Sukkot (Hari Raya Tabernakel atau Pondok Daun) adalah Hari Raya Musim Gugur YHWH yang ketiga, dan menjadi penutup rangkaian hari-hari raya yang dimulai dari Yom Teru’ah (Hari Raya Peniupan Sangkakala) pada tanggal 1 Tishri, yang juga merupakan permulaan tahun baru Yahudi 5777, kemudian dilanjutkan dengan Yom Kippur (Hari Raya Pendamaian) pada tanggal 10 Tishri 5777, dan diakhiri dengan Sukkot (15 Tishri) yang berlangsung selama tujuh hari. Orang-orang Israel akan mendirikan pondok-pondok dan tinggal di dalamnya.

Imamat 23:34,41 (ILT3)  “Berbicaralah kepada bani Israel, dengan mengatakan: Pada hari kelima belas bulan ketujuh (15 Tishri), itulah Hari Raya Sukkot (Tabernakel atau Pondok Daun), tujuh hari bagi YAHWEH. Dan kamu harus merayakannya bagi YAHWEH tujuh hari lamanya dalam satu tahun. Itulah suatu ketetapan untuk selamanya bagi generasi-generasimu. Dalam bulan yang ketujuh kamu harus merayakannya.

Sementara sebagian besar orang-orang memahami sukkah, yakni gubuk atau pondok tempat tinggal sementara orang-orang Yahudi yang didirikan pada Hari Raya Sukkot, sebagai manifestasi fisik dari hal-hal yang rohani, Rabbi Akhir Zaman, Pinchas Winston, mengungkapkan dalam wawancara baru-baru ini bahwa sukkah sesungguhnya berhubungan sangat dalam dengan kedatangan Zaman Messias, dan membantu orang-orang Yahudi untuk bersiap secara rohani menghadapi apa yang akan datang. Hari Raya Sukkot kali ini, yang dimulai hari Sabtu petang (Erev Sukkot), 14 Tishri 5777 (16 Oktober 2016), membawa pesan yang semakin jelas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, bahwa kekacauan “rasa sakit bersalin” kedatangan Messias menjadi semakin nyata di dunia ini.

Rabbi Winston berbicara tentang hubungan Akhir Zaman dengan Hari Raya Sukkot, yang telah dirayakan di Israel.

“Hubungan antara sukkah dengan tubuh manusia menjadikannya memungkinkan untuk bersiap menghadapi Zaman Messias,” kata Rabbi Pinchas. Fakta bahwa sukkah itu hanyalah sementara, hanya berlangsung selama tujuh hari perayaan, memiliki pesan-pesan rohani. Rabbi Winston menjelaskan, “Jangan lupa, dalam tahun mendatang, atau sisa kehidupanmu, bahwa hal-hal materi, yaitu dunia yang ada sekarang ini hanyalah sementara. Sedangkan jiwa itu kekal, sama seperti bagaimana engkau ada sebelum sukkah didirikan dan engkau juga masih ada sesudah sukkah dibongkar, demikianlah jiwamu.”

Rabbi Winston berbicara tentang bagaimana tradisi Yudaisme membagi zaman menjadi tiga periode: Olam haZeh (dunia sekarang ini), Era Messianis dan Olam haBa (dunia yang akan datang).

Dia menjelaskan bahwa transisi antara Olam haZeh dan Era Messianis disebut Chevlei Moshiach, yang artinya “sakit bersalin Messias,” dan periode itu memiliki karakteristik terjadinya kekacauan. Kita sekarang sedang berada dalam periode transisi ini, yang menjelaskan kekacauan yang terjadi di dunia sekarang ini.

Messias Yeshua menyatakan bahwa sebelum Hari Kedatangan-Nya, dunia ini akan mengalami sakit bersalin.

Markus 13:8 (AYT)  Sebab, bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan terjadi gempa bumi di berbagai tempat; akan ada kelaparan. Inilah permulaan dari rasa sakit melahirkan.

Rasa sakit bersalin di sini dalam bahasa aslinya menggunakan kata “odin” (G5604: ὠδίν), yang artinya rasa sakit karena melahirkan bayi, sakit bersalin, kesusahan waktu melahirkan, penderitaan yang hebat, rasa sakit yang tidak ada taranya, yaitu malapetaka-malapetaka yang mendahului kedatangan Messias.

Rabbi Winston menyebutkan pemilihan Presiden Amerika Serikat sekarang ini sebagai suatu contoh kekacauan yang menandai transisi ini.

Rabbi Akhir Zaman lainnya, Rabbi Alon Anava, dalam sesi wawancara dengan Tamar Yonah dari Israel News Talk Radio sempat menyebutkan bahwa dia pribadi meyakini bahwa Undang-undang Darurat Militer akan diberlakukan di Amerika Serikat sebelum Pemilu Presiden yang akan datang.

Rabbi Anava menyebutkan tiga skenario kegelapan besar. Dia berbicara panjang lebar tentang topik kontroversial “Bintang Nibiru” (atau Planet X). Jika Nibiru adalah skenario yang dipakai HaShem (Elohim) untuk membawa “bangsa pilihan” kepada pembebasan final, Rabbi Anava mengatakan bahwa, “Dua pertiga bumi akan musnah.”

Nibiru atau Planet X adalah sistem tata surya mini yang kedatangannya menyebabkan kehancuran besar di bumi. Catatan-catatan arkeologi kuno maupun tulisan-tulisan kuno Yahudi menyebutkan bahwa kehancuran bumi pada waktu Zaman Nuh disebabkan oleh “benda angkasa” ini, demikian juga tulah-tulah yang menghancurkan Mesir yang terjadi pada waktu peristiwa Eksodus bangsa Israel.

Baca:

Zakharia 13:8 (AYT)  Maka, akan terjadi di seluruh negeri (Ibrani: erets; bumi), demikianlah firman TUHAN, dua pertiga darinya akan dilenyapkan, semuanya mati binasa, tetapi sepertiganya akan tinggal hidup.

Rabbi Anava juga mengatakan, “Ada nubuat-nubuat lain bahwa akan ada perang dunia ketiga. Kemungkinannya hanyalah perang nuklir.” Antara lain negara-negara China, Iran, Russia dan Korea Utara sebagai empat musuh besar Amerika Serikat, Rabbi mengatakan tentang kemungkinan bahwa salah satu negara ini dapat menyerang Amerika dengan meledakkan EMP (Electromagnetic Pulse: gelombang kejut elektromagnetik) jauh di atas Amerika Utara, dan karenanya menyebabkan Amerika Serikat “masuk kembali ke abad ke-18,” karena itu akan merusak seluruh peralatan elektronik secara total.

Berbicara mengenai hubungan pemilihan Presiden Amerika Serikat dan Akhir Zaman, Rabbi Alon Anava mengatakan, “Tentu saja pemilu Amerika Serikat berhubungan dengan Akhir Zaman. Moshiach sudah ada di ambang pintu dan setiap peristiwa yang kita lihat… Anda hanya perlu membuka Alkitab kita dari 2000 tahun yang lalu dan itu seperti sedang membuka surat kabar. Segala sesuatu sudah tertulis. Segala sesuatu sudah diprediksi. Segala sesuatu sudah dinubuatkan.”

“Secara pribadi, aku berpikir kita tidak akan sampai kepada pemilu. Aku pikir mereka akan menyatakan Darurat Militer tepat sebelum pemilu dilaksanakan. Mungkin oleh serangan teror, mungkin oleh keruntuhan finansial global, mungkin oleh kerusuhan massal. Enam puluh juta orang Amerika sekarang ini hidup dengan kupon makanan. Cukup singkirkan itu satu bulan saja, dan Anda akan melihat 60 juta orang Amerika akan memenuhi jalanan-jalanan, dan melakukan kerusuhan massal. Itu sangat mudah untuk memberlakukan Darurat Militer.”

Bagaimana saran Rabbi Anava bagi orang-orang supaya skenario peristiwa-peristiwa kegelapan ini dapat dibatalkan?

Ada ajaran Yahudi yang mengatakan bahwa nubuat-nubuat yang positif (baik) akan terlaksana, tetapi nubuat-nubuat yang negatif (buruk) dapat diubahkan. Rabbi Anava mengatakan, “Baik Yahudi maupun non Yahudi sama saja – kita semua harus bertobat. Kita harus kembali kepada Sumber kita. Percaya hanya dalam satu Elohim, mengikuti Torah (perintah Elohim) dan mitzvah (perintah-perintah Alkitab).

“Non Yahudi juga harus bertobat dan mereka juga harus berhenti berbuat hal-hal buruk dan mereka juga harus mengikuti hukum Noach (7 hukum Nuh) yang dapat Anda temukan di dalam Torah.”

“Tidak ada perbedaan. Kita semua harus bertobat dan pada dasarnya berusaha meyakinkan Penguasa Alam Semesta untuk membatalkan seluruh keputusan-keputusan tersebut. Khususnya sekarang, bertobat artinya pertama-tama, berhenti melakukan hal-hal buruk atau jahat yang kita perbuat. Berhenti berbohong. Berhenti berbuat curang. Berlaku jujur. Berikan sedekah. Bantulah sesama. Jangan menghakimi orang dengan cara yang salah. Tak perlu dikatakan lagi, lakukan Torah – jalankan Shabbat, makan yang kosher (halal Yahudi)… Inilah waktunya untuk benar-benar menata seluruh perbuatan-perbuatanmu.”

Jika cukup banyak orang-orang yang berbalik kepada HaShem (Elohim), “kita punya kesempatan untuk mendapatkan penghakiman yang lebih manis dan mendapatkan pembebasan dalam sekejap mata, dengan cara yang indah, tanpa peperangan, tanpa banyak masalah, tanpa kebencian. Ini semuanya ada dalam tangan kita dan semakin cepat kita melakukannya, semakin baik, karena jarum jam ini terus berdetik.”

Ketika ditanya ke mana orang-orang Yahudi harus pergi? Rabbi Anava tanpa ragu menyatakan bahwa “Israel adalah satu-satunya tempat yang aman… Ini Negeri HaShem (Elohim). Tidak ada yang akan terjadi di negeri ini.”

“Goyim (orang-orang non-Yahudi) yang benar, selama mereka hidup menurut Tujuh Hukum Noach (Nuh), mereka akan diselamatkan. Kita memiliki janji dari Torah dan janji dari Raja Daud [dalam Mazmur 91:7]. Kita harus berada dekat dengan HaShem (Elohim),” kata Rabbi Anava menegaskan.

Mazmur 91:7-8 (AYT)  Seribu orang akan rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di kananmu, tetapi itu tidak akan mendekatimu. Engkau hanya akan memandang dengan matamu, dan melihat pembalasan bagi orang-orang fasik.

“Tidak hanya aku percaya, tapi aku akan sangat surprise bila tidak terjadi apa-apa dalam beberapa minggu atau bulan ke depan. Aku tahu ini sedang terjadi. Moshiach sedang terjadi. Sekarang ini waktunya dan setiap orang sebaiknya segera menata perbuatan-perbuatan mereka,” kata Rabbi Anava.

Referensi awal dari Tujuh Hukum Nuh tercatat dalam Kitab Yobel 7:20-29. Tujuh Hukum Nuh (Ibrani: Sheva mitzvot B’nei Noach), juga disebut Hukum-hukum Noachide (berasal dari kata “Noah” – Nuh), adalah serangkaian perintah-perintah yang, menurut Talmud, diberikan oleh Elohim sebagai sekumpulan hukum-hukum yang mengikat bagi “anak-anak Noah” – yaitu, seluruh umat manusia.

Menurut itu, setiap Goyim (orang non Yahudi) yang setia mengikuti hukum-hukum ini – karena itu diberikan oleh Musa – dianggap sebagai Goyim yang benar, dan memiliki kepastian mendapatkan suatu tempat di dalam dunia yang akan datang (Ibrani: Olam haBa), upah yang final bagi orang-orang benar.

Kitab Yobel 7:20-21 Dan dalam Yobel kedua puluh delapan [1324-1372 A.M.] Noach mulai memerintahkan kepada anak-anaknya ketetapan-ketetapan dan perintah-perintah, dan semua keputusan-keputusan yang dia ketahui, dan dia menasihati anak-anaknya untuk memelihara kebenaran, dan untuk menutupi kemaluan tubuh mereka, dan untuk memberkati Pencipta mereka, dan menghormati ayah dan ibu, dan mengasihi sesama mereka, dan menjaga jiwa mereka dari percabulan dan kenajisan dan segala kejahatan. Karena tiga hal inilah datang Air Bah di atas bumi, yaitu, karena percabulan di mana para Malaikat Pengawas bertentangan dengan hukum ketetapan-ketetapan mereka, pergi melacurkan diri dengan anak-anak perempuan manusia, dan mengambil bagi diri mereka istri-istri dari semua yang mereka pilih. Dan mereka mengawali permulaan kenajisan.

Kembali kepada Rabbi Pinchas Winston, dia mengatakan bahwa menurut pemahaman rohani, tujuan mendasar dari kekacauan ini adalah untuk “memisahkan dunia, untuk memaksa orang-orang membuat keputusan apakah mereka mau lebih rohani atau mau lebih lahiriah. Apa prioritas utama mereka?”

Titik pemisahan untuk memilih hal-hal yang rohani atau hal-hal yang lahiriah, akan terjadi pada masa Perang Gog dan Magog. “Siapa yang akan diselamatkan dan siapa yang tidak, menurut Zohar (kitab spiritual orang Yahudi), akan didasarkan pada pilihan yang dibuat seseorang  sebelum terjadinya peristiwa itu sendiri,” kata Rabbi Winston.

Yoel 3:14-16 (ILT3)  Banyak orang, banyak orang di lembah keputusan, karena hari YAHWEH telah dekat di lembah keputusan. Matahari dan bulan telah menjadi gelap, dan bintang-bintang telah menarik kembali cahayanya. Dan YAHWEH menggemuruh dari Zion dan dari Yerusalem, Dia mengumandangkan suara-Nya, maka langit dan bumi berguncang, tetapi YAHWEH adalah tempat perlindungan bagi umat-Nya, dan kubu pertahanan bagi keturunan Israel.

Pilihan ini adalah apa yang oleh Rabbi Winston disebut “ujian terakhir umat manusia.” Dia mengingatkan bahwa apa pun yang akan terjadi, kedatangan Planet X atau Nibiru, perang nuklir, Gog dan Magog atau peristiwa-peristiwa Akhir Zaman lainnya, itu akan bersifat “masif dan global,” dan perlindungan Ilahi akan dibutuhkan supaya dapat selamat melalui semuanya itu. “Pengertian tentang perlindungan Ilahi inilah yang menghubungkan Hari Raya Sukkot dengan Akhir Zaman,” kata Rabbi menjelaskan.

Menurut tradisi Yahudi, pondok-pondok sementara yang didirikan pada waktu Sukkot adalah simbol dari “ananei haKavod” (Awan Kemuliaan Ilahi), yaitu perlindungan Elohim atas Israel terhadap semua musuh-musuh dan marabahaya yang ada di padang belantara.

Mekhilta, kitab kuno yang berisi penjabaran Kitab Eksodus (Keluaran), mengajarkan bahwa ada tujuh macam awan. Empat mengelilingi bangsa Israel pada setiap sisi, melindungi mereka dari musuh-musuh yakni orang Mesir dan binatang-binatang buas. Awan kelima ada di atas mereka, menudungi mereka dari terik sinar matahari yang membakar. Awan keenam ada di bawah kaki mereka, yang menjadikan perjalanan mereka melewati padang gurun yang berbatu-batu tajam dapat dilakukan. Awan ketujuh berjalan di depan mereka, Malaikat Elohim yang “menimbun lembah-lembah dan meratakan gunung-gunung.”

Menurut Rabbi Winston, sama seperti Elohim memelihara bangsa Israel sepenuhnya di padang belantara, demikian juga Dia akan memelihara umat-Nya pada Akhir Zaman, jika kita benar-benar bergantung sepenuhnya kepada Elohim. Jadi, tinggal di dalam sukkah adalah simbol ketergantungan kita pada perlindungan Ilahi dan kepercayaan penuh di dalam Elohim, suatu tindakan yang akan sangat penting supaya dapat selamat melewati Hari-hari Terakhir.

Mazmur 91

  1. Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi, dia akan bermalam dalam tudung Yang Mahakuasa.
  2. Aku mau berkata kepada YAHWEH, “Perlindunganku dan bentengku, Elohimku, aku percaya kepada-Nya.”
  3. Sebab Dia meluputkan engkau dari perangkap burung, dari tulah yang membinasakan.
  4. Dengan kepak-Nya Dia akan menaungi engkau, dan di bawah sayap-Nya engkau akan mencari perteduhan, kesetiaan-Nya adalah perisai dan tembok perlindungan.
  5. Engkau tidak akan takut terhadap kengerian malam, terhadap anak panah yang terbang pada siang hari.
  6. Terhadap tulah yang merajalela pada kegelapan, terhadap kebinasaan yang sia-sia pada tengah hari.
  7. Seribu orang akan rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan mendekat kepadamu.
  8. Sungguh dengan matamu sendiri engkau akan melihat dan menyaksikan ganjaran untuk orang fasik.
  9. Sebab Engkau, ya YAHWEH, perlindunganku, Yang Mahatinggi telah kaujadikan tempat kediamanmu.
  10. Malapetaka tidak akan menimpa engkau, dan tulah tidak akan mendekati kemahmu.
  11. Sebab Dia akan memerintahkan para malaikat-Nya kepadamu, untuk menjaga engkaudi sepanjang jalanmu.
  12. Mereka akan menatang engkau di tangannya, supaya kakimu tidak terantuk batu.
  13. Engkau akan menginjak-injak singa dan ular berbisa; Engkau akan menginjak-injak singa muda dan ular naga (Ibrani: tanniyn).
  14. Sebab, ia telah mengasihi Aku, maka Aku akan membebaskan dia, Aku akan menempatkannya di tempat tinggi, karena dia telah mengenal Nama-Ku.
  15. Dia akan berseru kepada-Ku dan Aku akan menjawab dia; Aku akan menyertainya dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.
  16. Aku akan memuaskan dia dengan umur panjang, dan Aku akan menunjukkan kepadanya Yeshua-Ku (Yeshuah: keselamatan).

Baca juga:

Perang Nuklir dan 3 Hari Kegelapan Akan Terjadi Sebelum Kedatangan Messias, Kata Pakar Nubuat Alkitab

Referensi:

Martial Law Will Be Declared Before Elections: End-of-Days Rabbi

End Times Expert: This Sukkot is Transition Period Before Messianic Era

Kitab Yobel

Iklan