Pada hari Kamis, 13 Oktober 2016, satu hari sesudah Yom Kippur, ketika Elohim memutuskan “takdir” setiap manusia di muka bumi, UNESCO, Badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan, dalam sidangnya di Paris meloloskan resolusi tentang “Palestina yang Diduduki,” dan menyatakan bahwa seluruh situs-situs paling suci Yahudi sebagai milik Islam, sekaligus menyalahkan Israel atas kekerasan yang terjadi di wilayah tersebut.

Times of Israel mempublikasikan keseluruhan isi teks resolusi. Beberapa poin yang paling penting adalah:

  • Resolusi tersebut menyebut situs-situs suci itu dalam bahasa Arab, “Masjid Al-Aqsa/Al-Haram Al-Sharif dan sekelilingnya.” Bukit Bait Suci dinyatakan sebagai “situs suci Muslim untuk peribadatan dan sebagai bagian integral dari situs warisan budaya dunia.”
  • Resolusi tersebut sebagian besar berhubungan dengan Yerusalem, namun juga menyebutkan situs-situs di Hebron dan Bethlehem sebagai situs-situs budaya Muslim.
  • Israel dikutuk di dalam resolusi tersebut karena tidak mencegah pekerjaan konstruksi Palestina yang menyebabkan terjadinya penghancurkan artefak-artefak arkeologi, dan menyebut Israel sebagai “Kekuatan Pendudukan” di Yerusalem. Pada saat bersamaan, resolusi tersebut juga mengutuk Israel karena “memasuki secara paksa berbagai masjid dan bangunan-bangunan bersejarah… [oleh] berbagai pekerja Israel termasuk yang disebut pejabat-pejabat “ahli sejarah Israel.”
  • Resolusi itu mengutuk Israel karena “meningkatnya agresi.”
  • Resolusi itu mengutuk Israel karena mengekang kebebasan beribadah di Bukit Bait Suci sementara tidak menyebutkan fakta bahwa non-Muslim dilarang sepenuhnya untuk beribadah di situs tersebut.
  • UNESCO menyalahkan Israel untuk “penyerbuan terus-menerus terhadap Masjid Al-Aqsa/Al-Haram Al-Sharif oleh ekstrimis sayap kanan Israel dan pasukan-pasukan tentara.”
  • Resolusi itu mendaftarkan jalur masuk pintu gerbang Pendakian Mughrabi yang digunakan non-Muslim untuk mengunjungi situs tersebut sebagai bagian dari warisan budaya Muslim, sementara mengutuk dan menentang perubahan-perubahan yang dilakukan Israel terhadap situs tersebut, bahkan termasuk untuk mendirikan sebuah payung.
  • Resolusi tersebut menyebut Makam Rachel di Bethlehem dan Gua Patriarkh (Gua Bapa Leluhur – Gua Makpelah) di Hebron sebagai Masjid Bilal Ibn Rabah dan Al Haram Al Ibrahimi.
  • Resolusi tersebut menyalahkan gelombang panjang kekerasan di Israel karena “agresi terus-menerus oleh penduduk Israel dan kelompok-kelompok ekstrimis Yahudi terhadap penduduk Palestina.”
  • Resolusi itu juga menyalahkan Israel untuk konfrontasi di Gaza, dan mengutuk blokade Israel.

Kata-kata “Bukit Bait Suci” tidak pernah disebutkan di dalam resolusi tersebut. Satu-satunya kata “Yahudi” yang digunakan di dalam resolusi tersebut adalah ketika seruan untuk membongkar “pelataran doa Yahudi yang baru di selatan Pendakian Mughrabi di Plaza Al-Buraq ‘Pelataran Tembok Barat'”.

mughrabi-ascent-7
Jembatan pintu gerbang Mughrabi.
tembok-ratapan-barat-7
Tembok Barat (Tembok Ratapan).

Draft resolusi ini diajukan oleh Algeria, Mesir, Lebanon, Morocco, Oman, Qatar, dan Sudan.

24 negara yang memberikan voting suara mendukung resolusi tersebut adalah Algeria, Bangladesh, Brazil, Chad, China, Republik Dominica, Mesir, Iran, Lebanon, Malaysia, Morocco, Mauritius, Mexico, Mozambique, Nicaragua, Nigeria, Oman, Pakistan, Qatar, Russia, Senegal, Afrika Selatan, Sudan dan Vietnam.

26 negara yang abstain dari voting adalah Albania, Argentina, Cameroon, El Salvador, Perancis, Ghana, Yunani, Guinea, Haiti, India, Italia, Pantai Gading, Jepang, Kenya, Nepal, Paraguay, Saint Vincent dan Nevis, Slovenia, Korea Selatan, Spanyol, Sri Lanka, Swedia, Togo, Trinidad dan Tobago, Uganda dan Ukraina.

Suara yang menentang adalah Estonia, Jerman, Lithuania, Netherlands, Inggris dan Amerika Serikat.

Serbia dan Turkmenistan absen dalam voting tersebut.

Hari Kamis, Duta Besar Israel untuk Vatican, Oren David, menghubungi Antoine Camilleri, Sekretaris Vatican untuk Hubungan dengan Negara-negara, meminta bantuan Vatican untuk Israel, menyatakan bahwa resolusi tersebut juga membahayakan hubungan Kekristenan terhadap situs-situs di Tanah Suci tersebut. Vatican hanya memiliki status pengamat di PBB, sama halnya seperti Otoritas Palestina, dan tidak dapat memberikan suaranya. Respon Vatican belum diketahui.

Resolusi ini akan dibawa ke dewan eksekutif UNESCO untuk mendapatkan persetujuan resmi minggu depan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bereaksi keras terhadap voting tersebut.

“Panggung sandiwara konyol terus berlanjut dengan UNESCO dan hari ini organisasi tersebut telah membuat keputusan paling aneh dengan mengatakan bahwa bangsa Israel tidak punya hubungan dengan Bukit Bait Suci dan Tembok Barat (Tembok Ratapan).”

bukit-bait-suci-7
Bukit Bait Suci dan Tembok Barat (Tembok Ratapan).

“Sudah jelas mereka tidak pernah membaca Alkitab,” kata Netanyahu, “namun aku akan menganjurkan anggota-anggota UNESCO untuk mengunjungi Arch of Titus di Roma, dimana mereka bisa melihat apa yang dibawa bangsa Romawi ke Roma sesudah mereka menghancurkan dan menjarah Bait Suci dua ribu tahun yang lalu. Semua orang dapat melihat terukir pada Gerbang Lengkung itu menorah tujuh cabang, yaitu simbol bangsa Yahudi sama seperti simbol Negara Yahudi hari ini.”

arch-of-titus-7
The Arch of Titus di Via Sacra, Roma: Gerbang Kemenangan Kekaisaran Romawi. Jendral Titus menghancurkan Yerusalem dan meruntuhkan Bait Suci pada tahun 70 M, menggenapi nubuat Yeshua tentang bangunan Bait Suci, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sekali-kali di sini tidak akan dibiarkan terletak batu di atas batu, yang sama sekali tidak akan diruntuhkan.” (Matius 24:2)

“Tentu saja UNESCO akan berkata bahwa Kaisar Titus adalah bagian dari propaganda Zionis,” katanya sinis. “Untuk mengatakan bahwa Israel tidak punya hubungan dengan Bait Suci dan Tembok Barat itu sama seperti mengatakan bahwa China tidak punya hubungan dengan Tembok Raksasa China atau Mesir tidak punya hubungan dengan piramida. Dengan keputusan konyol ini, UNESCO sudah kehilangan sedikit sisa legitimasi yang dulu masih dimilikinya. Namun, aku percaya bahwa kebenaran historis akan menang.”

menorah-arch-of-titus-7-2
Prosesi pawai kemenangan Titus digambarkan pada The Arch of Titus di Roma, menggambarkan jarahan yang dirampas dari Bait Suci Yerusalem. The Arch of Titus dibangun pada tahun 82 M oleh Kaisar Domitian, tidak lama sesudah kematian kakaknya, Kaisar Titus, untuk memperingati kemenangan-kemenangan Titus, termasuk Pengepungan Yerusalem pada tahun 70 M.

Yerusalem di dalam Quran dan Alkitab

Berbeda dengan Alkitab, nama Yerusalem sama sekali tidak pernah disebutkan di dalam Qur’an. Sebaliknya, nama Yerusalem disebutkan 823 kali di dalam Alkitab, dan Zion (yang biasanya berarti Yerusalem, dan kadang-kadang memiliki arti “Tanah Israel”) disebutkan 161 kali. Dari 823 kali penyebutan nama Yerusalem di dalam Alkitab, 669 diantaranya tercantum dalam Perjanjian Lama, dan 154 dicantumkan dalam Perjanjian Baru.

Qur’an hanya menceritakan Nabi Muhammad yang dipercayai melakukan “perjalanan malam” (isra) sebagai berikut:
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram (Masjid Suci) ke Al Masjidil Aqsha (Masjid Terjauh) yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Surat 17:1

Al Masjidil Al-Aqsha artinya “Masjid Terjauh.” Banyak penafsir kemudian beranggapan bahwa Masjid Terjauh (Al Masjidil Al-Aqsha) itu artinya Yerusalem. Namun sebutan nama Yerusalem sama sekali tidak ditemukan di dalam Al-Quran.

Ketika Nabi Muhammad menerima wahyu ini sekitar tahun 622M, Masjid Suci (Al Masjidil Haram) sudah ada di Mekkah, tapi di manakah lokasi “masjid terjauh” (Al Masjidil Al-Aqsa)? Pada waktu itu, Palestina belum ditaklukkan oleh Muslim, sehingga tidak ada satu pun masjid di sana.

Kemudian penguasa pertama dinasti Ummayad (661-750 M), Mu’awiya, memilih Yerusalem sebagai tempat dimana dia naik menduduki khalifah, dan dia dan penerus-penerusnya terlibat di dalam program pembangunan di kota itu, tempat-tempat religius diperindah, demikian juga istana dan jalan-jalan, dan mereka menjadikan Yerusalem ibu kota administratif mereka.

Khalif Ummayad, Abd al-Malik, pada tahun 688-691 M, membangun Dome of the Rock, tepat di lokasi Bait Suci Yahudi. Kemudian pada tahun 715 M, untuk mengokohkan kekuasaan mereka, Ummayad membangun masjid kedua di Bukit Bait Suci, dan menyebut bangunan ini sebagai “masjid terjauh” (Al Masjidil Al-Aqsa). Dengan cara ini, khalif Ummayad memberikan kepada Yerusalem peranan di dalam kehidupan Nabi Muhammad, dan menjadikan Yerusalem memiliki kedudukan penting di dalam Islam. Sebab jika “masjid terjauh” (Al Masjidil Al-Aqsa) ada di Yerusalem, maka “perjalanan malam” (isra) Nabi Muhammad dan kenaikannya ke surga (mi’raj) juga terjadi di Bukit Bait Suci.

Penggenapan Nubuat: Yerusalem, Cawan yang Memusingkan Bangsa-bangsa

Zakharia 12:1-9 (ILT3)  Pesan firman YAHWEH terhadap Israel. Firman YAHWEH yang membentangkan langit dan yang meletakkan dasar bumi, dan yang menciptakan roh manusia di dalam dirinya.

“Lihatlah, Akulah yang membuat Yerusalem sebagai cawan yang memusingkan bagi semua bangsa sekelilingnya, bahkan hal itu pun terjadi atas Yehuda, pada saat pengepungan terhadap Yerusalem.

Dan terjadilah pada hari itu, Aku akan membuat Yerusalem batu beban bagi semua bangsa. Semua yang mengangkutnya akan terluka parah; dan semua bangsa di bumi akan dikumpulkan melawan dia.

Pada hari itu, firman YAHWEH, Aku akan menghantam semua kuda dengan kepanikan, dan yang menungganginya dengan kegilaan. Dan, Aku akan membuka mata-Ku terhadap keluarga Yehuda, tetapi Aku akan menghantam setiap kuda dari bangsa-bangsa dengan kebutaan.

Maka para pemimpin Yehuda akan berkata dalam hatinya: Penduduk Yerusalem bersama YAHWEH Tsebaot, Elohim mereka, adalah kekuatan bagiku.

Pada hari itu, Aku akan membuat para pemimpin Yehuda seperti tungku api di antara pepohonan, dan seperti obor api pada berkas gandum; dan mereka akan melalap semua bangsa di sekitarnya, di sebelah kanan dan di sebelah kirinya. Dan Yerusalem akan tetap berdiam di tempatnya, yaitu di Yerusalem.”

YAHWEH akan menyelamatkan kemah-kemah Yehuda terlebih dahulu, supaya keindahan keluarga Daud dan keindahan penduduk Yerusalem tidak akan bermegah terhadap Yehuda.

Pada hari itu YAHWEH akan mempertahankannya demi penduduk Yerusalem. Dan pada hari itu, orang yang tersandung di antara mereka akan menjadi seperti Daud, dan keturunan Daud akan seperti Elohim, seperti Malaikat YAHWEH di hadapan mereka.

“Dan pada hari itu akan terjadi, Aku akan berusaha untuk menghancurkan semua bangsa (Ibrani: kol haGoyim; segala bangsa-bangsa (non Yahudi)) yang datang melawan Yerusalem. [Ini peperangan pada Hari YHWH – Cawan murka Elohim yang ke-6 dan 7; Perang Gog dan Magog di Har-Megiddo, Yehezkiel 38-39, Wahyu 16:16-21]

bukit-bait-suci-7-2
Bukit Bait Suci.

Apa yang terjadi pada Yerusalem ini pada akhirnya akan mengarah kepada penggenapan nubuat ketika Elohim akan mengumpulkan seluruh bangsa-bangsa (kol haGoyim; segala bangsa-bangsa non-Yahudi) untuk melawan dan berperang merebut Yerusalem – Ini adalah Perang Gog dan Magog, di Har-Megiddo, atau yang dikenal dengan nama Perang Harmageddon. Pada waktu itu Messias Yeshua akan datang untuk berperang melawan bangsa-bangsa (Goyim) yang datang memerangi Yerusalem. Ini adalah waktu Kedatangan Yeshua haMashiach yang kedua kalinya ke bumi (terjadi di antara Cawan Murka Elohim yang ke-6 dan ke-7; Wahyu 16:16-21), ketika Dia menginjakkan kaki-Nya di atas Gunung Zaitun (Har haZetim).

Zakharia 14:2-4 (ILT) Dan Aku akan mengumpulkan semua bangsa (Ibrani: kol haGoyim; segala bangsa-bangsa (non-Yahudi)) ke Yerusalem untuk peperangan. Dan kota itu akan direbut, dan rumah-rumah akan dijarah, dan wanita-wanita akan diperkosa, dan setengah dari kota itu akan keluar ke pembuangan, tetapi sisa dari umat itu tidak akan diangkut dari kota itu.” Lalu YAHWEH akan keluar, dan Dia akan terlibat perang dengan bangsa-bangsa itu (Goyim), seperti waktu Dia terlibat perang pada hari pertempuran (Hari YHWH). Dan pada hari itu (Hari YHWH), kaki-Nya akan berjejak di Bukit Zaitun (Ibrani: Har haZetim) yang terletak di depan Yerusalem dari sebelah timur; dan Bukit Zaitun (Har haZetim) itu akan terbelah menjadi dua dari timur ke barat, suatu lembah yang sangat besar, dan setengah dari bukit itu akan bergeser ke utara dan setengah lagi ke selatan.

Zefanya 3:8 (ILT3)  “Sebab itu nantikanlah Aku, firman YAHWEH, pada waktu Aku bangkit menerkam mangsa. Sebab keputusan-Ku adalah untuk mengumpulkan bangsa-bangsa (Goyim) bagi-Ku, untuk menghimpun kerajaan-kerajaan, untuk mencurahkan ke atas mereka geram-Ku, yaitu kepanasan amarah-Ku. Karena dalam api kemurkaan-Ku yang penuh kecemburuan, seluruh bumi akan terbakar hangus.

Yehezkiel 38:21-23 (ILT) Dan Aku akan memanggil sebilah pedang melawannya di atas semua gunung-Ku,” demikianlah firman Tuhan YAHWEH, “dan pedang tiap-tiap orang akan melawan saudaranya. Dan Aku akan menghukumnya dengan tulah dan darah, dan hujan yang lebat, dan hujan batu. Aku akan menurunkan hujan api dan belerang atasnya, dan ke atas pasukan-pasukannya, dan ke atas banyak bangsa yang bersamanya. Dan Aku akan meninggikan diri-Ku sendiri dan menguduskan diri-Ku. Dan Aku akan dikenal di depan mata banyak bangsa, dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah YAHWEH.”

Referensi:

Hari Raya YHWH: Yom Kippur – Hari Raya Pendamaian

Geografi Paranormal Tanah Israel: Pusat Peperangan Gelap Melawan Terang

UN Resolution: Temple Mount and Kotel are Muslim, Israel to Blame for Violence

UNESCO Rewrites Jerusalem’s History, Denies “Incontrovertible Evidence” of Jewish, Christian Ties: US Lawmakers

Israel Suspends Cooperation With UNESCO Over Jerusalem Draft

Full text of new UNESCO resolution on ‘Occupied Palestine’

UNESCO to Vote on Whether Temple Mount is Jewish or Not

Arch of Titus

The Muslim Claim to Jerusalem

Jerusalem’s not in the Qur’an

Iklan