramida. Menyelidiki itu membawanya sampai kepada seekor makhluk aneh yang terikat tali kekang buatan manusia. Binatang itu ketakutan dan lari sekencang-kencangnya. Jackson, yang kakinya terjerat pada tali kekang, terseret di atas bukit-bukit pasir sampai cukup jauh menuju kepada sekelompok masyarakat primitif, diikuti di belakangnya oleh O’Neill dan dua orang tentara.

Penghuni planet tersebut adalah manusia, berpakaian kulit tenunan compang-camping dan kasar, dan sebelum kru O’Neill terlihat, orang-orang primitif tersebut terus bekerja keras di dalam penambangan bijih logam asing yang tidak menyerupai apa pun di bumi. Tumpukan bijih logam ini ditimbun di berbagai hamparan di seluruh pemukiman.

Perlahan-lahan, Jackson mendekati seorang pria di tepian pemukiman, dan sebelum ia dapat mencoba berkomunikasi, laki-laki itu mengamati kalung mata Ra milik Langford yang tergantung di leher Jackson. Memperingatkan orang-orangnya yang sedang sibuk bekerja tentang hal ini, dia pun jatuh tersungkur dan menyembah, dan penduduk lainnya mengikutinya. Seorang pemimpin dibawa maju ke depan untuk menyambut Jackson, tetapi kemahiran pengetahuan bahasa Mesir Jackson tampaknya tidak berguna, karena bahasa pribumi di sana hanya nyaris menyerupai bahasa Mesir kuno, dan mereka tidak dapat berkomunikasi. Jackson memberi hadiah pemimpin suku itu dengan sebatang coklat, dan responnya positif, sehingga merka diundang lebih jauh ke dalam perkemahan pertambangan. Salah satu anak buah O’Neill menginformasikan kepada komandannya bahwa selagi mereka saling bertukar menunjukkan sikap perdamaian awal, ia menggunakan alat pemindai untuk menyelidiki bijih logam tersebut, dan itu terbukti merupakan material luar bumi yang sama dengan yang ada pada Stargate. Penemuan ini meyakinkan O’Neill untuk menyertai sang pemimpin, dan setelah berkomunikasi dengan sisa tim pengintai yang ada untuk mengamankan piramida, empat orang bumi ini dikawal ke sebuah peradaban dengan bangunan-bangunan batu yang tinggi.

Di atas kota itu tergantung mata serba melihat Ra, sama persis dengan medali di kalung Langford.

ra

Jackson mendapati bahwa membaca atau menulis apapun, bahkan di pasir, dilarang oleh hukum setempat. Seorang gadis muda menyadari bahwa Jackson mencari hieroglif melalui bahasa isyarat tangan yang rumit dan akhirnya setuju untuk membawanya ke satu-satunya struktur bangunan yang tersisa – sejenis makam dengan lorong-lorong gelap – di mana simbol-simbol diukirkan di dinding dari zaman yang sangat lampau.

Kembali di piramida, sinar terang yang besar berkedip-kedip dari langit di atas, daratan bergetar, dan sebuah pesawat – juga berbentuk seperti piramida, tepat sesuai seperti penutup di atas bangunan pertama – mendarat di atasnya dan mengaktifkan beberapa pasak berkilauan. Para prajurit di dalam piramida dibunuh oleh makhluk-makhluk aneh bertopeng anjing atau burung, keserupaan yang sama persis seperti hieroglif Mesir yang menggambarkan dewa Anubis dan Horus.

Sementara itu, Jackson dan gadis pribumi muda mengeksplorasi hieroglif di makam dan mulai berkomunikasi dengan menunjuk ke gambar-gambar dan mengucapkan kata-kata dengan keras. Jackson mempelajari bahwa bahasa orang-orang itu adalah bahasa Mesir yang berevolusi yang belum diucapkan di bumi selama lebih dari seribu tahun, tapi begitu ia dapat merestrukturisasi pemahamannya tentang pengucapan vokal, ia menyadari bahwa hanya dengan sedikit penyesuaian pengucapan, ia dapat berbicara kepada penduduk dari peradaban itu dengan pemahaman penuh. Kisah yang dituliskan di dinding makam itu bercerita tentang seorang penjelajah – makhluk yang bernama “Ra” – yang lolos dari kepunahan ras aliennya dengan menjelajahi galaksi untuk menemukan tanda-tanda kehidupan yang sehat dan berkembang lainnya, dalam rangka mentransfer kesadarannya kepada yang lain, spesies lain yang lebih dapat bertahan hidup.

Mendaratkan pesawatnya di bumi (penonton dibawa untuk menyaksikan bahwa peristiwa itu terjadi pada zaman dahulu kala di Mesir purbakala), seorang anak manusia muda yang tak mengenal rasa takut mendekati pesawat itu. Anak itu dibawa kepada Alien Grey, Ra, yang kemudian mengambil-alih tubuhnya, mencurangi kematian, dan pada akhirnya mencapai imortalitas. Di dalam bentuk tubuh manusia, Ra kemudian melakukan penjelajahan ke planet sekunder ini dengan bijih berharga, di mana ia mendirikan Stargate sebagai portal antara bumi dan lokasi kekuasaan barunya. Melalui Stargate, ia membawa segerombolan penduduk bumi untuk dijadikan budak guna menambang bijih, yang melaluinya ia dapat terus mengembangkan teknologi alien dan mempertahankan hidup yang kekal. Suatu pemberontakan diorganisir – oleh manusia-manusia di bumi yang keluarganya hilang diculik – untuk menonaktifkan Stargate dan menguburnya di bawah tanah. Ra takut pembalasan serupa terjadi di planet sekunder ini, sehingga untuk memastikan pasokan bijihnya akan terus disediakan tanpa perlawanan oleh budak-budak duniawinya, ia melarang tindakan membaca dan menulis apapun sehingga kebenaran di belakang kejahatannya tidak akan pernah terungkap sementara ras umat manusia terus hidup dalam ketaatan secara sadar kepada dirinya sebagai seorang dewa.

Segera sesudah pengungkapan kisah tersebut kepada O’Neill dan lain-lainnya, lorong di belakang makam digeledah, dan batu-batu dengan koordinat Stargate ditemukan. Simbol yang terakhir ternyata sudah keropos dimakan usia sehingga tidak mungkin lagi terbaca, sehingga dengan semua penghubung-penghubung pulang ke rumah yang mungkin ditemukan, dan dengan kecewa berat, O’Neill, Jackson, dan lain-lainnya memutuskan untuk kembali ke piramida. Setelah tiba kembali, mereka tercengang oleh struktur “aktif” dan bercahaya. Tak lama kemudian, mereka menemukan sisa-sisa kru mereka yang hilang, semua barang-barang pribadi mereka tertinggal. O’Neill akhirnya mengungkapkan perintah rahasia militer AS: Jika menemukan tanda-tanda awal potensi bahaya nyata bagi bumi, bom nuklir yang akan diledakkan dan portal di planet sekunder akan selamanya hancur. Namun sebelum misi ini dapat dilaksanakan, ia mengatakan bahwa bom telah hilang. Alien Anubis bertopeng muncul untuk menculik O’Neill dan Jackson dan membawa mereka ke ruang tahta Ra, yang terletak di bagian batu penutup atas piramida. Ra tidak senang dengan bom yang ditemukan anak buahnya di dalam piramida. Dia menekan sebuah tombol pada topeng logam pengawal alien di dekatnya, dan topeng melipat terbuka, mengekspos wajah manusia dari para anak buah O’Neill yang tewas sebelumnya, sekarang dibangkitkan kembali dan tubuhnya diambil alih oleh alien. O’Neill mencoba melakukan suatu tindakan heroik, namun alien-alien itu menembak dengan senjata tombak laser yang jauh mengungguli peralatan senjata bumi, dan Dr. Jackson tertembak dan tewas dalam baku tembak.

Ra menempatkan Jackson di dalam sarkofagus kebangkitan, di mana dia dibangkitkan kembali ke kehidupan dan sembuh total, kemudian dibawa ke kamar pribadi Ra. Jackson bertanya tentang kematiannya, dan Ra menjelaskan bahwa ini adalah alasan kenapa ras manusia dipilih untuk tujuannya: karena tubuh mereka begitu mudah untuk diperbaiki. Ketika Jackson bertanya apa rencana Ra selanjutnya, Ra menjelaskan bahwa bom nuklir, bila dikombinasikan dengan energi dari bijih alien, akan seratus kali lebih kuat. Bom ini kemudian akan dikirim ke bumi melalui Stargate, dan akan menghancurkan seluruh umat manusia. Namun sebelum rencana ini dapat dijalankan, Jackson harus membunuh O’Neill dan kru yang tersisa di depan mata seluruh penambang untuk membuktikan kepada penghuni planet sekunder ini bahwa Ra adalah satu-satunya Tuhan yang benar dari seluruh orang-orang ini. Dengan cara ini, mereka akan terus menambang bijih dan mengikuti Ra tanpa bertanya-tanya. Sekiranya Jackson menolak, setiap dan seluruh pria dan wanita yang pernah berhubungan dengan Jackson akan dihancurkan, dan rahasia Ra akan terlindungi.

Ketika Jackson dibawa ke hadapan para sahabatnya dengan senjata di depan segenap kumpulan penambang, ia mendapati bahwa orang-orang telah menemukan simpanan senjata-senjata yang dibawa melalui pintu gerbang oleh orang-orang O’Neill dan diam-diam disembunyikan di bawah pakaian mereka. Sebuah kilas balik mengingatkan pemirsa bahwa sesudah penangkapan Jackson, gadis muda itu telah membawa tokoh-tokoh kunci masyarakat mereka ke dalam makam dan menjelaskan bahwa Ra sebenarnya adalah makhluk Alien Grey dan bukan Tuhan sama sekali; dan sebaliknya, bahwa mereka adalah orang-orang yang berasal dari bumi, yang diculik pada zaman Mesir purbakala, dan bahwa mereka tidak lagi harus hidup sebagai budak. Memilih untuk percaya kepada penjelasannya, orang-orangnya sekarang bersiap untuk pemberontakan melawan kejahatan Ra. Jackson melihat kesempatannya, membidikkan senjata tombak lasernya kepada O’Neill, namun menembakkannya kepada alien penculiknya. Tembak-menembak pecah dari semua sisi dan warga sipil melarikan diri. Ra dan anak buahnya kembali ke tutup puncak piramida, di mana salah satu alien pemimpin dibunuh karena kegagalan mengendalikan situasi.

Di sebuah gua, seorang pemuda Mesir merayakan kebebasan barunya itu untuk menulis, menggambar simbol hari kemenangan melawan kaki tangan Ra. Jackson mengamati gambar piramida dengan tiga buah bulan di atasnya. Bulan-bulan itu sendiri, tersusun dalam bentuk piramida. Jackson mendekati dinding, menarik garis yang menghubungkan bulan-bulan itu, dan menemukan artinya: Piramida Mesir paling awal dibentuk dari kesejajaran bulan-bulan planet sekunder ini, sebuah penjelasan bagi pola-pola bangunan yang unik dari struktur-struktur Mesir pertama di bumi – yang dibangun dan diawasi oleh Ra . Karena ini juga merupakan simbol asal-usul, Jackson percaya itu berfungsi sebagai simbol ketujuh yang hilang untuk Stargate, dan dengan demikian, mereka menemukan cara untuk pulang kembali ke rumah.

Sementara Ra sedang mempersiapkan bom untuk dikirim ke bumi, rombongan bijih dibawa ke piramida. Tanpa diketahui Ra dan anak buahnya, rombongan ini dipimpin oleh O’Neill yang menyamar, Jackson, dan prajurit-prajurit yang tersisa. Ketika terjadi tembak-menembak, O’Neill menerobos menuju ke bom nuklir dan mengaktifkan itu. Tepat sebelum Ra meluncurkan pesawat penutup piramida untuk melarikan diri, Jackson dan O’Neill menemukan cara mengirimkan bom nuklir ke dalam pesawat Ra. Beberapa detik kemudian, Ra terlihat menatap bom, wajahnya bersinar. Alien Grey terlihat dari bawah, dan kemudian pesawatnya meledak jauh tinggi di angkasa, menciptakan kilatan cahaya nuklir yang dapat disaksikan dari planet sekunder di bawahnya.

Dengan Ra pada akhirnya dikalahkan selamanya, Jackson mengkonfigurasi Stargate dengan simbol piramida ketujuh, dan sisa-sisa prajurit yang ada melangkah masuk ke dalamnya menuju ke bumi. Jackson memutuskan untuk tetap tinggal di planet sekunder bersama gadis muda, tapi mengembalikan kalung “keberuntungan” Langford melalui O’Neill.

Next: Bab 2 – Nephlim Ra yang Sebenarnya

[Bab 1] [Bab 2] [Bab 3] [Bab 4] [Bab 5] [Bab 6] [Bab 7]

Referensi:

CERN–LHC: Usaha Membuka Pintu Gerbang Neraka?

Ra

Satanic ceremony at Swiss opening of world’s longest railway tunnel

NEW 5-WEEK SPECIAL INVESTIGATIVE REPORT ON “ABADDON ASCENDING” Part One—The Gates of the Gods

Was the Gotthard Base Tunnel Opening Ceremony an Illuminati Ritual Intended to Honor Satan?

Koneksi Roswell dan Gunung Hermon: Alien adalah Iblis

Pesan Tersembunyi Konstelasi Orion, Cetak Biru Bangunan-bangunan Purbakala Peninggalan Nephilim

Peninggalan Nephilim: Kesejajaran Situs-situs Purbakala Dalam Satu Garis Lurus Mengelilingi Bumi ini Akan Menakjubkan Anda

Peninggalan Nephilim: 10 Bukti Puma Punku Dibangun oleh Peradaban Canggih Purbakala

Peninggalan Nephilim: Bukti Teknologi Canggih di Peru Purbakala?

100 Bukti Raksasa Nephilim Ada di Bumi

Iklan