Jika Anda tinggal di kota-kota besar di Amerika Serikat, Russia, atau negara mana pun yang memiliki senjata nuklir, ada setidaknya satu kepala nuklir yang diarahkan kepada Anda. Itu menanti dengan sabar siang dan malam untuk suatu perintah komputer diberikan, yang berisi alamat Anda dan peluru kendali akan meluncur dalam penjelajahan selama 10 hingga 30 menit untuk memusnahkan Anda dan keluarga. Ada ribuan kepala nuklir strategis yang secara konstan siap untuk “membaptiskan” kota-kota dunia ini dengan badai api.

Berikut ini gambaran singkat efek senjata nuklir tunggal ukuran sedang jika diledakkan di atas Pentagon di Washington, D.C. (belasan senjata seperti ini mungkin sudah diarahkan ke D.C. oleh Russia). Hulu ledak ini punya kekuatan 300 kiloton, setara 300 juta kilogram TNT dan akan diledakkan pada ketinggian 450 meter di atas targetnya. (Sebagai perbandingan, bom nuklir “Little Boy” yang dijatuhkan di Hiroshima pada 6 Agustus 1945, hanya berkekuatan 15 kiloton. Sedang bom atom “Fat Man” yang dijatuhkan di Nagasaki pada 9 Agustus 1945, hanya berkekuatan 20 kiloton.)

Hulu ledak 300 kiloton ini kemudian dalam hitungan satu per satu juta detik akan melepaskan 300 trilyun kalori energi, utamanya dalam bentuk cahaya yang sangat intens. Udara di sekelilingnya akan menjadi super panas dan secara tiba-tiba menghasilkan bola api yang melebar dengan cepat. Seluruh udara di dalam di sekeliling bola api itu akan terkompresi menjadi gelombang ledakan cahaya bertingkat yang luar biasa besar dan kuat.

Bola api ini akan melebar dengan diameter lebih dari satu setengah kilometer dan di pusatnya menghasilkan temperatur lebih dari 200 juta derajat Fahrenheit, kira-kira empat hingga lima kali temperatur di pusat Matahari. Pelepasan panas dan energi ini akan menciptakan wilayah kematian yang tidak bisa dibayangkan, menyalakan api yang sangat intens seluas beberapa kilometer persegi dan menghasilkan gelombang ledakan yang akan menghancurkan dan mengoyakkan bangunan apa pun yang dilewatinya. Gelombang ledakan ini juga akan meningkatkan timbulnya penyebaran api dengan mengangkat permukaan benda-benda yang bisa terbakar, membebaskan material-material yang mudah terbakar dan menyerakkan benda-benda yang terbakar.

Di kota Pentagon, kompleks perkantoran dan perbelanjaan sejauh 1 kilometer dari ground zero di Pentagon, cahaya dari bola api ini akan melelehkan aspal-aspal di jalan, membakar cat-cat tembok, dan melelehkan permukaan logam dalam setengah detik sesudah ledakan. Interior kendaraan-kendaraan yang berhadapan langsung dengan bola api akan meledak menjadi nyala api.

Kira-kira satu detik kemudian, gelombang ledakan dan angin badai berkecepatan 1200 kilometer/jam akan tiba dan menghempaskan kendaraan-kendaraan yang hancur berkeping-keping dan terbakar ke udara seperti daun-daun tertiup angin. Gelombang ledakan dapat menembus bangunan-bangunan dan akan membuat jendela-jendela dan furniture menjadi seperti peluru dan pecahan granat. Interior bangunan yang bertahan berdiri, dalam hitungan menit akan menjadi onggokan dinding-dinding, serpihan kayu-kayu, pintu-pintu dan material lainnya yang bisa terbakar. Beberapa detik sesudah lewatnya gelombang ledakan, efek hisapan yang tercipta sebagian oleh naiknya bola api akan membalikkan arah angin, menghisap mereka ke arah titik ledakan dengan kecepatan kira-kira 80-115 kilometer/jam.

Seluruh wilayah di dalam radius 2 kilometer dari Pentagon akan mengalami lebih dari 15 kali lipat energi panas yang terjadi pada kebakaran massal yang menghancurkan Hiroshima. Bola api ini, untuk sejenak, bersinar 5000 kali lebih terang dibandingkan Matahari di gurun pasir waktu siang hari terik.

Rerumputan, tumbuh-tumbuhan, dan daun-daun di pohon akan meledak menjadi nyala api, dan permukaan tanah akan meledak menjadi debu super panas. Lidah-lidah api dan asap hitam akan dimuntahkan dari semua material yang bisa terbakar yang diterangi oleh bola api itu. Lantai marmer akan pecah, meledak, dan mungkin menguap. Cahayanya akan melelehkan patung perunggu tugu peringatan Jefferson. Burung-burung yang terbang akan jatuh dari langit dalam nyala api. Orang-orang yang terekspos cahaya itu secara instan akan terkremasi.

Empat detik kemudian gelombang ledakan akan tiba dan meruntuhkan tugu peringatan Jefferson dan Lincoln. Ini akan diikuti angin badai berkecepatan 480–650 kilometer/jam yang berkombinasi dengan gelombang ledakan akan menghancurkan secara total kusen-kusen jendela dan pintu dan batu bata di rumah-rumah penduduk. Lapisan aluminium pesawat-pesawat terbang di Bandara Nasional Reagan akan meleleh dan melengkung. Bagian interior pesawat yang terekspos bola api akan meledak menjadi nyala api. Ban-ban pesawat dan kendaraan-kendaraan juga akan terbakar.

Selain efek ledakan fisik, setiap bom nuklir memancarkan sejumlah besar tiga jenis radiasi. Radiasi alfa yang merupakan atom-atom helium. Radiasi beta yang merupakan elektron-elektron energi tinggi. Radiasi gamma yang merupakan radiasi elektromagnetik yang mirip dengan sinar-X tapi energinya lebih tinggi dan dengan panjang gelombang lebih pendek.

Radiasi alfa tidak terlalu berpengaruh kecuali itu dipancarkan oleh guguran partikel radioaktif dari dalam tubuh seseorang. Radiasi beta akan menimbulkan api jika bersinggungan langsung dengan segala jenis material yang mudah terbakar di dalam radius ledakan senjata nuklir. Sedangkan radiasi gamma dari bom nuklir akan membunuh apa pun yang ada dalam lintasan sinarnya. Untuk senjata nuklir besar, radiusnya bisa mencapai beberapa kilometer.

Dalam radius 5 kilometer dari ground zero, pakaian yang dipakai orang-orang yang terkena cahaya langsung bola api itu akan terbakar menjadi nyala api atau meleleh, dan bagian kulit yang tidak terlindung pakaian akan hangus, menggosongkan daging dan menyebabkan luka bakar tingkat tiga. Beberapa kilometer ke semua arah, setiap makhluk yang cukup sial untuk memandang kepada bola api itu pada waktu meledaknya akan buta atau menderita kerusakan retina permanen.

Hanya beberapa kebakaran massal yang pernah terjadi di dalam sejarah manusia: yang diciptakan oleh Inggris dan Amerika dengan bom-bom pembakar konvensional dan senjata atom Amerika Serikat dalam Perang Dunia II. Hal unik dari kebakaran massal – pembakaran simultan oleh banyak api di suatu wilayah yang luas, yang menyebabkan sejumlah besar udara memanas, memuai, dan menyedot sejumlah besar udara bersih dengan kecepatan angin badai melalui tepian-tepiannya – secara mendasar membedakannya dari kebakaran-kebakaran lain di dalam sejarah (sebaliknya yang disebut sebagai garis api, yang dapat membakar dan menyebar selama berhari-hari, tidak terjadi secara simultan atau bersama-sama terhadap suatu wilayah yang luas).

Lingkungan api yang ditimbulkan oleh kebakaran massal secara mendasar lebih ganas dan menghancurkan dibandingkan kebakaran dalam skala yang lebih kecil, dan mereka jauh lebih tidak terdampak oleh kondisi cuaca eksternal. Karena dinamika mereka didominasi oleh aliran hidrodinamik intens yang timbul oleh pelepasan masif energi dari pembakaran di suatu wilayah yang sangat luas dan sebagai akibat memuainya udara di atas zona kebakaran, kebakaran ini secara substansi tidak terpengaruh oleh kondisi musim dan cuaca harian.

Ledakan 300 kiloton nuklir akan menciptakan kebakaran massal dalam radius 5,5 kilometer. Dalam kondisi cuaca umum, ini akan memicu kebakaran massal hingga mencapai jarak 7,5 kilometer dari titik ledakan.

Api raksasa ini secara cepat akan bertambah intensitasnya dan dalam beberapa menit akan menghasilkan kekuatan angin badai dengan temperatur di atas titik didih air. Api kemudian akan membakar apa pun dalam intensitas ini selama tiga hingga enam jam, menghasilkan lingkungan neraka dengan total wilayah kira-kira 100-170 kilometer persegi – suatu wilayah kira-kira 10 hingga 15 kali lipat lebih luas dibandingkan yang dihanguskan oleh bom atom seberat 15 kiloton yang menghancurkan Hiroshima.

Bahkan sesudah apinya padam, lintasan jalanan akan begitu panas bahkan kendaraan rantai baja tidak bisa melintasinya selama berhari-hari, dan material-material yang terkubur dan belum terbakar dari bangunan-bangunan yang runtuh dapat meledak terbakar menjadi api jika terekspos udara bahkan berminggu-minggu sesudah ledakan. Mereka yang berusaha melarikan diri melalui jalan-jalan akan terbakar hidup-hidup oleh angin badai yang dipenuhi nyala api dan puing-puing berapi. Bahkan mereka yang mencari perlindungan di bagian basement paling bawah di dalam gedung-gedung raksasa juga akan mati karena kepanasan, sesak nafas, mati lemas, atau kekurangan air. Tidak akan ada jalan keluar. Api akan memusnahkan semua makhluk yang ada dalam zona api.

Asap dan awan cendawan, mendidih karena radioaktif, akan naik menutupi Matahari. Gugurannya akan mengkontaminasi ratusan kilometer persegi menurut arah angin dengan racun radioaktif dari ledakan, membunuh ribuan manusia dan binatang dengan kesakitan, kematian kejam karena efek radiasi. Tanah luas yang terkontaminasi guguran tidak akan dapat dihuni selama bertahun-tahun. Kematian akan menyebar dan tingkat mortalitas yang lebih tinggi akan terus berlangsung selama berabad-abad karena kanker, leukemia, dan kerusakan genetika yang diturunkan kepada generasi selanjutnya.

Bayangkan peristiwa ini terjadi, dalam waktu kurang dari satu jam, bukan hanya satu saja, tapi ribuan senjata nuklir strategis yang diledakkan di kota-kota Amerika Serikat, Russia, China, Eropa, India dan Pakistan. Detail holocaust seperti ini sudah dituliskan di dalam mekanisme missile-missile nuklir yang menunggu perintah untuk menghantarkan hulu ledak-hulu ledak itu. Sekarang Anda bisa membayangkan apa yang dapat dilakukan senjata nuklir global, yang selalu ada dalam status siap siaga, menunggu perintah diluncurkan.

2Petrus 3:10 (TB) Tetapi Hari TUHAN akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.

Yesaya 29:5-6 (ILT) Dan pasukan lawanmu akan menjadi seperti debu halus, dan pasukan yang mengerikan akan berlalu seperti jerami, dan hal itu akan terjadi dengan tiba-tiba, seketika. Engkau akan dilawat oleh YAHWEH Tsebaot dengan kilat dan gempa bumi dan suara gemuruh, puting beliung dan badai, dan kobaran api yang menghanguskan.

Baca juga:

SATAN 2, Rudal Mega Nuklir Terbaru Russia Digambarkan dengan Sangat Akurat dalam Nubuat Alkitab

Perang Nuklir dan 3 Hari Kegelapan Akan Terjadi Sebelum Kedatangan Messias, Kata Pakar Nubuat Alkitab

Referensi:

Video uji coba meriam nuklir Grabble, hulu ledak 15 kiloton, tanggal 25 Mei 1953 (setara bom atom “Little Boy” di Hiroshima)

Bom  atom “Big Ivan” atau Tsar Bomba, uji coba bom nuklir terbesar di dunia, 50 megaton, 30 Oktober 1961. Kehancuran total: radius 25 kilometer. Luka bakar tingkat 3: radius 100 kilometer. Ledakan terlihat hingga jarak 1000 kilometer. Gelombang kejutnya mengitari bumi sebanyak tiga kali.

Doomsday Weapon: Russia’s New Missile Shocks and Dazzles US, China

Russia Successfully Test-Fires RS-26 Ballistic Missile

Powerful Topol-M: 30 Years in the Inventory of the Russian Army

RS-24 Yars ICBM

THE EFFECTS OF A 300 KILOTON NUCLEAR WARHEAD DETONATED ABOVE WASHINGTON, D.C.

RS-26 Rubezh

Iklan