Beberapa waktu yang lalu, demonstrasi Ibadah Pelayanan Yom Kippur untuk Bait Suci dilaksanakan di Hebron, berdekatan dengan Gua Patriarkh/Bapa Leluhur (atau Gua Makpelah). Kegiatan langka ini memungkinkan orang-orang menyaksikan kembali bagaimana kemuliaan ibadah Bait Suci pada masa lampau.

Pelaksanaan kembali ini diinisiasi oleh Midrasha L’Ad Hamikdash, yang dikepalai oleh Mordechai Persoff, dan Sanhedrin. Rabbi Hillel Weiss, juru bicara Sanhedrin, menjelaskan bahwa pelaksanaan kembali ini tidak hanya bermanfaat bagi para penonton.

“Pada masa Bait Suci, selama satu minggu sebelum Yom Kippur, Kohen Gadol (Imam Besar) berlatih pelayanan dengan tujuan mempersiapkan diri,” kata Rabbi Weiss. “Salah satu pendapat menyatakan bahwa ini adalah perintah Torah, sebagai bagian dari hari kudus itu sendiri.”

Esensi dari hari tersebut adalah pendamaian. Kohen Gadol memohon pengampunan bagi dirinya sendiri, bagi seisi rumahnya, dan bagi seluruh Israel.

Peringatan Hari Raya Yom Kippur telah dilaksanakan tanggal 10 Tishri 5777 (12 Oktober 2016), tepat 10 hari sesudah Rosh Hashanah (Tahun Baru Yahudi 5777), sekaligus mengakhiri Masa Sepuluh Hari yang Diagungkan. Selengkapnya baca Hari Raya YHWH: Yom Kippur – Hari Raya Pendamaian dan Hari Raya YHWH: Yom Teru’ah – Hari Raya Peniupan Sangkakala.

kohen-eyes-7
Kohen (imam) bersiap mengadakan pendamaian. (Mordechai Persof/Midrasha L’ad Hamikdash)

Untuk demonstrasi, Kohanim (imam-imam) menggunakan sangkakala perak yang siap digunakan dalam Bait Suci, dan mengenakan pakaian yang dipersiapkan secara khusus untuk dipakai di Bait Suci. Ikat pinggang yang dipakai oleh Kohanim reguler adalah shatnez, campuran wol dan linen yang terlarang, kecuali ketika digunakan untuk membuat pakaian bagi Kohanim. Dalam demonstrasi ini, Kohen Gadol mengenakan contoh Chosen Hamishpat (Tutup Dada Keputusan) dan ikat kepala emas yang bertuliskan “Kodesh La’Hashem” (Kudus bagi Elohim). Di belakang Kohanim, di sisi kiri, terdapat menorah (kaki dian) tujuh cabang yang dinyalakan setiap petang di Bait Suci. Di sebelah kanan terdapat dua model meja roti sajian. Di bagian tengah-tengah terletak model mezbah ukupan emas, yang di atasnya dibakar dupa.

kohanim-7
Kohanim (imam-imam). (Mordechai Persof/Midrasha L’ad Hamikdash)

Dalam persiapan untuk ibadah Yom Kippur, dua kambing identik tanpa cacat telah dipilih. Shani (kain wol merah) dililitkan di sekeliling tanduknya. Dibuang undi untuk menentukan nasib kambing-kambing ini. Satu kambing dikurbankan di atas mezbah dan seekor lainnya, yang dinamai “L’Azazel” (bagi Azazel) dibawa ke tebing, dimana dia akan dilemparkan dari tepi jurang. Jika pengurbanan ini berhasil memperdamaikan dosa-dosa Israel, kain merah pada tanduk-tanduk kambing ini secara ajaib akan berubah menjadi putih.

Imamat 16:9-10 (TB) Lalu Harun harus mempersembahkan kambing jantan yang kena undi bagi YAHWEH itu dan mengolahnya sebagai korban penghapus dosa. Tetapi kambing jantan yang kena undi bagi Azazel haruslah ditempatkan hidup-hidup di hadapan YAHWEH untuk mengadakan pendamaian, lalu dilepaskan bagi Azazel ke padang gurun.

goats-7
Kambing-kambing L’Azazel dan La’Hashem (bagi Azazel dan bagi Elohim). (Mordechai Persof/Midrasha L’ad Hamikdash)

Kambing-kambing ini dibariskan di samping Kohen (imam), yang memilih dua undi, meletakkan satu di tangan kanan dan satu di tangan kiri. Satu label bertuliskan “L’Azazel” (bagi Azazel), yang digambarkan didalam Talmud sebagai “tempat yang kasar/keras”, dan satu label lainnya bertuliskan “La’Hashem” (bagi Elohim). Kemudian Kohen meletakkan label-label itu di kepala kambing-kambing, menentukan nasib masing-masing kambing.

Menurut Torah, Imam Besar akan menumpangkan kedua tangannya ke atas kepala kambing “L’Azazel” (yang diperuntukkan “bagi Azazel”), sambil mengakui seluruh pelanggaran umat Israel. Kambing ini kemudian dibuang ke padang belantara atau dicampakkan ke dalam jurang berbatu-batu, membawa bersamanya “seluruh dosa-dosa bangsa Israel ke suatu negeri yang tidak berpenghuni” (Imamat 16:22).

Imamat 16:21-22 (TB) dan Harun harus meletakkan kedua tangannya ke atas kepala kambing jantan yang hidup itu dan mengakui di atas kepala kambing itu segala kesalahan orang Israel dan segala pelanggaran mereka, apapun juga dosa mereka; ia harus menanggungkan semuanya itu ke atas kepala kambing jantan itu dan kemudian melepaskannya ke padang gurun dengan perantaraan seseorang yang sudah siap sedia untuk itu. Demikianlah kambing jantan itu harus mengangkut segala kesalahan Israel ke tanah yang tandus, dan kambing itu harus dilepaskan di padang gurun.

Azazel adalah salah satu pemimpin Malaikat Pengawas yang menurut Kitab Henokh, mengajarkan segala jenis dosa. Elohim murka kepada Azazel dan menyuruh penghulu malaikat Raphael mengikat tangan dan kaki Azazel, dan mencampakkannya ke dalam jurang yang dalam, mengerikan dan gelap di tengah padang gurun pasir Dudael (artinya: kawah Elohim), dan ditimbuni dengan batu-batu yang kasar dan tajam.

Henokh 10:4. Dan lagi Tuhan berfirman kepada Rufael, “Ikat tangan dan kaki Azâzêl, lemparkan dia ke dalam kegelapan; belahlah gurun pasir yang di Dudâêl, dan campakkan dia di sana. 5. Dan timbunilah dia dengan batu-batu kasar dan tajam, dan selubungi dirinya dengan kegelapan supaya dia tetap ada di sana selamanya, dan selubungi wajahnya sehingga dia tidak dapat melihat cahaya! 6. Dan pada hari besar penghakiman dia akan dilemparkan ke dalam api. 7. Dan pulihkanlah bumi yang telah dicemarkan para malaikat, dan umumkanlah pemulihan atas bumi supaya Aku memulihkannya, agar tidak semua anak-anak manusia akan dihancurkan melalui segala hal rahasia yang telah diperkenalkan oleh para malaikat pengawas dan telah diajarkan kepada anak-anak mereka. 8. Dan seluruh bumi telah dicemarkan melalui contoh perbuatan dan ajaran Azâzêl; dari padanya berasal segala dosa.”

Henokh 88:1 Dan aku melihat salah seorang dari keempat [malaikat] yang telah keluar sebelumnya, dia menangkap bintang yang pertama kali jatuh dari langit (Azazel), dan mengikat tangan dan kakinya, dan memasukkannya ke dalam jurang yang dalam; dan jurang ini sempit dan dalam dan mengerikan dan gelap.

2Petrus 2:4 (ILT) Sebab, jika Elohim tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang telah berdosa, sebaliknya, Dia telah menyerahkan ke dalam belenggu-belenggu kegelapan dengan melemparkannya ke dalam tartarus (Yunani: tartaros; bagian paling dasar dari abyss/jurang di dalam Hades; penjara dengan siksaan kekal) untuk ditahan sampai penghakiman;

Yudas 1:6 (AYT) Dan, malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, melainkan meninggalkan tempat kediaman mereka, telah Ia ikat dengan rantai abadi dalam kegelapan yang paling gelap untuk penghakiman pada hari besar nanti.

Sama seperti Azazel yang dicampakkan ke dalam jurang yang dalam (tartarus; dasar neraka), kambing “L’Azazel” yang diperuntukkan bagi Azazel, harus membawa kesalahan seluruh umat Israel, dan dicampakkan ke dalam jurang yang berbatu-batu kasar dan tajam.

Baca:

Kitab Henokh: Kisah Nyata Malaikat dan Asal-usul Setan

Geografi Paranormal Tanah Israel: Pusat Peperangan Gelap Melawan Terang

lahashem-7
Kohanim menunjukkan label “La’Hashem” dan “L’Azazel.” (Mordechai Persof/Midrasha L’ad Hamikdash)

Sesudah kambing yang menerima undi bertuliskan “La’Hashem” secara ritual dikurbankan dalam upacara, darahnya ditampung di dalam bejana khusus dan dibawa ke mezbah dimana darah itu dipercikkan pada batu-batu putih. Bejana yang digunakan untuk ini harus diputar-putar supaya darahnya tidak membeku, karena itu bagian dasar bejana ini dibuat lancip sehingga tidak bisa diletakkan di tempat datar.

kohen-sprinkle-altar-7
Kohen melakukan pemercikan darah pada mezbah. (Mordechai Persof/Midrasha L’ad Hamikdash)

Yom Kippur adalah satu-satunya waktu dimana Kohen Gadol (Imam Besar) masuk ke dalam Kodesh Kedoshim (Ruang Maha Kudus), bagian paling dalam dari Bait Suci dimana Aron Habrit (Tabut Perjanjian) tersimpan, yang dilapisi emas dan ditudungi oleh dua cherubim. Aron Habrit berisi loh-loh batu yang ditulisi Musa, dan sisa-sisa loh-loh yang ditulisi jari Elohim. Sebelum Kohen masuk, ruangan ini dipenuhi asap dari dupa, yang dibuat dari sebelas bahan baku. Dupa ini hanya boleh dibakar di dalam Bait Suci.

altar-incense-7
Dupa dibakar di atas mezbah pembakaran ukupan. (Mordechai Persof/Midrasha L’ad Hamikdash)

Kohen Gadol berganti pakaian beberapa kali selama ibadah Yom Kippur, berendam dalam mikveh (ritual pembasuhan) di antara pergantian itu. Talmud menjelaskan dengan spesifik bahwa dia masuk ke dalam Ruang Maha Kudus hanya mengenakan pakaian putih, karena emas dapat mengingatkan Elohim bagaimana Israel telah berdosa dengan Anak Lembu Emas.

kohen-w-blood-container-7
Kohen dalam pakaian kudusnya membawa bejana darah kambing “La’Hashem.” (Mordechai Persof/Midrasha L’ad Hamikdash)

Bagian-bagian tertentu dari ibadah Bait Suci mengharuskan imam-imam dan semua jemaah yang hadir untuk bersujud. Pada masa Bait Suci yang lampau, bersujud dijalankan dengan tertelungkup sepenuhnya, berbaring datar di atas batu-batu dengan lengan-lengan diulurkan ke depan. Sekarang ini orang-orang Yahudi dilarang melakukan hal ini di luar Bait Suci.

kohen-prostrate-7
Kohen bersujud di tanah. (Mordechai Persof/Midrasha L’ad Hamikdash)

Salah satu aspek ibadah Bait Suci yang masih dijalankan adalah birkat hakohanim (berkat imam). Kohanim tidak mengenakan alas kaki di dalam Bait Suci, dan bahkan sekarang ini, sebelum menjalankan ritual berkat imam di sinagoga, kohanim melepaskan sepatu-sepatu mereka. Paling kanan adalah Rabbi Baruch Kahane, yang memainkan peranan besar dalam menghidupkan kembali pelayanan-pelayanan Bait Suci dan sedang menjalankan program pelatihan Kohanim untuk melayani di Bait Suci.

priests-blessing-7
Kohanim, atau imam-imam, memberikan birkat kohanim (berkat imam) pada pelaksanaan kembali persiapan ibadah Yom Kippur di Hebron, 5 Oktober 2016. (Mordechai Persof/Midrasha L’ad Hamikdash)

Peristiwa ini terjadi tepat di bawah Gua Bapa Leluhur (Ma’arat Hamachpela) di kota suci Hebron, kota kuno Yahudi yang sekarang ini banyak didiami orang Arab.

hebron-machpela-7
Gua Patriarkh (Bapa Leluhur) di Hebron (Gua Makpelah). (Mordechai Persof/Midrasha L’ad Hamikdash)

Doa petang Yom Kippur di Kotel (Tembok Ratapan)

Hari Raya Yom Kippur 5777 telah berlalu. Namun bahkan di kota-kota Israel yang paling sekuler sekalipun, tidak tampak mobil-mobil terlihat di jalanan atau di jalan tol, sementara orang-orang Israel menghormati hari yang paling kudus dalam kalender Yahudi dengan cara mereka masing-masing.

Yom Kippur 2016 di Yerusalem

Yom Kippur 2016 di Tel Aviv

Referensi:

Hari Raya YHWH: Yom Kippur – Hari Raya Pendamaian

Hari Raya YHWH: Yom Teru’ah – Hari Raya Peniupan Sangkakala

Kitab Henokh: Kisah Nyata Malaikat dan Asal-usul Setan

Kitab Henokh – Buku untuk Generasi Akhir Zaman

Yom Teru’ah: Hari Yang Tidak Diketahui Seorang Pun!

PHOTOS: Priests, Sanhedrin Perform Reenactment of Yom Kippur Temple Service

Yom Kippur 2016 in Tel Aviv – Not a Car in Sight!

Baca juga:

Batu “Urim dan Tummim” Penutup Dada Imam Besar yang Hilang Ribuan Tahun Dipercayai Telah Ditemukan

Sanhedrin telah Menetapkan Imam Besar untuk Persiapan Bait Suci Ke-3

Iklan