temple-9

Sudah hampir 2000 tahun sejak Kekaisaran Romawi menghancurkan Bait Suci Kedua pada tahun 70 M dan lebih banyak lagi sejak bangsa Babel menghancurkan Bait Suci Pertama, namun pergerakan orang-orang Yahudi yang bertumbuh semakin berketetapan untuk menyaksikan Bait Suci dibangun kembali dan sekali lagi menduduki tempatnya yang semula di pusat kota Yerusalem.

Pada tanggal 13-14 Agustus 2016 kemarin, ribuan orang Israel dari seluruh penjuru negeri berkumpul di ibukota negara itu untuk ambil bagian dalam Puasa 9 Av (Tisha B’Av).

Tisha B’Av, Puasa 9 Av, adalah hari perkabungan dan puasa nasional selama 24 jam untuk memperingati banyaknya malapetaka yang menimpa bangsa Yahudi, yang banyak terjadi pada tanggal 9 Av.

Tisha B’Av artinya “(hari) kesembilan bulan Av.” Itu jatuh antara bulan Juli atau Agustus.

Tisha B’Av utamanya memperingati kehancuran Bait Suci Pertama dan Bait Suci Kedua, yang dua-duanya dihancurkan pada tanggal 9 Av. Bait Suci Pertama dihancurkan bangsa Babel tahun 586 SM, dan Bait Suci Kedua dihancurkan bangsa Romawi tahun 70 M.

Tisha B’Av merupakan puncak dari periode tiga minggu permulaan ratapan, yang dimulai dengan puasa pada 17 Tammuz, yang memperingati pembobolan pertama tembok-tembok Yerusalem, sebelum Bait Suci Pertama dihancurkan. Selama periode tiga minggu ini, pernikahan dan pesta-pesta perayaan lainnya dilarang, dan orang-orang tidak memotong rambut mereka. Mulai hari pertama sampai hari kesembilan bulan Av, telah menjadi tradisi untuk tidak makan daging dan minum anggur (kecuali pada hari Shabbat) dan tidak mengenakan pakaian baru.

Larangan-larangan pada Tisha B’Av sama dengan pada peringatan Yom Kippur (Hari Raya Pendamaian): larangan makan dan minum (bahkan air); larangan mencuci, mandi, bercukur atau memakai kosmetik; larangan memakai sepatu kulit, melakukan hubungan intim; dan mempelajari Torah. Semua pekerjaan yang berhubungan dengan berbicara [selain Shabbat] juga dilarang. Banyak dari tradisi-tradisi ratapan juga dijalankan: orang-orang tidak saling menyapa atau tersenyum, tertawa atau berbicara yang tidak berguna, dan mereka duduk di bangku-bangku yang pendek.

Di dalam sinagoga-sinagoga, Kitab Ratapan dibacakan dan doa-doa ratapan diucapkan. Lemari tabut (tempat menyimpan gulungan Torah) ditutupi kain hitam.

Tisha B’Av tidak pernah dilakukan pada hari Shabbat. Jika tanggal 9 Av jatuh pada hari Shabbat, puasa ditunda sampai permulaan 10 Av.

Pada tahun ini, tanggal 9 Av jatuh pada hari Sabtu 13 Agustus 2016, sehingga peringatan 9 Av dilaksanakan pada hari Minggu 14 Agustus 2016, pada 10 Av.

Lima Malapetaka

Menurut Mishnah (Taanit 4:6), lima peristiwa khusus terjadi pada tanggal 9 Av, yang mengharuskan bangsa Israel berpuasa:

  1. Dua belas pengintai yang diutus Musa untuk memata-matai tanah Kanaan kembali dari misi mereka. Hanya dua dari mereka, Yosua dan Kaleb, membawa laporan yang baik, sementara sepuluh lainnya memberikan berita yang busuk-busuk tentang Tanah Perjanjian. Laporan mayoritas yang buruk-buruk ini menyebabkan bani Israel menangis pada malam itu, mereka bersungut-sungut, panik dan putus asa bahwa mereka tidak akan pernah memasuki Tanah Perjanjian, dan memberontak dari perintah Elohim. Karena hal ini, mereka dihukum Elohim bahwa generasi mereka tidak akan memasuki tanah itu. Karena kurangnya iman bangsa Israel, Elohim menetapkan bahwa bagi seluruh generasi Israel, pada tanggal ini akan menjadi hari tangisan dan kemalangan bagi keturunan-keturunan mereka. (Lihat Bilangan 13-14).
  2. Bait Suci Pertama yang dibangun oleh Raja Salomo dan Kerajaan Yehuda dihancurkan bangsa Babel yang dipimpin Nebukadnezar pada tahun 587 BC (3175 AM; Anno Mundi: Tahun dunia sesudah Penciptaan) sesudah dua tahun pengepungan dan orang-orang Yahudi dibuang di Babel. Menurut traktat Talmud Ta’anit, kehancuran Bait Suci Pertama terjadi pada tanggal 9 Av dan Bait Suci terus terbakar hingga tanggal 10 Av.
  3. Bait Suci Kedua yang dibangun oleh Ezra dan Nehemia dihancurkan oleh bangsa Romawi pada bulan Agustus 70 M (3830 AM), dan terseraklah orang-orang Yahudi dan dimulailah pembuangan atau pengasingan bangsa Yahudi dari Tanah Suci yang terus berlangsung sampai tahun 1948.
  4. Kerajaan Romawi menghancurkan pemberontakan Bar Kokhba dan menghancurkan kota Betar, membunuh lebih dari 580.000 orang Yahudi pada tanggal 8 Juli 132 M (9 Av, 3892 AM).
  5. Menyusul pemberontakan Bar Kokhba, panglima pasukan Romawi Turnus Rufus menghancurkan situs Bait Suci di Yerusalem dan wilayah sekelilingnya, pada tahun 135 M.

Malapetaka-malapetaka lain yang terjadi pada Tisha B’Av:

  1. Orang-orang Yahudi diusir dari Inggris pada tanggal 18 Juli 1290 (9 Av, 5050 AM).
  2. Orang-orang Yahudi diusir dari Perancis pada tanggal 22 Juli 1306 (10 Av, 5066 AM).
  3. Orang-orang Yahudi diusir dari Spanyol pada tanggal 31 Juli 1492 (7 Av, 5252 AM) oleh Raja Ferdinand dan Ratu Isabella.
  4. Jerman memasuki Perang Dunia I pada tanggal 1-2 Agustus 1914 (9-10 Av, 5674 AM), yang menyebabkan kerusuhan massal di dunia Eropa terhadap bangsa Yahudi yang berakhir dengan Pembantaian Yahudi (Holocaust).
  5. Pada tanggal 2 Agustus 1941 (9 Av, 5701 AM), panglima pasukan SS Jerman, Heinrich Himmler, menerima persetujuan resmi dari partai Nazi untuk melakukan “Solusi Final.” Sebagai akibatnya, Holocaust dijalankan dan 6 juta orang Yahudi, atau sepertiga jumlah orang Yahudi di dunia dimusnahkan.
  6. 23 Juli 1942 (9 Av, 5702 AM), dimulai deportasi massal orang-orang Yahudi dari Ghetto Warsawa menuju ke Treblinka.
  7. 15 Agustus 2005 (10 Av, 5765 AM) , dimulainya pengusiran 8000 warga Yahudi yang tinggal di Gush Katif, Jalur Gaza, oleh pemerintahannya sendiri. Ini mengakibatkan Hamas memiliki ruang terbuka untuk meluncurkan ribuan rudal dan roket ke warga Israel, yang menyebabkan terjadinya tiga operasi militer Tentara Israel, dan banyak lagi lainnya.

Khotbah-khotbah oleh banyak Rabbi-rabbi terkemuka Israel dalam perkumpulan-perkumpulan di seluruh Yerusalem pada perayaan Tisha B’Av kemarin, tidak diarahkan hanya kepada ratapan masa lalu, namun menantikan pengharapan Pembebasan dan pentingnya masa depan, termasuk pembangunan kembali Bait Suci.

Rabbi Ben-Dahan berbicara tentang pentingnya pusat ibukota Israel bagi bangsa Yahudi, “Kita bukan satu-satunya yang mengetahui hal ini, musuh-musuh kita juga tahu akan hal ini. Ada alasan [Otoritas Palestina, Presiden Mahmoud Abbas alias Abu Mazen] klaim-klaim bahwa Bait Suci di Yerusalem tidak pernah ada. Ada alasan kenapa dia memastikan setiap penemuan-penemuan arkeologi yang menghubungkan bangsa Israel dengan Bukit Bait Suci akan dihilangkan.

Dia memahami bahwa Bukit Bait Suci adalah detak jantung bangsa Yahudi. Bukit Bait Suci dan Bait Suci adalah jantung bangsa Israel, dan tanpa ada jantung maka tidak akan ada tubuh.”

Rabbi Ben-Dahan menambahkan bahwa pembangunan Yerusalem tidak akan lengkap sampai Bait Suci juga dibangun dan Bukit Bait Suci dibebaskan, “Kita semua ada di sini untuk menyatakan bahwa kita telah kembali ke Yerusalem dan oleh kehendak HaShem (Elohim), kita akan mempersiapkan hati orang-orang untuk kembali ke Bukit Bait Suci, demikian juga untuk mendirikan kembali Bait Suci. Kita tidak malu untuk mengatakan, ‘Kami ingin mendirikan kembali Bait Suci di Bukit Bait Suci.'”

Anggota Knesset, Yehuda Glick, aktivis terkemuka Bukit Bait Suci, mengatakan bahwa waktunya telah tiba untuk menggantikan ratapan dengan tindakan, “Selama 2000 tahun kita menghidupi ayat-ayat Kitab Ratapan, ‘Kamu pasti akan menangis pada waktu malam.’ Tidak lagi! Kita harus berhenti meratap dan mulai bertindak.

Para pendiri pergerakan Zionisme mengajarkan kita bahwa Pembuangan bukan hanya sekedar penghukuman, tetapi juga merupakan dosa. Hari ini kita berada di tempat yang berbeda. Setiap orang yang membaca Kitab Ratapan tidak mungkin berpikir bahwa kita masih berada dalam situasi tersebut. Kita tidak berada dalam pengepungan dan kita tidak terisolasi.”

Rabbi Chaim Richman, Direktur Internasional Temple Institute, menyatakan, “Setiap orang yang pernah menghadiri perayaan pernikahan Yahudi mengetahui bahwa kita memecahkan sebuah gelas. Tapi berapa banyak yang menyadari pesan di dalamnya.

Gelas pecah itu bukan berarti supaya para tamu tahu kapan harus berteriak, ‘Mazal tov (Selamat)!’. Sebaliknya itu merupakan katalis untuk menggerakkan orang-orang ke dalam tingkat kesadaran yang mengubahkan ratapan dengan perayaan – memberikan harapan bagi suatu waktu, dimana kita akhirnya membangun kembali Bait Suci di Yerusalem.

Setiap pasangan pengantin mengumumkan pernyataan bahwa dia dan seisi rumah masa depannya tidak akan melupakan Yerusalem, karena merupakan kewajiban dari setiap kita, pada setiap waktu untuk bersiap bagi pembangunan kembali Bait Suci. Dengan usaha Temple Institute selama tiga dasawarsa terakhir, persiapan bagi Bait Suci bukan lagi suatu mimpi, sekarang telah menjadi kenyataan, dimana setiap orang dapat menjalankan peranannya.”

Dalam acara menjelang peringatan tahunan kehancuran Bait Suci di Yerusalem, Temple Institute telah merilis video tentang pembangunan kembali Bait Suci Ketiga. Video tersebut menggunakan perumpamaan sebuah gelas yang dipecahkan, sebagai bagian dari upacara pernikahan Yahudi, untuk menandai bahwa perayaan belum lengkap selama Bait Suci belum dibangun kembali.

Meskipun hampir 2000 tahun berpuasa dengan kerinduan yang jelas bagi dibangunnya kembali Bait Suci di situs paling suci Yudaisme di Gunung Moriah, UNESCO dan Uni Eropa merumuskan proposal-proposal untuk mengakui lokasi tersebut sebagai situs Muslim, dengan mengabaikan semua bukti-bukti sejarah selama ribuan tahun. Direktur Jenderal Kementrian Luar Negeri Dore Gold mengecam proposal tersebut, dengan mengatakan, “Itu secara sengaja mengabaikan hubungan sejarah antara bangsa Yahudi dengan ibukota kuno mereka.”

Dikisahkan bahwa Kaisar Napoleon Bonaparte pernah berjalan-jalan di satu jalanan pada suatu malam dan melihat sebuah synagoga yang gelap, yang hanya diterangi oleh beberapa cahaya lilin dan orang-orang yang sedang meratap sambil duduk di lantai.

Ingin tahu tentang kesusahan apa yang telah menimpa mereka, dia bertanya dan diberitahukan bahwa mereka sedang meratapi kehancuran Bait Suci mereka di Yerusalem. Dia mengira bahwa hal itu musibah yang barusan saja terjadi. Tetapi ketika dia mendengar bahwa peristiwa itu telah terjadi hampir 2000 tahun sebelumnya, dia mengatakan, “Bangsa yang meratapi Bait Suci mereka selama ribuan tahun, akan tetap hidup untuk melihat itu dibangun kembali.”

Referensi:

Israel Prepares To Build Third Temple As It Mourns Previous Temple Destruction

Tisha B’Av

Tisha B’Av

Iklan